Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 116 : Membereskan Aliran Pemuja Iblis


__ADS_3

" Cukup Lu'er, jangan diperpanjang lagi. Mari kita pergi, ada hal yang lebih penting dari pada ini." Ungkap Zoan melelai pertempuran yang akan segera terjadi itu.


Zoan juga tak lupa untuk mengeluarkan aura kultivasinya, dan hal itu cukup untuk membuat para rombongan itu terdiam, bagaimana tidak ranah sendiri dalam rombongan Pemuja Iblis itu yang tertinggi masih dibawah ranah kultivasi milik Zoan.


Dan lagi zoan saat ini sedang fokus untuk menyelesaikan misi mereka yaitu memberantas kelompok Assosiasi Pembunuh.


Setelah mengatakan itu zoan tanpa basa basi langsung menggunakan teknik teleportasi.


Sementara itu rombongan dari Aliran Pemuja Iblis yang melihat bagaimana kepergian zoan dan para rekan-rekannya langsung berkeringat dingin.


Mereka merasa telah menyinggung orang yang salah, hal itu cukup wajar karena mereka mengetahui teknik apa yang digunakan zoan dan setiap orang menggunakan teknik teleportasi di Benua Bulan merupakan orang yang sangat dihormati tidak peduli siapa mereka.


Wusshh !


Dipinggir hutan masih diwilayah Netral Benua Bulan,, tiba-tiba muncul beberapa sosok. Mereka adalah zoan dan para rekan-rekannya.


"Guru, kenapa kita pergi meninggalkan rombongan yang arogan itu?"


" Bukan kah akan lebih baik kita membereskan mereka, lagi pula mungkin saja rombongan itu ada kaitanya dengan anggota Assosiasi Pembunuh yang kita cari." Ungkap Zuan lu mengutarakan pendapatnya.


" Karena saat itu bukan waktu yang tepat, dan lagi aku telah merasakan ada 5 orang yang bersembunyi didalam bayangan rombongan itu, terlebih kelima orang itu memiliki aura kultivasi lebih kuat dari ku." Ujar zoan mengutarakan alasan tidak memperpanjang urusan dengan rombongan Pemuja Iblis saat itu.


"Ah, jadi seperti itu. Maafkan murid mu yang bodoh ini guru" ungkap zuan lu sambil memangkupkan tanggan didepan dadanya.


"Sudah lah, tak apa. Lagi kita tak akan melepaskan rombongan itu semudah itu." Ujar zoan disertai kilatan mata dingin dan penuh intimidasi.


"Maksud Guru...?!" Ungkap Zuan lu tidak terlalu memahami.


"Maksud tuan zoan adalah kita akan tetap berurusan dengan mereka namun tidak untuk saat ini, bukan kah begitu tuan?" Bukannya zoan yang menjawab namun pertanyaan itu malah dijawab oleh Hun jie yang sendari tadi diam mendengarkan.


" Yah, apa yang kamu ucapkan itu hampir benar namun lebih tepatnya kita akan membagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 akan bertugas untuk terus menyelidiki dan melanjutkan pencarian terhadap kelompok assosiasi pembunuh, sementara itu kelompok 2 akan menyelidiki dan membereskan rombongan dari aliran Pemuja Iblis tentunya harus membereskan mereka sampai keakarnya tidak boleh ada yang tersisa." Ujar zoan menjelaskan rencananya.


"Untuk Kelompok 1 akan dipimpin oleh mu Hun jie lalu yang akan mengikutinya adalah Lang Jun, Zuan lu, Zhang Jingmi dan Amelia. Sedangkan Kelompok 2 akan dipimpin oleh diriku serta yang akan ikut adalah Mei Su dan Dong Peng. Jangan lupa untuk saling memberi kabar satu sama lain." Ungkap Zoan kembali sesaat menjelaskan pembagian kelompok tersebut..


Memang benar pembagian kelompok itu terlihat tidak seimbang, akan tetapi jika dilihat dari dominasi baik hal keterampilan atau pun kekuatan yang dimiliki masing-masing orang, Kelompok itu sudah cukup seimbang


Dan lagi Zoan sengaja menempatkan Mei Su dan Dong Peng di kelompok 2, selain agar mental mereka semakin kuat juga agar ia dapat mengawasi dan melindungi kedua anak itu.


Tak ingin membuang waktu lebih lama, mereka pun memisah kan diri sesuai dengan yang sudah disepakati.

__ADS_1


***


Malam hari yang sunyi, yang hanya bertemankan semilir angin tanpa adanya cahaya bulan atau pun bintang.


Nampak langit yang begitu gelap gulita berbeda dari biasanya. Bahkan suara lolongan serigala terdengar cukup jelas menambah kesan dingin dan kejamnya kegelapan pada malam itu.


Gemircik hujan perlahan membasahi tanah, tak hanya itu ada juga banyak darah yang berceceran pada malam itu.


Nampaknya dimalam itu tepatnya disebuah desa di Benua Hijau telah terjadi pembantaian secara sepihak. Tak sedikit warga biasa yang menjadi korban. Sebenarnya di desa itu ada beberapa kultivator akan tetapi nampaknya mereka bukanlah tandingan dari pelaku pembantaian tersebut.


Keesokan harinya, tepat pada pagi hari Benua hijau digegerkan akan peristiwa tersebut. Kini 4 pilar yang menjadi penopang sekaligus penjaga benua hijau dilanda oleh kesibukkan guna menyelidiki peristiwa itu, Sekte world explorer tanpa terkecuali.


***


Disebuah ruangan tempat dimana para petinggi sekte World Explorer berkumpul. Terlihat ada beberapa orang yang sedang duduk serta membahas peristiwa yang terjadi didesa sebelah selatan. Desa itu bernama Desa Asfire, yang mana desa tersebut masih dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan.


" Apakah kalian telah berhasil menyelidikinya?" tanya Jean sesaat melihat kemunculan, Ah tai, Ah su, Leo(Beast Chimera) dan Jai(beast Elang Es), Mereka kini adalah 5 assasin elit milik sekte World Explorer.


" Tidak patriak, kami tidak menemukan apapun kecuali bekas darah saja, bahkan tubuh para korban itu menghilang bak ditelan bumi." Ucap Jai mewakili.


"Cih, sebenarnya siapa yang telah melakukan pembantaian ini?" geram Jean yang kini nenjabat sebagai patriak.


"Kakak, juga sependapat dengan mu, adik. Lagi pula berdasarkan penuturan tuan Zoan waktu itu(sesaat sebelum pergi) yang mengatakan bahwa kelompok itu belum musnah masih menjadi teror bagi kita semua." Timpal Sezu yang mana ia sendiri sedikit menaruh curiga akan hal tersebut.


Sezu dan Suzu sendiri kini ia menjabat sebagai salah satu tetua dan juga penasihat patriak disekte World Explorer.


Sementara pak Ija dan Syi nie kini memiliki kedekatan yang cukup. Dilain sisi mereka berdua juga menjabat sebagai ketua dan wakil ketua dari Rumah Dagang World Explorer.


Untuk bagian administrai sekte, ditanggung jawabi oleh Yurui. Selain cantik dan pandai berbisnis, kini ia telah menjadi seorang kultivator dengan ranah Diamond tingkat Ahli.


Serta ada 3 tetua yang menjabat, mereka adalah Chu ming(Tetua 3), Gu yin(Tetua 4), Zu Ryu(Tetua 5). Mereka merupakan anggota baru, meski begitu jean mempercayakan jabatan tetua kepada mereka. Hal itu karena Chu Ming, Gu Yin, dan Zu Ryu merupakan tiga pendekar bebas yang secara suka rela tunduk dan bersumpah setia kepada sekte, lagi pula ketiga orang itu sebelumnya telah melalui tes serta cukup banyak berkontribusi pada sekte sesaat sekte World Explorer masih dalam perkembangan(setelah kepergian Zoan).


Untuk saat ini sekte World Explorer memiliki 5 tetua Sekte saja termasuk Sezu dan Suzu. Meski Tetua sekte itu hanya berjumlah 5 orang saja serta berbeda jika dibandingkan dengan tetua sekte-sekte lainnya yang mana biasanya memiliki lebih dari 5 tetua sekte. Tidak ada seorang pun yang berani meremehkan kekuatan mereka.


Di sebuah ruangan yang cukup luas dan megah, berkumpul orang-orang dari sekte World Explorer. Mereka sedang berdiskusi apakah harus menghubungi pendiri sekte atau menyelesaikan kasus ini hanya dengan melibatkan orang² dibenua Hijau saja.


"Jadi apa kita harus menghubungi tuan pendiri ataukah akan menyelesai kasus ini sendiri?" Tanya Jean menatap dan meminta pendapat kearah para orang-orang yang hadir ditempat tersebut.


"Menurutku kasus ini tidak sederhana, maka dari itu kita harus menghubungi tuan Zoan" ucap Sezu lqlu dingguki oleh Suzu.

__ADS_1


"Tapi apakah kita tidak akan mengganggu tuan pendiri?! Bukan kah ia juga sedang menyelidiki dan mencoba untuk memusnahkan kelompok itu di tempat lai." Ucap Chu Ming(Tetua 3)


"Benar aku jyga sependapat dengan tetua 3,. Menurutku akan lebih baik untuk saat ini kita akan sidiki lebih dalam dan teliti lagi agar lebih jelas tentang kebenaran atas pembataian satu desa tersebut." Timpal Gu yin(Tetua 4)


"Tapi sampai saat ini penyelidikan itu belum juga membuahkan hasil, lagi pula mencegah sesuatu hal yang belum pasti lebih baik dari pada terlambat. Maka dari itu lebih baik kita menghubungi pendiri sekte." Ujar Zu Ryu(Tetua 5) mengusulkan untuk menghubungi Zoan.


Cukup lama pembicaraan itu berlangsung. Sang patriak sekte juga terlihat sedikit termenung serta mempertimbangkan semua usulan dari orang-orang yang hadir ditempat tersebut.


Hingga akhirnya setelah beberapa saat terlewati, sang patriak sekte pun berbicara.


"Ah, baiklah. berdasarkan situasi dan beberapa pertimbangan yang telah aku pikirkan, maka aku akan memutuskan untuk menghubungi pendiri sekte serta meminta pendapatnya." Ujar Jean sesaat setelah beberapa lama ia merenung dan berfikir guna mengambil keputusan sebagai patriak sekte.


Mendengar penuturan itu semua orang yang hadir pun mengangguk setuju dan tidak ada keberatan sedikitpun termasuk orang ya.ng sebelumnya mengusulkan untuk tidak perlu menghubungi pendiri sekte.


***


Zoan, Dong Peng dan Mei Su tiba-tiba muncul disebuah gang sempit yang merupakan tempat terdekat menuju sebuah kedai yang pernah di kunjungi beberapa waktu lalu.


Baik Zoan, Dong Peng ataupun Mei Su mereka mulai berjalan keluar dari gang sempit itu.


"Kita akan menuju ke kedai sebelumnya, guna mencari jejak Aliran yang disebut Pemuja Iblis itu." Ungkap Zoan sambil berjalan sementara disamping kiri dan kanannya Dong peng dan Mei su mengikuti.


Tak perlu menghabiskan waktu lama untuk sampai di kedai yang menjadi tujuannya itu.


Zoan dan kedua anak itu memasuki kedai, tentu masih dengan pakaian yang sama sesaat memasuki kedai itu sebelumnya.


Ia duduk disebuah kursi serta memesan minuman. Sesaat setelah pesanan dari minumannya datang ia meneguk serta tak lupa juga mengamati sekitar guna mendaoatkan informasi.


Dong peng dan Mei su hanya diam dan mengamati dengan apa yang dilakukan oleh Zoan. Kedua anak itu nampak menyadari bahwa zoan sedang memfokuskan indra pendengarannya, maka dari itu kedua anak itu pun mengitkuti dan mencobanya.


Hanya dengan mengalirkan energi spritual kearah indra pendengaran, Dong Peng dan Mei su dapat mendengarkan pembicaraan disekitarnya. Yah, meski masih kalah dalam hal luas cangkupan jika dibandingkan Zoan, hal itu wajar karena perbedaan ranah kultivasi salah satunya.


Zoan yang menyadari hal itu sedikit menyunggingkan senyum nya. Serta sedikit bergumam "Benar-benar anak yang tanggap."


Senyum Zoan semakin lebar sesaat ia mendapatkan informasi yang ia inginkan itu. Sehingga tanpa membuang waktu, ia langsung mengajak Dong Peng dan Mei Su untuk keluar dari kedai itu.


***Jangan lupa like, komen and subcribe agar tidak ketinggalan!!


Mohon dukungannya ,minna-san***....

__ADS_1


__ADS_2