
"Ah, sialan... apakah kita akan melihatnya saja ?!" ujar salah seorang berpakaian biru sedikit jengkel dengan keadaan mereka yang hanya dapat melihat dan terus mengalirkan energi spiritual kedalam formasi sementara itu terlihat pemuda yang menjadi
lawan Komandan elit nya mulai dapat mengikuti alur pertarungan. Bahkan sesekali meniru teknik serangan jarak jauh dimiliki komandannya yang mengandalkan serangan energi spiritual.
"Sudahlah, mungkin komandan berencana untuk menguras energi dan tenaga tubuh pemuda itu, sebelum memerintahkan kita bertarung dengannya." ungkap si hitam melirik kearah si biru.
"Ya, benar apa yang di katakan si hitam, lagi kita semua tau sendiri bahwa Komandan elit no 17 itu sangat suka bertarung apalagi lawannya itu kali ini telah membangkitkan semangatnya." ungkap si ungu menimpali ucapan si hitam.
"haih,... baiklah-baiklah " ungkap si biru pasrah dan kembali memerhatikan pertarungan Zoan vs komandan elit nya yang terus berlangsung.
Kini di sekujur tubuh sang komandan elit no 17 terdapat cukup banyak luka lebab yang ditimbulkan dari serangan pukulan tangan kosong milik Zoan, begitu juga sebaliknya di tubuh Zoan sendiri cukup banyak sayatan pedang yang bersarang bersamaan darah yang keluar.
Bagaimana manapun juga lawan Zoan tidak seimbang, meski Zoan terlihat dapat mengimbanginya namun ia juga menderita kelelahan karena ranah kultivasi tertekan dan hal itu membuat sedikit terganggu aliran energi spiritual didalam tubuhnya.
Zoan merasa cukup lemah saat ini, namun tidak dengan pandang orang lain mereka hanya bisa mengatakan kata MENGERIKAN hal itu tidak serta-merta, semua itu disertai bukti yang mana Zoan mampu menandingi pertarungan dengan orang yang beberapa kali lipat lebih tinggi dari ranah nya.
wushh...
"Rasakan ini, Pukulan pemecah ruang dimensi !" ungkap Zoan melesatkan pukulannya kearah komandan elit no 17 yang juga melesat kan pedangnya kearah tangannya.
Duarr....
kreakk....kreakkk...
2 pedang yang digunakan sang komandan elit untuk beradu tinju dengan Zoan pecah berkeping-keping, di lain sisi Zoan terpental mundur menghantam dinding formasi.
Oeekk....
Zoan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya. Sebelumnya ia menggunakan teknik pukulan pemecah ruang dimensi yang telah ia kuasai serta telah ia copy menggunakan skillnya.
Teknik Skill copy memang meresahkan, namun dengan teknik ini juga Zoan akan lebih dikenal sebagai pendekar peniru The impersonator.
Zoan terbangun setelah menabrak dinding kekkai itu. Ia mengusapkan tangan kirinya untuk membersihkan darah di sudut mulutnya.
"Kau,... Kau ! menghancurkan kedua pedangku bocah tengik." ungkap sang komandan sesaat sadar dari keterkejutannya, ia tak menyangka bahwa kedua pedang yang selalu menemaninya kini berubah menjadi pecahan.
"KALIAN BERLIMA BANTU AKU MENGHABISI BOCAH TENGIK INI !" teriak sang komandan elit no 17 dipenuhi amarah, mengarahkan pandangannya kearah kelima komandan pasukan yang sedang mengalirkan energi spiritual nya ke dalam formasi.
wush...wush... wush....
Tanpa banyak basa-basi kelima komandan pasukan itu langsung menghentikan formasi segelnya dan melesat dengan cukup cepat kearah Zoan.
Duarr... duarr...
Tempat Zoan berada langsung dibombardir oleh berbagai serangan. Sang komandan elit itu terlihat mengeluarkan sebuah Pill berwarna merah gelap.
" Tak akan kubiarkan !" ungkap Zoan tiba-tiba muncul dibelakang komandan elit no 17 yang hendak memasukan Pill amukan iblis kedalam mulutnya ia pun menendangnya sehingga. membuat komandan elit itu tersungkur dan ia gagal memakan Pill itu. Zoan melesat kearah dimana Pil itu tergeletak setelah terlepas dari pegangan tangan komandan elit no 17 dan ketika sudah dalam genggamannya Zoan meremas Pill amukan iblis itu dengan tangan kirinya hingga remuk. Semua hal itu terjadi dengan begitu cepat.
flash back on :
Sesaat setelah berbenturan pukulan dengan kedua pedang milik komandan elit, lebih tepatnya sesaat sang komandan elit no 17 menyuruh kelima komandan pasukannya menyerang Zoan bersama.
Formasi yang selama ini mengekang kultivasi kini telah hilang dan dalam se-perkian detik itu ia langsung menjentikan jarinya untuk berteleportasi kearah dimana sang komandan elit no 17 berada.
Ketika ia melihat sang komandan elit itu mengeluarkan sebuah Pill dan hendak memakannya, Zoan tak membiarkan hal itu. dan lagi Pill itu sama dengan Pill yang digunakan oleh komandan elit no 20 yang telah ia lawan sebelumnya.
flash back off :
"Arrgh... bocah tengik sialan !" ungkap sang komandan kesal.
"Dan kalian, juga tidak berguna.!" ungkap sang komandan kembali marah akan mengingat serangan yang dilancarkan oleh kelima orang komandan pasukan nya itu berhasil dihindari oleh lawannya.
Suara yang dilontarkan oleh komandan elit berhasil membuyarkan keterkejutan diwajah kelima komandan pasukan itu. Bagaimana tidak, hanya dalam waktu kurang dari 6 detik setelah mereka melepaskan formasi segel kultivasi dan itu pun setelah itu mereka langsung melesatkan serangan kearah pemuda tersebut, tetapi dalam waktu itu juga pemuda itu menghilang berpindah tempat.
Yang lebih mengejutkannya lagi pemuda itu berpindah tempat kearah Komandan elit nya.
"Si-siapa sebenarnya pemuda ini? ....
ke-kenapa begitu susah untuk ditaklukan." ungkap seorang berpakaian hitam bahkan keempat orang komandan pasukan itu terlihat memikirkan hal sama, terlihat dari raut wajah mereka.
"Ahk, sudahlah mari kita lanjutkan serangan sebelum komandan kembali berteriak yang ke 4 kalinya" ungkap si ungu langsung tersadar pertamakali saat mendengar teriakan komandan elit nya.
wush...wush...
kelima orang itu melesat kearah Zoan yang masih berdiri ditempat ia meremas Pill yang akan dimakan oleh Komandan elit sebelumnya.
"Benar-benar tak diberi kesempatan untuk beristirahat yah, haihhh....!" ucap Zoan saat menengadahkan kepalanya dan melihat kelima orang yang menurut pendengarannya mereka disebut sebagai 5 komandan pasukan.
__ADS_1
Zoan bersiap dengan kuda-kuda serta memegang erat pedang ditangan kanannya.
" Tebasan darah beracun!" ungkap si merah melesat menebaskan pedang berwarna merah kearah Zoan, tentu hal itu diikuti oleh keempat komandan pasukan lainnya, mereka melancarkan serangan kearah Zoan.
"Teknik pedang hitam : hisapan kehampaan dunia!" ungkap si hitam melesat tebasan pedang disertai aura gelap yang menyelimuti.
"Teknik gabungan 3 elemen : Badai Guntur pemusnah lautan ! " ungkap si hijau, si biru dan si ungu bersamaan. mereka bertiga tanpa segan mengeluarkan teknik kombinasi mereka, memang ketiga orang itu dikenal dengan sebutan 3 Taring Darah. Mereka juga 3 bersaudara.
wushh...
wushh...
Ketiga serangan yang cukup mengerikan dilancarkan oleh para komandan pasukan itu tepat mengarah kepada Zoan, meski begitu nampaknya serangan itu masih kalah cepat dan mengerikan daripada teknik Teleportasi yang digunakan Zoan untuk menghindari semua serangan yang akan menghampirinya.
Ctakk....
"Teleportasi !"
" teknik pedang bintang tingkat 2 Tarian bintang !" ungkap Zoan sesaat setelah melakukan teleportasi dan muncul tepat dari arah belakang komandan pasukan yang berpakaian Merah.
Duarr...
Duarr...Duarr...
Sementara itu sebuah ledakan-ledakan yang berasal dari serangan yang dilancarkan ke-lima komandan pasukan hanya mengenai tempat kosong.
Zoan tanpa ragu menebaskan pedangnya, lalu setelah berhasil menebaskan pedangnya dan merenggut nyawa si merah, Zoan berteleportasi dan kembali muncul didekat si hitam, ia terus melakukan hal itu hingga kini kelima komandan mati mengenaskan kepala terpenggal, bahkan tubuhnya terpotong-potong menjadi beberapa bagian, hal itu terjadi ketika tebasan ataupun sayatan dari teknik tarian pedang bintang yang sangat indah namun mematikan. Dan kini tinggal sang Komandan elit no 17 yang terlihat sedang memulihkan diri sesaat tidak berhasil memakan Pill amukan iblis.
"Cih, bawahan yang tidak berguna!" ungkap komandan elit kesal sesat melihat semua komandan pasukannya dibantai habis oleh Zoan.
Komandan elit itu mau tak mau melawan Zoan dengan kekuatan yang masih belum pulih sepenuhnya. Tentu Zoan tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
ia(Zoan) berteleportasi ke sana kemari membuat konsentrasi sang komandan elit no 17 kacau. Kadang ia berteleportasi kearah atas, belakang, kiri, kanan bahkan ia terkadang ia tiba-tiba muncul tepat didepan wajah sang komandan elit hingga membuatnya terperanjat terkejut akan kejadian itu.
"Sudah cukup !" ungkap Zoan berhenti berteleportasi tak jauh dari sang komandan elit.
"ahk, bocah sialan! nampaknya kau sudah kehabisan energi. hahaha..." ungkap sang komandan elit no 17 memegangi kepalanya yang agak pusing, serta sesaat melihat Zoan telah berhenti membuatnya bingung.
"Meski pun kau sudah mematahkan kedua pedangku tetapi aku masih memiliki yang lain" ungkap sang komandan elit mengeluarkan 2 pedang dari cincin ruangnya. Kali ini 2 pedang itu berwarna ungu gelap serta diselimuti dengan aura kematian yang Bahakan lebih pekat dari kedua pedang yang telah di hancurkan oleh Zoan.
Slang...
" Tebasan penghancur jiwa !"
wussshhh...
Lesatan pedang berwarna ungu gelap berbentuk X dengan cepat mengarah kepada Zoan yang tengah bersiap untuk mengeluarkan tekniknya agar berbenturan.
"Serangan itu berbahaya,! serta dapat melukai jiwa orang yang menahan serangan itu.", ungkap Zoan menjentikkan jari dan berteleportasi kembali.
Sang komandan elit no 17 yang melihat itu menyeringai jahat, "kali ini kau tidak akan bisa lari menggunakan teknik teleportasi mu, teknik itu akan mengejar jiwa yang ditujunya" gumam komandan elit, tak lama setelah melancarkan serangan itu ia ambruk. Nampaknya serangan itu menguras semua energi spiritual nya yang tersisa. Selain itu sang komandan elit no 17 itu sebelum benar-benar ambruk ia membakar esensi energi spiritual dengan energi kehidupannya sendiri, hal itu sama saja melakukan bom bunuh diri. Sehingga beberapa saat setelah ia ambruk ketanah ia perlahan tubuh nya terbakar dan berubah menjadi abu dan hilang ter-terpa hembusan angin.
wush...
Zoan muncul dari Teleportasi nya, akan tetapi nampaknya serangan yang dilancarkan oleh sang komandan elit no 17 terus mengikutinya.
Mau tak mau Zoan menahan serangan itu dengan menggunakan teknik yang sama yaitu Teknik Tebasan Penghancur jiwa yang telah berhasil ia copy.
Duaarr...
Kedua teknik sama yang berbenturan itu menghasilkan ledakan yang cukup besar bahkan ruangan istana kerajaan Black Hole tersebut langsung hancur.
Buakk...
Zoan terkena efek dari ledakan tersebut, ia terlempar hingga keluar istana dan membuat kepanikan ditempat tersebut.
"Cih... tidak ku sangkan efek dari ledakan itu sampai seperti ini bahkan aku sendiri yang akan menggunakan teknik teleportasi terganggu oleh efek ledakan itu." ungkap Zoan berusaha bangun.
Sebelumnya sesaat Zoan hendak melakukan teleportasi karena ia tak ingin tekena efek ledakan dari kedua serang yang berbenturan itu, ia tak menyangka ketika itu tiba tiba energinya seakan kacau hingga tak bisa menggunakan teleportasi dan akhirnya seperti sekarang ia terpental serta terbentur kearah bagian luar istana tepatnya kearah halaman istana.
"Teknik itu benar-benar gila! "ungkap Zoan sesaat mengingat efek yang ditimbulkan oleh teknik yang digunakan sang komandan elit no 17.
Setelah mengatakan itu ia duduk lotus guna memulihkan energi spiritual nya, tanpa memperdulikan keriuhan sekitar.
Sementara itu para orang-orang yang berada di dalam kerajaan Black Hole, banyak yang berlaku lalang serta mereka semua merasa bahwa baru terbangun dari mimpi tidurnya. Mereka tidak tahu kenapa ketika mereka sadar, mereka mendapati ruang istana yang menjadi tempat utama dimana raja mereka suka duduk di kursi singgasana hancur porak poranda.
Mereka juga penasaran akan seorang pemuda yang sedang duduk lotus dihalaman kerajaan mereka. Karena tak mau mengganggu atau pun gegabah, dan lagi mereka masih merasakan kepala mereka pusing. Mereka lebih memilih menunggu pemuda yang sedang duduk lotus itu dan ada juga sebagian membereskan ruang istana yang kacau itu.
__ADS_1
30 menit berlalu, kini pemuda yang tak lain dan tak buka Zoan itu membuka matanya. meski kekuatannya belum pulih sepenuhnya namun ia juga sadar tidak bisa membuat orang-orang didepannya menunggu penjelasan nya lebih lama lagi.
Setelah membuka mata Zoan sedikit tersenyum karena bagaimana pun orang-orang kerjaan itu dengan cukup sabar menunggu ia berkata.
Orang-orang itu kebanyakan adalah para petinggi serta keluarga yang tinggal di kerajaan itu, terkhusus yang masih memiliki hubungan dekat dengan raja kerajaan Black Hole.
"Maaf menunggu lama, perkenalkan nama saya Prozz, kalian boleh memanggilku apa saja." ungkap Zoan bangkit dari duduknya serta tanpa basa-basi memperkenalkan.
" Salam kenal tuan prozz. Saya Zhang Fu, saya mewakili lainnya" ungkap Zhang Fu memperkenalkan diri lalu di angguki oleh Zoan.
"Tuan Prozz, sebenarnya apa yang terjadi dan kenapa kami tidak ingat akan mengapa dan kapan pertempuran ini terjadi" ungkap Zhang fu penasaran, Zoan sendiri yang melihat itu menghela nafas panjang ia pun mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Sebenarnya aku juga tidak tau pastinya namun sesat aku kesini kalian nampaknya sudah dalam pengaruh ilusi serta tanpa kalian sadari kerajaan kalian telah diambil alih oleh kelompok assosiasi pembunuh cabang yang dipimpin komandan elit no 17. Bahkan raja kalian juga aku belum bisa memastikan keamanannya" ungkap Zoan menjelaskan singkat padat dan jelas.
"Apakah kalian pernah kedatangan tamu dalam waktu dekat itu?" tanya Zoan melirik kearah semua orang yang hadir.
"Ehmm,... aku rasa tidak ada, karena anggota dewan politik ku tidak menerima tamu waktu dekat waktu itu " ungkap Zhang Fu yang ternyata adalah pemimpin dari dewan politik kerajaan.
"Ah, tunggu ! bukankah 1 bulan yang lalu ada tiga orang yang diundang oleh yang mulia raja untuk mengobati tuan putri ketiga?!" ungkap seseorang bersuara, hal itu cukup terdengar oleh banyak orang tak terkecuali oleh Zoan dan Zhang Fu.
"Benarkah apa yang kamu katakan itu, Bak ju?" tanya Zhang Fu.
"Ya, saya mendapatkan laporan dari salah satu anggota dari dewan informan." ungkap Bak ju yang juga merupakan pemimpin dari 4 dewan yang membantu raja lebih tepatnya ia adalah pemimpin dewan informan.
"Kalau apa yang kamu kata itu benar makan ada kemungkinan ketiga orang itu adalah anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh yang menyamar." ungkap Zhang Fu menebak-nebak sambil melirik kearah Zoan.
"Yah, dugaan mu memang tidak meleset, tuan Zhang fu" ungkap Zoan menghela nafasnya, ia mengira sudah mempunyai banyak bahkan cukup informasi mengenai kelompok assosiasi pembunuh itu apalagi sesaat ia telah berhasil membunuh Cause yang merupakan salah satu dari tiga pelindung dari pemimpin kelompok tersebut, namun nyatanya masih banyak hal yang misteri belum terungkap, ia juga terpikir dengan 2 bawahannya Jai dan Leo yang saat ini ada didekat desa Saidan kerajaan Andreas.
Zoan untuk saat ini hanya bisa menepis jauh-jauh fikiran buruknya, ia saat ini akan membatu kerajaan Black Hole terlebih dahulu.
"Saya akan membantu kerajaan kalian untuk mencari raja kalian, soga saja raja kalian dan keluarga utamanya masih hidup. Oh Iyah apakah kalian mengenal orang yang bernama Sarui ?" ujar Zoan sesaat mengingat salah satu orang yang mengantar nya kekerajan ini.
" Tidak, setahu kami di kerajaan ini terkhusus saat ini tidak ada orang yang bernama Sarui" ungkap Zhang Fu lalu melirik kearah Bak Ju.
" ahk, kau benar. mungkin orang itu salah satu dari tiga orang yang menyamar itu" ungkap bak Ju mengungkapkan apa yang ada dipikirannya.
"Cih, kalau apa yang kau pikirkan itu benar maka. Kelompok Mereka benar-benar sangat terorganisir, Bahakan menurutku lebih baik dari dewan militer kerajaan kita" ungkap seseorang, orang tersebut tak lain adalah pemimpin dewan militer kerajaan.
" Benar-benar merepotkan, Xiang Du!" ungkap seseorang berpakaian mewah layaknya pedagang kaya.
Xiang Du adalah pemimpin dewan pada bagian militer dan strategi perang. sementara orang yang berpakaian layaknya pedagang kaya ia merupakan pemimpin dari dewan ekonomi perdagangan kerajaan Muai Ryu.
pembicaraan itu terus berlanjut, hingga sampai ketika Zoan bertanya " Apakah kalian tahu dimana tempat pintu masuk ke penjara bawah tanah berada?"
Mendengar pertanyaan itu keempat dewan yang sedang berbicara itu tiba-tiba berhenti sambil sedikit mengerutkan keningnya.
"Kenapa tuan Prozz menanyakan hal itu? apakah jangan jangan..." ungkap Xiang Du menjawab pertanyaan Zoan sesaat kemudian Zoan mengangguk sekaligus memotong ucapan Xiang Du.
Melihat hal itu Xiang Du langsung tersadar dan kembali berkata kepada Zoan untuk mengikutinya. Sementara itu ke tiga dewan yang telat memahaminya seketika langsung tersentak kaget ketika memikirkan hal yang sama yaitu ada kemungkinan besar raja mereka berada dipenjara bawah tanah. tentu mereka bergegas mengikuti Zoan dan Xiang Du yang telah melesat menuju ruang bawah tanah berada.
Sebelum pergi pemimpin-pemimpin dewan itu berkata kepada orang-orang nya untuk terus membereskan tempat tersebut.
...****************...
Disebuah jalan menuju luar wilayah kerajaan Black Hole
"Cih, awas saja kau bocah tengik. tunggu pembalasan dari kami" ungkap sesosok berpakaian hitam dengan mulut sebagian ditutupi. Orang itu berpakaian hitam dengan perawakan layaknya assassin.
"Semoga saja saudara sekalian kalian tenang di alam sana dan serah kan sisanya kepada kami" ungkap sosok itu disertai sorot mata tajam.
flash back on :
Sesaat Zoann dan lainnya( kelompok asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit no 17) sedang bertarung dengan cukup sengit, Sarui mendapat pesan suara dari batu komunikasi.
"Sarui pergilah dan laporkan kejadian ini kepada lainnya terkhusus pemimpin tertinggi. Kelompok kita gagal menguasai kerajaan Black Hole" ungkap si ungu yang merupakan salah satu dari komandan pasukan itu sebelum meregang nyawa. Si ungu sendiri memiliki teknik yang dapat melihat masa depan selama beberapa detik sebelum ajalnya menjemput. Teknik itu memang unik dan langka bahkan Zoan sendiri tak mengetahui teknik itu, selain itu teknik melihat masa depan hanya dapat digunakan ketika saat-saat terakhir saja, sungguh teknik yang mengerikan namun konyolnya hanya dapat digunakan ketika saat-saat terakhir.
Awalnya Sarui menolak hal itu dan ia ingin bersih keras untuk mengikuti pertarungan. Akan tetapi si ungu dengan kerak dan menegur agar dengan cepat pergi melaporkan kejadian ini serta meminta untuk berhati dengan pemuda yang mereka lawan ini.
Si ungu juga mengatakan beberapa informasi serta tentang Zoan yang tidak terpengaruh meski dalam formasi ataupun kultivasi nya yang ditekan, pemuda itu memiliki skill yang merepotkan dan mengerikan dari pada semua rumor informasi yang mereka dapatkan tentang pemuda yang memiliki julukan si peniru itu.
"Baiklah, maaf tidak bisa membantu pertarungan kalian" ungkap Sarui sebelum melesat pergi menuju keluar kerajaan Black Hole tepatnya menuju perbatasan.
Sepanjang jalan ia melesat, ia tak memperdulikan hal lain selain menuntaskan tugas terakhirnya.
flash back off :
Beberapa waktu telah berlalu kini Sarui terlihat telah sampai disebuah ruangan yang cukup gelap. Yang mana ruangan itu adalah gua yang berada diperbatasan kerajaan Black Hole dengan kerajaan Void.
__ADS_1
Setibanya di gua itu ia mengeluarkan sebuah kertas yang mana kertas itu berisi pola formasi menuju markas asosiasi pembunuh. alasan Sarui menggunakan gua itu untuk mengaktifkan formasi karena saat formasi diaktifkan akan mengeluarkan cahaya yang sangat terang bahkan ketika disiang hari pun akan terlihat, maka dari itu ia mencari gua yang cukup jauh serta agar jika ditemukan oleh musuh mereka terkhusus pemuda yang memburu kelompok mereka akan cukup memakan waktu.
Sarui pun melompat memasuki formasi itu sesaat sebuah pusaran berwarna merah gelap muncul, sesaat setelah Sarui telah memasukinya, kertas yang berisi formasi itu terbakar serta menghilang.