
" tuan Zoan apa kita akan mengambil semua ini ?!" ucap intan. sesaat melihat dan telah mengambil sesuatu yang ia inginkan.
" ya, kita harus membawa semuanya, kita kosongkan ruang ini. Mungkin sekarang kita belum mengetahui semua yang ada disini secara keseluruhan namun percayalah semua ini akan kita butuh kan dan kita akan tahu apa fungsi seiring berjalannya waktu" ucap zoan sambil terus memastikan barang-barang yang ada di ruangan tersebut, mulai dari buku usang bahkan sampai obor(penerangan) pun ia embat juga.
pada malam itu setelah cukup berbincang mereka memutuskan untuk diam dan melanjutkan esok hari. selain akan berkultivasi untuk meningkatkan kekuatan yang mereka miliki.
Untuk Leo dan Jenita Zoan menugaskan mereka untuk berjaga malam, sementara zoan dan rekannya yang lain akan melakukan kultivasi, lagi pula untuk saat ini karena Leo dan Jenita yang memiliki ranah yang tinggi diantara kelompok mereka, zoan tak berencana untuk memasukan Leo dan Jenita kedalam guild petualang serigala alasannya karena tak akan lama lagi zoan dan rekan-rekannya akan keluar dari guild Petualangan Serigala dan akan mengembangkan kelompok World Explorer.
Waktu terus berlalu tak terasa langit yang gelap pun berganti dengan diiringi cahaya matahari yang menghangatkan serta menyambut hari yang baru. Zoan Prozz dan rekan-rekannya pun membuka mata dan mengakhiri kultivasi, mereka semua beranjak dari duduknya guna melanjutkan kembali perjalanan. Terlihat juga di luar gua Leo dan Jenita yang masih setia menunggu dan berjaga, "bagaimana semalam apakah ada hal yang menarik?!" tanya zoan menghampiri sementara rekan-rekannya berada dibelakangnya mengikuti.
"Hanya semut-semut kecil tuan muda, tak perlu mempermasalahkannya"ucap Leo lalu di angguki Jenita.
"Ehm, baguslah. kalau begitu mari kita siapkan sarapan dan bersantai sejenak " ucap Zoan.
Mendengar ajakan Zoan baik rekannya ataupun Leo dan Jenita yang sebelumnya berjaga semalaman, tak mempermasalahkannya dan mulai mempersiapkan sarapan. Ada yang membakar daging bintang buas yang menyerang, Leo sengaja tidak membuangnya dan menyimpannya dalam cincin ruang yang diberikan Zoan seperti yang terlihat Leo sekarang hanya tinggal mengolah dan memasaknya. Jenita terlihat menyiapkan bumbu, rekan rekan zoan yang lain dengan cepat melesat kearah hutan untuk mencari buah buahan hutan dan sedikit tambahan kayu bakar ataupun beberapa bintang gunanya sebagai persediaan., Tentu zoan pun tak mau kalah. Tak berapa lama mereka semua muncul kembali(Zoan & rekan-rekannya) dari kedalaman hutan sambil menghampiri Leo dan Jenita ya g sedang menyiapkan sarapan.
" ini kami menemukan beberapa binatang buruan, buah-buahan hutan serta beberapa ikat kayu bakar tambahan." ucap zoan sambil mengeluarkan barang-barang yang telah ia dan rekan-rekannya temukan dari dalam hutan.
20 menit terlewati akhirnya semua makanan yang mereka kumpulkan sudah matang Dangan suka cita mereka memakan makanan tersebut. 5 menit berlalu mereka selesai makan dan memutuskan untuk membersihkan diri didekat gua yang kebetulan ada sebuah sungai yang cukup bagi mereka membersihkan tubuh, tentunya untuk Jenita dan intan membersihkan tubuh juga, Jenita dan Intan berada ditempat yang terpisah cukup jauh dari tempat zoan dan rekan-rekannya nya mandi. selain itu agar tidak terjadi salah paham zoan membuat dinding pemisah.
"ah segarnya dan nikmatnya hidup ini" ucap Cause setelah beranjak dan selesai mandi, begitu juga Zoan dan lainnya menyetujui perkataan Cause.
" Baiklah teman-teman saat nya melanjutkan perjalanan menuju guild dan melaporkan misi !" ucap Zoan dengan semangat
waktu berjalan dengan cepat bagaikan kilat, disepanjang perjalanan zoan dan rekan-rekannya banyak mengalami halangan kecil seperti gangguan bintang buas tentu saja mereka berhasil mengalahkannya dan menyimpan mayat kedalam cincin penyimpanan sebagai bahan cadangan makanan begitu juga buah-buahan hutan tak kalah mereka embat juga.
2 hari pun terlewati tempat guild yang mereka tuju adalah guild yang berada didesa Saidan. Selain karena rindu Desa Saidan mereka juga berencana untuk membicarakan hal penting mengenai keluarnya mereka dari anggota guild. Mereka sangat percaya pada keputusan yang diambil Zoan yang merupakan pemimpin dari kelompok World Explorer, entah kenapa mereka sendiri tak tak tahu mengapa hal itu terjadi namun yang pasti mereka sadari adalah Zoan memiliki sesuatu yang tidak banyak orang lain miliki yaitu aura pemimpin dan dapat menarik seseorang kedalam sisinya.
...****************...
Zoan dan rekan-rekannya tiba di depan gerbang Desa Saidan tepat pada hari ketiga sesaat mata hari tengah berada diatas kepala.
Zoan dan rekannya menghampiri penjaga gerbang tentunya untuk membayar biaya masuk desa, sudah menjadi hal umum akan hal tersebut didunia Zoan saat ini. Tanpa basa basi zoan pun memberikan 1koin perak dan menyuruh untuk mengambil sisanya, dengan senang hati penjaga menerimanya dan mempersilahkan zoan dan rekan-rekannya untuk memasuki Desa Saidan.
__ADS_1
" Hmm, seperti nostalgia saja hehe!" ucap Zuab sambil terus melihat ke sana kemari.
" kau ini baru juga lewat 2 bulan "ucap intan bergurau.
"haha, 2 bulan apanya kau ini." ucap Zuab sedikit kesal karena merasa di ejek Intan.
" lalu memangnya sudah berapa lama kita meninggalkan desa saidan ini?!" tanya intan tak mau kalah.
"entah hehe, "ucap Zuab sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Sudah-sudah buat apa kita memikirkan hal itu lagi pula yang terpenting kita harus segera melapor ke guild mengenai misi kita serta membicarakan hal sudah kita rencanakan!" ucap Zoan menengahi sambil terus berjalan menuju guild petualang cabang yang berada didesa Saidan. Setelah berjalan cukup lama zoan dan rekan-rekannya akhirnya sampai di guild petualang serigala cabang.
"Selamat datang ! " ucap Laila yang merupakan sang manajer guild
"ya, cukup lama tak bertemu. bagaimana kabar mu manajer?" ucap zoan menyapa begitu juga rekan-rekannya menyapa sang manajer.
"Baik, tak ada masalah yang cukup besar. Apa kalian sudah melaporkan misi di cabang guild lain ?" tanya kaila.
"okeh saya terima laporan misi kalian. selamat telah berhasil menyelesaikan misi serta Selamat telah menjadi juara 1 dalam turnamen, tuan Zoan. atau apakah tuan zoan ingin saya menyebutnya tuan pendekar khusus" ucap kaila sambil sedikit bercanda Kepada Zoan.
" Aihk, manajer kaila. sudah panggil saya seperti biasa saja. Dan juga apakah kepala manajer ada?" ucap zoan.
"baiklah saya akan memanggil tuan seperti biasa. Mengenai kepala manajer tidak ada, ia sudah 2 hari sedang melakukan rapat darurat di ibukota, mungkin esok hari bakal selesai dan pulang kesini." ucap kaila agak sedikit penasaran mengapa zoan menanyakan kepala manajer.
"okeh tak masalah, kalau begitu esok saat kepala manajer ada mohon diberitahu lewat giok komunikasi" ucap zoan.
" Baiklah, dan ini hadiah dari keberhasilan misinya, juga Guild telah memotongnya sebanyak 15% dari seluruh hadiah misi. Untuk hadiah yang diberikan Kaisar itu tidak akan ambil oleh pihak guild sedikit pun karena itu hak peserta turnamen" ucap kaila sambil menyerahkan 6 kantung yang berisi masing-masing 100 koin Diamond. Alasan kantung yang diberikan adalah 6 karena orang yang mengikuti misi tersebut adalah enam orang untuk Leo dan Jenita tidak termasuk dalam daftar anggota guild.
Sang manajer juga tak mempermasalahkan kehadiran Leo dan Jenita Sang manajer hanya berpikir mungkin kelompok zoan membutuhkan tambahan anggota makannya dia menyewa temannya yang tak masuk dalam guild manapun. meski tebakan tersebut hampir benar namun tepatnya Leo dan Jenita adalah bawahan Zoan, sama dengan Jai.
Setelah menerima hadiah dari misinya dan membagikannya kepada Jean, Jai, Cause, Zuab, intan, dengan setiap orang satu kantung penyimpanan. Zoan dan rekan-rekannya mutuskan untuk mencari penginapan. Tak berapa lama mereka menemukan dan memasuki penginapan dengan membayar masing-masing penginapan sebesar 5 koin perunggu. Pembayaran didesa Saidan memang tergolong murah namun meski tergolong murah jika seseorang tidak memiliki uang sama sekali akan terasa mahal. Itu hal yang dapat Zoan ambil dari pelajarannya saat pertama kali datang ke desa saat masih bersama kakeknya dan ia tak bisa berbuat sombong atau pun semena-mena didesa tersebut, pada intinya Zoan adalah tipe orang yang tahu diri dan tahu terimakasih.
Jean dan rekannya memasuki penginapan, sementara itu Zoan memutuskan akan mengunjungi toko pak Ija tempat yang biasa Zoan dan kakeknya dulu sering kunjungi. Jai pun mengikuti Zoan dari belakang, Zoan pun mengajak nya dan tak mempermasalahkannya.
__ADS_1
" hai pak Ija, apa kabar?" tanya zoan menghampiri seseorang yang sedang duduk didepan toko.
"ah, nak zoan. Baik-baik mari silahkan duduk dan ajak juga temanmu itu" ucap pak Ija ramah seperti biasa dan mempersilahkan Zoan dan Jai duduk dikursi yang tersedia.
"Terimakasih dan perkenalkan dia Jai teman saya. Jai dia pak Ija " ucap zoan saling mengenalkan. Jai pun menyapa pak Ija begitu juga pak Ija menyapa Zoan.
"sudah cukup lama ya kita tidak bertemu" ucap pa Ija mengawali pembicaraan basa basi santai.
"iyah pak, " ucap Zoan.
"apakah misi mu sukses, nak Zoan?" tanya pak Ija sambil mencicipi teh yang baru dibuatkan oleh putrinya. Begitu juga Zoan dan Jai terlihat disuguhi 2 minuman serta beberapa makanan ringan. Putri pak Ija bernama Amelia, ia seumuran dengan Zoan yaitu 17 tahun. namun putri pak Ija lebih memilih membantu ayahnya dari pada berkultivasi, meski begitu kultivasi putri pak Ija tergolong cukup tinggi yaitu ranah Demi Diamond.
"terimakasih" ucap zoan sesaat disuguhi minuman dan beberapa makanan ringan.
" ya sama-sama, " ucap Amelia diiringi sedikit senyuman yang cukup menggemaskan dan masuk kembali kedalam rumahnya yang bersebelahan dengan toko. Putri pak Ija memang tergolong cantik dan ramah, terhadap semua orang, tidak sedikit orang yang ingin melamarnya. namun Amelia dengan tegas menolaknya dan ingin lebih fokus membantu ayahnya.
"pak Ija, saya mendapatkan sesuatu yang menarik selam melakukan misi,dan ini saya berikan untuk pak Ija " ucap menyerahkan sekantung yang berisi 100 koin Diamond, zoan sengaja memberikannya karena ia ingin membalas kebaikan pak Ija dahulu dan tak melupakannya.
" ini terlalu banyak nak, Zoan!" ucap pak Ija keberatan dan berinisiatif untuk mengembalikan nya kepada zoan.
"tak apa, pak! saya sangat berharap pak ija menerimanya, selain itu mungkin dapat memajukan toko ini" ucap zoan sambil menolak inisiatif pak Ija yang ingin mengembalikan pemberian nya.
"aihk...., kau ini baiklah saya akan terima ini dan terimakasih semoga kamu semakin sukses " ucap pak Ija.
"ya sama-sama, begitu juga pak Ija dan sekeluarga semoga toko pak Ija menjadi besar" ucap zoan berharap apa yang diberikannya dapat membantu.
zoan, Jai dan pak Ija pun berbincang-bincang, tak terasa hari yang gelap kembali muncul pertanda hari sudah malam.
Zoan dan Jai pun ijin pamit tak lupa juga Zoan memberikan 1 batu komunikasi guna saling berkomunikasi, mungkin pak Ija tak akan bisa menggunakannya karena ia bukan kultivator namun putri nya Amelia yang seorang kultivator meski ia tak memfokuskan diri akan jalan kultivasi.
Zoan percaya bahwa Amelia dapat menggunakan alat tersebut dan menghubunginya jika ia dan pak Ija serta istrinya membutuhkan bantuan maka zoan akan berusaha datang menolongnya.
zoan pun pergi dari toko pak Ija begitu Jai yang selalu mengikutinya. Untuk Leo dan Jenita Zoan menyuruh mereka untuk dia di penginapan, awalnya mereka juga ingin mengikutinya namun Zoan melarang nya. Tentu saja baik Leo dan Jenita menuruti apa yang dikatakan Zoan karena mereka menganggap Zoan adalah penolong hidup mereka.
__ADS_1