
whussh...
Angin menerpa perbukitan yang ada di wilayah kekuasaan kerajaan Garei. Pohon-pohon dan daun-daun saling bergoyang melambaikan tangan, para binatang buas berkeliaran tak disekitar bukit tersebut.
Selain itu terlihat disebuah batang pohon yang cukup besar, muncul sesosok pemuda dengan dikedua sampingnya ditemani oleh dua orang anak.
Pemuda itu adalah Zoan Prozz, bersama dengan Dong Peng dan Mei Su. Setelah pamit dan pergi dari kediaman sang kaisar Zoan memutuskan untuk berteleportasi kesebuah bukit, tanpa disangka ia berteleportasi ke bukit yang belum ia ketahui. Meski begitu ia tidak terlalu khawatir karena binatang buas, para beast, ataupun para Siluman di bukit yang ia berada saat ini, hanya diranah tipe Bumi serta ada beberapa tipe Langit kebawah saja, atau setara dengan ranah kultivator tingkat Diamond - Diamond God. Zoan sendiri masih bisa mengatasinya.
Tipe dan tingkatan beast itu berbeda, tipe adalah semacam jenis atau ras, sementara tingkatan adalah ranah kekuatan suatu makhluk.
Zoan berencana untuk menjadikan semua binatang buas yang ada di bukit itu partner nya. Tapi sebelum itu, "teknik bayangan : klon Bayangan !" ucap Zoan tak lama setelah mengatakan itu keluar klon bayangan menyerupai dirinya, namun kali ini Zoan menggunakan 16 klon.
" Bagi diri kalian menjadi 2 kelompok...!" ujar Zoan menatap ke enam belas bayangan yang saat ini berada dihadapannya.
Sesuai dengan perkataan Zoan Banyan nya itu membentuk 2 kelompok yang masing-masing nya berjumlah 8 klon bayangan.
"Bagus ! sekarang kalian kelompok 1, terima dan berikan gulungan ini kepada orang dari masing-masing kerjaan utama. Lalu tinggal dan awasi di setiap kerajaan kalian selama tiga hari, bantu kerjaan itu jika butuh bantuan terkhusus jika ada penghianat di kerajaan itu kalian habisi ditempat." ucap Zoan sambil melemparkan 1 surat kepada masing-masing orang dari kelompok satunya itu, setelah itu ia menganggukkan kepala dan melambaikan tangan guna menteleportasikan ke kedelapan orang dari kelompok itu ke 8 kerajaan Utama (Kerajaan Andreas>Utara, Kerajaan Alvous>Timur, Kerajaan Void>Barat, Kerajaan Garei>Selatan, Kerajaan Fastan>Barat Daya, Kerajaan Baryon> Tenggara, Kerajaan Suna>Timur laut, Kerajaan Black hole> Barat Laut.)
Setelah kelompok satu pergi, Zoan melirik kearah kelompok 2 klon bayangan nya, "Kalian pergilah menyebar, selidiki lah, dan berikan surat(Dekrit) ini kepada aliran hitam yang tidak bersekutu dengan kelompok assosiasi pembunuh." ucap Zoan memberikan gulungan yang berisi surat(dekrit) ajakan untuk bergabung dalam aliansi. para klon itu pun mengangguk dan langsung melesat ke berbagai arah yang berbeda.
"Ah, dengan begini aku dapat menyelam minum air hehehe...!" gumam Zoan sesaat melihat semua klon bayangannya sedang melakukan perintah yang ia perintahkan.
Klon bayangan Zoan untuk saat memiliki batas waktu bertahan selama tiga hari, jika lebih dari itu maka akan mempengaruhi energi spiritual dan jiwa Zoan. Mungkin seiring bertambahnya kekuatan, energi spiritual ataupun kekutan jiwa Zoan meningkat maka batasan tersebut dapat dipatahkan, semua itu bisa saja terjadi karena jalan ranah kultivasi itu sangat luas dan tidak terbatas.
"Kakak, tadi itu apa?!" tanya Dong Peng penasaran sesaat melihat sesuatu keluar dari tubuh kakaknya.
"Ah itu adalah teknik klon, " jawab Zoan menanggapi.
"Apakah aku bisa membuat seperti itu?" tanya Dong Peng lagi menatap Zoan.
"Tentu saja,! tapi sebelum itu apakah kalian sudah bisa membaca, menulis dan berhitung?" tanya Zoan menanap kearah Dong Peng dan Mei Su secara bergantian sambil mensejajarkan tubuhnya.
"Aku bisa kakak, dan lagi mendiang kedua orang tua kami adalah seorang pedagang dipinggir jalan(Pedagang asongan), maka dari itu kami terkadang suka ikut membantu." ujar Dong Peng menjelaskan dengan sedikit menundukkan kepala seakan masih teringat kenangan dengan kedua orang tuanya.
"Em,.. !" ucap Mei Su singkat sambil mengangguk dan memberikan senyuman yang mana menurut Zoan itu adalah senyuman termanis dari seorang anak yang polos.
"Ahaha.... bagus-bagus !" ucap Zoan senang, tentu saja karena ia menjadi tidak perlu mengajari mereka membaca, menulis dan berhitung.
"Kalau begitu untuk saat ini kalian akan kakak masukan kedalam ruang dimensi miliki kakak, dan tolong baca ini sampai hafal nanti kakak akan menguji kalian.!" ucap Zoan sambil melambaikan tangan kirinya, sehingga muncul sebuah pusaran dimensi, tak lupa ia juga memberikan 3 buah buku kepada masing-masing kedua anak itu.
wush....
"Tunggu kakak, kenapa kakak tidak bersama kami saja ikut masuk kedalam?" tanya Dong Peng penasaran.
Sementara itu disisi lain walau diam Mei Su memegang erat baju Zoan tak mau berpisah.
"Hahhh..., Maaf kan kakak, bukanya tidak mau tapi kakak ada urusan dibukit ini. Dan lagi agar kalian berdua bisa belajar lebih tenang di sana, jadi tak perlu khawatir kakak kan juga sudah janji akan menemui kalian nanti." ucap Zoan berusaha membujuk kedua anak itu.
"Tapi kakak, Mei'er...!" ucap Mei Su merajuk disertai mata berbinar penuh harap.
"Mei'er, kamu harus jadi kuat karena kakak tidak akan bisa selalu melindungi-mu, dan lagi bukan kah Mei'er ingin menjadi kuat ?!" uvcap Zoan membujuk anak perempuan itu.
"Sudah Mei'er ayo, kan masih ada, kakak Dong" ucap Dong Peng membujuk adiknya itu, walau ia sendiri enggan berpisah dengan kakak angkatnya itu namun ia lebih cukup mengerti keadaan sekitar dari pada adik perempuan nya.
"Em... Baik lah !" ucap Mei'er, Zoan yang melihat itu pun bernafas lega.
Kedua anak itu pun berjalan dan memasuki pusaran portal artefak ruang dimensi, sesaat setelah Zoan mengangguk kan kepala sambil tersenyum hangat. Tiga buah buku yang Zoan berikan kepada mereka adalah buku berjenis sama, yaitu 1 buah buku Dasar-dasar beladiri tangan kosong dan senjata, 1 buah buku Dasar-dasar teknik elemen dan satu buah buku tentang dasar-dasar menjadi seorang kultivator.
Sesaat setelah kedua anak itu memasuki pusaran ruang artefak, Zoan menutupnya kembali serta ia langsung pergi melesat memasuki lebih dalam bukit tersebut.
Whush.... whussh......
Zoan melesat dari pohon ke pohon, "Hem,...Binantang buas tipe Biasa, terlebih mereka berbeda jenis kelamin !" ujar Zoan sedikit tertarik sesaat melihat 4 ekor singa jantan dan betina yang sedang saling bergulat satu sama lain.
Bruakk...
Zoan mendarat di tanah tak jauh dari ke empat ekor Singa-sing yang sedang bergulat, hal itu membuat ke empat Singa itu waspada dan hendak lari sesaat merasakan instingnya memberikan sinyal bahaya.
Tentu Zoan tak membiarkan hal itu, ia dengan cepat menggunakan tekniknya, " Teknik kegelapan : Pengikat Bayangan !"
__ADS_1
Sebuah bayangan muncul dan mengikat ke empat ekor Singa yang hendak melarikan diri itu.
Grrrghh....Groarrgh...
grrghh... Groarrgh...
Singa betina menggeram dan Singa jantan mengaum menatap kearah Zoan dengan tatapan marah, dan benci.
Hal yang membedakan antara binatang buas adalah binatang yang tidak memiliki kristal didalam tubuhnya karena mereka tidak berkultivasi dan hanya di buru untuk dikonsumsi dagingnya serta perhiasan untuk para bangsawan atau pengagum keindahan. Binatang beast adalah binatang yang berkultivasi bahkan dapat berevolusi menjadi manusia saat mencapai ranah tertentu tanpa kecacatan sedikitpun, tidak sepeti binatang siluman yang dapat berevolusi namun masih ada sedikit ciri khass binatangnya, baik sisik,tanduk,telinga ataupun ekor serta bagian yang mencolok dari wujud binatangnya. Untuk para monster Biasanya memiliki tubuh besar, kuat, hanya saja tidak bisa berevolusi menjadi manusia.
" kalian tidak boleh pergi, dua diantara kalian harus mati dan menjadi makananku, untuk sisanya kalian akan menjadi ladang ternak ku !" ucap Zoan mengeluarkan pedang pedang jiwa naga dari cincin ruang nya serta ia langsung melesat menebas dua ekor singa baik jantan dan betina itu dalam waktu singkat.
Slash... slash...!
plukk,.. pluk...dua kepala pasangan singa itu terpotong. Zoan lalu melirik kearah pasangan Singa yang masih terjerat oleh tekniknya.
" Teknik telepati tingkat 4 : Pengontrol dan pengikat pikiran Budak !"
Ucap Zoan sambil menyentuh kedua tubuh singa itu secara bersamaan, ia menggunakan teknik itu untuk menjinakkan kedua pasangan Singa itu.
Groargh,... grrgh...
Auman dan Geraman singa itu sambil menunduk sesaat teknik Zoan telah berhasil, "Kalian kini adalah ternak ku ! perbanyaklah keturunan kalian di dalam artefak ruang serta jangan menyakiti orang orang ku di sana. Masuk lah!!! ucap Zoan sambil memunculkan sebuah portal artefak ruangnya.
Zoan juga tak lupa melepaskan teknik pengikat bayangannya, pasangan singa itu berjalan memasuki pusaran ruang itu,menuruti perintah Zoan.
wushh...
Ia kembali menutup pusaran ruang itu, dan melesat guna mencari buruan lainnya.
Groarrgh.... Groargh....!
Auuuu ... auuu.... !
" Suara itu, ! hehehe... " ucap Zoan senang sesaat mendengar sebuah suara Auman serta lolongan, ia semakin mempercepat menuju arah tersebut. Kalau menurut perkiraan nya, suara Auman itu adalah beast Jaguar kegelapan dan lolongan itu adalah Serigala Api. Kedua binatang beast itu merupakan tipe Langka.
Zoan kini telah sampai dan ia sedang mengamati dari atas pohon serta tak lupa ia menekan aura keberadaannya hingga tak bisa dirasakan oleh para beast itu.
"Ternyata benar, dan lagi mereka sama-sama memiliki ranah yang setara dengan Diamond God,...!" ucap Zoan sesaat setelah mengamati cukup teliti dan tak lama sebuah ide yang cukup umum bagi orang licik muncul di kepalanya.
"khekhekhe.... kita lihat sampai mana kalian akan bertarung satu sama lain, dan pada akhirnya kalian akan menjadi milikku dan pasukan ku.!" Seringai Zoan dengan kilatan layaknya orang serakah dan licik. Apalagi ia melihat bahwa masing-masing kelompok beast itu ada sekitar 10 ekor.
"Woahh...! boleh juga bisa bertahan sampai sekarang, namun kini sudah saatnya kalian menjadi milikku " ucap Zoan bangun dari senderan santainya di batang pohon, ia melihat kini melihat kedua kelompok beast itu sudah sama-sama kelelahan dan banyak luka disekitar tubuh mereka.
Bruaak...
Zoan melompat dari batang pohon, dan mengejutkan kawanan para beast.
"Teknik kegelapan : Pengikat bayangan !"
"Langkah petir !"
" Teknik Telepati Tingkat 4 :
Pengontrol dan pengikat Pikiran !"
wussh... !!
wushh....!!!
Setelah menggunakan teknik pengikat bayangan guna mengikat para kawanan beast itu, dan lagi mereka terlihat masih terkejut dengan kedatangan nya tiba-tiba, Zoan kembali menggunakan langkah petir untuk menyentuh ke 20 kawanan beast agar teknik terakhirnya(teknik telepati tingkat 4) berhasil.
Dalam waktu singkat Zoan telah berhasil menundukkan para kawanan beast Jaguar kegelapan serta kawanan beast Serigala Api.
"fyuuhh... melelahkan juga menggunakan 3 teknik sekaligus barusan!" ucap Zoan serta belum lagi dengan teknik klon bayangan yang harus ia pertahankan. Pada dasarnya setiap Zoan melakukan perburuan ataupun hal lainnya, ia harus bisa membagi kekuatannya secara seimbang. jadi barusan sama saja Zoan menggunakan 4 teknik sekaligus.
"ehm,...tapi itu tak masalah dan sepadan dengan apa yang kulakukan, lagi pula sebenarnya aku masih dapat menggunakan 1 teknik lagi untuk mencapai batas ku saat menggunakan teknik klon." ungkap Zoan melirik kearah kawanan beast yang kini menunduk hormat sementara tangan kanan nya memegang dagu berfikir.
"Kalian masuk lah, jangan saling bertengkar dan teruslah berkultivasi hingga kalian bisa berevolusi menjadi manusia !" ucap Zoan melambaikan tangan dan sebuah pusaran dari artefak ruang muncul.
__ADS_1
para kawanan beast itu paham dan langsung melesat memasuki pusaran portal ruang itu. Beberapa menit terlewati, Zoan menutup kembali dan langsung bermeditasi guna mengisi energi spiritual nya, ia juga mengeluarkan dua butir pil penambah energi dan memasukannya kedalam mulutnya agar mempercepat proses pemulihan energi spiritual nya.
Setelah dirasa sudah cukup dan energi spiritual nya sudah kembali, Zoan kembali melanjutkan perburuannya.
Di sepanjang perjalananya Zoan cukup sering membunuh beberapa binatang buas, namun juga ada beberapa binatang buas yang Zoan jinakkan seperti, Kijang akar pohon, Banteng, harimau taring panjang, bahkan cheattah tak lepas dari tangkapannya. Kebanyakan binatang buas yang ia tangkap secara berpasangan dan menyuruh mereka untuk menambah populasi diruang artefaknya.
Ia cukup yakin bahwasanya artefak ruang itu mampu menampung lebih banyak mahkluk hidup lebih banyak lagi, karena sejauh ini ia belum menemukan batasan ruang didalam artefak dimensinya itu.
Duarr... duarr....
Zoan sedang beradu tinju dengan seekor monster Gorila Pembalik di kedalaman bukit, Sesaat setelah berhasil menaklukkan para binatang buas yang berhasil ia temui Zoan terus masuk kedalam bukit. Ia tanpa sengaja melihat seekor gorila yang sedang tertidur santai disebuah batu.
Tanpa pikir panjang ia mengganggunya hingga berakhir seperti sekarang. ia tak menyangka ranah yang dimiliki gorila itu cukup tinggi yaitu setra ranah Petapa Platinum. Meski ia masih berada diatas dalam hal ranah kultivasi, akan tetapi tetap saja monster Gorila itu memiliki tubuh yang cukup keras dan unik yaitu dapat mengembalikan serangan lawannya.
"Matiii....kau manusia, Sialan! " ucap sang gorila pembalik kesal yang mana kali ini Zoan lebih banyak menggunakan Teleportasi serta sedikit melakukan serangan.
Berbagai tinju sang monster Gorila Pembalik itu lakukan, namun dengan gesit Zoan menghindarinya., "Cih, merepotkan ! aku harus menemukan celah kelemahan nya dan menggunakan teknik telepati tingkat 4 ku." ujar Zoan disela sela pertarungannya.
Sebelumnya Zoan pernah mencoba untuk menggunakan teknik itu sesaat menyentuh tubuh monster Gorila Pembalik, namun ia dikejutkan dengan teknik telepati tingkat 4 nya dipantulkan dan hampir saja ia terkena teknik nya sendiri beruntung ia dengan cepat membatalkan tekniknya.
whushh ....!
"Rasakan ini, tinju Raja kemurkaan!" ucap sang gorila pembalik meninju kearah Zoan berada, namun tentu dengan cepat Zoan kembali berteleportasi tepat kebelakang tubuh sang monters itu.
Duarr....
Tinju yang dilancarkan hanya mengenai udara kosong dan pepohonan yang yang meledak," Cih, anak manusia ini mirip Cacing kepanasan saja." sang monster menggerutu kesal karena Zoan tak bisa berdiam ditempat dan terus berpindah-pindah.
Sementara itu Zoan yang berada dibelakang sang gorila pembalik tiba-tiba terbuka kedua matanya dengan cukup lebar, sesaat melihat sebuah tanda berwarna putih bulat disekitar tengkuk sang monster Gorila Pembalik.
"Apa ini?!" ucap Zoan penasaran ingin menyentuh tanda tersebut, namun sang monster tak membiarkan itu.
"Apa yang mau kau sentuh manusia!" ucap sang Monster Gorila Pembalik melompat kebelakang layaknya bersalto dan kini telah kembali seperti semula yaitu saling berhadapan-hadapan.
Zoan tentu terkejut, semakin tertarik untuk menjadikan Gorila Pembalik itu sebagai rekannya, "Haih... hebat juga, aku semakin menginginkan mu, kawan " gumam Zoan tanpa bisa terdengar jelas oleh dan monster Gorila Pembalik itu.
"Ahaha... aku sudah menemukan Kelemahan mu monster jelek!" ucap Zoan muncul tepat didepan wajah sang gorila pembalik.
"Ouh... benarkah manusia, hahaha.... dimana itu?" tanya sang monster Gorila Pembalik sedikit tertarik dengan manusia yang jadi lawannya ini. Sebab sudah sejak lama tidak ada orang yang berhasil menemukan kelemahannya, kini ia kembali bertemu dengan orang kedua yang berhasil menemukan kelemahan nya, setelah tuannya.
"Tanda putih bulat tepat di daerah tengkuk mu.! " ucap Zoan singkat.
"Hahaha.... hebat kau manusia! " ungkap sang gorila pembalik tertawa senang. Sebab tak sembarang orang dapat menemukan tanda itu.
"Baiklah, karena kau sudah menemukan dan melihat tanda ini. maka aku bersedia kau jadi tuan ku manusia, dan aku akan menjadi partner mu selama kau dan aku hidup." ucap sang Gorila Pembalik dengan nada santai dan hormat menunduk dihadapan Zoan.
Zoan tak mempercayai itu, maka ia pun mengusulkan sebuah permintaan dan dan monster Gorila Pembalik itu menyanggupinya.
"Aku tak bisa mempercayaimu secara sepenuhnya, tapi...." ucap Zoan serius namun ucapannya terpotong.
"tapi apa tuan?" ucap sang monster Gorila Pembalik, dan kata tuan yang disebutkan membuat Zoan sedikit melunak., "kau harus mau ku jadikan patner kontrak ku dan jika kau berkhianat maka tubuhmu akan kesakitan, Bagaimana?" tanya Zoan dengan tatapan mata penuh ke seriusan.
"Baiklah," ucap sang monster Gorila Pembalik tanpa lama berfikir.
Zoan pun langsung melakukan teknik pengikat kontrak, yang mana kontrak ini sama dengan apa yang dilakukan Zoan kepada Jai, dan Leo. Sehingga mereka dapat melakukan apapun, dan keinginan apapun yang penting tidak berkhianat.
Berbeda dengan teknik telepati tingkat 4 yang mana teknik itu membuat si korban layaknya boneka hidup dan hanya melakukan sesuai perintah tuannya.
Acara melakukan kontrak saudara selesai dan kini secara resmi Monster Gorila Pembalik itu berada dalam genggaman Zoan dan tidak akan berkhianat jika masih menyayangi hidupnya. Zoan juga dapat melihat beberapa ingatan dari sang monster Gorila Pembalik saat melakukan kontrak saudara itu, yah walaupun ia menemukan ada penghalang ingatan yang menyegelnya tapi ia berhasil sedikit mengetahui ingatan sang monster Gorila Pembalik itu.
Menurut ingatan yang berhasil ia lihat, Memeng benar bahwa Sang Monster Gorila Pembalik sendiri hanya bisa patuh dan nurut terhadap orang yang bisa menemukan tanda tersebut. Tanda itu bagaikan kutukan mutlak baginya, entah apa yang terjadi dia sendiri seperti tidak mengingat ingatan mengenai alasan dibalik tanda itu. Namun yang pasti dari dulu hingga sekarang orang dapat menemukan dan melihat tanda itu maka ia harus mau menjadikan orang itu adalah tuannya.
Ranah sang Gorila pembalik sendiri sebenarnya bukan berada diranah yang setara dengan ranah Petapa Platinum. Entah misteri apa yang terdapat dibelakang sang Gorila Pembalik ini.
Mengetahui hal itu Zoan menghela nafas panjang dan tak terlalu ingin membahas hal itu sekarang tapi mungkin dimasa depan ia akan mencari tahunya.
Jangan lupa like, komen, vote and rate 5
See you next time....
__ADS_1