Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 96 : Pasukan Aliansi Vs Pasukan Assosiasi Pembunuh


__ADS_3

Zoan berhenti tak jauh dari barisan para anggota kelompok assosiasi pembunuh berada. Ia melihat para kelompok itu dipimpin oleh masing-masing komandan pasukan mulai dari komandan pasukan yang merupakan bawahan komandan elit no 1 sampai bawahan komandan elit no 15, total semuanya ada 75 Komandan Pasukan(15×5), serta setiap komandan pasukan assosiasi pembunuh membawahi 2.000 anggota kelompok assosiasi pembunuh, maka dari itu total semua pasukan yang dihadapan Zoan saat ini adalah 150.000 Pasukan assosiasi pembunuh(75×2.000).


" Sudah saat nya,..." ujar Zoan melambaikan tangan kirinya.


whussh...


Sebuah pusaran muncul disamping kirinya. Nampak dari pusaran itu muncul orang satu persatu.


Awalnya hanya 25 orang saja, mereka adalah pemimpin pasukan aliansi(komandan aliansi), tak lama kembali muncul kali ini terlihat banyak sekali orang berpakaian perang berwarna hitam bercampur emas, mereka adalah orang-orang dari pasukan yang tergabung dengan aliansi.


Husshh....


Hembusan angin membawakan aura yang mencengkram ditempat tersebut. Terlihat kedua kubu salin menatap satu sama lain, baik saling mengejek, mengintimidasi dengan aura atau pun dengan saling menghunuskan senjata.


" Ahahaha..... dasar semut, berani sekali kalian datang ketempat kami !" ujar salah seorang komandan pasukan dari kubu musuh mencoba memprovokasi. Meski awalnya mereka sedikit terkejut saat melihat banyak orang keluar dari pusaran dimensi namun kelompok assosiasi pembunuh kembali kedalam ketenangannya dan mencoba untuk memancing emosi lawan.


"Cih,... Meski semut tapi gajah pun akan tunduk dihadapan kami, Benar kan teman-teman ?!", ujar salah satu komandan aliansi lalu tak lama diikuti oleh sorakan semangat dibelakangnya.


"Yaa... kita akan buat mereka tunduk !"


"Yaa... kita akan memenangkan pertempuran ini !"


"Yaa... tak peduli apapun itu, kami akan memenangkannya, hahaha...!"


Ujar banyak orang menggema dari kubu aliansi. Zoan yang mendengar hal itu tentu senang karena dari kubunya tidak ada rasa gugup sedikitpun.


Tentu hal itu memang baik, apalagi saat melakukan pertempuran besar selain kekuatan, Semangat dan tak gentar dalam sebuah pertempuran besar juga dapat mempengaruhi tingkat kemenangan.


Disisi sebaliknya terlihat para anggota asosiasi pembunuh yang hadir ditempat itu tersenyum kecut, dan kembali mengejek pasukan aliansi.


" Ciahh... hahaha ! Dasar semut " ujar komandan pasukan assosiasi pembunuh lainnya mengejek disertai tatapan sinis dan merendahkan.


"Sudahlah, tak perlu banyak bicara lagi. Mari kita hajar saja para semut itu....!" ujar sang komandan pasukan menghunuskan pedangnya.


"Serangga.... !!"


Wushh... wushh...


Dikubu pasukan Aliansi pun tak mau ketinggalan, dan lagi tubuh mereka sudah panas akan pertempuran.


"Serang.... !" ujar komandan pasukan dari kerajaan Alvous( raja Kegelapan\=Lian).


Whussh... whushh !


Trang...trangg...


Boom...Boommm...


buakk... buakk...


Benturan pedang saling beradu dengan cukup intens terkhususnya para Komandan Pasukan dari kedua kubu yang terlihat saling beradu kekuatan.

__ADS_1


Lemparan dan ledakan teknik saling beradu, ada yang terpental, ada yang langsung terkena telak hingga langsung meregang nyawa serta ada juga yang sama-sama mati sesaat setelah terkena teknik dari masing-masing lawan.


"Pedang kegelapan : Tebasan Kematian !" ujar Lian Alvous raja Kegelapan (salah satu dari 25 komandan pasukan).


Terlihat ia sedang melawan komandan pasukan yang menggunakan cabuk berwarna hitam.


Ctarr...


Ctarr....


Suara cabukkan yang memekakkan telinga melesat kearah Lian Alvous. Tentu dengan cepat ia menghindarinya.


***


"Tapak Cahaya : Pembelah Gunung !" ujar Minosi Andreas melancarkan serangan tapaknya.


"Ohoho... kita memiliki keahlian yang sama ya, kalau begitu bagai mana kalau kita saling beradu tapak !" ujar Komandan Pasukan yang juga menggunakan teknik tapak/tangan kosong.


"Tapak Iblis : Penggetar Neraka !"


BUMM...


DUARR....!


Ledakan antar dua teknik tapak saling beradu satu sama lain. Yang satu terlihat siluet warna putih keemasan dalam tapaknya, sementara satunya lagi terlihat berwarna merah gelap bercampur aura kematian.


Kedua orang itu terdorong mundur, sebanyak 1 meter, "Teknik kita sama namun energi kita saling berlawanan, Menarik hehehe...!" ujar komandan pasukan assosiasi pembunuh.


Mereka berdua kembali melesat sambil melancarkan masing-masing tapak, Berbagai benturan teknik tapak terjadi serta mempengaruhi tempat disekitar mereka.


***


Trangg... Trang... !!


"Ohoho... selain cantik kau juga cukup hebat dalam berpedang yah, meski hanya bisa menahan beberapa seranganku !"


" Mau kah kau menjadi istriku, aku berjanji akan membahagiakan mu, hehehe...! dan sebelum itu terjadi aku akan membunuh pengawal mu dulu ini. " Ujar seseorang komandan pasukan assosiasi pembunuh terlihat sedang beradu pedang dengan dua orang sekaligus.


Mereka adalah Zhang Jingmi dan pengawal nya yaitu Zhang Gin. Sementara yang menjadi lawannya adalah Seorang ahli pedang ganda. Zhang Jingmi memang memakai Padang namun semua itu masih dalam tahap permulaan atau dasar dan lagi Zhang Jingmi masih belum lama dalam belajar pedang, maka dari kalau bukan ditemani oleh pengawalnya mungkin sudah sejak lama ia terpenggal.


"Jika kau bisa melangkahi mayat ku, baru kau bisa menyentuh tuan putri kerajaan kami, dasar komandan bodoh !" ujar Zhang Gin menangkis dan menebaskan pedangnya kearah perut komandan pasukan assosiasi pembunuh itu.


Wusshh...


Slash...


Serangannya mengenai udara kosong karena berhasil dihindari oleh musuhnya. Zhang Gin tak membiarkan itu, ia terus melancarkan tebasan pesannya. Disisi lain Zhang Jingmi melapisi pedangnya dengan energi spiritual lalu,


"Teknik Es : Tebasan Pembeku !"


Whussh....

__ADS_1


Zhang Jingmi menebaskan pedangnya kearah pertarungan Zhang Gin dan komandan pengguna Pedang Ganda dari asosiasi pembunuh.


Tentu ini merupakan salah satu rencana yang telah dirancang oleh Zhang Jingmi dan pengawalnya melalui teknik telepati.


Duarr... duarr !


Tebasan yang dilancarkan Zhang Jingmi berhasil ditahan oleh tebasan tandan milik musuhnya.


"Tuan putri kita harus secepatnya mengalahkannya dan memberikan komando pada pasukan kita" ujar Zhang Gin melompat mundur ke sisi tuan putri nya.


"Kau benar kita harus cepat mengalahkannya dan memenangkan pertempuran ini " ujar Zhang Jingmi, terlihat ia bersiap kembali melancarkan serangan teknik ya. sementara itu Zhang Gin sudah kembali melesat untuk bertarung kembali dengan pengguna pedang ganda dari komandan pasukan assosiasi pembunuh.


***


"Apakah kita kan memulai nya sekarang ?!" tanya Chi Hui(Akademi Zuang Guang) sambil terus menangkis serangan dari lawannya.


"Tunggu dulu, lebih baik kita mulai rencana kita saat peperangan mendekati pertengahan saja. !" Usul Shin Ting(Akademi Dixsa) Mengemukakan pendapatnya, ia berada disisi kanan Chi Hui yang juga terlihat sedang menghadapai lawannya.


" Okeh, tak masalah juga aku setuju. Kita akan mulai rencana kita nanti saja, sekarang kita akan melakukan seolah-olah membantu kelompok Aliansi !" ujar Sha Yang (Akademi Elemen), sambil menangkis beberapa tebasan yang mengarah kearah mereka.


Sementara Dai Zha(Akademi Colzie) masih terlihat fokus untuk menangkis serangan lawannya, namun ia juga terlihat menganggukkan kepalanya tanda sebagai menyetujui rencananya tersebut agar dilakukan nanti.


Trang.. trangg...


Duarr... duarr...


Benturan pertempuran terus terjadi, mereka bertiga bekerja sama satu sama lain. Tak tertinggal juga Dai Zha ia menggunakan setengah energi spiritual nya, dan berhasil menekan lawannya.


***


Banyak pertempuran dan saling serang menyerang secara serupa, berbagai pertumpahan darah, kobaran semangat pertempuran terdengar ditempat tersebut.


Zoan sendiri sedang berlari lurus masuk kedalam pasukan musuh tentu saja sambil melesat tak lupa ia memberikan beberapa tebasan nya guna mengurangi para pasukan dari kubu assosiasi pembunuh.


Slash... Slashh !


Setiap tebasan yang dilancarkan nya berhasil memenggal kepala musuhnya tanpa ragu sedikit pun.


"Aku harus cepat mencari orang yang disebut pemimpin tertinggi dari Assosiasi pembunuh, dan menghabisinya. !" ujar Zoan disela-sela tebasan nya.


"Tapi sebelum itu aku juga harus mengawasi pertempuran ini dan membuatnya memenangkan dari kubu ku(aliansi).


"Teknik kegelapan : Klon Kegelapan !"


Whushh...


"Kalian bagi dua kelompok, 25 orang masuk kedalam bayangan masing-masing Komandan Pasukan Aliansi serta lindungi dan awasi mereka, dan 25 orang lagi kalian menyebar awasi pertempuran dan bantu jika diperlukan namun jangan terlalu sering menggunakan teknik bertarung karena akan menguras cepat energi ku!" ujar Zoan cepat, hingga ke 50 klon bayangan yang ia munculkan itu langsung melesat setelah Zoan memerintahkan hal itu.


Ia masih terus melesat cepat ke kerumunan musuh serta terus mengedarkan energi spiritual guna mencari letak dimana pemimpin tertinggi assosiasi pembunuh berada.


Total semua pasukan aliansi awalnya adalah sekita 75.000 pasukan, dan kini dalam waktu singkat tersisa tinggal 70.000 pasukan. Selain karena kalah dalam jumlah, pasukan aliansi juga kalah dalam kultivasi .

__ADS_1


__ADS_2