Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 57 : Markas World Explorer


__ADS_3

masih didunia artefak dimensi, beberapa saat ketika zoan dan rekan-rekannya sedang berbincang-bincang Cause yang menjemput Zuan lu pun datang, tentu saja Zuan lu ikut.


"Kakak!" ucap Zuan lu, sambil berjalan menghampiri


"Sini lah, Kakak akan membicarakan beberapa hal penting" ucap Zoan, Xian lu pun duduk disamping ibu nya.


"kakak, ingin bicara apa ?" tanya Zuan lu penasaran.


Mendapat pertanyaan itu Zoan pun mengatakan bahwa ia dan teman-temannya akan pamit untuk pergi ke dunia luar. Sontak saja Zuan lu terkejut dan berkata : "aku akan ingin ikut dengan kakak!" ucap Zuan lu sambil berdiri dan menghampiri Zoan yang tersenyum menatap kearahnya.


"maaf Zuan lu, untuk saat ini kamu masih tidak bisa ikut kakak. Berlatihlah dan menjadi kuatlah serta yang paling penting temani ibumu disini." ucap Zoan tegas.


"Capai lah ranah Petapa dan ini ada beberapa catatan untuk mu meraih ranah Petapa." ucap zoan melemparkan satu gulungan kertas yang telah Zoan tulis sendiri beberapa waktu sebelum ia dan rekan-rekannya pergi kerumah shi fui.


Zuan lu pun menangkap gulungan tersebut, dan berkata : "baiklah lak, aku akan disini dan berlatih untuk mencapai ranah Petapa". Dengan berat hati Zuan lu menuruti saran dari Kakak angkatnya tersebut. bagaimana pun apa yang dikata kan kakak nya ia akan menurutinya.


Menurut pandangan Zuan lu sosok zoan bukan hanya sebagai kakaknya namun juga sebagai guru dan orang yang akan ia hormati seterusnya setelah penghormatan kepada kedua orang tuannya.


Zoan pun berdiri dan mengusap kepala Zuan lu. Setelah itu Zoan melirik kearah rekan-rekannya dan menganggukkan kepala.


"baiklah mari kita berangkat sekarang !" ucap Zoan, tak lama mereka semua pun sampai di tanah lapang kosong. Zoan pun membuka pintu gerbang ke dunia luar.


"Masuklah...! " ucap zoan mempersilahkan rekan-rekannya untuk memasuki pintu gerbang tersebut terlebih dahulu.


"berhati-hati lah kakak, jangan lupa untuk melihat kami disini" teriak Zuan lu sesaat zoan akan memasuki pintu gerbang dimensi. Zoan pun menganggukkan kepala.


"Semoga saja tuan muda(Zoan)dan rekan-rekannya selalu dalam keselamatan " ucap shi fui sesaat setelah Zoan memasuki pintu gerbang dimensi.


...****************...


Di Benua Hijau


Ditengah hutan, tepat nya didekat sebuah rumah atau dulu sebelum Zoan mengenal kultivasi dan menyatu dengan jiwa yang berasal didunia lain. Sebuah pusaran gerbang dimensi terbentuk, dari dalam gerbang dimensi tersebut keluar beberapa sosok yang tak lain sosok-sosok tersebut tak lain adalah Zoan dan para rekannya.


"ah, akhirnya kita kembali hehe" ucap Jean sambil mengamati sekitar takut akan ada penyusup yang masuk kerumah mereka.


"mari kita masuk beristirahat dan memakan makanan yang sudah disediakan oleh Shi fui sebelumnya" ucap Zoan mengajak, sebelumnya sesaat zoan dan rekan-rekannya akan masuk gerbang shi fui tiba-tuba menyuruh zoan untuk membawa bekal yang telah ia buat, dan dengan senang hati zoan pun menerima serta memasukannya kedalam cincin penyimpanan miliknya. Mereka semua memasuki rumah tersebut dan memakan makanan dengan tenang dan santai tanpa banyak bicara. Usai makan mereka pun sedikit berbincang-bincang, bahkan dari perbincangan tersebut mereka telah memutuskan beberapa hal diantaranya yaitu Mendirikan markas kelompok World Explorer, dihutan tersebut, mereka semua bahu membahu guna membuat markas dan benteng pertahanan kelompok mereka. Mereka juga memanfaatkan keahlian elemen mereka masing-masing, khususnya orang yang memiliki elemen tanah dan air. Zoan juga ikut membantu akan pembangunan tersebut, apa lagi ia penguasai 5 elemen dasar bahkan semua elemen berhasil ia kuasai, hal itu sangat membantu dan mempercepat proses pemuatan markas kelompok World Explorer mereka. 1 hari pun berlalu sejak mereka keluar dari artefak dunia dimensi, zoan dan rekan-rekannya sedang duduk sambil menikmati buah-buahan hutan.

__ADS_1


"Saudaraku , apa kita akan menambah anggota lagi. nampaknya untuk menjadikan sebual Guild kita kekurangan anggota?" tanya Jean disela-sela perbincangan.


"ah, kamu benar. Kalau kita berencana untuk membuat sebuah guild memerlukan anggota tambahan, untuk saat hari ini kita sudahi saja dulu mungkin Minggu depan kita akan mencari beberapa." ucap Zoan tegas.


"baiklah, kami setuju dan akan ikut bersama mu kemanapun itu. Benarkan teman-teman?!" ucap Jean sambil melirik kearah Zuab,Cause dan lainnya kecuali Zoan. Dan mereka semua pun mengangguk setuju.


" Ini adalah lambang kelompok kita, bagaimana?" ucap zoan sambil memperlihatkan sebuah gambar di kertas.



ilustrasi diatas adalah lambang kelompok World Explorer.


"apakah ada alasan khusus mengapa lambang kelompok kita adalah sebuah pohon?" tanya Intan.


" Itu karena kelompok kita bagaikan pohon yang akan terus tumbuh dan menjelajahi dunia" ucap Zoan asal


"Okeh lah, tak masalah" ucap intan tak mempermasalahkan hal tersebut.


Setelah cukup berbincang-bincang, mereka pergi kekamar masing-masing. Tentu saja dalam perbincangan juga membahas tentang siapa saja yang akan berjaga malam. hari ini yang akan berjaga malam adalah Zoan dan Intan.


Malam pun tiba...




ilustrasi Markas World Explorer saat Malam&Siang hari.


"apa kamu sudah menguasai teknik hukum elemen cahaya dan kegelapan mu?" tanya zoan sambil memakan buah hutan berbentuk layaknya apel, namun yang membedakannya warna yaitu berwarna Ungu dengan garis-garis berwarna hitam, buah itu diberi nama buah Fu.


"sudah namun masih pada tahap pertama" ucap intan yang juga sedang memakan buah Fu.


"ambil lah dan pelajari, semoga saja itu bisa membantumu" ucap zoan sambil memberikan sebuah buku yang memiliki sampul berwarna putih dan hitam layaknya Yun dan yang.


"ini... ! " ucap intan namun ucapannya segera dipotong oleh zoan.


"Tak apa, ambil dan pelajari itu sudah tak bisa lagi membantu memajukan pemahamanku, lagi pula saya sudah membaca dan memahaminya." ucap Zoan, lalu beranjak dari duduknya.

__ADS_1


" baik, terimakasih " ucap intan lalu ia membuka, membaca dan mempelajari buku tersebut, melihat hal itu Zoan hanya tersenyum kecil.


Zoan berjalan sedikit menjauh dari intan, lalu ia mengedarkan energi spiritual nya untuk memeriksa sekitar. Walau sebelumnya ia sudah memastikannya sendiri namun apa salahnya memeriksanya kembali.


"em, nampaknya untuk saat ini masih aman" ucap Zoan lalu naik dan duduk diatas batang pohon sambil terus melihat kearah Intan tentu saja ia juga tak lupa untuk terus mengawasi sekitar.


3 jam telah berlalu,zoan masih terus mengawasi sekitar.


wush...


wush...


Tiba-tiba di sekitar tubuh intan keluar dua cahaya berwarna putih dan hitam, melihat hal itu Zoan kembali tersenyum kecil dan bergumam : " hebat juga ia dengan cepat memahami 2 hukum elemen dalam waktu 3 jam saja, sungguh salah satu jenius yang nyata." Mengakui bahwa intan layak disebut salah satu dari anak jenius, untuk Zoan sendiri ia Pengecualian dan juga sudah bukan tergolong jenius lagi namun Zoan adalah jenius dari semua jenius yang ada dan hidup seumur hidup sekali.


Zoan terus mengamati sekitar dan sesaat kemudian ia merasakan ada 3 orang yang memiliki niat membunuh yang diarahkan langsung kepada Intan.


"nampaknya ketiga orang tersebut mencari mati saja" ucap zoan sesaat melihat dan mengukur bahwa ketiga orang tersebut berada diranah Supreme Platinum God tingkat Ahli. Alasan ke tiga orang tersebut hanya melancarkan niat membunuhnya kepada intan adalah karena, ketiga orang tersebut tidak dapat merasakan hawa keberadaan Zoan, yang saat ini ia sedang menggunakan teknik teknik kamuflase seribu wajah. Zoan menemukan teknik tersebut dari salah satu buku yang ia temukan dari ruang harta yang telah mengangkat Zoan sebagai muridnya, yaitu Maxstrong Dewa segala Alam, meski zoan sendiri belum pernah bertemu namun ia yakin suatu saat akan dipertemukan baik dengan roh gurunya atau pun salah satu dari keluarga gurunya itu. Pada masanya menurut buku yang Zoan baca, teknik kamuflase seribu wajah sering digunakan oleh seorang dewa yang bernama Dewa seribu wajah.


Dari atas batang pohon zoan dapat melihat ketiga orang tersebut perlahan muncul menampakan diri dan berjalan kearah Intan, "hehe..., sekarang mari kita lihat sebuah pertunjukan ini." gumam zoan sesaat intan mulai membuka mata dan mengakhiri pemahaman nya. Zoan sendiri tidak ingin ikut campur selama teman atau bawahannya itu mampu mengatasinya, malah zoan saat ini terlihat santai sambil memakan buah Fu diatas batang pohon.


slash...


sebuah aura pedang tampak mengarah kearah intan, padahal intan sendiri masih duduk. Serangan dari salah satu tiga orang tersebut pun melesat kearah tubuh intan hanya tinggal beberapa centimeter lagi, dengan cepat intan menjentikkan jarinya dan dua buah hukum elemen yang awalnya saling bentrok tiba-tiba bersatu dan membentuk sebuah bola hitam bercampur putih lalu bertabrakan dengan lesatan aura pedang.


Buumm...


Suara ledakan pun terdengar cukup keras, bahkan dapat membangunkan rekan-rekannya zoan yang sedang beristirahat.


Intan sendiri masih baik-baik saja tak bergeming ditempat. Wajah terkejut tampak dari ketiga orang tersebut, pasalnya serangan yang dipatahkan intan merupakan serangan dari pemimpinnya.


"apakah kalian sudah selesai," ucap intan Santai."to-tolong maaf kan kami, kami memiliki mata namun kami tak bisa melihat kebesaran saudari" ucap ketiga orang tersebut bertekuk lutut memohon agar tidak dibunuh. Ketiga orang tersebut sedikit merasakan dan langsung paham akan energi yang bocor sesaat intan melepaskan teknik hukumnya itu bukan tandingan mereka bertiga,.


"heh, tidak ada kata ampun bagi mu ucap intan dingin dan melambaikan tangan guna menghabisi ketiga orang tersebut. Namun Zoan muncul menahan kekuatan serangan yang dilancarkan Intan.


wush...


Terlihat teknik intan di hisab oleh teknik baru dari Zoan yaitu ruang kekosongan.

__ADS_1


"Tuan Zoan, mengapa anda melindungi mereka bertiga?" tanya intan heran.


"kamu tenang saja, ada alasan saya tidak membiarkan mereka mati ditangan mu" ucap Zoan lalu ia berjalan dan menghampiri ketiga orang tersebut yang masih berlutut. Intan sendiri hanya pasrah dan melihat akan apa yang dilakukan oleh Zoan kepada ke tiga orang tersebut. Lagi pula Zoan adalah pemimpin serta perancang kelompok mereka(World Explorer), dan juga pastinya setiap anggota kelompok sangat mempercayai Zoan.


__ADS_2