Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 62 : Sedikit keributan dan Kekejaman


__ADS_3

Zoan pun terlelap tidur tanpa memperdulikan tungku Alkemis dan beberapa bahan herbal yang masih berserakan.


Walaupun hanya tiga Pill yang dapat ia buat saat ini, ia merasa sangat lelah, memang benar pembuatan Pill selalu banyak menguras energi spiritual apalagi orang tersebut baru pertamakali.


Seandainya para senior Alkemis mengetahui bahwa ada seorang pemuda yang berhasil membuat 3 Pill dengan kualitas pemurnian 75% maka mungkin senior Alkemis akan muntah darah. Bagaimana tidak?! rata-ratanya Alkemis di Benua Hijau hanya dapat membuat kualitas pemurnian sampai 70% itu pun sudah masuk kedalam jajaran Alkemis senior yang tersohor.


Untuk membuat sebuah Pill biasanya selain menggunakan energi spiritual seorang Alkemis memerlukan kekuatan jiwa yang memadai, pada umumnya Alkemis yang ada di benua hijau memiliki kekuatan jiwa antara 500 - 1.000 kekuatan jiwa bagi para Alkemis Pemula/Dasar, Sementara untuk 1.000 - 3.000 kekuatan jiwa untuk para junior, dan yang terakhir untuk para senior biasanya memiliki kekuatan jiwa 3.000 - 10.000.


Zoan sendiri menurut pengamatan pribadinya memiliki kekuatan jiwa lebih dari 20.000 alasannya tentunya karena ia telah menyatu dengan dua jiwa/roh yang berasal dari dunia yang berbeda dalam satu tubuh, nampaknya akibat dari penyatuan jiwa/roh itu selain mempengaruhi kekuatan fisik dan mendapatkan skill unik, hal itu juga mempengaruhi peningkatan secara drastis terhadap jiwa/roh yang ia miliki saat ini bahkan ada kemungkinan untuk lebih meningkat lagi.


Zoan pun menyadari hal itu sesaat ia sedang melakukan penyatuan antar dua jiwa saat pertama kali, lagi pula menurut buku yang ia baca dan beberapa pengetahuan yang telah ia dapatkan, ia menyimpulkan bahwa setiap manusia atau makhluk hidup itu memiliki masa depan yang tak terbatas selama mereka memiliki metode yang tepat untuk memanfaatkannya.


Hari pun berganti dengan cepat, selama tiga hari itu Zoan mengurung diri didalam kamar. Jean dan lainnya selama tiga hari itu pergi berkeliling, seiring berjalannya waktu sedikit demi sedikit mereka mulai dapat mengenal dekat dengan orang-orang dari desa Feiz. Jean dan lainnya banyak belajar dari orang-orang desa Feiz, yang paling mencolok dalam peningkatannya adalah Amelia.


Ia banyak belajar dari Sezu dan Suzu khususnya dalam bidang tanaman herbal, Amelia sendiri sedikit tertarik dengan bahan herbal setelah beberapa kali ia kuat pergi mencari tanaman herbal bersama Sezu,Suzu dan rombongan orang-orang dari desa Feiz. Sezu dan Suzu sediri berumur 10 tahun, meski begitu Amelia tidak malu sama sekali untuk belajar.


Seperti saat ini terlihat Amelia sedang bertanya kepada kedua anak kembar tersebut.


"oh jadi ini yang dinamakan jamur kristal es, yang merupakan bahan utama pembuatan pil peningkatan elemen es?!"ujar Amelia sambil terus memegang dan mengamati 5 jamur berwarna biru serta di iringi dengan hawa dingin yang cukup menusuk.


"iya, kak Lia itu jamur kristal es" balas Sezu membenarkan apa yang Amelia ucapkan.


Amelia,Sezu dan Suzu terus memilah dan memilih beberapa herbal untuk dipisahkan dan disesuaikan dengan kelompok nya. Mereka saat ini berada diruang gudang pengumpulan herbal. Mereka ditugaskan untuk merapihkan herbal-herbal yang sebelumnya tidak sesuai dengan kelompok nya, mereka bertiga dipercaya oleh kepala desa untuk melakukan hal itu. Tentu saja baik Amelia, Sezu dan Suzu sangat senang dan bertekad untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan kepala desa.


Setelah cukup lama mereka memilah dan memilih herbal-herbal sesuai kelompoknya, mereka pun memutuskan untuk mengakhiri dengan cepat dan segera melapor ke kepala desa bahwa mereka sudah menyelesaikannya.


...************...


"ahkk....akhirnya selesai juga hehe..." ungkap Zoan sambil meregangkan sedikit tubuhnya.


"Hem, dengan 50 butir Pill peningkat energi, 60 butir pil penyembuh, 65 butir Pill penetral racun serta 35 botol Potion racun. Aku yakin akan tidak terlalu sulit saat menghadapi pertempuran hidup dan mati saat ini. yah, meskipun dengan kekuatanku saat ini menurutku sudah cukup tapi untuk berjaga-jaga tak akan masalah bukan, hihi" ungkap Zoan bangga sambil terus melihat Pill-pil yang telah ia buat.


Pada dasarnya pemuatan Potion dan pil sedikit sama yang membedakannya adalah tahapan akhirnya. Kalau Potion biasa berbentuk cairan, sementara pil berbentuk bulat yang padat, rasanya sendiri adalah sama yaitu asam sedikit manis namun ada juga kasus Pill atau Potion yang memiliki rasa pahit.


Zoan pun memutuskan keluar dari kamarnya, dan ia menuju kelantai bawah untuk makan sambil menemui rekan-rekannya. Sebelumnya ia mendapatkan pesan telepati bahwa Jean dan lainnya saat ini sedang berkumpul dilantai bawah sambil menyantap beberapa hidangan, Zoan pun dengan semangat menuju lantai bawah.


"Yo saudaraku,mari sini?" ucap Jean sambil melambaikan tangan sesaat melihat Zoan dari arah yang cukup jauh.


Jean dan lainnya saat ini berada dibagian pojok ruangan, mereka memilih makan ditempat tersebut selain karena tempat itu kosong juga karena dipojok ruangan nampaknya lebih santai dan tidak cukup banyak mengalami gangguan orang yang berlalu lalang. Zoan pun menghampiri mereka dan ikut duduk dikursi yang kebetulan masih tersisa satu. Ia pun ikut memesan makanan, tak perlu waktu lama pesanan makanan zoan pun datang dan melanjutkan kembali memakan hidangan yang sebelumnya terhenti sesaat zoan datang. Mereka makan dengan tenang dan lahap tanpa banyak bicara.


"Kenyangnya... hehe!" ucap Zuab sambil memegangi perutnya.


"kau ini...!" ucap intan sedikit mendengus sesaat melihat kelakuan Zuab, yang mana menurutnya memalukan.


"Sudahlah kalian, mari kita bayar lalu pergi menuju rumah Sezu dan Suzu" ujar Cause sambil mengeluarkan 10 keping uang emas guna membayar makanan yang ia makan, begitu juga Jean, Zoan,Jenita,dan lainnya guna membayar masing masing makanan.

__ADS_1


Mereka pun keluar dari penginapan sehat setelah membayar uang makanannya tak lupa juga mengembalikan kunci kamar penginapan kepada sang manajer. Zoan dan lainnya memutuskan untuk pamit kepada Sezu dan Suzu, untuk melanjutkan penyelidikan. Dari hasil informasi yang diberikan oleh kepala desa Feiz zoan dan lainnya menyimpulkan bahwa kemungkinan memang benar assosiasi Pembunuh yang ikut terlibat dalam kasus ini.


Adapun bukti dari laporan kepala desa, ialah ada seorang saksi yang sesaat tak sengaja melihat orang-orang yang diduga pelaku menghilangnya para remaja. orang-orang tersebut berpakaian hitam serta dapat menggunakan teknik tubuh asap dan yang paling mencolok dan ciri khas dari asosiasi pembunuh yaitu seluruh tubuh tertutupi kecuali bagian mata, dengan pakaian berwana hitam.


Assosiasi Pembunuh memang tersembunyi dan selalu rapih dalam melakukan pekerjaannya. Namun serapih-rapihnya menyembunyikan bangkai ataupun sepandai-pandai nya tupai melompat maka pada akhirnya pasti akan ketahuan juga dengan adanya satu atau dua jejak yang tertinggal tanpa sengaja.


Zoan dan lainnya pun akhirnya sampai didepan rumah Sezu, tidak perlu waktu lama menemukan ataupun sampai dirumah kedua bersaudara itu lagi pula zoan dan lainnya adalah kultivator yang memiliki ranah cukup tinggi. Bukan hal yang sulit untuk menemukan Sezu dan Suzu.


tok...tok...tok...


Suara pintu diketuk, " permisi ini saya Zoan!" ucap zoan sambil berdiri dan mengetik pintu.


"Baik tunggu sebentar !" ucap Sezu sambil berjalan dan tak lama ia membukakan pintu rumahnya.


"Mari masuk, maaf rumah kami jelek" ucap Sezu sambil mengajak zoan dan lainnya masuk. Tak lama setelah masuk, Suzu pun datang dan membawakan beberapa cemilan.


"woahh... kamu memang yang terbaik " ungkap Zuab sambil menepuk-nepuk pundak Suzu. Suzu sendiri meski laki-laki namun ia diperintahkan oleh kakaknya yang perempuan bahwa laku-laki juga harus dapat membantu perempuan Salah satunya melayani dan menghormati tamu dengan baik.


"bukan apa-apa, hehe" ucap Suzu cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Mereka semua pun berbincang-bincang dan setelah cukup lama Zoan mengutarakan maksud kedatangan mereka, ketika mendengar bahwa Zoan dan lainnya akan pergi meninggalkan desa Feiz, Sezu dan Suzu pun terkejut. alasannya mereka baru tinggal kurang lebih selama 4 hari didesa Feiz ini. Zoan dan lainnya pun akhirnya mengatakan bahwa mereka harus melanjutkan perjalanan. Namun sesaat masih berbicara tiba-tiba zoan dan lainnya mendengar suara keributan diluar rumah Sezu, mendengar itu Zoan dan lainnya bergegas keluar.


Boommm...


wush..slash...


"haha... itulah akibatnya kalau kau berani melawan !" ucap seorang pria sambil dengan tubuh besar sambil memegang pedang yang tercampur dengan darah segar.


"Apa yang kau lakukan kepada paman ku hah...!" ucap Sezu berteriak sambil diiringi air mata yang keluar. Ia tak menyangka pamannya yang berada diranah diamond dikalahkan.


"haha... tentu saja itu akibatnya dari orang yang suka meminta bayar pajak, dasar penjaga tak berguna" ucap sang pria berbadan kekar dengan wajah sangar membalas pertanyaan Sezu.


Dibelakang pria itu terlihat 10 orang yang memiliki wajah yang tak kalah sangat dan kejam dari pria yang didepan. Zoan dan rekan-rekannya memperhatikan pria-pria tersebut.


"Cepat serahkan harta kalian, kalau tidak rumah kalian kan saya hancurkan!" ucap sang pria sangar.


"Siapa kalian?" tanya Zoan tiba-tiba.


"oh, kau belum tahu kami. Baiklah perkenalkan saya Gato, ketua dari gang kelabang hitam, penguasa jalanan desa ini." ucap sang pria memperkenalkan diri dengan bangga.


"oh.." ucap zoan singkat, tanpa banyak bicara lalu ia melesat kearah pria yang bernama gato.


wush...


kreak....kreakk....kreakk... *Sebuah suara tulang patah terdengar cukup untuk menebarkan rasa ngilu disetiap orang yang mendengar, tak lama terdengar suara teriakan pilu yang menyayat hati.

__ADS_1


argghhh....argh....ampunn.... tolong.....


"heh... memalukan sekali !" ucap zoan sambil terus mematahkan jari-jari lengan lalu turun kearah hari-jari kaki, setelah kaki zoan lalu memotong kedua lengan dan kaki Gato.


"Kejam..." hanya ungkapan itu yang dapat diberikan atas kelakukan Zoan.


Cukup banyak orang-orang yang hadir melihat hal itu, namun kebanyakan mereka adalah para kultivator liar yang kurang memperdulikan satu sama lain.


Semua orang tahu bahwa jalan menjadi Kultivator itu kejam, Yang kuat akan berkuasa Sementara yang lemah akan tertindas itu jalan kultivator. Meski ada aliran putih, netral ataupun aliran hitam namun pada dasarnya sama saja yaitu mencari kekuatan.


Sezu dan Suzu langsung pingsan sesaat melihat hal yang cukup mengerikan untuk anak seusia mereka. Sementara rekan-rekannya Zoan sedikit bergetar tubuh mereka melihat kekejaman Zoan.


"Lemah,... tak berguna!" ungkap Zoan lalu ia dengan cepat memotong leher Gato dengan pedang yang ia keluarkan dari cincin ruang nya.


slash.....


pluk... *suara tubuh jatuh tanpa kepala dan darah merah segar pun menyebar disertai bau yang tidak mengenak kan.


"Sekarang giliran kalian!" ungkap Zoan sambil melirik kearah orang-orang yang ikut bersama hati sebelumnya.


"To-tolong.. ampuni kami, kami berjanji akan menjadi orang baik dan akan menuruti keinginan tuan muda. " ungkap salah satu orang dengan tubuh yang terus gemetar ketakutan.


"iya, tuan muda... tolong ampuni kami.." ucap seorang lagi sambil bergetar ketakutan.


"ouh, baiklah tak masalah. Diam disitu dan jangan bergerak hehe" ucap zoan berjalan pelan diiringi serigai layaknya penjahat psikopat gila.


wush...


wush...


wush...


"teknik segel budak " ucap Zoan sambil terus melesat ke sana kemari menyentuh pundak orang-orang dari gang Kelabang hitam.


Awalnya Zoan ingin membunuh mereka semua namun sesaat mendengar ucapan orang yang mengatakan bahwa akan melakukan apa saja sesuai keinginannya, maka Zoan pun berpikir dan menjadikan mereka sebagai budak sekaligus salah satu pasukan tambahan kelompoknya(World Explorer).


"Sekarang kalian adalah budak ku, kalian adalah miliki ku!" ucap Zoan ketempat sebelumnya, sesaat sebelum bergerak untuk membunuh Gato. Orang-orang dari gang kelabang hitam hanya bisa tertunduk lesu dan pasrah, setelah mengetahui bahwa mereka semua sudah di tanami segel budak yang berati tidak memiliki kualifikasi kebebasan mutlak dan semua itu bakal bergantung pada orang yang menjadikannya budak.


Meski sepuluh orang ia merasa itu akan cukup mempengaruhi kekuatan World Explorer saat ini dan tentunya akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.


"Bawa Sezu dan Suzu kedalam rumahnya dan kalian jaga mereka berdua. Saya akan kembali terlebih dahulu bersama orang-orang ini ke markas. Saudaraku aku serahkan keputusan kepemimpinan sementara kepadamu!" ucap Zoan sambil melambaikan tangan, tak lama di udara kosong muncul seperti portal ruang.


"Masuklah!" ucap Zoan sambil melirik kearah 10 orang yang saat ini berstatus sebagai budak. Kesepuluh orang tersebut pun masuk lalu terakhir di ikuti zoan sebelum portal ruang menghilang.


"Baik saudaraku saya akan menjaga mereka" ucap Jean sambil menghela nafas sesaat zoan sudah pergi.

__ADS_1


"Mari kita masuk" ucap Jean lagi mengajak Cause, Zuab, intan, Amelia, Jenita kedalam rumah Sezu dan Suzu. tentu mereka tak lupa membawa kedua anak kembar itu yang saat kini masih pingsan.


Setelah suasana sedikit sunyi tampak ada seseorang yang muncul dari ruang kosong dan berkata, "Sungguh bakat yang mengerikan!" setelah mengatakan itu orang tersebut menjadi asap dan menghilang bak ditelan bumi. Orang tersebut mengenakan baju hitam serta memakai topeng dengan Nomor 18.


__ADS_2