Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 92 : Medan Pertempuran


__ADS_3

Setelah dirasa rapat itu telah mencapai kesepakatan, sang kaisar lalu mengatakan agar memakan beberapa makan yang telah tersedia dimeja makan.


"Baiklah, karena semua nya sudah setuju. Maka mari kita makan! ucap sang kaisar beranjak dari duduknya dan pergi menuju ruang makan yang telah disiapkan.


Para orang-orang yang hadir disitu pun mengikutinya. Tak lupa juga para memimpin itu mengirimkan sebuah pesan agar para pasukan yang sudah disiapkan segera berangkat ke tempat kaisar Benua Hijau berada, menggunakan portal teleportasi. Zoan sendiri mengetahui hal itu sesaat klon-klon bayangan nya mengirim Dekrit kaisar ke setiap kerajaan. Menurut informasi, portal tersebut dibuat oleh sang Kaisar Benua Hijau terdahulu guna mempermudah segala urusan nya, baik dulu ataupun seperti sekarang ini.


Suasana diruang makan yang awalnya cukup sepi kini ramai. Zoan dan Jean pun mengikuti acara makan tersebut.


Setelah makan selesai mereka juga dipersilahkan untuk beristirahat untuk mempersiapkan diri dalam peperangan esok.


Malam datang dengan cukup cepat, kini Zoan berada disebuah kamar yang telah disediakan untuknya sementara Jean berada dikamar sebelah nya.


"Menurut ingatan Yuan lu(nama asli Cause), markas utama asosiasi pembunuh berada di sebuah dimensi buatan yang terletak di kedalaman Lautan Terlarang." ucap Zoan berfikir sambil menyenderkan punggungnya kesebuah dinding.


" Tapi untuk mencapainya harus menggunakan jimat teleportasi khusus yang diberikan oleh kelompok assosiasi pembunuh itu sendiri. Hmm... ! tapi bagaimana jika aku yang memaksa masuk dan langsung berteleportasi kedalaman ruang dimensi itu yah !" gumam Zoan memikirkan berbagai hal yang akan terjadi salah satunya adalah hal terburuknya.


Sebenarnya Zoan hanya mengetahui letak tersebut sesuai gambaran dari ingatan Yuan lu(nama asli Cause), meski begitu entah kenapa ia merasa yakin dapat memasuki markas itu meski menurut ingatan yang ia lihat bahwa orang yang memaksa masuk adalah orang luar atau tidak terdaftar sebagai anggota kelompok asosiasi pembunuh maka orang tersebut akan terkena serangan balik oleh penghalang yang telah dibuat oleh sang pemimpin tertinggi.


"Lebih baik mencobanya terlebih dahulu sekarang, dari pada nanti malah repot serta akan menimbulkan banyak korban ....!" ucap Zoan berencana untuk memeriksanya sekarang.


"Teknik Bayangan : Klon !"


Zoan memunculkan 7 klon nya guna memeriksa tempat dimana markas utama asosiasi pembunuh itu berada, ia akan menteleportasikan nya klon-klon bayangan.


"Pergilah, ! teleportasi !?" ucap Zoan mengirim ke tujuh klon bayangan nya itu.


whussh....


Di ruangan lain


" Apakah kau yakin setuju akan anak pemuda bau kencur itu?" tanya seorang berpakaian Hijau dengan gambar teratai berwarna putih tercetak di dada bajunya. Ia adalah pemimpin dari akademi Colzie>Dai Zha.


"Cih, Tentu saja aku tak akan membiarkan itu. Bagaimana kalian ? Apa yang harus kita rencanakan untuk anak itu !" tanya seorang berpakaian warna putih dengan lambang pedang di dada pakaiannya. Ia adalah pemimpin dari Akademi Zuang Guang>Chi Hui.


"Bagaimana jika kita, jadikan anak itu kambing hitam ?" ujar orang berpakaian Biru serta terlihat ada lambang herbal rumput sembilan warna dibalik dada pakaiannya. Ia Adalah Pemimpin dari Akademi Elemen>Sha Yang.


" Maksudmu, gimana?jelaskan lah secara jelas" ujar orang berpakaian warna merah cerah dengan lambang sebuah mahkota emas di balik dada pakaiannya. Ia adalah pemimpin dari Akademi Dixsa>Shin Thing.


"Cih,... !" ucap Sha yang mendengus kesal sebelum melanjutkan ucapannya.


"Kita akan menyuruh kelompok yang dipimpin kita untuk membunuh beberapa kelompok dari Aliansi yang dipimpin oleh orang lain saat pertempuran. Dengan begitu korban dari pihak kita akan bertambah banyak dan kalian pasti sudah tahu kelanjutannya kan...?" ucap Sha yang sambil menatap dan menaikan alisnya ke tiga orang yang hadir ditempat tersebut.


"Gila...!, ide mu itu gila. Apakah kau tak berfikir dampaknya bukan hanya kepada anak ingusan itu saja tapi juga akan berdampak pada pasukan kita juga pada akhirnya." ucap Shin Thing (akademi Dixsa) menyela ucapan Sha Yang (akademi Elemen), tanpa basa basi.


"Aku setuju ! dan lagi nampaknya ini satu-satunya cara untuk membalas perbuatan anak itu kepada kita saat rapat, Selain karena kekuatan anak itu melebihi kita, kita tidak akan bisa melawannya dengan secara langsung." Ucap Dai Zha(akademi Colzie) menyetujui usulan itu bahkan tanpa berfikir panjang, hatinya nampak masih tidak menerima perlakuan Zoan.


" Aku juga setuju, di benua ini tidak ada orang yang lebih kuat dari pemuda itu bahkan jika kita menyuruh leluhur kita, aku takut malah akan memperpanjang masalah. Maka dari itu kita harus melakukan rencana ini dengan hati-hati jangan sampai diketahui yang tidak berada di pihak kita, apalagi kalau sampai diketahui oleh kaisar." Ucap Chi Hui yang juga menyetujui rencana tersebut.


"Cih..., baiklah! aku juga menyetujuinya" ucap Shin Thing yang pada akhirnya menyetujui rencana tersebut.


Di tempat kamar masing-masing para raja


Kamar Raja Andreas :


" Ahaha.... benar-benar bocah yang hebat, dan lagi ia berasal dari kerjaan ku!" ungkap Minosa Andreas. Ia sedang berbicara dengan ajudan pelindung pribadinya.


"Apa yang mulia raja katakan benar, anak itu memang menjanjikan dan juga nampaknya kaisar sendiri menaruh harapan tinggi pada anak itu." ucap sosok berpakaian hitam.


"Hem,... benarkah, Vian?!" tanya raja Minosa Andreas menaikan sebelah alisnya.

__ADS_1


"Benar yang mulia raja, hamba dapat merasakan dari cara berbicara serta tatapan nya saat melihat pemuda itu" ucap Vian menjawab.


Minosi Andreas mengeluarkan janggut putihnya sambil sedikit berfikir disertai senyuman bangga. Tentu ia bangga akan pemuda itu, lagi pula ia telah mengetahui bahwa pemuda itu juga yang membantu melawan kelompok cabang asosiasi pembunuh yang menyerang desa Saidan.


Kamar Raja kerajaan Alvous :


Tiga sosok yang terlihat saling bercengkrama serta mengobrol ringan. Ketiga sosok itu ada dua orang yang akan dikenali Zoan jika berada di sana, mereka adalah Lian(raja Kegelapan), Airon(Putranya), dan satu sosok lagi entah siapa.


" Apa?! jadi waktu itu ia sedang menjalan misi." Ucap Airon sesaat baru mengetahui kebenaran bahwa orang yang mengikuti turnamen dan memenangkan juara nya ternyata sedang melakukan misi,. misi itu sendiri adalah melindungi mereka(putra-putri kerjaan Alvous).


Memang benar baik Airon atau pun saudara-saudaranya yang lain sudah cukup curiga saat awal kedatangan Zoan dan temannya, namun ia tak menyangka bahwa kecurigaan nya benar dan tak melesat.


Ia semakin kagum terhadap pemuda itu,. mungkin diantara saudara-saudaranya saat ini hanya dia yang mengetahui kebenaran itu, dan lagi ayah-ayah mereka tak memberitahukan tentang Zoan sebenarnya. Mereka hanya diberitahukan bahwa Zoan dan rekan-rekannya sedang berkunjung kekerajan nya untuk menjalin hubungan baik.


"Benar nak, dia saat itu sedang menjalan misi dari guild petualangan serigala dan misi itu di minta oleh kerajaan kami. Maaf baru bisa memberitahukan mu soal ini sekarang.!" ucap Lian menatap putra tertuanya. Ada alasan khusus mereka mengirimkan misi pengawalan itu ke guild petualangan serigala salah satunya adalah agar terjaganya hubungan baik.


"Ah tak apa ayah, malahan saya bangga sudah dapat mengenal nya" ucap Airon tersenyum senang. Alasan Airon hadir ditempat itu karena ia sekarang sudah menjadi salah satu petinggi dari guild Petualang Bangau Putih dan ia ditunjuk untuk menghadiri acara rapat itu.


"Menurut mu bagaimana pemuda itu, Tung?!" tanya Lian sambil melirik kearah seorang berpakaian layaknya jendral perang. Ia adalah ajudan pelindung dari raja Lian.


" Pemuda itu memiliki masa depan yang tak terbatas, apalagi anak itu jua memiliki skill yang benar-benar mengagumkan. Saya sarankan untuk berhubungan baik dengan pemuda bernama Zoan itu." ucap Xon menanggapi.


"ahk kau benar, baiklah. Mari kita minum lagi sampai puas karena esok kita akan sibuk." ucap Raja Lian sambil menuangkan arak ke cawan nya. Begitupun ajudan pelindungnya melakukan hal yang sama, sementara Airon hanya dapat meminum teh hijau karena dilarang oleh ayahnya untuk meminum arak.


Kamar kerajaan Black Hole :


"Apakah pemuda itu yang telah menyelamatkan ku?" tanya seorang wanita cantik dengan pakaian berwana putih bercampur dengan warna biru cerah serta ada riasan berwarna putih dikedua sisi rambutnya. Yah, dia adalah tuan putri yang telah Zoan selamatkan dan sembuhkan dari penyakit yang dideritanya. Tuan putri itu bernama Zhang Jingmi.


"Ya, tuan putri. itu memang dia " ucap seseorang berpakaian hitam dengan lambang orbit satelit dengan tujuh bintang berwarna putih. Ia adalah Zhang Gin, seorang pengawal baru yang diutus untuk menemani tuan putri yang menjadi perwakilan dari kerajaan black hole.


Meski keadaan kerajaan itu sendiri masih lemah dan cukup kacau namun mereka tetap menghadiri acara rapat tersebut, dan sudah menyiapkan sekitar 50 pasukan yang siap bertempur di aliansi.



"Apakah aku perlu menemuinya sekarang, untuk mengucapkan terimakasih secara langsung, Paman Gin?" tanya tuan Putri Zhang Jingmi, memandang lurus keluar jendela.


" Maaf tuan putri, menurut saya akan lebih baik, Tuan putri yang mengundangnya nanti setelah selesai pertempuran saja. kalau sekarang hamba rasa bukan waktu yang tepat." ujar sang ajudan pelindung Zhang Gin disampingnya.


"Ah..., seperti itu yah ! baiklah aku akan mengikuti saran dari Paman." ucap Zhang Jingmi sedikit tersenyum tipis. Hanya dirinya yang mengetahui arti senyuman itu.


"Terimakasih tuan putri." ucap Zhang Gin sebelum melanjutkan kembali ucapan nya.


"Tuan putri..., maaf bila saya lancang ! saya mau ijin pamit kembali masuk kedalam bayangan tuan putri " ucap Zhang Gin undur diri karena ia merasa sudah tak ada hal yang ingin dibicarakan lagi oleh tuan Putri nya.


"Baiklah, silahkan! Maaf selalu merepotkan Paman !" ucap Zhang Jingmi masih dengan tatapan yang tertuju keluar jendela.


"Tidak perlu minta maaf tuan Putri, itu sudah kewajiban hamba." Ucap Zhang Gin sesaat sebelum menghilang dan masuk kedalam bayangan Zhang Jingmi.


"hah,.. semoga saja kita ditakdirkan bertemu kembali, tuan pendekar peniru." ungkap Zhang Jingmi menghela nafas panjang penuh harap, ia pun berjalan menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya.


Malam semakin larut dan mereka pun terlelap tidur dalam mimpinya masing-masing, Kecuali satu orang.


Orang itu terlihat sedang menerima berbagai ingatan dan laporan para klon bayangan yang dikirimkan nya. Banyak informasi yang ia dapatkan, dan seperti yang ia duga kelompok assosiasi pembunuh sudah mencium rencana tentang pertempuran Aliansi itu.


"Seperti yang aku duga, informan mereka benar-benar mengerikan, Bahkan saat mereka sudah mengetahui rencana pertempuran aliansi ini, mereka nampaknya tidak panik sedikit pun." ucap Zoan sesaat setelah selesai menerima semua laporan nya dari para klon nya yang dihancurkan secara terang-terangan.


"Nampaknya akan semakin bertambah korban terkhususnya dari pihak aliansi. Cih,... mereka benar-benar merepotkan kan terutama sang pemimpin tertinggi serta 3 pelindungnya." ungkap Zoan kembali berdecak lidah.


"Tapi,hehe...mereka juga tak mengetahui rencana ku. Bersiaplah kalian ! aku akan memporak-porandakan markas utama kalian." ucap Zoan disertai seringai serta kilatan membunuh.

__ADS_1


...****************...


Pagi-pagi buta, itu terlihat sangat ramai dihalaman Istana kaisar Benua Hijau. Berbagai pembicaraan terdengar, ada yang sedang saling bercanda ria guna menghilangkan ketegangan, ada yang sedang berpamitan kepada keluarganya melalui pesan suara, ada juga yang sedang memepertajam senjata menggunakan sebuah batu khusus dan ada pula yang malah menangis sambil menulis sebuah surat, mungkin itu surat wasiat kali...


whush....whushh....


Suasana yang awalnya ricuh itu kini berhenti, menatap kearah 25 komandan dari masing-masing kelompok, ke 25 komandan itu merupakan pemimpin dari setiap kerajaan,sekte, klan dan 2 guild netral(petualangan serigala, dan petualang Bangau Putih).


whushh.....


Tak lama setelah ke-25 itu kini muncul dua orang lagi, mereka adalah Zoan Prozz dan sang kaisar Benua Hijau. Untuk saudara angkatnya Jean ia saat ini berada dalam rombongan pasukan perang, ia mendapatkan tugas dari Zoan untuk melihat dan memata-matai para pasukan itu.


"PRAJURIT KU HARI INI KITA AKAN BERJUANG UNTUK MASA DEPAN BENUA INI.! AKU KAISAR BENUA HIJAU MEMINTA UNTUK SALING BAHU MEMBAHU DALAM PEPERANGAN INI, SINGKIRKAN EGO DIRI, KITA DISINI KITA MEMILIKI MUSUH YANG SAMA. MAKA DARI ITU PULANG LAH UNTUK MENANG DAN KEJAYAAN BENUA HIJAU KITA....! Suara sang kaisar menggema keseluruhan pasukan yang telah hadir itu.


Woahh.....Woahh.... sorak-sorak penuh semangat terdengar ditempat tersebut.


"HIDUP BENUA HIJAU..."


"HIDUP BENUA HIJAU..."


"HIDUP YANG MULIA KAISAR..."


"MENANGKAN PERTEMPURAN...."


Berbagai ucapan yang membangkitkan semangat juang mereka lontarkan. sambil memukulkan tombak yang mereka(para pasukan) pegang ke arah tanah.


Sang kaisar mengangkat tangan, suara sorak-sorak itu berhenti, "Perkenalkan dia adalah Zoan Prozz. ia yang akan memimpin pertempuran ini, turuti perkataanya dan jangan kecewakan ku." sang kaisar sambil menganggukkan kepala untuk mempersilahkan Zoan memperkenalkan diri kepada para pasukan.


Tanpa gugup sedikitpun dan dipenuhi dengan keyakinan, ia berkata dengan suara yang telah dialiri energi spiritual, " Para saudaraku sekalian, perkenalkan namaku adalah Zoan Prozz. Aku akan memimpin perang ini, aku akan mengatur jalan perang ini menuju kemenangan kita. Aku berjanji kita akan memenangkan peperangan ini apapun yang terjadi. KITA HARUS MENANG DAN KELUAR HIDUP-HIDUP.....! MENANGKAN PERTEMPURAN ! HIDUP BENUA HIJAU !!' Ucap Zoan memperkenalkan diri dan memotivasi para pasukan itu agar lebih terbakar api semangat.


"HIDUP BENUA HIJAU...!


"MENANGKAN PERTEMPURAN..!


Suara sorakan kembali terdengar, semakin meriah. Zoan mengangkat tangan, dengan tatapan serius ia kembali berkata, "Aku Zoan Prozz, yang akan memimpin pertemuran ini. Aku harap tidak ada pengkhianat diantara kita, jika ada maka bersiaplah. Demi langit dan bumi menjadi saksi aku akan menghapus dan meratakan pengkhianat itu beserta keturunannya rata dengan tanah, bahkan jasad pun tak akan aku sisakan, Camkan itu !!"ucap Zoan mengakhiri ucapan nya dan tanpa basa basi ia langsung melambaikan tangan kanannya, terlihat sebuah pusaran dari artefak dimensi terlihat.


"Kalian masuk lah, jika saat tiba aku akan mengeluarkan kalian.!" ungkap Zoan, tak lama setelah ucapan itu berakhir para pasukan atau prajurit yang hadir itu masuk kedalam artefak ruang dimensi milik Zoan.


Beberapa waktu terlewati, kini hanya tersisa 25 pemimpin pasukan serta kaisar dan dirinya. "Kalian masuk juga ! aku akan mengeluarkan kalian lalu sudah saatnya." ucap Zoan mempersilahkan para pemimpin pasukan itu untuk memasuki pusaran artefak ruang.


"Yang mulia kaisar juga silahkan masuk !" ucap Zoan sesaat melihat dan kaisar yang masih melihat kearah pusaran artefak ruang dimensi dihadapannya.


" Pendekar peniru bagaimana dengan istri dan kedua anakku, apakah kau yakin tidak akan terjadi apa-apa?" tanya sang Kaisar disertai raut wajah khawatir.


"Tenang saja yang mulia, hamba yakin tidak akan terjadi apa-apa. Dan lagi perlu yang mulia kaisar ketahui, bahkan saat ini kelompok assosiasi pembunuh sudah menunggu kita di markasnya, saya sudah melihat sendiri melalui klon-klon bayangan yang telah saya kirim semalam." ucap Zoan panjang lebar menjelaskan.


"Mereka memang kuat, namun mereka juga akan kalah, aku yakin itu. Meski pun akan sedikit merepotkan. maka dari itu saya mengajak yang mulia agak kemenangan kita dapat tercapai maksimal serta dengan yang mulia kaisar ikut maka korban dari aliansi juga akan berkurang." ucap Zoan kembali memberi tahukan keyakinannya, agar kaisar Benua Hijau juga berpartisipasi dalam peperangan ini.


Beberapa waktu terlewati, dan akhirnya sang kaisar memutuskan untuk ikut, namun ia tak ingin masuk kedalam pusaran artefak dimensi itu, "Baiklah aku akan ikut, tapi tolong ijin kan aku pergi disamping mu saat ini. aku ingin melihat sendiri kemenangan dan keyakinan yang kamu bicarakan itu. bagaimana ?!" Ujar sang kaisar menatap Zoan serius.


"Baiklah, tak masalah. Mari kita pergi!" ucap Zoan serta tak lupa juga menyuruh kaisar Benua Hijau, untuk memegangi dirinya.


"Teleportasi!" gumam Zoan sambil menjentikkan jarinya, tak lupa juga ia membayangkan tempat tujuannya.


whushh....


Mereka menghilang dalam sekejap mata. Dan muncul kembali disebuah gang sempit yang terletak di markas Utama kelompok assosiasi pembunuh.


#Jangan lupa like, komen, vote and rate 5

__ADS_1


See you next time....


Babay....


__ADS_2