Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 66 : Pedang Jiwa Naga


__ADS_3

Zoan, Zuab dan intan berjalan menuju toko yang bernama Alat tempa, mereka bertiga mengetahui tempat tersebut sesaat beberapa kali bertanya kepada orang-orang sekitar.


Tak perlu waktu lama mereka bertiga akhirnya sampai di toko bernama Alat tempa.


"maaf ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang pria paruh baya sesaat melihat kedatangan Zoan.


"Saya ingin membeli 25 tombak, 25 pedang, 25 senjata lempar, 25 armor, semua nya khusus Class menengah. Berapa semua harganya?" ucap Zoan.


"baik, mohon ditunggu sebentar" ucap pria paruh baya sambil beranjak dari tempatnya, lalu menuju kesebuah ruangan senjata. Tak lupa juga sebelum pergi pria penjaga toko itu berpesan bahwa jika mau, Zoan dan lainnya bisa melihat-lihat beberapa senjata. Zoan pun mengangguk dan ia pergi masuk ke sebuah ruangan melihat senjata-senjata yang terpampang dengan jelas didalam sebuah kotak kaca. Cukup lama zoan melihat-lihat hingga pada saat kotak tepatnya jajaran terakhir tanpa sengaja ia melihat sebuah pedang berwarna putih dengan gagang pedang berbentuk kepala naga berwarna emas, ia terus melihat dengan teliti kearah pedang tersebut. Ia merasakan ada sedikit ketertarikan khusus saat menatap pedang tersebut. Lalu tanpa basa-basi ia mengambil pedang tersebut dan menghampiri sang pria paruh baya yang saat ini sudah kembali sambil duduk dikursi meja pembayaran.


Di atas meja terletak sebuah Cincin penyimpanan yang didalam nya, terdapat senjata-senjata yang dipesan Zoan.


"Sudah ?!" tanya pria paruh baya sesaat melihat Zoan dan rekannya menghampiri meja nya.


"iya sudah, dan ini saya ingin membeli pedang ini. Jadi total semuanya berapa?" tanya Zoan sambil meletakan pedang berwarna putih dengan gagang berbentuk kepala naga yang berwarna emas.


"pengamatan tuan sangat baik. Pedang itu termasuk senjata mistik Class tinggi, Senjata itu bernama Pedang jiwa Naga. Pedang itu terbuat dari batu meteorit dengan campuran tulang Naga. Menurut rumor yang beredar pedang tersebut memiliki jiwa naga, dan cukup banyak orang yang tertarik akan pedang tersebut namun setiap orang yang memegang pedang tersebut maka tangan orang tersebut akan terasa panas bagai dibakar dengan api." ucap sang pria paruh baya menjelaskan.


"Lalu kenapa ketika saya memegang pedang ini, saya tidak merasakan apapun.?" ucap Zoan heran.


"ah mungkin itu karena tuan muda merupakan takdir pemegang pedang jiwa naga. Pedang tersebut dijual oleh seorang kakek-kakek kepada toko kami beberapa tahun yang lalu." ucap pria paruh baya sambil meletakan cincin ruang yang didalamnya berisi senjata-senjata yang zoan pesan.


"Untuk pedang itu seharga 100 koin emas dan untuk Senjata-senjata yang tuan beli seharga 1000 koin emas maka dari itu kalau ditotalkan semuanya menjadi 1500 koin emas, tuan.!" ucap pria paruh baya sambil memegangi dagunya.


"okeh, baiklah ini uangnya" ucap Zoan meletakkan 5 koin platinum diatas meja tak lupa juga ia memasukan barang yang sudah ia beli kedalam cincin penyimpanan miliknya.


"Tuan muda ini terlalu banyak!" ucap sang pria paruh baya berniat memberikan uang koin pengembalian namun dengan cepat Zoan berkata bahwa uang lebih itu sebagai bonusnya, karena telah memberikan pelayanan yang baik.

__ADS_1


Dengan rasa senang pria paruh baya tersebut menerima uang pemberian Zoan dan mengucapkan terimakasih. Zoan pun mengangguk dan tersenyum ramah menanggapi hal itu. Sementara Zuab dan intan mereka hanya diam dan tak banyak bicara.


Mereka keluar dari toko Alat tempa itu tak lupa ia berpamitan kepada pria paruh baya penjaga toko.


"Mari kita mencari penginapan" ucap Zoan sambil berjalan meninggalkan toko tempa.


"Okeh baiklah, tapi akan berapa hari kita tinggal dikota ini?" tanya Zuab berjalan


"ah, mungkin tiga hari kita akan tinggal disini" ucap Zoan menanggapi pertanyaan Zuab.


"ya, ya... baiklah kami setuju saja!KETUA KELOMPOK YANG TERHORMAT " ucap intan dengan nada mengejek.


"Apa kau bilang!?" tanya Zoan sedikit kesal mendengar ucapan intan yang menurutnya seolah mengejek nya.


"tidak-tidak hehe... kamu salah dengar!" ucap intan memalingkan muka kearah samping.


...****************...


"ah itu dia penginapannya!" ucap Zuab menunjuk kesebuah bangunan bertingkat tiga. Di depan bangunan itu terdapat papan nama bertuliskan Penginapan Bulan.


Penginapan Bulan dikelola oleh Asosiasi Bulan Perak, yang merupakan salah satu dari 5 aliran netral. Mereka bertiga menghampiri meja resepsionis.


"apakah ada yang bisa kami bantu tuan, nona" ucap sang resepsionis wanita dengan senyum ramah menyertai wajah nya.


"saya ingin memesan 6 kamar khusus dilantai tiga. Apakah masih ada?" tanya Zoan.


"Ada tuan, setiap kamarnya per malam seharga 5 koin emas+ makan 2 kali. bagaimana?" ucap sang resepsionis.

__ADS_1


"okeh, saya akan pesan kamar tersebut" ucap Zoan sambil meletakkan 45 koin emas dia atas meja sang resepsionis.


"tu-tuan ini terlalu banyak!" ucap sang resepsionis.


"tak apa, ambil saja anggap itu sebagai bonus dari saya. Satu lagi tolong jangan ganggu kamar kami" ucap Zoan.


"ba-baik tuan, terimakasih! mari saya antar ke kamar tuan muda" ucap sang resepsionis, memimpin jalan menuju lantai tiga.


Zoan, Zuab dan intan mengikuti resepsionis itu. tak lupa juga Zoan menghubungi Jean,Cause dan Jenita melalui Telepati agar cepat menyusul ke penginapan yang sudah ia(Zoan) dipesan.


Ditempat Jean berada


"Baik saudaraku, kami akan ke sana kebetulan kami juga sudah selesai dengan membawa beberapa informasi yang mungkin informasi ini cukup menarik." ucap Jean


"Dari ketua? apa pesannya?" tanya Cause sesaat Jean telah berhenti melakukan telepati dengan Zoan. Lalu dengan tenang Jean menjelaskan apa yang diucapkan Zoan sebelumnya kepadanya. Jenita dan Cause pun mengangguk.


"Penginapan Bulan ya, eh... bukan penginapan itu yang sebelumnya telah kita lewati" ucap Cause menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"yah, kamu benar" ucap Jean


"tenang saja mari kita pergi ketempat tuan muda berada, jangan lupa membayar makanan yang kita pesan." ucap intan beranjak dari duduknya begitu juga Jean dan Cause.


"Teleportasi!" ucap intan sambil melambaikan tangan.


Beberapa saat kemudian mereka bertiga pun menghilang dari kedai tersebut. Tak lupa juga Jean meletakan 5 koin emas diatas meja dekat makanan yang telah mereka habiskan. Orang-orang disekitar kedai pun cukup terkejut seketika melihat hal itu. Dalam pikiran orang-orang yang melihat hal itu mereka berkata "beruntung mereka tidak menyinggung kelompok Jean, Cause dan Jenita."


Teknik teleportasi memang cukup familiar bagi mereka terkhusus para kultivator. Teknik teleportasi merupakan teknik yang merepotkan, maka dari itu sedikit orang yang dapat bersaing dan berhadapan dengan orang-orang yang memiliki Elemen ruang dan dapat menggunakan Teleportasi.

__ADS_1


__ADS_2