
Kaisar Benua Hijau, mengerahkan semua pasukan khusus guna melindungi Benua hijau dari segala arah.
Pasukan khusus itu salah satunya adalah para anggota dari keempat pilar benua hijau. Serta ia juga memberikan perintah pada pasukan khusus pribadinya untuk menyebar dan saling memberikan kabar situasi yang terjadi, pasukan pribadinya sendiri berjumlah 150 orang.
Pasukan pribadinya memang masih baru dibuat, ia awalnya membentuk pasukan itu untuk melakukan investigasi terhadap sebuah energi yang tiba-tiba muncul.
Meski terbilang baru pasukan pribadi dari Kaisar Benua Hijau cukup banyak, serta masing masing dari mereka memiliki ranah Diamond God level Ahli.
Sanyang sekali sesaat sebelum melakukan investasi itu, serangan dari musuh lama menghampiri Benua Hijau. Serta musuh itu juga menginginkan energi tersebut, awalnya musuh itu mengatakan tujuan awalnya hanya untuk balas dendam atas salah satu orangnya yang mati terbunuh.
namun semua itu berubah saat musuh itu mendapatkan informasi tentang sebuah energi yang tiba-tiba muncul. Setelah diselidiki ternyata energi itu adalah hal yang sedang diincar oleh kelompok Asosiasi Pembunuh.
***
4 pilar Benua Hijau sendiri memimpin perlawanan dari 4 arah mata angin yang berbeda.
> Pilar Hitam yang dipimpin aliran hitam, mereka memimpin perlawanan di arah Barat.
> Pilar Putih yang dipimpin oleh aliran putih, mereka memimpin dari arah Timur.
> Pilar Netral yang dipimpin oleh pra asosiasi/kelompok netral, mereka bergerak melkukan perlawanan dari arah Selatan.
Sementara Pilar Emas yang dipimpin oleh World Explorrer mereka bergerak diarah Utara, dan sebagian lagi dipimpin oleh Kaisar Benua Hijau, ia bergerak diarah tengah(pusat) Benua Hijau juga tak lupa untuk .mengawasi pertempuran yang dilakukan oleh 3 pilar lainnya.
***
__ADS_1
Dibagian Utara benua Hijau , Yang dipinpim oleh Jean.
Di wilayah Utara sendiri merupakan Pusat dari kota World Explorer yang baru berdiri serta berkembang.
"Patriak cepat kirimi tuan Zoan pesan serta jelaskan situasi saat ini." Ungkap Sezu yang tak jauh dari Jean berada, begitu pun Suzu yang mengangguk serta tak lup untuk bersiga jika sewaktu-waktu ada serangan yang mendadak kearahnya.
"Baiklah, tapi tolong ulur sedikit waktu untukku mengirimi pesan suara." Ungkap Jean sambil mencoba menghidari gempuran serangan yang diarahkan padanya.
"Tak masalah. adik ayo kita ulur waktu sebentar agar memberinya luang untuk mengirimi pesan suara." Ucap Sezu melompat mendekati Jean begitu juga Suzu yang mengikuti apa yang kakaknya telah katakan.
Setelah dirasa sedikir aman akan gempuran serangan dari muauh-musuhnya, dengan cepat jean mengeluarkan Giok Komunikasi yang diberikan Zoan dahulu sebelum berangkat.
Ia dengan cepat mengalirkan energi spiritualnya, lalu menjelaskan situasi yang sedang dialami benua hijau saat ini, setelah dirasa seleaai ia kemudian menghentikan mengalirkan energi spiritual.
Jean kembali melakukan pertempuran, dengan sangat ganas, ia melancarkan serangan demi serangan kearah musuhnya.
Diatas langit ketiga orang yang sedang mengamatinya, terihat kini sedikit tersenyum.
"Nampaknya, sudah waktunya memberantas para kecowa ini tanpa memberi ampun, hehe..." Ungkap Aoi sambil meregangkan kedua tqngan serta lehernya kearah kiri dan kanan.
Krak...krakk....
Suara tulang yang diregangkan itu cukup terdengar jelas terutama oleh Bram dan Brock.
"Haih...! baiklah-baiklah terserah kau saja." Ungkap Bram, lalu ia melambaikan tangan sehingga munvul robekkan ruang diatas langit.
__ADS_1
Melihat hal iyu pertempuran dibawahnya pun terhenti sejenak untuk mengamati.
Pertarungan pun kembali berlanjut sesaat dari dalam ruang yang retak itu muncul banyak sosok yang mana ranah kultivasinya hanya dpat dilihat oleh orang-orang yang sudah menginjak ranah petapa puncak.
Sosok itu berjumlah 99 orang, mereka seharusnya ada 100 orang, namum karena satu sosok nya telah mati di tangan Zoan.
Mereka adalah para pasukan terlatih dari faksi 3/faksi Darah. Melihat hal itu jean kembali berdengus kesal, bagaimana tidak, saat ini saja mereka sudah cukup kewalahan ditambah lagi dengan kedatangan pasukan terlatih itu yang masing-masingnya memiliki ranah petapa.
"Pimpin mereka,. Lakukan sesuka mu, Aoi!" Ucap Bram, singkat sesaat setelah merobek ruang guna memanggil para pasukan terlatihnya.
"Dengan senang hati, kawan!" Ucap Aoi disertai senyuman yang dipenuhi semangat yang membara.
Ia lalu melesat sementara para pasukan terlatih dibelakangnya mengikuti sesaat setelah diberikan intruksi untuk mengikuti Aoi.
***
Pertarungan yang awalnya cukup seimbang tiba-tiba berubah jadi berat sebelah sesaat setelah Aoi dan ke 99 pasukan terlatih turun tangan.
Jean sendiri kini telah dijadikan samsak tinju oleh Aoi. Sementara para anggota World Explorer terlihat kewalahan dari para gempuran pasukan terlatih itu.
>>>>
Jangan Lupa Apresiasinya yaitu Like Komen and Subcribe!!!
^^^Salam Persaudaraan^^^
__ADS_1