
Satu hari berlalu dengan cepat, Zoan kini sudah berhasil menerobos pertempuran,. Ia terlihat melesat kearah sebuah bangunan, mungkin sekitar 100 meter dari jarak ia berada saat ini.
Ia menoleh sedikit kebelakang disertai senyum misterius saat mendapatkan beberapa laporan dari 4 klon yang menyusup kedalam bayangan dari 4 pemimpin Akademi aliran Putih.
"Oh, jadi kalian ingin memonopoli dan mengkambing hitamkan ku dalam perang ini sebagai wujud apresiasi kekesalan kalian. " ujar Zoan sesaat mendengar pembicaraan dari 4 pemimpin Akademi aliran Putih.
Meski begitu ia masih tetap melesat lurus menuju kesebuah bangunan, yang mana menurut instingnya itu merupakan tempat dimana sang pemimpin tertinggi assosiasi pembunuh berada.
...****************...
Disebuah ruangan yang minim cahaya, terlihat dua sosok yang satu terlihat sedang duduk di kursinya, sementara yang satunya terlihat sedang menundukkan kepala sambil memangkupkan kedua tangannya sebagai tanda memberikan penghormatan.
" Sarui, aku serahkan kepemimpinan pasukan asosiasi pembunuh kepada mu ! Karena para komandan elit dan 3 pelindung yang tersisa telah berhasil dikalahkan. Aku harap kau sanggup mengemban tugas ini... " ujar sang Pemimpin tertinggi menatap kearah Sarui yang sedang memangkupkan tangan nya.
"Hamba bersedia ! Dengan teknik yang telah diberikan, hamba akan membawa kemenangan dari pihak kita... " ujar Sarui sambil menunduk dan masih memangkupkan tangannya.
" Baguslah kalau begitu pergilah, Manfaat kan teknik pengendali yang telah ku berikan pada mu... !!!"
Sarui mengangguk disertai tatapan penuh niat membunuh juga ada sedikit aura berwarna merah gelap sedikit merembes keluar sesaat sebelum menghilang, pergi ke Medan perang.
Whushh... !
Duarr....
Bertepatan dengan Sarui yang pergi Zoan datang dari arah pintu, serta mendobraknya dengan keras. Disisi lain sang pemimpin tertinggi terlihat tersenyum seakan menyambut kedatangan Zoan.
"Selamat datang tuan Peniru.... !" ujar sang pemimpin tertinggi masih dengan duduk santai di kursinya.
"Atau aku harus memanggilmu dengan sebutan Pendekar Peniru, hahaha...!" ujar sang Pemimpin tertinggi dengan tatapan remeh kearah Zoan.
"Ohoho.... Terimakasih atas sambutan nya, TUAN TERTINGGI !" balas Zoan dengan sedikit suara yang disertai nada ejekan.
Wussshhh...
Duarr... duarr...
Dua aura yang saling dipancarkan berbenturan, "Salam perkenalan yang menarik, kau benar-benar menyambut ku dengan baik yah...!" ujar Zoan masih suara mengejek.
"Yah, begitulah. Hahaha....!" ujar sang pemimpin tertinggi membalas ucapan Zoan.
Mereka berdua masih terus mengeluarkan aura, baik aura membunuh ataupun aura energi spiritual. Berbagai ledakan yang lama kelamaan mulai mempengaruhi sekitar, terkhusus nya ruangan tersebut.
__ADS_1
Aura berwarna merah gelap (Campuran aura kematian serta energi kegelapan) dan Aura berwarna Biru cerah(Campuran aura kehidupan serta enegi Cahaya) saling berbenturan maupun tarik menarik.
Beberapa saat berlalu dan ledakan aura yang lebih besar dari sebelumnya terjadi.
Duarr... duarr...
"Ugghh.... !"
Zoan terlempar keluar, terlihat darah keluar dari mulutnya. Sementara itu sang pemimpin tertinggi melesat melayang diatas bangun yang kini telah porak-poranda akibat tak kuat menahan benturan antara dua aura.
"Hebat juga kau yang hanya berada diranah Petapa Supreme tingkat Ahli level Dasar, dapat mengimbangi aura ku yang berada diranah 1 tingkat diatas mu.!" ujar sang pemimpin tertinggi melipat tangan nya dengan mata yang melihat kearah bawah tempat Zoan berada.
Zoan menghapus darah di mulutnya menggunakan tangan kirinya serta bangkit berdiri tegak dengan kepala yang mendongkrak keatas dan membalas ucapan dari sang pemimpin tertinggi.
" Yah, kau juga sama hebatnya. Aku tak menyangka kau yang berada diranah 1 tingkat diatas ku, hanya bisa memberikan luka ringan ini, hahaha...!" ujar Zoan mengejek dan mencoba memprovokasi lawannya.
" Sayang sekali provokasi mu itu tak akan berhasil, Lebih baik kau menjadi bawahan k. Bagaimana,? mungkin aku akan mengampuni orang-orang yang kau bawa, hahaha....!" ujar sang pemimpin tertinggi malah balik memprovokasi Zoan.
"Apakah kau tau, hanya tinggal menunggu waktu guna membinasakan semua pasukan mu, hahaha..." ujar Sang pemimpin tertinggi kembali bersuara.
Mendengar hal itu Zoan mengkerut kan sedikit keningnya, ia merasa kalau ucapan kali ini bukan hanya sekedar untuk memprovokasi dirinya semata.
" Apa yang kau rencanakan,? Semua komandan elit dan 3 pelindung mu sudah musnah?!" ujar Zoan mencoba mengulur waktu guna melihat keadaan para pasukannya melalui bayangannya.
Melihat hal itu Zoan hanya berdecak lidah, dan mulai memegang erat pedang yang saat ini sudah dalam genggamannya.
Whussh...
Duarr...duarr
Trangg... trangg...
Benturan energi dan senjata saling beradu. Walaupun kalah dalam hal ranah kultivasi Zoan cukup memukau mengimbangi serangan-seranan yang dilancarkan sang pemimpin tertinggi kearahnya untuk saat ini.
"Teleportasi !"
Zoan tiba-tiba menghilang sesaat serangan yang dilancarkan Pemimpin tertinggi hampir mengenai pinggangnya.
"Ohoho... teleportasi yah ! Boleh juga." ujar Sang pemimpin tertinggi santai disela-sela pertarungan.
Zoan yang mendengar itu tak menghiraukannya dan terus menebaskan pedangnya lalu kembali menggunakan teknik teleportasi sesaat instingnya memberikan tanda bahaya.
__ADS_1
Trangg..trangg...
Sang pemimpin tertinggi juga menggunakan pedangnya guna menangkis serangan kejutan yang dilancarkan Zoan.
"Tebasan Gerhana !"
Zoan menebaskan pedangnya tepat dari arah samping kiri sang pemimpin tertinggi. Siluet Pengan membentuk bulat sabit melesat dengan cukup cepat kearah targetnya.
Tentu melihat hal itu Pemimpin tertinggi tak membiarkannya. ia jua mengeksekusi tekniknya.
"Shield Blood Demond !"
Whushh...
Seketika muncul penghalang berwarna merah, sesaat sebelum serangan yang dilancarkan Zoan mengenainya.
Zoan pun melihat dan mendengar gumaman teknik itu ia sedikit menyunggingkan senyuman nya. Ia terlihat sedikit tertarik dengan teknik tersebut, pasalnya ia merasa teknik itu sedikit berhubungan dengan teknik yang ia pelajari yaitu Death Zone of blood.
Benturan antara serangan Zoan dan pemimpin tertinggi tak terelakkan. Kepulan debu yang bertebaran disertai suara ledakan yang cukup mengejutkan sampai terdengar oleh para pasukan aliansi dan pasukan Assosiasi pembunuh yang sedang saling bertempur itu.
***
Duarr....!
Duaarr...!!!
"Suara ledakan yang mengerikan, Sebenarnya apa yang terjadi dari arah sana ?!" ujar salah satu Komandan yang memimpin pasukan aliansi disela-sela pertarungannya.
" Mungkin jendral sedang melawan pemimpin tertinggi dari Assosiasi pembunuh.!" ujar rekannya yang sedang menangkis beberapa serangan yang mengarah kearahnya.
"Mungkin kau benar, Semoga saja Jenderal memenangkannya !" ujar komandan pasukan aliansi lainnya menimpali.
Mereka kembali fokus pada pertarungannya. Dari sisi pihak lawan juga hampir memberikan respon yang sama saat mendengar ledakan tersebut, hanya saja pihak lawan berharap sang pemimpin tertinggi nya yang memenangkan.
Trangg... trangg...
Slash....
"Argh... !" teriak seseorang dari Pasukan Aliansi sesaat dadanya terkena serangan lawannya.
Teriakan demi teriakan baik semangat pertarungan ataupun teriakan kesakitan terdengar saling bersahutan. Entah sudah berapa banyak nyawa yang melayang, namun yang pasti dari pihak Assosiasi pembunuh yang menderita cukup banyak korban saat ini.
__ADS_1
Bagaimana tidak para komandan elit sudah musnah oleh Zoan dan sang kaisar Benua Hijau sebelumnya, sementara para komandan pasukan asosiasi pembunuh kini disibukan oleh masing-masing komandan pasukan dari Aliansi.
Di pihak kelompok assosiasi pembunuh yang awalnya 150 ribu pasukan kini tinggal 100 ribu pasukan, sementara itu dari pasukan aliansi yang awalnya 75 ribu kini tinggal sekitar 60 ribu Pasukan Aliansi.