
Di arena pertarungan....
"Okeh, baiklah saudara saudari sekalian mari kembali kita lanjutkan turnamen final ini. Kepada peserta Zoan prozz dari Guild petualangan serigala dan Duan Di dari akademi lubang hitam, untuk masuki arena pertarungan!" ucap sang wasit
Zoan dengan santai berjalan menaiki arena pertarungan, setibanya diarena baik Zoan maupun Duan Di memperkenalkan diri masing masing.
"saya Zoan dari Guild petualangan serigala,!" ucap zoan.
" saya Duan Di dari akademi Lubang hitam.!" ucap Duan Di tak mau kalah memperkenalkan diri.
"baiklah, kalian siap? kalau begitu Mulaiii....!" ucap sang wasit seperti biasa. zoan dan Duan Di pun saling bertatapan tak lama setelah itu mereka mulai melesat cepat disertai pedang dalam genggaman tangan mereka masing-masing. sorak Sorai penonton terdengar dan menambah kesan meriah pertarungan.
"Mari kita lihat, apa yang akan pemuda itu tampilkan dipertarungkan ini. Semoga saja lebih menarik daripada sebelumnya" ucap sang kaisar benua hijau.
"apakah ayah benar-benar tertarik dengan pemuda yang bernama Zoan itu.?" tanya seorang pangeran yang duduk diantara dua saudara lainnya.
" ya, kamu benar putra ku dia memang pemuda yang cukup menarik" ucap sang kaisar benua hijau. "apa kamu tidak tertarik dengannya dan merekrutnya tuk masuk ke pihak kita?" tanya kaisar benua hijau. "ya memang apa yang dikatakan ayah memang benar, namun apakah pemuda tersebut mau berada di pihak atau disisi kita!" ucap pangeran yang duduk diantara dua saudaranya.
"sudahlah adik kedua, mari kita lihat nanti apa yang akan ayah lakukan" ucap pangeran yang paling kanan. ia merupakan anak pertama atau biasa disebut pangeran pertama, sementara untuk yang ditengah adalah pangeran kedua dan untuk yang paling kiri adalah putri kaisar benua hijau atau biasa dipanggil saudari ke tiga.
Mereka terus berbincang-bincang hangat sambil terus menyaksikan pertarungan antara Zoan Prozz dengan Duan Di.
bushh....
duarrr.....duarr...... suara ledakan akibat bentrokan energi spirit berlanjut dengan sangat intens, waktu terus berjalan tak terasa sudah 15 menit semenjak dimulainya pertarungan. Sorak Sorai penonton tak pernah berhenti guna meramaikan arena pertarungan.
"hebat, benar benar hebat!" ucap Duan Di sambil menyeka darah yang keluar sedikit dari mulutnya setelah beradu pukulan dengan zoan.
"ya kau juga hebat!" ucap Zoan mengakui Duan Di, tentu ia juga mengaktifkan skill unik miliknya mulai dari awal pertandingan dimulai.
"teknik kegelapan: pusaran kekosongan galaxy" ucap Duan Di sambil melambaikan tangannya. setelah itu sebuah energi gelap muncul menyelimuti tangan Duan Di, semakin lama energi gelap tersebut membentuk sebuah pusaran. dari pusat pusaran tersebut Duan Di kembali melambaikan tangan yang satunya lagi dan menunjuk kearah dimana Zoan berada, seolah mengerti pusara energi gelap tersebut bergerak kearah Zoan disertai pusaran dengan daya hisab yang cukup mengerikan.
Melihat hal itu Zoan dengan sigap menggunakan teknik miliknya yang baru ia pelajari. "langkah angin tahap 1 : hembusan malam" ucap Zoan, ia melesat bagaikan hembusan angin menghindari serangan yang dilancarkan Duan Di. lalu ia kembali muncul dibelakang Duan Di dan menggunakan teknik nya kembali, "Langkah Angin tahap 2 : Badai malam" ucap zoan sambil memukulkan tangan kanan nya kearah punggung Duan Di yang terlambat menyadari keberadaan Zoan.
__ADS_1
wush....
bush....buakk...buakk....
"Sial, cepat sekali dia merepotkan saja!" ucap Duan Di, ia terdorong dan terperosok diarena.
"masih belum!, teknik Api: pukulan magma!!!" ucap zoan tiba-tiba sudah didepan Duan Di, mau tak mau Duan Di menerima pukulan dari zoan dengan menyilang Kan kedua tangannya.
buakkk.....
oeakkk.... Duan Di mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya karena tak kuat menahan pukulan teknik dari zoan.
awalnya baik Duan Di maupun Zoan saling beradu pedang namun setelah cukup lama mereka pun berpindah menggunakan pertarungan tangan kosong dan inilah hasilnya.
" bagaimana apakah kau mau menyerah?!" tanya Zoan.
"hehe, masih belum. Gian! keluarlah" ucap Duan Di, tak lama sebuah energi berwarna gelap muncul dibelakang Duan Di lalu membentuk sebuah manusia berkepala banteng atau para manusia fana menyebutnya minatour. Minatour merupakan salah satu binatang beast yang memiliki elemen yaitu Api Iblis.
buk....wush.....
"aihk dia mengeluarkan roh beladirinya. Merepotkan!" ucap zoan dalam benaknya. Meski zoan pernah mencoba untuk memanggil roh beladiri miliknya waktu latihan namun aneh nya ia belum berhasil memunculkannya, zoan merasa seolah ada suatu energi yang menghalanginya dan untuk saat ini dia masih belum mengetahui energi tersebut.
busshhh....
busshhh.....
wusshhh...wushhh... sang roh beladiri masih terus menyemburkan api kearah Zoan. sementara itu Duan Di terlihat duduk dan memulihkan energi spiritnya. Perlahan tapi pasti Duan Di membuka matanya.
"ah walau hanya seperempat kekuatan ku yang terisi namun ini masih lebih baik dari pada sebelumnya, lagi pula saya tak bisa membiarkan roh beladiri ku yang terus menerus bertarung dengan Zoan karena hal itu dapat menyebabkan lelehan pada jiwa ku." ucap Duan Di mulai berdiri dan kembali mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan nya.
"Gian! mari kita serang bersama" ucap Duan Di, dengan cepat roh beladiri yang awalnya terus menyebutkan Api hitam nya kearah zoan untuk menjaga jarak, tiba-tiba berhenti dan mulai melakukan penyatuan aura energi. Duan Di dengan sangat fokus menyatukan energi murni miliknya dan roh beladirinya ke pedang yang ia pegang, pedang yang ia berwana merah bercampur hitam menyelimuti.
"rasakan ini teknik Api neraka : lubang hisab neraka" ucap Duan Di melesat kearah zoan sambil terus menebaskan pedang nya.
__ADS_1
Zoan pun tak mau kalah dengan cepat ia mengeluarkan pedang nya juga dari cincin penyimpanan, lalu berkata " teknik penyatuan elemen : Tebasan penyerap elemental" ucap Zoan membalas tebasan Duan Di selain itu ia melesat kearah Duan Di, Bentrokan pedang pun kembali terjadi dan kali ini lebih mengerikan, lebih dahsyat daripada sebelumnya.
duarr....duarr....duarr....
Boommm....Boommm...Boommm.....
suara ledakan serta getaran berhasil memporak porandakan arena pertarungan. Zoan dan Duan Di mundur 3 langkah nafas mereka berdua Terengah-engah.
"haha...., pertarungan yang benar-benar layak !" ucap seorang pria berpakaian hitam. ia merupakan guru pembimbing dari akademi Lubang hitam.
"yah, kau benar seandainya anak muda itu bukan anggota guild petualang sudah pasti aku akan merekrutnya. pemuda yang bernama Zoan Prozz itu!" ucap seseorang pria berpakaian hitam dengan corak burung gagak warna abu-abu. ia merupakan guru pembimbing dari akademi kegelapan.
Banyak orang yang kagum dan ada juga yang merasa iri akan bakat yang dimiliki Zoan ataupun Duan Di.
Kembali kepertarungan!!
" kamu benar-hebat!" ucap Duan Di sekali lagi memuji Zoan
Zoan hanya Diam,serta kembali mencoba menyetabilkan energinya. meski ia memiliki ranah yang lebih tinggi dari Duan Di, ia tetap kerepotan sebab jurus maupun teknik yang digunakan Duan Di lebih tinggi darinya yang hanya menggunakan skill copy serta ia mempelajari pemahaman setiap teknik dengan sendiri. meski begitu ia tetap bersyukur serta tak akan menyerah, pertarungan kembali berlanjut. Sudah 30 menit terlewati, pertarungan semakin memanas melebihi sebelumnya. Berbagai teknik keterampilan dikerahkan oleh satu sama lain guna melakukan perlawanan.
slasshhh....
ahkkk....
Zoan berhasil mendaratkan tebasan pada dada Duan Di. Darah pun merembes keluar dari tubuh Duan Di, ia pun bertekuk lutut dengan sebilah pedang yang menjadi penopang nya.
"Menyerahkan! saya tak mau membuatmu mengalami luka yang lebih parah dari ini" ucap Zoan sambil menghunuskan pedangnya kearah leher Duan Di. 3 menit pun berlalu namun Duan Di masih diam bertekuk lutut tak bersuara. Sang wasit pun menghampiri dan memeriksanya alangkah terkejutnya sesaat memenggang pundak Duan Di yang langsung ambruk terjatuh kebelakang dengan cepat sang wasit memeganginya agar tak jatuh menyentuh tanah. ya, Duan Di pingsan kehabisan darah dan energi spiritnya yang terkuras, sang wasit pun mengumumkan pemenang pertarungan, yang berhasil diraih Zoan Prozz. Tak lupa juga ia menyuruh seseorang untuk membawa Duan Di keruang pengobatan.
Zoan pun menuruni arena pertarungan, sesampainya dibangku penonton ia langsung duduk bermeditasi serta menelan sebuah pil pemilih energi. ia tak menghiraukan keadaan sekitar dan fokus terhadap pemulihan yang ia lakukan.
Diarena pertarungan masih terus berlanjut, pertarungan demi pertarungan terjadi. sorak Sorai penonton tak mau kalah seperti sebelum-sebelumnya.
5 jam pun berlalu, tepat pada tengah malam pertandingan turnamen babak final telah selesai.
__ADS_1
"ah, akhirnya pertarungan babak final 10 besar telah selesai.sekarang kepada peserta yang disebutkan harap menaiki arena pertarungan untuk menerima penghargaaan dan hadiah langsung dari yang mulia kaisar benua hijau yaitu kaisar Wei jhorwisow. " ucap sang kaisar.