Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 94 : Saatnya Rencana Ke-2 !!!


__ADS_3

Para komandan elit dengan gigih dan tak menyerah terus melakukan serangan jarak dekat dan jarak jauh secara bergantian kearah monster Gorila Pembalik.


"Teknik Tebasan : Membelah Lautan !"


Lesatan pedang terlihat membelah tanah serta menimbulkan getaran dan retakan disekitar lesatan tebasan pedang tersebut, "Aku harap serangan ini memberikan luka goresan padanya." Gumam si dewa Satu tebasan, ialah yang melesatkan teknik tebasan itu.


Wushhh.....


"Teknik pembalik : Pantulan Serangan !" ujar sang monster Gorila Pembalik, sambil melentangkan kedua tangan nya, Serangan yang dilancarkan itu mengenai tubuhnya dan tak lama sebuah sinar berwarna merah keluar dari tubuhnya disertai sebuah lesatan pedang yang kini malah berbalik kepada orang pemilik teknik tersebut.


Duarr.... !


"Cih, selain cepat, akurat tetapi juga serangan itu dibalikkan kembali dengan 2× kali lipat dari serangan ku." ungkap sang komandan elit no 14(Si Dewa Satu Tebasan) terpental menabrak beberapa tempat tinggal ditempat itu.


Dari jarak yang tidak jauh


"Benar-benar monster yang menarik !" ucap Yuan Hao(nama asli Zuab). Ia terlihat cukup tertarik dengan kemampuan monster itu, dari awal ia cukup terkejut sesaat Zoan memanggil monster itu apalagi menyuruh monster Gorila Pembalik itu untuk menahan 7 komandan elit sekaligus. Bagaimana tidak, bahkan jika ia sendiri yang melawan ketujuh komandan elit yang sedang bertarung Zoan mungkin ia bisa menang namun itu tidak akan mudah karena bagaimanapun setiap komandan elit memiliki kemampuan uniknya masing-masing.


"Aku jadi penasaran, bagaimana jika aku melemparkan racun ku ke tubuh monster itu. Apakah akan terjadi hal yang sama yaitu terinfeksi racun ku atau malah sebaliknya, monster itu dapat memantul racun yang ku buat ini?!" ucap Hun jie sambil memainkan satu botol warna hijau gelap berisi racun alam baka ditangan kanannya.


"Yah, coba saja. Dan juga jangan lupa untuk bersiap-siap untuk kemungkinan terburuknya" ujar Yuan Hao, masih terus dengan tatapan menuju kearah pertarungan para komandan elit dan sang monster Gorila Pembalik yang melindungi tuannya yang sedang menyerap Pill.


"Apakah maksudmu aku akan terkena racun ku sendiri? Ahahaha... itu konyol, apakah kau lupa kalau aku memiliki tubuh Dewa racun." ucap Hun jie bangga, ia sangat yakin bahwa tidak ada racun yang dapat melukai dirinya bahkan dari dulu hingga kini ia tak pernah merasakan apa itu namanya teracuni oleh orang lain.


Tubuh Dewa racun Adalah salah satu dari 15 tubuh istimewa yang jarang dimiliki para kultivator. Sebenarnya ada sekitar 100 jenis tubuh yang tergolong unik namun menurut analisis para ilmuwan terdahulu, menyatakan bahwa ada 10 tubuh unik juga istimewa yang jarang dimiliki seorang kultivator, serta biasanya orang yang memiliki tubuh unik juga istimewa, maka orang tersebut berkesempatan besar untuk menjadi salah satu penguasa mutlak suatu dunia. Tubuh unik juga istimewa itu adalah; 1)Tubuh Absolute, tubuh terkuat diantara 10 tubuh istimewa. Tubuh itu memiliki keistimewaan yang salah satunya yaitu dapat menguasai dan menyerap semua energi disemua alam dan mengendalikannya.2)Tubuh Kehidupan, tubuh ini biasanya dimiliki oleh seorang perempuan, serta salah satu keistimewaan nya yaitu Dapat menghidupkan yang mati. 3)Tubuh kematian, tubuh ini biasa dimiliki para laki-laki, salah satu keistimewaan nya yaitu memanipulasi kematian dan mengubah takdir kematian terkhususs bagi Si pemilik tubuh ini. 4)Tubuh Roh, tubuh yang dapat membangkitkan para roh untuk menjadi pasukan rohnya. Biasanya dimiliki pemimpin elf. 5)Tubuh Elemen, tubuh ini dapat mengendalikan segala jenis elemen. 6)Tubuh Api, Dapat memanipulasi berbagai macam jenis api, terkhususnya api-api surgawi.7)Tubuh Pedang, Dapat memahami seni ber-pedang dengan sangat mudah. 8) Tubuh Aura, tubuh yang dapat menyerap segala jenis aura tanpa efek samping dan menggunakannya.9) Tubuh Yin Yang, tubuh yang dapat memanipulasi elemen Cahaya dan kegelapan ketingkat paling tinggi diantara siapapun. 10)Tubuh Naga, Biasanya dimiliki oleh para ras naga, mereka memiliki ketahan fisik yang sangat luar biasa apalagi jika sudah ditempa dengan sangat baik.11) Tubuh Racun, Dapat menggunakan racun yang mengerikan dan kebal. 12) Tubuh Darah, Biasanya dimiliki oleh ras vampir, dapat memanipulasi darah. 13) Tubuh Es/Yin, dapat memanipulasi Es atau Cahaya(tergantung Genetik yang dominan nya) ketingkat yang sangat tinggi. 14) Tubuh Bintang(Penghancur), dapat menyerap energi bintang namun memberikan efek samping pada saat awal penggunaan teknik penyerapan. 15) Tubuh Reinkarnasi, Tubuh yang tidak akan pernah musnah meski jiwa(roh) dihancurkan sekalipun, karena pemilik tubuh ini memiliki takdir mutlak yaitu untuk terus bereinkarnasi.


!!!!


"Ah akhirnya selesai juga !" ujar Zoan meregangkan sedikit tubuhnya,


Whushh....


"Mari kita bekerja sama kawan,!" ungkap Zoan yang tiba-tiba muncul dipundak Gorila Pembalik.


Sang gorila mengangguk setuju dan lagi ia tak bisa terus-terusan bertahan menggunakan teknik pembaliknya.


Zoan dan Gorila Pembalik melesat kearah para komandan elit,


Trangg...


Trangg...


Benturan pedang terus terdengar mengiringi pertarungan.


"Cabuk Semesta : Kesakitan yang mendalam!" Ujar Sang komandan elit no 2(si cabuk Iblis), mengarahkan lesatan cabuk nya kearah Zoan yang sedang melesat kearahnya.


Ctack...


"Teleportasi !" ujar Zoan menghilang dan serangan cabuk itu malah mengenai sang Gorila pembalik,


Ctarrr..... wushh...


"Arggh... tubuhku sakit sekali, dasar tak tuannya tak monster nya kalian sama-sama membuat ku marah!" Ujar sang Cabuk Iblis kesakitan sesaat Serangan yang dilancarkan olehnya malah berbalik menyerang dirinya.


"Eh..., Benarkah ! aku menantikan nya, pak tua." ujar Zoan muncul disamping si cabuk Iblis(komandan elit no 2),


Slash....


Whushh...


Serangan tebasan yang dilancarkan Zoan berhasil dihindari. "Bagaimana dengan ini ?" Ujar si Cabuk Iblis melesatkan cabuk nya kearah Zoan yang berada disamping kirin nya.


Ctarrr....


"Ahk, boleh juga kau. Tapi nampaknya kau hanya bisa menggoreskan terhadap pelindungku saja !" ungkap Zoan sesaat melihat pelindung energi yang ia buat tergores oleh serangan cabuk itu.


"Bagaimana dengan ini ? Teknik Suara : Tusukan Belati tanpa Suara ! " Ujar seseorang yang tak terlalu jauh dari Zoan, orang itu melemparkan 4 buah belati kearah Zoan.


Ctakk...


Prayy....


Pelindung energi spiritual yang Zoan buat pecah sesaat ke 4 belati itu menghantamnya. Kini tersisa tinggal dua belati tersisa yang masih melesat kearah kepala Zoan.


" Teknik tebasan pedang bintang!" ujar Zoan menangkis kedua belati yang sedang melesat kearah kepalanya itu, ia masih terus menggunakan teknik itu untuk memberikan serangan kearah komandan elit no 2 yang kebetulan lebih dekat dengan nya saat ini.


SRATT...SRATT...


CTARR....CTARR...


Serangan pedang Zoan saling beradu dengan sebuah Cabuk. Komandan elit no 2 menahan dan menangkis serangan berpedang Zoan.


Whushh... Duarr...!!!


Boomm....


Sebuah serangan melesat kearah pertarungan Zoan dengan si Cabuk Iblis(komandan elit no 2). Tentu si Cabuk Iblis menyadari serangan tersebut karena ia sendiri yang meminta serangan tiba-tiba tersebut, maka dari itu diwaktu yang sangat tepat ia menghindarinya. Sementara Zoan tak sempat karena saat itu ia sedang fokus untuk menggunakan teknik pedang bintangnya.


Beruntung sang gorila pembalik dengan cepat mengahalau serangan itu dengan tubuhnya sehingga serangan itu malah berbalik.


"Dia benar-benar cepat, padahal kan sebelumnya, ia sedang melawan kakak pertama. Namun kini monster itu telah berada disini bahkan berhasil menghalangi serangan ku!" ujar Si Pemabuk, yang mana wajahnya terlihat mabuk berat serta gaya berjalannya pun sempoyongan seakan bisa jatuh kapan saja, ia adalah komandan elit no 7.


!!!!

__ADS_1


"Teleportasi!" gumam Zoan lalu ia muncul di depan si Pemabuk(komandan elit no 7) dan langsung menendang perutnya hingga membuat nya terpental.


"Teleportasi!"


Whushh....


Ia muncul kembali di hadapan sang komandan elit no 2 lalu kemudian ia melakukan hal sama yaitu menendang perutnya hingga terpental.


lalu ia berteleportasi kembali dan kali ini ia muncul di tempat si Pemabuk terpental, "Hukum Elemen : Dunia gelap!" ujar nya, tak lama di tempat yang gelap tanpa cahaya muncul dua sosok yang satu adalah Zoan dan yang satu lagi adalah Si Pemabuk(komandan elit no 7).


Zoan sengaja menggunakan teknik tersebut, selain memiliki cukup banyak keuntungan, ia juga tak bisa diganggu oleh orang lain di pertarungan nya ini.


"Hukum domain kah! Baiklah bagaimana kalau kita beradu hukum domain?" ujar si pemabuk menaikan alisnya. lalu tak lama ia menggumamkan sesuatu " Teknik Hukum : Domain Hutan !." Zoan yang melihat itu sedikit terkejut karena domain gelap nya kalah dengan domain si pemabuk. Namun ia kembali seperti biasa kembali dan seringai tipis tercetak dari mulutnya.


"Teknik Hukum : Domain Hutan !" ujar Zoan santai, tentu saja dari awal pertarungan ia sudah mengaktifkan skill copy-nya, maka dari itu ia dapat sesuka hati guna meniru teknik orang lain.


"Hem, seperti informasi yang kami dapatkan tentang kau anak muda. Kau memang memiliki masa depan yang tak terbatas tapi sayang kau akan mati ditangan ku" ungkap sang komandan elit no 7, kali ini ia terlihat serius bahkan raut wajah mabuknya telah hilang.


"Monster pohon serang dia!" perintah Si pemabuk sambil menunjuk kearah Zoan.


"Heh, kau pikir kau saja yang dapat melakukan itu !. Monster pohon serang dia! " Ujar Zoan melakukan hal sama namun yang ia tunjuk adalah monster pohon yang sedang mengarah kepadanya.


Bumm... bumm...


Benturan antara serangan monster pohon vs monster pohon tak terelakan.


"akar merambat, serang pria tua itu!" perintah Zoan tanpa memberikan jeda, ia langsung memanipulasi akar di domain tersebut dan berteleportasi sesaat akar-akar itu telah berhasil mengikat si pemabuk(komandan elit no 7), ia tanpa ragu langsung menebaskan pedangnya.


"Akan ku buat kau tidak bisa bereinkarnasi kembali rasakan ini, pak tua! Tebasan Penghancur Jiwa....."


Wushhh....


Sebuah tebasan Zoan tepat mengenai kepala si pemabuk, tak lama setelah kepala itu lepas dari tubuhnya sebuah cahaya berwarna putih muncul dan langsung membunuh jiwa si pemabuk yang akan pergi meninggalkan raganya untuk bereinkarnasi. Namun sayang Zoan tak membiarkan itu.


"Duarr...!" ujar Zoan sesaat setelah berhasil lalu ia keluar dari sisi dominan hutan itu Bersamaan dengan itu jasad sang komandan elit no 7 juga terjatuh dan tergeletak ditanah tak jauh dari keberadaan Zoan.


"Cih sekarang, si pemabuk yang mati. Sebenarnya apa yang terjadi padahal kan sebelumnya pemuda itu telah memasuki domain Si Mabuk...?!" ujar si komandan elit no 14(Si Dewa Satu Tebasan), sedikit tak memahami apa yang sebenarnya terjadi.


"Hanya ada dua yang mungkin terjadi yaitu, pemuda itu memiliki domain lebih kuat dari si pemabuk dan lagi jangan lupa kalau pemuda itu dapat meniru segala jenis teknik, salah satunya ia bisa meniru teknik domain si pemabuk....!" ujar si komandan elit no 3(Si Haus Darah) menjelaskan kemungkinan yang menjadi penyebab kematian rekannya itu.


Prokkk...!


Prokkk.....!!


"Hebat, benar-benar hebat analisis mu, namun sayang orang sehebat dan sepintar dirimu akan mati tanpa bereinkarnasi !" ujar Zoan tiba-tiba berada disamping si komandan elit no 3(Si Haus Darah).


Tentu semua orang komandan elit disekitar itu terutama si haus darah sangat terkejut, meski mereka sudah melihat dan merasakan teknik teleportasi Zoan namun tetap saja rasa keterkejutan selalu menghampiri mereka.


"Teknik Hukum : Domain Hutan !" ujar Zoan langsung menggunakan domainnya guna mengeksekusi si komandan elit no 3.


"Ohoho... kau sudah menguasai domain rekanku, benar-benar hebat. Tapi tolong jangan samakan aku dengan nya, hehehe....!"


ujar Si Haus Darah, mengeluarkan pedang besarnya. pedang itu berwarna merah gelap disertai aura kematian yang terus merembes keluar, bahkan akar-akar yang melesat kearahnya langsung layu dan mati tidak dapat beregenerasi kembali.


Tak lama setelah itu domain yang digunakan Zoan retak dan pecah berkeping-keping, kini Zoan dan Si Haus Darah (komandan elit no 3) Sedang berada disebuah Tanah yang dipenuhi oleh aura kematian, genangan darah serta bau busuk mayat yang tergeletak begitu saja.


Zoan sedikit terpengaruh pada awalnya, namun setelah beberapa waktu terlewati ia mencoba untuk menyesuaikan diri ditempat tersebut. Berbeda dengan komandan elit no 3 yang terlihat baik-baik saja diiringi senyuman lebar.


"Terimalah Kematian mu, pemuda. Kau harus bangga karena kau mati saat berada didalam wilayah domain kematian ku, hahahaha.....!" ungkap si komandan elit no 3 tertawa terbahak-bahak, merasa telah berhasil menjebak Zoan dalam domain nya.


Domain kematian yang dimiliki si haus Darah dapat menyerap aura kematian lawan beserta kehidupan hingga tubuh korban kering layaknya tengkorak.


"Cih... ingin menghisap energi kehidupan ku, Itu tak akan mudah ?!"ujar Zoan singkat dengan wajah yang sudah tenang kembali dan menyesuaikan diri.


"Death Zone of Blood !"


Wussh....


Genangan darah yang awalnya diam kini beriak dan berubah bentuk menjadi berbagai bentuk, ada yang seperti monster, ada yang seperti para binatang dan ada juga seperti manusia.


"Kau... ! Dapat mengendalikan darah disekitar mu?" ujar sang komandan elit no 3 terkejut. Bagaimana tidak, teknik itu berdasarkan apa yang ia ketahui saat ini hanya sang pemimpin tertinggi yang dapat menggunakannya, yah meski ada sebuah rumor bahwa ada satu orang lagi yaitu Surui pengganti salah satu dari tiga pelindung yang sudah tidak ada(Cause\=Yuan lu).


Meski begitu teknik yang digunakan Zoan sedikit berbeda, karena Pan hanya dapat mengendalikan teknik pengendalian darah ini hanya jika orang yang ia terget kan berada dalam jangkauan 10 meter saja.


Sementara sang pemimpin tertinggi(Assosiasi pembunuh) dapat mengendalikan darah korban dalam radius 1000 kilo meter.


Teknik yang Death zone of blood sendiri merupakan teknik yang kini telah Zoan tingkatkan, pada awalnya teknik itu hanya dapat membuat senjata darah dari si penggunanya, dan kini Zoan mengembangkannya menjadi teknik pengendalian darah. Bahkan ini baru percobaan pertama kali ia menggunakan teknik pengendalian darah, ia merasa cukup puas akan keberhasilannya dalam meningkatkan teknik ini.


"Serang dia!" ujar Zoan kepada mahluk yang terbuat genangan darah.


Srrt... srrrtt...


Para mahkluk darah itu melesat kearah sang komandan elit no 3 berada, para makhluk itu memang mudah dikalahkan dan terlihat lemah. Tetapi itu cukup untuk Zoan memberikan serangan fatal pada lawannya, terlihat kini Zoan melesat sementara sang komandan elit no 3 disibukan meladeni para mahkluk darah yang diciptakan Zoan, para mahkluk itu tidak menghilang begitu saja mereka terus beregenerasi kembali sat tubuh mereka hancur.


Kelemahan mahkluk darah yang diciptakan hanya ada dua yaitu terbunuhnya pengguna teknik tersebut, atau menggunakan api suci surgawi.


Slash... Slash....


Zoan memotong kepala sang komandan elit no 3, hingga terpisah dari tubuhnya dalam waktu singkat.


Tubuh dan kepala yang sudah terpisah itu jatuh, bersamaan itu Domain kematian hancur.


"Tiga...!" ucap Zoan bertepatan saat ia muncul dimana Si Haus Darah sebelumnya berada.

__ADS_1


Para komandan elit yang tersisa kembali melebarkan matanya, mereka tak menyangka hanya dalam waktu sesingkat itu pemuda itu menghabisi nyawa rekan mereka.


Mereka menahan nafas sejenak, "Tuan pelindung bisakah kalian berdua membantu kami, kami tidak bisa mengatasinya.?!" Teriak sang Komandan elit no 1, menatap lurus kearah tempat yang kosong.


"Ouh sekarang kau meminta bantuan yah!, bagus lah sekalian kalian semua menyerang ku. Itu mungkin dapat mempersingkat waktuku serta hehehe....!!" ujar Zoan cukup keras hingga terdengar sampai ke pertarungan sang kaisar Benua hijau berada.


whushh...


Dua orang muncul didekat sang komandan elit no 1. Mereka adalah Yuan Hao(Zuab) dan Hun jie (sang pembuat Pill racun alam baka).


"Pengkhianat akhirnya kau keluar juga" ujar Zoan memancarkan aura membunuh sesaat menatap tajam kearah Yuan Hao(Zuab),


"Cih, itu karena kau sendiri yang bodoh dan tidak menyadari penyamaran kami, yah walaupun kau hebat telah berhasil membunuh Yuan lu(Cause) tapi jangan salah paham bahwa selama ini tidak pernah menganggap kalian sebagai saudara ku!' ujar Yuan Hao(Zuab) mencibir serta menatap kearah Zoan dengan tatapan yang tak kalah tajam serta memancarkan aura membunuh juga.


"Hem,... Baiklah aku tidak akan memberikan kemudahan dalam Kematian mu !" gumam Zoan lalu melesat memasuki pertarungan.


Whush....


Duarr... duarr....


Ledakan demi ledakan terdengar, Zoan melompat kebelakang.


"Hukum Elemen: Dunia Gelap !"


" Death Zone of Blood !"


"Tebasan Penghancur jiwa !"


Wushh....


Slash... Slash...


Zoan menggunakan tiga teknik sekaligus, namun ia hanya berhasil menjebak 2 orang, yaitu Yuan Hao(Zuab) dan sang komandan elit no 1 (Si formasi Kematian).


"Cih, dia berhasil menjebak kita.!" ujar Komandan elit no 1 mendengus sedikit kesal.


"Tenanglah mari kita gabungkan teknik domain kita menjadi satu maka kita memiliki kesempatan untuk membunuhnya di domain itu-..." ucap Yuan Hao, akan tetapi hal itu dengan cepat terhalangi dengan serangan susulan yang dilancarkan Zoan.


Pertama-tama mereka berdua tidak dapat menggerakkan tubuh mereka, penyebabnya tentu karena teknik Death Zone of Blood, yang dilancarkan Zoan mencangkup keberadaan mereka berdua, lalu beberapa saat kemudian sebuah tebasan pedang mengenai mereka berdua secara bergantian. Selain itu tebasan itu langsung menebas kearah leher mereka berdua. Kejadian itu sangat cepat dan menguras lebih dari setengah energi spiritual Zoan.


Bahkan baik Yuan Hao (Zuab) dan sang komandan elit no 1 tidak dapat merasakan rasa sakit, saking cepatnya kejadian itu berlaku.


"Hah...hah... energi spiritual ku terkuras lagi, sial...!" ujar Zoan masih dalam domain kegelapan nya. Mungkin hal inilah alasan mengapa Zoan tidak melakukan nya, karena dapat menguras energi spiritual nya secara gila.


"Haihhh.... beruntung aku menggunakan domain untuk mengantisipasi kejadian seperti ini dan juga ini keberuntunganku karena mereka kalah cepat dengan ku dalam melakukan serangan." ujar Zoan menghela nafas, perlahan tapi pasti energi spiritual itu terisi kembali.


Whussh....


Duarr.... duarr....


Zoan kembali ketempat pertarungan, baru juga Zoan tiba, ia langsung disambut oleh 5 serangan sekaligus.


Buakk...buakk...


Zoan terpental menabrak berbagai hal yang menghalangi, baik itu pohon, rumah bahkan tanah tak terkecuali.


Ugghh...ugghh.... !


" Oeekk...oekk... mereka bear benar memaksaku, tapi dimana kawanku?!" tanya Zoan memuntahkan darah serta melihat sekeliling sesaat tidak melihat Monster Gorila Pembalik.


"Kau mencari Kera sialan itu ya, hahaha...!" ujar seseorang berpakaian hijau, orang itu menatap tajam kearah Zoan.


"Oiyah, perkenalkan aku adalah Hun jie. satu dari tiga pelindung tuan tertinggi." ujar nya kembali memperkenalkan diri.


"Uhukkk.... !" Zoan kembali memuntahkan darah, ia tak menyangka bahwa saat ia keluar tiba-tiba diserang.


Zoan mengeluarkan 3 buah pil dengan masing-masing jenis. berbeda, dan memasukannya kedalam mulutnya, Pill Penyembuh/regenerasi untuk meregenerasi kulit ditubuhnya, Pill Penetral racun karena salah satu dari lima serangan itu ada yang mengandung racun yang mengerikan, dan terakhir untuk Pill penambah energi guna menambah energi yang cukup terkuras saat menahan racun agar tidak menyebar didalam tubuhnya.


Setelah menelan Pill itu ia berteleportasi ke sebuah tempat namun masih di dalam ruang lingkup kediaman asosiasi pembunuh, ia melakukan itu guna menyerap khasiat Pill itu, serta tak lupa ia memberikan pesan telepati kepada sang kaisar agar mengulur waktu selama beberapa waktu.


Alasan Zoan selalu menggunakan Pil, karena ia tak ingin dirinya mengalami kehabisan total energi spiritual, yang nantinya dapat mengganggu rencana nya.


Di sisi Kaisar Benua Hijau berada


Ia saat ini sedang bertarung ditemani oleh Leshy sang mahkluk panggilannya, mereka juga telah berhasil membunuh 4 orang Diantara mereka, kini tiga orang komandan yang tersisa itu melompat mundur. Begitu pun sang kaisar, "Hem... telepati !?" ujar sang kaisar sesaat Merakan bahwa Zoan menghubunginya, ia pun meresponnya.


"Ya, ada apa?" tanya kaisar melalui telepati.


"Tolong kamu ulur waktu untuk ku sebentar, aku sedang menyerap beberapa Pill guna mengobati luka ku !" ujar Zoan cepat sebelum menonaktifkan teknik telepati nya.


Sang kaisar menghela nafas, ia tak tau sekuat apa orang yang dilawan oleh pendekar peniru itu hingga menyebabkannya terluka.


"Huh...Baiklah, tak masalah !" gumam sang kaisar menghela nafas, lalu mengarahkan pandangannya ke arah Leshy.


"Leshy, bersiaplah kita akan menghadapi tamu yang lebih merepotkan kan. Sudah saatnya kita gunakan rencana ke-2 !" ungkap sang kaisar memberitahukan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Cih, Kenapa tak bilang dari tadi saja. mungkin sekarang kita sudah berhasil dengan mudah membunuh orang-orang ini." ujar sedikit kesal Leshy.


Rencana kedua yang dimaksud adalah rencana, yang mencangkup dan mempengaruhi sekitar. Rencana ini memungkinkan si korban terjebak dalam sebuah ilusi hutan tanpa batas. Bahkan ranah tertinggi Petapa pun akan terpengaruh oleh teknik ini.


Cara menggunakan teknik ini cukup sederhana yaitu mengorbankan seluruh energi spiritual si pengguna, meski begitu tidak akan membuat si pengguna mati dan hanya akan mengalami penurunan 1 ranah tiap penggunaan teknik ini, serta membuat si pengguna tidak bisa menggerakkan tubuh selama 1 hari penuh.


#Jangan lupa like, komen, vote and rate 5 nya

__ADS_1


See you next time....


Babay...


__ADS_2