
Setelah menerima pemberitahuan itu Zoan dan juga lainnya segera pergi menuju tempat dimana Hun Jie dan lainnya berada.
Tentu ia pergi menggunakan sebuah teknik teleportasi, selain untuk mempersingkat waktu hal itu juga ia lakukan agar lebih mudah dan menghindari keributan saat diperjalanan.
Wushh.!!
Hanya dengan saling menyentuh tubuh Zoan, mereka telah menghilang dari tempat itu serta muncul kembali disebuah reruntuhan tempat Hun Jie dan lainnya berada.
" Jadi ini reruntuhan yang meruoakan peninggalan klan Zou." Ucap zoan mengamati sekitar, sehingga tak lama ia berjalan lalu diringi oleh linnya menuju sebuah kamar reruntuhan.
Hanya butuh beberapa tarikan nafas Zoan dan lainnya telah sampai di dalam kamar yang telah runtuh tersebut, ia dapat melihat Hun Jie dan para rekan yang ditugaskan sedang mengelilingi lembaran kertas yang melayang.
Zoan pun menghampiri mereka, serta menyapa nya.
"Yo, apa kabar kalian semua?. Nampaknya kalian telah mendotkan keberuntungan, benar kan hehe...." Ucap Zoan tersenyum ramah serta gayanya yang santai.
"Yah, kami baik-baik saja tuan muda, dan Bagaimana tuan muda tahu kalau kami telah mendapatkan keberuntungan." Ucap Hun Jie sedikit heran pasal nya ia tak memberitahukan apa saja yang telah mereka temukan direruntuhan Klan Zou selain lembaran kertas yang dilindungi array itu.
"Ehh, bukan kah itu sangat terlihat jelas dari wajah kalian semua yang memancarkan sorot bahagia saat melihat kearah ku barusan, lagi pula aku dapat nerasakan jejak energi disebuah tempat." Ucap Zoan santai
Mendengar hal itu Hun Jie dan lainnya sedikit malu karena mereka tak bis menyembunyikkan rasa bahagia sesaat setelah mendapatkan berbagai keberuntungan.
"Baiklah-baiklah untu saat ini kesampingkan hal itu dahulu."
"Aku perkenalkan, dia Gu Yuan pemimpin dari Aliran Pemuja iblis, ia kini telah menjadi bawahan baru ku." Ucap Zoan sambil mempersilahkan Gu Yuan untuk memperkenalkan diri dan mengakrabkan dengan yang lainnya.
Beruntung Zoan dengan cepat menjelaskan siapa Gu Yuan dengan cepat dan jelas, kalau tidak saat mengetahui bahwa Gu Yuan adalah dari Aliran Pemuja Iblis terlebih adalah pemimpinnya. Hampir saja Zuan lu dan juga Zhang Jingmi serta bahkan orang-orang yang ikut bersama Hun Jie hendak menyerangnya.
"Cih, beruntung kau sekarang adalah bawahan kak Zoan sekaligus guru ku, jika tidak mungkin sekarang kepala mu sudah terpisah dari tubuh itu." Ungkap zoan sedikit kesal sesaat mengingat kejadian dikedai.
"Ehh, mungkin sebelum kau menyentuhnya kau yang akan menderita terlebih dahulu Lu'er." Ucap zoan terkekeh sesat mendengar Ucapan Zuan Lu
Awalnya Zuan Lu dan orang-orang yang ikut dengan Hun Jie sedikit mengkerutkan kening, Namun setelah mereka memeriksa dan merasakan sendiri aura dari kultivasi Gu yuan mereka sedikit terkejut dan gugup karena tidak bisa melihat ranah kultivasinya.
Didalam pikiran mereka masing-masing bergumam serta berfikir bahwa Gu Yuan lebih kuat dari mereka.
__ADS_1
"Selamat datang Gu Yuan, Mohon kerja sama nya !" Ucap Zuan lu gugup sambil menggaruk kepala bagian belakannya yang tidak gatal.
Gu yuan yang mendengar itu pun tersenyum dan menganggukkan kepala. Perkenalan yang singakt itu berakhir sesaat Zoan mengalihkan kepalanya kearah lembaran kertas yang melayang serta berlapiskan Array.
Zoan berjalan menghampiri lembaran kertas itu lalu mulai mengamati struktur dari array yang melapisinya. Cukup lama Zoan mengamati serta menganalisis Array itu.
"Bagaimana Kak Zoan, apakah mungkin untuk membuka array itu secepatnya. Aku merasa isi dari lembaran itu tidak sederhana." Ujar Zhang Jingmi penasaran akan isi dari lembaran kertas didepannya itu.
"Array ini termasuk dlam jajaran array kuno, maka aku memerlukan waktu untuk memecahkannya." Ucap Zoan dengan menegok kearah Zhang Jingmi.
Mendengaritu Zhang Jingmi mengangguk dn sedikit tersenyum sesat melihat ketampanan Zoan.
Sementara orang yang ia kagumi dan sukai itu kembali fokus untuk memecahkan susunan Array.
Crak..crack...!
Zoan akhirnya ulai membentuk segel tangab untuk memecah array yang membungkus lembaran itu. Segel tangan yang ia perlihatkan sangat rumit dan tidak dapat dimengerti oleh semua orang ditempat itu. Orang-orang ditempat itu hanya bisa kagum serta bangga bisa kenal dengan Zoan, bahkan Gu Yuan sedikit membelalakkan mata karena tak menyangkan orang yang semuda Zoan mengerti sebuah array yang rumit terlebih Array tingkat Kuno.
Tingkatan Array dibenua bulan ada 6 yaitu, Array tingkat pemula, Array tingkat menengah, Array tingkat Tinggi, array Mistis, Array tingkat Legenda, Array tingkat Kuno.
Zoan berhasil memecahkan susunan array tingkat kuno tersebut. 7 Lembaran keras itu melayang kearah telapa tangan Zoan.
Zoan meliah tulisan yang tercantum dilembaran itu, seketika ia mengkerutkan kening karena tulisan yng terpampang itu merupakan tulisn khusus jaman kuno dibenua Bulan.
"Tulisan ini merupakan tulisan jaman kuno dibenua bulan. Sementara untuk saat ini aku belum mempelajarinya" Ungkap Zoan dalam benaknya.
"Tulisan ini tidak aku pahami untuk saat ini. Apakah kamu, Lang Jun dan kau Gu Yuan coba kau lihat ini, mungkin kalian dapat memahaminya." Ucap Zoan sambil memperlihatkan salah satu dari ketujuh lembaran kertas itu kearah kedua orang yang ia sebutkan nama nya itu.
Lang Jun dan Gu Yuan mula melihat lebih teliti kearah kertas itu, namun mereka juga mengkerutkan keningnya serta menggelengkan kepala. Sebagai pertanda mereka juga tak mengerti soal tulisan kuno itu. Akan tetapi beberapa saat kemudian kedua orang itu saling melirik lalu menganggukkan kepala.
"Tuan mungkin dapat mengunjungi Perpustakaan Bulan Bintang, disana terdapat cukup banyak buku yang mencangkup sejarah benua ini dari awal. Hanya saja untuk untuk mengakses diperlukan identitas serta kontribusi terhadap Benua ini." Ucap Lang Jun mewakili sementara itu Gu Yuan hanya memberikan anggukkan.
"Hem, identitas dan Kontribusi yah! Baiklah kalau begitu pertama-tama aku akan menjalin hubungan dengan Gedung Dagang Bulan terlebih dahulu." Ucap Zoan sesaat setelah mendengar hal itu, lagi pula ia sedikit mengetahui bahwa di benua bulan ini terdapat 3 kelompok netral, mereka adalah Gedung Dagang Bulan, Serikat Bayaran, Serta Asosiasi Pil dan Roh.
Keberadaan Pemimpin dari ketiga kelompok netral itu masih misterius dan tidak ada satupun dari ketiga ras dibenua bulan yang berani mengusiknya. Dulu pernah ada yang benarani mengusik ke salah satu dari ketiga kelompok netral itu, akibatnya satu keluarga serta tempat orang ras yang mengusiknya musnah dalam satu malam tanpa menyisakan apapun kecuali kawah tanah yang kini telah menjadi Hutan Badai Guntur.
__ADS_1
Hutan Badai Guntur merupakan 5 Tempat berbahaya yang ada dibenua bulan yang terletak di kawasan kekuasaan ras Serigala. Alasan hutan ini dinamai Hutan Badai Guntur karena hutan itu selalu dikelilingi oleh badai yang bercampur dengan kilatan Guntur yang dapat membahayakan mahkluk hidup, mungkin hanya ada satu makluk yang menghuni hutan tersebut yaitu kolonial Kirin.
Setelah memutuskan hal itu zoan pun akhinya hanya bisa memasukan lebaran kertas itu kedalam cincin ruang miliknya.
"Tuan Zoan, kami telah menemukan cukup banyak barang berharga, maka dari itu mohon untuk pembagiannya." Ucap Hun Jie mewakili serta menyodorkan sebuah cincin ruang yang mana didalamya terdapat banyak harta yang mereka temukan dari reruntuhan itu.
Zoan menerimanya serta sedikit tersenyum sebelum kembali berkata.
"Aku menerima ini, dan kita akan membahas isi dari cincin ruang nanti jika ada waktu luang. Saat ini mari kita pergi dari tempat ini." Ungkap zoan sambil memasukan cincin ruang yang diberikan Hun Jie itu dalam cincin ruang Miliknya.
Baik Hun jie atau pun lainnya tidak merasa keberatan akan keputusan Zoan, karena sangat mempercayainya.
***
Dibenua Hijau
Terlihat ledakan demi ledakan terdengar layaknya sebuah bombamdir yang salung sahut satu sama lain.
Banyak darah yang berceceran, entah sudah berapa banyak nyawa yang melayang, baik dari manusia biasa yang tak bersalah menjadi korban atau para kultivator yang terlihat sedang berusaha untuk mempertahankan tanah kelahirannya dari sosok para penjahat yang tiba-tiba menyerang Benua Hijau.
Sudah 7 hari 7 malam kejadian itu berlangsung, bahkan Jean yang merupakan patriak dari sekte World Explorer ikut melakukan pertempuran.
Flash back On :
Beberapa waktu setelah kejadian yang menimpa sebuah desa di Benua Hijau dalam satu malam. Tepatnya saat Jean sedang melakukan sebuah rapat diskusi, sebuah ledakan disetiap tempat terdengar salah satunya adalah di Markas World Explorer.
Orang-orang yang hadir segera waspada dan keluar, bahkan Jean dan lainnya melupakan akan rencananya untuk menghubungi Zoan.
Peristiwa itupun berlangsung hingga kini, mereka disibukkan untuk menghadapi musuh yang tiba-tiba melakukan serang terbuka serta kejutan.
Tak sedikit korban berjatuhan termasuk dari pada orang sekte World Explorer salah satunya.
Flash back Off :
**Jangan lupa apresiasinya dengan Like, komen and Subcribe !!!
__ADS_1
Salam Persaudaraan**...