Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 36 : Pertarungan Babak ke 2 Kualifikasi Final ll


__ADS_3

Trang Trang....


Suara pedang mengiringi gema pertarungan


" kita harus saling melindungi dan ambil setiap orang satu lawan " ucap Jean.


" ya kau benar kawan " ucap Zuab menimpali.


begitu juga Sera dan Ghea mereka terlihat mengangguk setuju.


" bagaimana dengan mu, Elsya(sekte unicorn merah) ? " tanya jean.


" lihat saja nanti," ucap Elsya lalu melesat kearah seorang pemuda yang berpakaian merah berlambangkan sabit kematian, ya ia menuju ke arah Irwan{Akademi Kematian},.


" kita harus berhati hati dengan nya karena saya merasa dia memiliki niat tersembunyi " ucap Zuab.


" ya kamu benar " ucap Jean. lalu ia melesat kearah seorang wanita yang terlihat mengenakan pakaian merah darah berlambangkan garis awan warna hitam, dia adalah Ocis{Akademi Darah},.


baik lah saya juga " ucap Zuab tak mau kalah, ia menyerang ke seorang pemuda yang terlihat berasal dari Akademi kegelapan, pemuda yang dilawan Zuab memang benar berasal dari Akademi kegelapan ia bernama Danil.


" kita juga mari saudaraku " ucap Sera kearah Ghea mereka berencana tuk melawan dua orang yang berasal dari akademi kegelapan yang tersisa yaitu Danis dan Suiran, mereka berencana tuk saling bekerja sama.


pertarungan terus terjadi, walau pertarungan kelompok namun tidak menutup kemungkinan dalam pertarungan tersebut baik dalam kelompok atau bukan tetap dapat saling menyerang antar individu ataupun bisa saling bekerja sama lagi pula penyelenggara acara turnamen tak melarang hal tersebut


...****************...


" ini akan selesai dengan cepat hehe..." ucap Jean. Bagaimana tidak sang lawan cuma berada diranah Diamond Demi Diamond sementara Jean sendiri berada diranah Supreme Platinum God .


" tapak air.... " ucap Jean melancarkan serangan.


" Perisai Darah " ucap Ocis(Akademi Darah),


sesaat serangan tapak Jean akan mengenainya tiba tiba ada sebuah energi spirit yang melindunginya berwarna merah darah. Sesuai nama akademi yang di beri nama Akademi darah murid murid disana banyak mempelajari jurus keterampilan memanipulasi energi spirit menjadi darah.Akademi darah merupakan akademi besar golongan hitam, masih banyak rahasia yang dimiliki akademi darah salah satunya adalah mengendalikan aliran darah lawan meski begitu untuk saat ini teknik mematikan tersebut hanya berhasil dikuasai oleh satu orang saja yaitu kepala akademi, selain metodenya yang mengerikan yaitu harus mengambil darah orang lain lalu air darah tersebut dikumpul diruang kolam darah serta orang tersebut harus mempraktikan teknik pengendalian darah sambil berendam dikolam yang sudah diisi oleh darah dari ribuan orang, agar teknik nya mencapai tahap sempurna dan bila gagal orang tersebut akan mati kering karena timbal balik dari teknik tersebut.


Ocis merupakan salah satu murid yang jenius karena ia berhasil mengubah dan mengendalikan energi spirit menjadi energi darah yang merupakan salah satu tahap dari teknik mengendalikan darah,.


" cukup merepotkan, tapi dengan ranah yang ia miliki sekarang itu tidak masalah hehe..." ucap Jean, sesaat melihat serangan tapaknya berhasil di halau Ocis.


" tapak naga air tingkat 5 : dragonic water death" ucap Jean.


bush .....


air yang entah datang dari mana tiba tiba muncul membentuk siluet kepala naga berjumlah 7 kepala.


" perisai darah tingkat 3 : Pertahan darah Mutlak" ucap Ocis kembali berniat tuk menahan serangan Jean.


wish ...


energi berwarna merah darah terlihat sangat pekat serta kalau dilihat lebih teliti terdapat warna hitam yang tercampur dalam teknik yang digunakan Ocis kali ini,. Dia menguasai teknik elemen kegelapan serta ia menggabungkan teknik tersebut dengan teknik milik akademi darah.


Boomm


Duarrr....


suara ledakan pertarungan Jean dan Ocis berhasil menarik perhatian para penoton yang hadir.


" woah, hebat sekali ...." ucap salah satu penonton terlihat tertarik tuk menyaksikan pertarungan Jean dengan Ocis dari pada pertarungan peserta lainnya.


" meski masih awal tetapi pertarungan ini cukup menarik benarkan ?" tanya seseorang guru pendamping dari akademi Zuang Guang


" ya kau benar " ucap guru pendamping dari Akademi Elemen.


" Cih .." ucap guru pembimbing Akademi darah tak menyangka kalau salah satu lawan dari muridnya mendapatkan lawan yang cukup merepotkan.


" tenanglah disana didalam kelompok tersebut ada muridku, dan dia sudah paham apa yang harus ia lakukan " ucap guru pembimbing dari sekte unicorn merah.


apa yang aku harapkan dari murid mu itu, hah?!" ucap guru pendamping akademi darah dengan arogan.


" lihat saja nanti,lagi pula mana mungkin kita membiarkan kelompok aliran putih memenangkan turnamen ini dengan mudah hahaha..." ucap guru pendamping sekte unicorn merah santai, ia tidak takut atau gugup saat berbicara dengan siapapun dan lagi mereka berada di pintu yang sama yaitu aliran hitam.


bruak, buk buk bush....


boomm


" sial dia ternya kuat " ucap Ocis terpental menabrak dinding pembatas pertarungan.


" haha.., bagaimana mau menyerah ?" tanya jean, sambil mengepalkan tinju nya untuk melakukan serangan susulan.


" Mimpi, dan jangan harap " ucap Ocis .


" ledakan energi darah... " ucap Ocis berniat tuk meledakan diri, energi berwarna merah perlahan berkumpul membentuk bola energi menyelimuti tubuh Ocis.


namun sesaat energi hampir berkumpul sepenuhnya , Jean memukul bola energi merah tersebut.


wish...

__ADS_1


bukk...


Dhuarr...


" argh...., lumayan juga padahal say sudah melapisi tangan dengan energi spirit dan elemen air, namun energi merah tersebut masih berpengaruh. " ucap Jean meringis kesakitan setelah memukul energi yang menyelimuti Ocis.


" menyerah atau mati ?" ucap Jean berjalan kearah Ocis yang terlihat menyedihkan dengan luka sekujur tubuh karena ia gagal tuk melakukan peledakan diri.


" lebih baik saya mati, cepat bunuh saya " ucap Ocis keras kepala.


" hm baiklah ," ucap Jean, lalu ia mengayunkan tinjunya.


" pukulan naga air " ucap Jean.


bush ...


duarrr...


duarr...


" Kau... " ucap Jean sesaat melihat Elsya menahan pukulan yang dilancarkan Jean.


" kenapa,? apa kau melupakan ku , kalau aku berasal dari aliran hitam yang sama dengannya?!" tanya Elsya santai.


" Cih sudah kuduga, kalau begitu mati saja kalian !!!" ucap Jean, lalu melesatkan kembali pukulan nya, seperti sebelumnya pukulan Jean berhasil ditahan oleh Elsya.


" apa yang sebenarnya terjadi,? kenapa seakan akan pukulanku ikut terserap kedalam tubuhnya " ucap Jean heran sambil melihat kearah Elsya yang sedang tersenyum mengejek.


" ayo Yo, mana kebanggaan mu barusan hah?" ucap Elsya.


" hati hati kawan dia dapat menyerap energi orang lain " ucap Zuab tiba tiba.


" Dari mana kau tau,?" tanya jean.


" sebab saya sudah memperhatikan gerak geriknya dari awal ia masuk kelompok kita bahkan saat kau dan ia bertarung barusan" ucap Zuab.


" Cia perhatian, atau jangan jangan kau suka kah?" tanya jean becanda.


" apa yang kau ucapkan itu tidak benar kampret, mana mungkin" ucap Zuab.


" baiklah baiklah, lalu bagaimana cara melawannya, bukan kah ia dikelompok yang sama dengan kita?" ucap Jean.


" gunakan serangan tanpa energi atau teknik" ucap Zuab


" tidak bisa apa kau melupakan misi kita " ucap Zuab.


" ah, kau benar hehe lindungi mereka dan serahkan dua orang ini pada ku " ucap Jean.


lalu Zuab kembali melesat kearah pertarungan Sera dan Ghea. Pertarungan Zuab sudah ia selesaikan dengan cepat sebelumnya.lagi pula yang menjadi lawan lawannya hanya berada diranah diamond tingkat mahir.


" mari kita lanjutkan hehe..." ucap Jean bersiap dengan tinjunya yang tak ia aliri energi spirit ataupun jurus keterampilan sebab ia menggunakan murni kekuatan fisik. Tak mau kalah Elsya pun mengeluarkan pedang yang berada di punggungnya.


" baik lah mari " ucap Elsya.


buk bak buk ...


bush blash blush...


serangan demi serangan pukulan demi pukulan terus Jean dan Elsya lakukan.


Terlihat Sera dan Ghea bertarung dengan Danis serta Suiran, pertarungan intens terjadi tiba tiba datang sebuah serang dari atas yang langsung memisahkan pertarungan mereka.


" sialan siapa yang mengganggu pertualangan kami " ucap Danis kesal


" tenanglah, saya rasa itu berasal dari kelompok kita hehe.., aku tak menyangka ternyata memiliki bantuan dari kelompok mereka hehe..." ucap Suiran tak menyangka bahwa dari kelompok 1 akan ada yang berbelok ke kelompok mereka.


" siapa ? tanya Danis


" Elsya dari Sekte unicorn merah " jawab Suiran.


" Dari mana kau tau " tanya Danis kembali.


" itu hanya intuisi ku saja " ucap Suiran.


wish...


" salam kenal senior saya dari Akademi kematian " ucap Irwan muncul di samping Danis dan Suiran sambil memangku plan tinju nya hormat.


bush ....


" tenang saja saya akan membantumu " ucap Zuab tiba tiba muncul di samping ghea dan Sera, sebelumnya terlihat cemas sebab mereka tak kan mampu menghadapi mereka bertiga akan tetapi setelah kedatangan Zuab terlihat ada cukup harapan.


" aihk, aku tak menyangka dikelompok kita terdapat parasit yang cukup merepotkan saja " ucap Zuab sambil mengingat apa yang dilakukan Elsya kepada kelompok yang menjadi lawannya.


" siapa yang menjadi parasit dalam kelompok kita, " tanya Sera penasaran

__ADS_1


" Elsya " ucap Zuab singkat . ia terlihat bersiap siap terhadap serangan yang akan Danis dan Suiran lancarkan.


" tusukan kegelapan kematian " ucap Danis dan Suiran bersama sambil menusukan dan melemparkan 7 belati kearah Zuab, Sera dan Ghea.


" hm, baik lah " ucap Zuab.


Elemen tanah, dinding tanah penghancur....


elemen kombinasi Petir api " ucap Zuab mengeluarkan 2 jurus keterampilan sekaligus.


buummm...


duarrr...


bushh...


" terimakasih tuan Zuab " ucap Ghea dan diangguki Sera.


" ya sama sama, pulihkan energi kalian dan lalu setelah itu bantu saya " ucap Zuab lalu dengan tombaknya ia melesat dengan cepat menuju arah Irwan, Danis dan Suiran. Zuab berencana tuk mengulur serta membuat Ghea dan Sera mengisi energi nya kembali, ia terpaksa melakukan serangan kearah 3 orang sekaligus lagi pula Zuab sudah di ranah Supreme Platinum God tingkat akhir meski lawannya terlihat cukup merepotkan tapi itu masih dapat ia tangani, lawan yang sedang dihadapi oleh Zuab mereka bertiga berada diranah Demi diamond .


" Jangan sombong kau, " ucap Danis sinis sambil menyantap Zuab.


" siapa juga yang sombong justru kau yang sombong" ucap Zuab.


ledakan pertarungan terus berlanjut tak terasa sudah 1 jam terlewati waktu pertarungan hampir mendekati akhir namun terlihat didalam arena pertarungan terus berlanjut tanpa henti dan sampai saat ini hanya satu yang telah keluar arena atau mati yaitu lawan Zuab sebelumnya Danil dari akademi kegelapan.


Setelah beberapa menit berlalu Sera dan Ghea juga terlihat sudah bergabung dengan Zuab, terlihat juga beban yang diterima Zuab sedikit berkurang.


Trang Trang...


bush...


buumm....


" sial , kalau seperti ini terus saya akan susah untuk melindungi nya " ucap Zuab sambil mengelak serangan dari Danis Suiran, sementara Irwan terlihat sedang memojokan Sera dan Ghea.


buk, duarr....


Sera dan Ghea terpental menabrak dinding pembatas arena, mereka terlihat penuh luka.


" menyerah lah " ucap Irwan


"maaf tuan Zuab saya sudah tidak kuat " ucap Sera tak lama ia pingsan.


" saudaraku Sera, menyerah dan saya masih belum" ucap Ghea berteriak ke arah wasit , Sera pun di bawa keluar arena dan pertarungan kembali dilanjutkan.


" apa kau yakin ?" tanya Irwan


" ya " ucap Ghea tegas, ia tak mungkin membiarkan tuan Jean dan tuan Zuab bertarung berdua saja.


" serangan 50 gelombang air " ucap Ghea


air berkecepatan tinggi berbentuk gelombang menerpa Irwan dan membuatnya terpental sejauh 15 kaki.


" dia masih menyembunyikan teknik nya ternyata " ucap Irwan cukup terkejut.


" pertandingan berakhir, mohon kepada peserta untuk mengakhiri pertandingan dan apa bila tidak peserta tersebut akan didiskualifikasi." ucap sebuah suara yang tak lain adalah Xian Zuan.


Ahok akhirnya ucap Ghea lega.


"Dimana Sera ?" tanya jean tiba tiba.


santai lah dahulu kawan


" Dia sudah menyerah dan pingsan tapi ia baik baik saja " ucap Ghea .


" ouh baguslah, kalau tidak habis lah kita " ucap Zuab menimpali.


*Disisi kelompok 1 lolos adalah Jean,Zuab Ghea dan Elsya (dia terlihat menjauh di kubu kelompok 1). Sementara kelompok 14 yaitu Suiran, Danis dan Irwan.**


" Selamat kepada kelompok dan peserta yang berhasil bertahan di babak kedua ini , untuk babak selanjutnya silahkan untuk kelompok 5 menaiki arena dan mengambil kertas yang didalamnya akan menjadi lawan dari kelompoknya." ucap Xian Zuan. Kelompok 5 naik dan memasuki arena lalu salah satu dari mereka mendekati sebuah kotak dan mengambil sebuah kertas kecil lalu memberikan ke arah sang wasit/Xian Zuan .


" hm, yang akan menjadi lawan kelompok 5 adalah kelompok 13, silahkan kepada kelompok 13 tuk memasuki arena." ucap Xian Zuan.


Kelompok 13 pun memasuki arena dan terdengar suara hiruk pikuk penonton yang bertambah semangat setelah melihat pertandingan sebelumnya.


" Pertandingan dimulai," ucap Xian Zuan tak lupa juga ia mengaktifkan kembali dinding pembatas arena dengan menggunakan energi spiritnya.


Pertarungan pun terus berlanjut serta tak lupa diiringi sorak Sorai penonton.


" woah benar benar turnamen yang menarik dan cukup langka , tidak seperti sebelum sebelumnya ya suamiku? " ucap permaisuri kaisar benua hijau.


". ya kamu benar ziusia yue'er " ucap kaisar benua hijau. Nama permaisuri benua hijau adalah Ziusia Yue xiue.


Mereka dikarunia 1 putra bernama xiong Liu sae dan 1 putri bernama xue niu zuasieu , mereka seumuran zoan saat ini yaitu sekitar 17 tahun, mereka terlahir kembar.

__ADS_1


__ADS_2