
Zoan dan para rekan-rekannya mulai turun dan berjalan menuju lembah persik kematian, terlihat mereka kali ini memakai pakaian pedagang dan pakaian pelayan kecuali Jean, cause dan Zuab mereka berperan sebagai pengawal.
Awalnya Jean dan lainnya sedikit terkejut sesaat Zoan mengeluarkan pakaian tersebut dibalik cincin ruang nya. Sesaat di tanya Zoan hanya mengatakan bahwa pakaian tersebut ia peroleh dari salah satu cincin ruang yang ia pungut dari markas cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit no 18, mendengar hal itu, baik Jean dan lainnya mengangguk percaya.
Diantara mereka penyamaran yang paling sempurna adalah penyamaran milik Zoan, selain rupa wajah dan perlengkapan layaknya seorang pedagang, Zoan bahkan berhasil menekan kultivasi ya layaknya manusia fana biasa, Untuk Jenita dan intan mereka berperan sebagai pelayan.
Meski terlihat aneh dikarenakan seorang pedagang tanpa membawa kereta kuda ataupun barang bawaan yang mencolok. Penyamaran tersebut nampaknya berhasil. lagi pula terkadang memang ada seorang pedagang yang menyimpan semua barang dagangan nya di cincin ruang, untuk Zoan sendiri terlihat menunggangi sang singa es yang tak lain Viktor.
Mereka terus berjalan hingga beberapa waktu terlewati dan mereka pun melihat sebuah bangunan, yang tak lain dan tak bukan adalah markas cabang assosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit no 20.
Bangunan tersebut berbentuk rumah Panjang, serta dilengkapi gerbang masuk, dengan warna dominan Merah darah serta hitam legam.
Mereka saling berkomunikasi menggunakan teknik telepati, hal itu dilakukan agar tidak terlalu mencurigakan serta agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh orang lain.
"Nampaknya bangunan itu sepi, apa kita akan langsung menyerang sekarang?" ungkap Cause sambil mengarahkan pandangannya kearah markas cabang assosiasi pembunuh.
"Tunggu dulu bukan kah hal itu cukup aneh !?" ucap Zuab membalas ucapan Cause.
"Ah, kau benar hehe..." Cause menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Bagaimana selanjutnya Ketua?" tanya Jean serius.
"Kita harus berhati-hati, ada kemungkinan itu jebakan atau ..." ungkap Zoan yang ucapannya langsung terpotong oleh intan.
"Atau mereka sedang melakukan misi di kelima desa yang menjadi target kelompok mereka," ucap intan tiba-tiba.
"Benar, ada kemungkinan besar seperti itu. Maka dari itu serahkan hal itu pada ku untuk menyelidikinya terlebih dahulu" ucap Zoan menatap lurus kearah bangunan yang menjadi markas cabang assosiasi pembunuh.
" Apakah, tuan muda akan sendiri lagi ke sana?" tanya Jenita dengan sedikit raut wajah khawatir.
" Tidak untuk kali ini aku akan membawa Cause bersamaku. Apakah kamu bersedia Cause?" ucap Zoan membalikan badannya menatap kearah salah satu rekannya Cause.
"Tentu ketua...!" ujar Cause bersemangat.
" Okeh, baguslah. Untuk sisanya aku serahkan kepada kalian, Ayo Cause !" ucap Zoan melesat begitu juga Cause ikut melesat.
Alasan utama Zoan memilih Cause karena ia memiliki teknik layaknya seorang assassin meski elemen yang ia miliki adalah Api dan angin berbeda dengan para assassin pada umumnya yang memiliki elemen kegelapan.
" Bersiaplah!"ungkap Zoan sesaat tiba didepan gerbang dan hendak memasukinya.
Cause mengangguk dan mulai menggunakan teknik nya. "Tubuh Dewa angin : penyatuan angin ! ungkap Cause dengan tubuh yang perlahan menghilang serta mulai menyatu dengan angin yang berhembus disekitar.
Teknik yang digunakan Cause merupakan teknik tingkat Langit. Selama ini hanya beberapa orang yang mengetahui teknik tersebut salah satunya Zoan yang telah diberitahukan oleh Jean dan Zuab sewaktu pertarungan melawan markas cabang assosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit no 18, itu pun diberitahukan melalui telepati.
Maka dari itu sesaat melihat Cause menggunakan teknik itu dihadapannya Zoan hanya berpura-pura terkejut. Menurut perkataan Jean dan Zuab ia harus berhati-hati dan terus waspada akan pergerakan Cause, Zoan pun mengikuti saran tersebut.
"Hmm,...?!"ungkap Zoan sesaat melihat seringai yang sangat tipis dari mulut Cause sesaat sebelum menghilang.
"Teknik Kegelapan : Bayangan!" ucap Zoan yang perlahan tubuhnya memudar dan mulai menyatu dengan bayangan, ia melesat dari setiap bayangan ke bayangan lainnya. Dari mulai bayangan pohon,rumah bahkan bayangan benda-benda yang memiliki bayangan Zoan dapat menempatinya.
Teknik bayangan ini dapat Zoan lakukan sesaat ia telah memahami elemen kegelapan ke tingkat Sempurna. Adapun tingkat pemahaman memiliki 5 tingkatan : 1) Dasar,2) Menengah,3) Tinggi, 4) Sempurna, 5) Legenda.
30 menit berlalu, selama itu pula baik Zoan atau pun Cause telah berhasil mengelilingi bangunan tersebut serta dari hasil penyelidikan mereka, didalam bangunan tersebut hanya ada sekitar 100 orang serta 1 orang yang memiliki kekuatan yang cukup tinggi, Mereka yakini bahwa 1 orang itu adalah sang komandan elit no 20 pemimpin cabang asosiasi pembunuh disini.
Zoan sendiri saat ini berada disalah satu pojok ruangan tepatnya didalam bayangan gelapnya, Sementara itu Cause berada di halaman bangunan menyatu dengan angin yang berhembus.
"Cause, mulai sekarang ! jangan lupa beritahu Jean dan lainnya. Kita bergerak cepat." ungkap Zoan langsung menampakkan diri serta melesat kearah seorang pemimpin yang saat ini terlihat sedang diatas tempat tidur ditemani oleh 2 orang wanita entah siapa wanita itu Zoan tidak tahu.
Tanpa disadari oleh komandan elit no 20 Zoan tiba didepan wajahnya langsung menendang kepala lelaki bejat tersebut. Zoan terlihat tidak memperdulikan raut wajah terkejut baik dari kedua wanita yang masih tanpa busana sehelai pun serta sang komandan elit yang menubruk dinding ruangan sesaat setelah ditendang oleh Zoan.
"Sialan...!"
wussh.....
sang komandan elit no 20 bangun dan langsung melesat kearah Zoan yang juga sudah bersiap menyambut serangan.
"Siapa kau ?" ungkap sang komandan elit no 20 sambil terus bertukar pukulan dengan Zoan.
"Malaikat maut mu...!" ungkap Zoan tak mau kalah terus melancarkan pukulan tangan kosongnya.
__ADS_1
"Cih, dasar bocah tengik !" ungkap komandan elit melompat mundur serta mengeluarkan dua bilah pedang dikedua tangan kiri dan kanannya.
"kau pikir hanya kau saja yang bisa menggunakan pedang," ungkap Zoan melesat sambil mengeluarkan dua pedang yang langsung ia pegang oleh kedua tangannya masing-masing.
wussh....
Trang...trangg...
Duarr... duarr....
Benturan senjata dan pertempuran cukup sengit tak terelakkan. Ya, Zoan juga menggunakan teknik pedang ganda. Dengan bantuan Skill copy-nya ia dapat meniru gerakan sang komandan itu.
"Pakai pakaian kalian lalu cepat pergi dari sini" ungkap Zoan disela-sela pertarungannya.
Mendengar hal itu kedua wanita yang masih terkejut dengan cepat tersadar dan mulai memakai pakaian mereka lalu bergegas pergi.
wussh...
Duarr....
Terdengar juga suara ledakan dari arah luar yang tak lain adalah pertarungan Jean, Cause, Zuab, intan dan Jenita. Mereka berenam terus membombardir dengan Serangan-serangan yang membuat tempat tersebut porak-poranda terkhusus bagian luar halaman bangunan.
Seakan tak mau kalah Zoan dan sang komandan elit no 20 juga melakukan pertarungan sengit hal itu terus berlanjut selama beberapa menit hingga suatu ketika Zoan menemukan sebuah celah dan menggunakan celah tersebut untuk melancarkan serangannya.
"Elemen tanah pengikat Bumi!" gumam Zoan menghentakkan kakinya, tak lama dari bawah tanah keluar tangan dengan elemen tanah yang berhasil mengunci kedua kaki sang komandan elit hingga ka bisa digerakkan. Dengan cepat Zoan menebaskan pedangnya kearah tangan kanannya.
"Arrgh.....!" suara kesakitan komandan elit no 20 saat tangan kanannya berhasil terpotong oleh pedang yang digenggam oleh tangan kanan Zoan, tangan kirinya terlihat menahan pedang yang ada ditangan kiri sang komandan elit.
Darah berceceran dari bejat tangan kanan komandan elit yang terpotong.
"Keparat,.. Kau! Walau harus mati aku akan membawamu " ungkap komandan elit melompat mundur, sambil melepaskan genggaman pedang tangan kirinya lalu mengeluarkan sebuah pil berwarna merah gelap dan memasukannya kedalam mulutnya.
"Pil apa yang yang dia makan itu?" ucap Zoan sesat melihat Pill yang dimakan oleh sang komandan elit.
Dengan waspada Zoan memasukan lembu kedua pedangnya kedalam cincin ruang dan kini ia mengeluarkan satu pedang yang beberapa hari ia beli, pedang itu tak lain bernama pedang jiwa naga.
"ah, kau sudah tak sabar ya. Baiklah-baiklah ayo kita mulai" ungkap Zoan melesat kearah sang komandan elit no 20, yang memiliki penampilan berbeda saat ini.
Sang komandan elit memiliki penampilan berkulit merah, memiliki dua tanduk sang masing masing tangan memiliki 3 dengan memegangi gada, dan dua mata dengan pupil hitam legam.
Tanpa ragu Zoan melesat mencoba menebaskan pedangnya kearah lengan sang komandan elit.
slash....slash....
Zoan langsung melompat mundur sesaat setelah berhasil memotong salah satu lengannya.
Namun apa yang mengejutkan terjadi lengan yang telah terpotong itu kembali menyatu kembali setelah beberapa detik terjatuh ke tanah.
"Regenerasi yang mengerikan !" ungkap Zoan.
"Hahaha.... kau tak akan bisa membunuhmu yang sekarang,aku telah menjadi mahluk yang abadi !" ungkap sang komandan elit no 20 tiba-tiba bersuara.
wussh....
Setelah mengatakan hal itu sang komandan elit no 20 langsung melesat kearah Zoan sambil mengarahkan gada yang ia pegang kearah Zoan.
"Teleportasi!" ujar Zoan singkat
ia pun langsung menghilang dari tempat itu dan muncul kembali dibelakang sang komandan elit lalu menebaskan pedangnya kearah kepalanya.
Slash... pluk... tebasan Zoan berhasil memisahkan kepala sang komandan elit, tak berhenti di situ Zoan kembali menebaskan pedangang kearah lengan-lengan serta kedua kaki sang komandan elit no 20, dalam waktu singkat Zoan dapat melihat potongan-potongan kaki dan lengan itu berserakan di atas tanah. ia pun menghela nafas lega, serta berinisiatif meninggalkan tempat tersebut.
Akan tetapi hal yang tidak disangka oleh Zoan yaitu semua bagian tubuh yang telah terpotong itu tanpa terkecuali kepalanya kembali menyatu dalam hitungan detik.
wussh....
sang komandan elit langsung melesat serta melemparkan salah satu gada nya kearah punggung Zoan.
Buakk....
__ADS_1
Zoan terkena lemparan 1 gada itu dan membuatnya tersungkur. Belum juga bernafas Zoan kembali dikejutkan dengan kemunculan sang komandan elit didepan wajahnya terlihat komandan elit itu menendang kepala Zoan, hingga membuat Zoan kembali terlempar dan membentur dinding.
Darah segar keluar dari mulut serta hidungnya, " Benar-benar tidak terduga ya!" ungkap Zoan mengusap darah nya, terlihat kini sorot matanya sangat tajam serta kilatan listrik disekitar kakinya.
"Teknik langkah Petir !"
"Teknik ganda : Tebasan Yin & Yang !"
Zoan melesat dengan cepat serta menebaskan tebasan pedangnya. Zoan menggunakan teknik milik Zuab(langkah petir) Serta teknik milik intan(tebasan Yin&yang) , meski menggunakan senjata yang berbeda namun dengan pemahaman nya Zoan berhasil menggunakan teknik tersebut bahkan ia dapat melakukannya lebih baik dari intan sendiri.
Slash... slash...slash...
Zoan menebaskan pedangnya beberapa kali sehingga berhasil memotong kembali semua bagian tubuh sang komandan elit itu berkeping-keping.
Tak berhenti disitu saja Zoan lalu menggunakan teknik lainnya."Tebasan Pemecah ruang dimensi !" ungkap Zoan kembali menebaskan pedangnya.
Duarr...duarr...
Ledakan serangan Zoan mengenai sang komandan elit no 20. Debu berhamburan memenuhi ruangan itu, Zoan mengibaskan tangannya sehingga debu dan kepulan asap menghilang dengan cepat.
"ah, mungkin itu kelemahannya. Aku harus cepat memusnahkannya !" ungkap Zoan melesat dengan cepat kearah benda berbentuk kristal yang bercahaya berwarna merah gelap.
Disekitar kristal itu juga terlihat gumpalan daging milik komandan elit no 20 yang berusaha meregenerasi dan menyatu kembali. Dengan secepat kilat Zoan membelah kristal yang berwarna merah gelap itu menggunakan pedangnya. setelah membelah kristal itu terdengar suara kesakitan yang menyayat hati, suara itu tak lain adalah sang komandan elit.
"Argh...
"Sialan manusia tengik awas saja kau....argh!" ungkap sebuah suara sebelum menghilang, perlahan tapi pasti mayat komandan elit no 20 berubah menjadi debu dan
hilang tertempa angin.
"Ah, sial merepotkan!" ungkap Zoan sesaat ia teringat dengan sebuah ras yang memiliki kemampuan seperti itu serta ia juga ingat bahwa pil yang yang ditelan itu merupakan pil amukan iblis.
Terlihat dari raut wajah Zoan ada yang mengangkat dihatinya. ia berfikir mengapa 2 komandan sebelumnya yaitu komandan 18 dan 19 tidak menggunakan Pill itu sewaktu melawannya, Zoan pun menghela nafas dan berspekulasi bahwa saat itu mereka lupa menggunakan Pill itu serta terburu-buru untuk melawan Zoan.
Zoan mulai menelusuri ruangan tersebut dan ia kembali merasa bersalah ketika mengetahui bahwa ia terlambat menolong orang-orang yang tak bersalah di markas ini, hal itu ia ketahui sesaat menemukan mayat salah seorang pemuda yang tergeletak di ruang bawah tanah, ia lalu membaca ingatan pemuda tersebut.
Dan terkejut bahwa orang-orang yang sebelumnya ada disini serta sudah menjadi tawanan itu telah dikirimkan kepada orang yang disebut pemimpin tertinggi melalui portal.
Adapun alasan pemuda yang telah jadi mayat ini ditinggalkan karena dipaksa sebagai pelayan kebersihan tempat ruang bawah tanah ini, pemuda tersebut kelaparan tidak kuat hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, untuk kedua wanita yang ditemui dikamar sang komandan elit no 20 itu sengaja di tinggalkan guna memuaskan hasrat sang komandan elit.
Perasaan marah, sedih dan rasa bersalah bercampur menjadi satu. Zoan mengepalkan tangannya dengan erat, ia menguras semua harta dalam tempat tersebut serta langsung menghancurkan tempat tersebut.
...****************...
Diluar halaman markas asosiasi pembunuh juga telah berhasil membunuh semua anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh yang berada ditempat itu.
Kini mereka tengah meletakan tubuhnya disebuah tanah lapang dekat sebuah pohon yang berada dipojok halaman markas asosiasi pembunuh itu.
Bush... bush...
Duarr... Duarr... Duarr...
Sebuah ledakan terdengar sangat keras, ledakan itu dilakukan serang Zoan yang sedang meluruh lantahkan bangunan yang menjadi markas cabang assosiasi pembunuh.
"Aihh... ketua nampaknya sangat marah, sebenarnya apa yang dilakukan oleh orang-orang ini" ungkap Zuab sambil menatap kearah bangunan yang kini nampak perlahan menjadi rata dengan tanah.
"Entah lah..." ungkap Jean menanggapi.
Sebuah kilatan merah dari mata Cause tanpa disadari oleh siapapun termasuk oleh Jean, Zuab, intan dan Jenita.
Wush....
Zoan muncul dihadapan Jean dan lainnya,ia lalu berkata " Beristirahatlah selama 1 jam, setelah itu kita akan mengunjungi kelima desa yang kini telah dikuasai oleh para anggota dan komandan pasukan assosiasi pembunuh di kerajaan ini." ungkap Zoan tegas.
Setelah mengatakan hal itu Zoan juga tak lupa memberikan informasi yang ia dapatkan dari mayat pemuda yang telah ia jelajahi pikiran.
Nyatanya mayat pemuda itu cukup memiliki informasi yang ia butuhkan salah satu nya yaitu kelima desa yang merupakan target dari kelompok cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit no 20 ini.
Kelima desa itu adalah Desa Batu Putih, Desa Binjai, Desa Haryudan, Desa Sousou, Dan desa Loubet.
__ADS_1