
Tujuh hari telah berlalu semenjak Kedatangannya dibenua bulan. Kini ia dan Zhang Jingmi semakin dekat dengan perbatasan dengan wilayah Netral/wilayah manusia.
Mereka berdua memang harus bergerak cepat menuju wilayah Netral, namun jika terus memaksakan diri serta tidak mengistirahatkan tubuhnya sesaat setelah melakukan beberapa pertarungan dengan para pengganggu yang mereka temui selama perjalanannya.
Maka ada kemungkinan mereka tak akan bisa bertahan lebih lama lagi jika melakukan pertarungan yang tidak mereka inginkan.
Maka dari itu Zoan dan Zhang Jingmi memutuskan beristirahat sejenak, tak lupa Zoan memasang dua lapis array agar keberadaan mereka tidak mudah tercium atau terlacak oleh para serigala yang ada di sekitar wilayah itu.
Setengah hari kembali berlalu, Zoan dan Zhang Jingmi memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan.
Hingga malam tiba mereka masih terus melesat, tak terasa hari pun menjelang pagi. Dan akhirnya mereka tiba di depan gerbang masuk menuju wilayah netral bagian Luar.
***
“Perlihatkan kartu identitas diri atau bayar 2 koin emas per orang!” ujar penjaga gerbang saat melihat dua sosok yang akan memasuki pintu gerbang.
Dikarenakan Zoan dan Zhang Jingmi tak memiliki kartu identitas maka mereka berdua masing-masing memberikan dua koin emas per orang.
“Masuk lah! Jangan lupa membuat kartu identitas kalian.” Ujar salah penjaga gerbang singkat tanpa basa basi.
Zoan mengangguk dan mereka memasuki gerbang menuju wilayah Netral bagian luar itu. Pertama-tama ia dan Zhang Jingmi akan membuat kartu identitas terlebih dahulu sembari bertanya beberapa hal terkhusus tentang wilayah Netral ini.
Tanpa perlu bertanya kepada sang penjaga gerbang untuk membuat kartu identitas dimana, Zoan dan Zhang Jingmi dapat melihat tak jauh dari mereka berada ada sebuah bangun yang mana di depan bangunan itu bertuliskan Pembuatan Kartu Identitas.
Mereka berdua langsung saja memasuki bangun itu. Zoan dan Zhang Jingmi sebelumnya memang telah mendapatkan informasi dari Lang Jun(serigala liar yang ia takluk kan saat ditengah perjalanan). Hanya saja kebanyakan informasi yang ia ucapkan adalah informasi mengenai wilayah bangsa Serigala serta peperangan antara ras serigala vs vampir yang tak akan lama lagi terjadi.
“Hallo, selamat pagi!” Ucap seorang wanita muda menyapa tamu yang baru saja datang.
“Ya, selamat pagi juga. Ehm... Ngomong-ngomong bagaimana cara kami untuk membuat kartu identitas?” tanya Zoan sesaat tiba didepan meja wanita yang menyapanya itu.
“Ah, kalau itu cukup dengan mengisi formulir, lalu meletakan tangan kamu di bola kristal ini yang nanti akan bersinar terang dengan warna ungu berarti kalian ras serigala, merah berarti ras vampir, dan putih ras Manusia. Serta jangan lupa untuk biaya pembuatan sebanyak 5 koin perunggu per orang.
Zoan dan Zhang Jingmi mengangguk tanda mengerti. Tanpa membuang waktu mereka berdua melakukan hal yang perlu dilakukan untuk membuat kartu identitas.
Di tempat itu bukan hanya ada mereka bertiga, namun ada sekitar 100 orang yang sedang berada di ruangan itu. Walau ramai dan tak sedikit banyak orang yang melirik ke arah dua insan yang sedang mendaftarkan kartu identitas terutama kepada Zhang Jingmi, tak sedikit pria yang tertarik padanya.
Beruntung orang hadir ditempat itu adalah dari ras manusia, jika saja ada ras lainnya terutama ras serigala. Keributan akan tak bisa terhindarkan.
Zoan tentu merasakan banyak tatapan itu, namun ia menghiraukan nya dan fokus pada apa yang ia lakukan saat ini. Zhang Jingmi juga merasakan nya dan ia berusaha untuk tak memperdulikan, walau begitu zoan tetap dapat melihat rasa ke tidak nyamanan dalam dirinya.
Beberapa saat kemudian Zoan selesai dengan proses pembuatan kartu identitas begitu juga Zhang Jingmi.
Ia keluar dari ruangan itu, mereka terus melangkahkan kakinya menuju sebuah tempat makan yang yang keberadaannya tak jauh dari tempat mereka membuat kartu identitas.
Seperti tempat makan umumnya, di depannya dijaga oleh dua penjaga. Untuk ranahnya sendiri berada di ranah elit level 5, satu tingkat berada diatas Zoan.
Zoan dan Zhang Jingmi saat ini berada diranah Warrior level 9. Semenjak menginjakkan kaki di benua bulan ia menyadari bahwa mereka sangat lah lemah dibandingkan orang-orang disini.
Bukan hal yang sulit bagi Zoan dan Zhang Jingmi mencapai ranah itu, apalagi setiap ia berIstirahat mereka selalu melakukan latihan didalam artefak ruang dimensi.
__ADS_1
Zoan dan Zhang Jingmi untuk saat ini belum meningkatkan kekuatan kembali, karena mereka ingin mengetahui lebih banyak struktur dan informasi-informasi dari tempatnya berada saat ini.
Hal beruntung selalu menyertai mereka. Terutama saat menginjakkan kaki di wilayah Netral karena belum ada yang membuat masalah kepada mereka.
“Perlihatkan kartu identitas atau jangan memasuki rumah makan ini!” Ujar sang penjaga tegas.
Zoan mengangguk serta cukup kagum dengan penjaga itu karena tegas dalam menjalankan tugasnya dan tidak sewenang-wenang.
Tanpa ragu kedua insan itu memperlihatkan kartu identitas yang mereka miliki, tak perlu waktu lama sang penjaga mengangguk dan mempersilahkan masuk.
Rumah makan itu memiliki 4 lantai, lantai 1-2 untuk kasta rendah dan menengah, sementara lantai 3 untuk kasta bangsawan dan elit. Untuk lantai 4 sendiri memiliki wewenang sendiri tak terikat oleh hal-hal lainnya termasuk kasta, hanya saja lantai 4 diperuntukan untuk mencari informasi serta memiliki biaya pembayaran yang sangat fantastis melebihi pembayaran untuk memasuki lantai 3.
Zoan menghampiri sang resepsionis, seperti biasa banyak pasang mata yang melihat mereka. Hal itu memang sudah menjadi kebiasaan di rumah makan itu jika ada orang baru yang memasuki rumah makan itu.
“ Halo, tuan ! Ada yang bisa saya bantu?” tanya sang resepsionis ramah.
“Saya orang baru disini, dan membutuhkan informasi. Apakah kamu bisa membantuku mendapatkan informasi?!” ucap Zoan tanpa basa basi, tentu perkataan Zoan dapat didengar jelas oleh orang-orang yang kebetulan hadir di tempat itu.
“ Kalau begitu tuan hanya perlu naik kelantai 4 maka semua informasi yang diinginkan tuan muda akan terpenuhi. Namun akan dikenakan biaya pembayaran yang di kali lipat, bagaimana?” Ujar sang resepsionis masih dengan memperlihatkan senyum ramah diwajah nya. Tak ada sedikit pun rasa meremehkan orang di dalam hati nya, karena itu sudah menjadi ketentuan Rumah Makan Enak86.
“Berapa harganya? Tanya Zoan singkat.
“50 kristal energi atau setara dengan 50.000 koin emas, tuan muda” ujar sang resepsionis.
Zoan sedikit tersentak begitu juga Zhang Jingmi, akan tetapi mereka dengan cepat berekspresi seperti biasa kembali. Tentu sang resepsionis melihat hal itu dan hanya tersenyum seperti biasa, karena memang kebanyakan orang baru akan tersentak akan harga tersebut.
Sang resepsionis mengambil dan memeriksan isi dari dalam cincin ruang itu, tak lama ia pun mengangguk sebagai tanda bahwa pembayaran nya sesuai.
“Qiu’er antar tuan dan nona muda ini menuju lantai 4, perlakukan dia dengan baik!” Ucap sang resepsionis tak lama setelah mengatakan hal itu, seorang perempuan muda dengan pakaian biru laut bercampur hijau Jamrud muncul disisi kiri Zoan.
Hal itu cukup mengejutkan kembali bagi kedua insan itu, karena mereka tak bisa merasakan keberadaan nya sebelumnya. Mungkin bagi orang-orang yang hadir di tempat itu sudah biasa karena hal itu sudah menjadi hal umum, walau begitu tetap saja mereka selalu dibuat kagum oleh orang-orang dari Rumah Makan Enak86.
“Mari tuan,nona muda!” ujar Qiu’er mengarahkan pandangannya ke arah Zoan dan Zhang Jingmi.
“Aku Zoan, dan ini teman ku Zhang Jingmi.” Ujar Zoan memperkenalkan
“Baik tuan Zoan dan nona Jingmi, mari !” ucap Qiu’er mengangguk paham dan kembali mengajak Zoan untuk mengikutinya.
Kurang dari 3 tarikan nafas Qiu’er membuat segel tangan, setelah dirasa selesai. Segel tangan itu bersinar, serta menyelimuti Zoan, Jingmi dan Qiu’er.
Whush!
Ketiga orang itu tiba-tiba menghilang. Yap, segel yang dibuat Qiu’er adalah segel khusus untuk berteleportasi menuju lantai 4.
Ketiga orang itu kembali muncul di depan sebuah pintu yang bertuliskan 4.
“Tuan Zoan dan Nona jingmi, kita sudah sampai silahkan masuki pintu no 4 itu.” Ujar Qiu’er disertai senyum manisnya.
Qiu’er sendiri memiliki umur yang sangat muda,hal itu terlihat dari wajahnya. Bahkan ada kemungkinan lebih muda 4 tahun dari Zoan dan Zhang Jingmi.
__ADS_1
“Baik terimakasih, telah mengantarkan kami!” ucap Zoan
“Ehm, kalau tak salah tebak tadi itu teknik teleportasi kan?” tanya Zoan sesaat sebelum melangkah menuju pintu tujuannya.
“iyah, itu teknik teleportasi tepatnya teknik segel perpindahan.” Ujar Qiu’er sedikit terkejut karena kedua insan itu tidak terpesona oleh teknik nya, dan hanya menampilkan ekspresi biasa tidak seperti orang-orang umumnya yang sangat mengagumkan teknik itu.
“emh, kalau boleh tahu. Apakah tuan dan nona. Ahli teknik teleportasi jugakah?” tanya Qiu’er penasaran.
“Kenapa kamu bertanya seperti itu?” tanya Zoan malah balik bertanya.
“Emh, itu karena terlihat dari ekspresi wajah tuan dan nona yang nampak sudah terbiasa akan teknik teknik tersebut.” Ujar Qiu’er sedikit malu dan menundukkan kepalanya karena ia merasa bahwa ia telah lancang bertanya dan berkata seperti itu pada tamunya.
“Ya, kamu benar kamu sudah terbiasa kan teknik itu. Tetapi yang dapat menggunakan teknik itu adalah temanku tuan Zoan.” Yang menjawab adalah Zhang Jingmi bukannya Zoan.
Zhang Jingmi sedikit memperlihatkan ekspresi wajah kesal, karena Qiu’er selalu melihat ke arah Zoan dan ia tak menyukai hal itu.
Tentu saja baik Zoan dan Qiu’er menyadari hal itu. Zoan hanya bisa menggelengkan kepala serta tidak mengerti apa dan kenapa Zhang Jingmi mengekpresikan seperti itu.
Di sisi lain Qiu’er menyadari kesalahannya dan ia semakin merasa tak enak terutama kepada Zhang Jingmi. Jujur saja ia memang tertarik dengan pemuda yang bernama Zoan itu, bahkan sejak saat pandangan pertama kali.
“Ma_maaf, saya tak bermaksud. Kalau begitu silahkan tuan dan nona.” Ucap Qiu’er mengakhiri pembicaraannya serta langsung membuat segel tangan dan tak lama sinar menyelimuti dirinya lalu menghilang.
“Sudah lah, Mi’er. Lagi pula kenapa kamu mengekpresikan wajah kesal begitu bukan kah ia hanya bertanya.” Ucap Zoan sambil menghela nafas serta masih belum mengerti penyebab Jingmi kesal.
“Humph...! Zhang Jingmi bukanya menjawab, ia malah menampilkan wajah semakin kesal serta memalingkan ke arah samping.
“Baiklah, ayo!” Ujar Zoan tak ingin memikirkan hal itu lebih lanjut.
Mereka berdua melangkahkan kaki serta memegang gagang pintu untuk membukanya.
Kreak...!
Pintu terbuka, kedua insan itu pun memasukinya. Tak jauh dari mereka tepatnya di sebuah kursi terlihat pria paruh baya duduk santai sambil meminum teh yang terletak di atas meja.
“Duduk lah, dan tanyakan apa yang ingin kalian tanyakan” Ujar pria paruh baya mempersilahkan Zoan dan Jingmi saat mereka baru tiba.
Zoan dan Jingmi duduk di kursi yang masih kosong. Pria paruh baya itu melihat Ke arah dua insan itu secara bergantian, lalu menjentikkan jarinya.
Bush...!
2 minuman berisi teh muncul di atas meja. Sang pria paruh baya itu pun memperkenalkan diri.
“Selamat datang dilantai 4, perkenalkan saya Gu Yuan orang biasa menyebut saya sang informan, kalian boleh memanggil ku seperti itu atau memanggilku dengan sebutan pak tua Gu.” Ujar Gu Yuan santai sambil menyesap teh nya.
“Perkenalkan saya Zoan dan ini teman ku Jingmi. Kamu menginginkan informasi mengenai benua bulan serta informasi hangat.” Ujar Zoan singkat, serta tak lupa memperkenalkan diri dan keinginannya.
“Ehem,.. baiklah. Pertama-tama saya akan menceritakan sejarah wilayah ini terbentuk. Beberapa ribu tahun lalu benua ini bernama Benua Harapan, bukan benua bulan. Nama benua harapan berubah menjadi benua bulan semenjak setelah terjadinya pertempuran antara tiga ras. Awalnya ketiga ras itu saling berhubungan baik, akan tetapi suatu hari terjadi kesalahpahaman dari ketiga ras tersebut. Kesalah pahaman itu berawal dari ketiga putra mahkota dari masing-masing pemimpin ras, yang berhasil dihasut oleh bangsa iblis lalu...” Gu Yuan terus menceritakan awal mula perubahan dari benua ini, atau sekarang bernama benua bulan.
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih!
__ADS_1