
Mentari pagi , disertai hembusan angin ringan menerpa masuk kedalam gua tempat dimana Zoan dan rekan-rekannya berada.
"Apa kita akan berangkat sekarang?" tanya intan.
"Ya, kita akan berangkat sekarang. Bersiaplah!" ungkap Zoan.
Mereka mulai melangkah kan kaki nya keluar gua. Perlahan tapi pasti, Zoan dan rekannya berjalan dengan kecepatan sedang.
"Ketua ! kenapa kita tidak berteleportasi ke markas cabang asosiasi pembunuh langsung saja?." ujar Cause sedikit penasaran.
" Itu karena kita membutuhkan sumberdaya dan pengalaman bertarung agar lebih banyak lagi."ungkap Zoan sambil terus berjalan dengan kecepatan sedang.
Waktu terus berjalan, Matahari terik disertai debu padang pasir terbawa angin khas Padang pasir.
"Berhati-hatilah !" ungkap Jean sesaat tiba-tiba merasakan sebuah niat membunuh dari arah bawah pasir.
wushh....
Tak lama setelah jean mengatakan hal itu, tiba-tiba, sebuah getaran dan retakan dari balik pasir muncul.
"Ehm, binatang beast Semut Perak Sahara !" ungkap Zoan, sesaat melihat jenis binatang beast.
" Berhati-hatilah Semut Perak Sahara dapat memantulkan cahaya panas dari punggungnya. Kelemahan semut itu adalah kedua matanya." ungkap Cause melompat serta melemparkan kedua shuriken yoyo nya.
Semut perak Sahara diklaim sebagai binatang semut tercepat didunia. Berbeda dengan binatang-binatang gurun lainnya, semut perak Sahara sering mencari mangsa pada saat matahari terik di Padang gurun.
gmbr. Ilustrasi Semut Perak Sahara.
"teknik ruang : Tusukan tombak"
ungkap Jenita menusukan tombaknya sambil mengendalikan Elemen ruangnya.
Clab... Clab...
"Rasakan itu !" ungkap Jenita sesaat ia berhasil menusukan tombaknya kearah salah satu tubuh Semut perak Sahara yang menyerang.
"Bagus teruskan Jenita !" ungkap Zoan sesaat melihat bahwa serangan yang dilancarkan Jenita berhasil membunuh salah satu dari Semut Perak Sahara itu.
Serangan demi serangan mereka lakukan, hingga beberapa waktu terlewati Dan akhirnya mereka berhasil membunuh semua semut perak Sahara itu. Seperti biasa mereka tak lupa mengambil kristal beast yang terdapat pada semut perak Sahara tersebut.
Waktu berjalan dengan cepat, kini Zoan dan rekan-rekannya mulai memasuki gurun iblis bagian dalam. Zoan dan rekan-rekannya terlihat berusaha untuk menghindari pertempuran, selain karena menghemat energi hal itu juga agar mempercepat perjalanan mereka menuju markas cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit no 19.
__ADS_1
Terik matahari yang menyengat tak terasa mulai kembali berlalu. Terlihat ia sudah mulai tenggelam sambil memberi sambutan kepada sang rembulan malam berteman kan bintang-bintang sebagai penghias malam yang cerah.
Santai namun pasti, Zoan dan rekan-rekannya akhirnya mereka telah tiba di sebuah tempat yang mana 4 meter dari tempat mereka berada saat ini kedepannya merupakan markas cabang Assosiasi Pembunuh.
Tanpa basa basi Zoan melakukan hal yang seperti sebelumnya yaitu penyusupan terlebih dahulu, Mereka masih menggunakan taktik yang sama saat melakukan pemusnahan kepada kelompok cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit no 18.
Zoan melesat ke arah markas cabang Assosiasi Pembunuh dengan berubah menjadi seekor tikus listrik.
...****************...
Sementara itu hal yang belum ia(Zoan) ketahui di beberapa desa, terlihat kobaran api, jeritan meminta tolong serta genangan darah mulai berceceran memenuhi desa tersebut.
Sekelompok orang yang sangat bengis mulai melancarkan aksinya sesuai dengan apa yang telah diperintahkan sang pemimpin tertinggi.
Mereka berpakaian hitam, menutupi seluruh tubuhnya.
"To-tolongg, ampuni kami...!
"tolong ja-jangan ambil putri dan istri ku!"
"tolong, hiks ...hiks .... ayah...!"
Berbagai teriakan histeris terdengar memenuhi desa tersebut malam itu. Entah sudah berapa manusia yang menjadi korban kekejaman kelompok itu, yang pasti kelompok tersebut menjarah semua harta desa serta para perempuan dan pemuda didesa tersebut.
Kelompok tersebut berjumlah 2.000 kurang lebih, yang diketuai oleh komandan pasukan.
Penyerangan tersebut berjalan dengan cepat, tanpa perlawanan, meski ada penjaga didesa tersebut namun itu tidak terlalu berarti dengan jumlah pasukan penyerang yang begitu banyak dan secara mendadak.
"haha....! Cukup memuaskan panen malam ini" ungkap sang komandan sesaat melihat bahwa anak buahnya berhasil menjarah serta membawa para pemuda dan pemudi didesa tersebut.
Dengan suara lantang komandan pasukan berkata pada bawahannya.
"Mari kita pergi dan melaporkan kepada komandan elit bahwa tugas bagian kita telah selesai... " ungkap komandan pasukan.
"Baik !" ungkap para bawahan secara serempak.
Sementara itu para remaja desa yang dibawa hanya meratapi nasib sial mereka dan kelemahan mereka.
Terlihat kemarahan serta dendam yang membara terpancar dari tatapan pemuda dan pemudi itu.
Akan tetapi bagaimana pun juga mereka tidak bisa apa-apa, para pemuda-pemudi itu tidak dapat berkutik dan berbuat banyak hal untuk melawan, Selain karena yang kebanyakan adalah manusia biasa, mereka juga kalah dalam hal tingkat kultivasi dan jumlah.
Kelompok berpakaian hitam itu membawa para pemuda dan pemudi dengan cara meletakan dipunggung para beast burung yang telah mereka jinakkan. Maka dari itu kelompok itu dapat sampai guna memberikan laporan dengan cepat.
__ADS_1
"Lapor pemimpin elit! kami sudah selesai." ungkap sang komandan pasukan mewakili bawahannya.
Orang yang disebut pemimpin elit pun mengangguk, serta melemparkan sebuah kotak dan berkata : " Kerja bagus dan gunakanlah benda dalam kotak itu jika kau mengalami hambatan yang merepotkan. Beristirahat lah sejenak kita akan menunggu 2 grup yang dipimpin oleh 2 komandan pasukan, mungkin mereka juga tak akan lama lagi tiba. Pergunakan lah waktu istirahat mu dengan baik"
"Baik pemimpin elit, saya mohon pamit dan terimakasih atas kemurahan nya." ungkap sang komandan pasukan menunduk hormat tak lama ia pun berjalan mundur untuk kembali.
"Ehm, nampak nya berjalan dengan sangat baik " gumam sang komandan elit sesaat merasakan dua grup yang dipimpin oleh 2 komandan pasukan telah tiba.
Komandan elit itu memakai topeng dengan no 1, yang artinya merupakan komandan elit yang terkuat dari 20 komandan elit yang dipilih oleh sang pemimpin tertinggi.
Ada 5 desa yang menjadi target kelompok cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit no 1, desa tersebut yaitu Desa Fazin, Desa Kuan, Desa Kariyu, Desa Baiyun dan Desa Duazi, Semua desa tersebut tepat berada di kerajaan Fastan di Barat daya.
Kelompok cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit no 1, itu saat ini menjadikan markas sementara di Hutan Saurus.
Terlihat senyum mengembang sang komandan elit no 1, pertanda puas atas kerja para komandan pasukan yang dipimpin olehnya.
"Bagus, kalian memang tak mengecewakan ku." ungkap sang komandan elit no 1 sambil menatap kelima komandan pasukan yang saat ini telah hadir diruangan khusus nya.
"Dengan ke berhasilnya kalian ini, kita dapat kembali dapat menguasai kelima desa tersebut haha...!" ungkap nya lagi.
Kelima komandan pasukan yang hadir itu pun ikut tersenyum senang dan bangga dihari mereka masing-masing.
Dari hasil penyerangan kepada kelima desa tersebut Adalah 250 tewas, 100 luka ringan dari 10.000 ribu orang yang dibawa oleh kelompok cabang asosiasi pembunuh komandan elit no 1.
Hal tersebut cukup wajar, karena kelima desa yang diserang itu memberikan sedikit perlawanan meski pada akhirnya sia-sia.
flash back on :
Sesaat setelah melakukan pertemuan kelompok Asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh sang pemimpin tertinggi serta diakhiri dengan memberikan tugas ke masing-masing komandan elit. Tugas itu adalah mulai melakukan penyerangan serta penaklukan ke setiap daerah yang ada di benua hijau secara terang-terangan, Para komandan elit pamit dan mulai melaksanakan tugas nya.
wush... wush... wush....
Para komandan elit menghilang bak ditelan oleh bumi. Sang pemimpin tertinggi yang melihat tersebut menyeringai karena ia sudah tak sabar untuk menguasai benua hijau.
"hahaha... tunggu saja! Aku akan membalaskan perbuatan kalian para dewa." Ucap sang pemimpin tertinggi disertai 3 aura yang perlahan merembes keluar, dan tak lama ke 3 aura tersebut menghilang karena sang pemimpin tertinggi kembali menarik aura tersebut.
Sementara itu terlihat salah satu komandan elit telah kembali ke wilayah yang kelompok ia kuasai.
Begitu sampai sang komandan elit itu langsung menghubungi para komandan pasukannya guna melancarkan misi yang telah ia terima. Kebetulan misi yang ia terima Cukup dekat dengan markasnya. komandan elit itu tak lain dan tak bukan adalah komandan elit no 1.
flashback off :
Maka dari itu tak heran Kelompok yang pertama yang telah menyelesaikan dan melaksanakan tugas tersebut tak lain adalah kelompok cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit no 1.
__ADS_1
Perlu diketahui setiap komandan yang menyandang gelar komandan elit, itu mendapatkan no urut tersebut bukan hanya sekedar pajangan semata namun itu semua sesuai dengan reputasi, distribusi serta kemampuan mereka.