
Di Tempat Pertempuran Aliansi Vs Assosiasi Pembunuh Berada,
Trang... trangg... !
Duarr... duarr.... !
wushh...
Tebas-menebas pedang terus terjadi antar dua kubu, ledakan-ledakan energi spiritual saling sahut menyahuti satu sama lain layaknya perang yang saling membombardir.
" Benar-benar melelahkan, aku harap ini semua segera berakhir !" ujar salah satu orang dari kelompok aliansi disela-sela pertarungannya.
"Kau benar, kita sudah 1 hari satu malam kurang lebih menjalankan pertempuran ini. Haihhh... kita harus tetap berjuang demi orang-orang yang ingin kita lindungi dan jangan sampai kalah !!" ujar rekannya membenarkan dan mencurahkan isi hati nya.
" Argh...!"
" Oekk...., Maafkan aku ayah ibu !" ujar seseorang dari aliansi, sesaat setelah terkena tebasan pedang dan memuntahkan banyak darah dari mulutnya. Nampaknya pemuda itu sudah tak bisa diselamatkan lagi, karena setengah badan bagian bawahnya(kaki sampai pinggangnya) telah ter-tebas oleh pedang lawannya dari Assosiasi pembunuh.
"Ahahaha... rasakan itu !" ujar orang dari kelompok assosiasi pembunuh sesaat setelah berhasil membunuh musuhnya, terlihat dari raut wajahnya yang tersenyum disertai tawa senang.
***
" Mati lah kau, brengsek !" ujar komandan pasukan yang sedang berhadapan dengan Xian Garei,yang mana merupakan salah satu komandan pasukan dari aliansi sekaligus raja kerajaan Garei.
"Eh... bukan kah kelompok kalian sendiri yang menyalakan apinya, maka dari itu tanggung akibatnya !" ujar Xian Garei menghindari beberapa tebasan pedang yang diarahkan lawannya.
Whushh...
Slash...
Tebasan pedang yang dilancarkan orang yang menjadi lawan dari Xian Garei berhasil dihindari dan hanya mengenai udara kosong.
Tebasan Aliran Air !
Xian Garei melompat kebelakang dan langsung mengeksekusi tekniknya, terlihat siluet enegi pedang melesat bagaikan guyuran air mengarah pada targetnya.
Perisai Mutlak !
Seakan tak mau kalah lawan dari Xian Garei pun mengeluarkan teknik pertahannya guna menghalau serangan yang dilancarkan.
seperti biasa ledakan terjadi, kepulan debu menutupi tempat tersebut.
Xian Garei tak menyia-nyiakan kesempatan, ia langsung kembali mengeksekusi tekniknya.
Air membelah Samudera !
Whushh...
__ADS_1
Serangan susulan yang dilancarkan kembali mengenai pertahanan targetnya. teknik itu terus Xian Garei eksekusi serta tidak memberikan lawannya nafas sedikitpun. Pelan namun pasti pertahanan lawannya mulai retak dan,
kreakk...kreakk... Prayy
Pertahanan yang dibuat oleh komandan pasukan assosiasi pembunuh itu pecah, akibat tak kuat menahan serangan secara terus menerus.
" Siall...!" ujar komandan pasukan dari asosiasi pembunuh yang menjadi lawan Xian Garei, sambil menyeka darah dari mulutnya. Mau tak mau ia melesat kearah Xian Garei walaupun sudah tahu hasil akhirnya.
" Tebasan Pernapasan air : Ombak Samudera ! " ujar Xian Garei ikut melesat menghadapi lawannya. Terlihat dari bilah pedangnya energi spiritual air menyelimuti.
Trangg... Duarr.... Bushh !
dua pedang disertai energi spiritual berbenturan dengan sengit.
"Ugh!..."
Xian Garei dan salah satu komandan pasukan assosiasi pembunuh sama sama terpental kebelakang.
"Cih, meski sudah terluka namun dia masih dapat menahan serangan ku. Benar tak boleh dianggap remah orang-orang dari asosiasi pembunuh ini !" ucap Xian Garei berdiri tegak sesaat setelah terbentur dengan bangun dibelakangnya, Begitu juga sang komandan pasukan assosiasi pembunuh yang kembali mengeluarkan seteguk darah sebelum tak sadarkan diri.
Xian Garei tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu ia pun melesat dengan sangat cepat, dan tanpa basa-basi ia langsung memenggal kepala targetnya tersebut.
Slash...
Pluk... kepala yang terpisah dari tubuhnya terjatuh, menggelinding ketanah tepatnya didepan kaki Xian Garei.
"Ah, akhirnya mati juga !" ujar Xian Garei sambil mengeluarkan sebuah pil pemilih energi dari cincin ruangnya.
***
Tebasan Pembelah Langit !
ujar seorang pria penuh wibawa dengan pakaian berwarna biru cerah bercampur putih, sambil mengarahkan serangannya kearah depan yang mana targetnya berada.
"Cih, kau pikir hanya kau saja pak, tua?!" ujar lawannya terlihat Dua pedang yang ia pegang memancarkan cahaya berwarna merah terang.
Tebasan Aura kematian !
Whuss...
Siluat pedang berwarna merah cerah disertai aura kematian mengarah kepada serangan pria berwibawa itu.
Mereka adalah Ling King dari kerajaan Void yang kini memimpin menjadi salah satu dari 25 komandan pasukan aliansi, sementara yang menjadi lawannya merupakan seorang pria paruh baya yang mengenakan pakaian merah gelap, ia merupakan salah satu dari komandan pasukan assosiasi pembunuh.
Dua serangan saling beradu satu sama lain, memporak porandakan sekitar. Bahkan ada beberapa orang-orang yang disekitarnya menjadi korban dari keganasan serangan mereka berdua.
...****************...
__ADS_1
Di langit yang menjelang matahari tenggelam, terlihat Satu sosok mengamati pertarungan yang sedang bergejolak.
"Lihat saja dasar para orang bodoh ini akan aku habisi semuanya, hahaha..." gumam Sarui dengan kilatan mata merahnya menatap tajam.
Sarui mengangkat tangannya keatas, fluktuasi energi berwarna merah gelap muncul memenuhi langit memberikan kesan yang mendebarkan bagi setiap orang yang melihatnya keatas.
"Teknik Darah : Ledakan darah !"
Dengan mata tajam dan fokus yang sangat tinggi, ia arahkan kepada para kelompok dari pasukan aliansi.
Bumm...., Bumm..., Buumm...!!!
Secara tiba-tiba banyak orang yang tubuhnya meledak, sesaat setelah Sarui menggunakan tekniknya. Terutama orang-orang dari aliansi, bahkan para komandan pasukan aliansi pun ada beberapa yang terkena akan teknik tersebut dalam radius 150 meter.
Hanya dalam waktu singkat kini orang-orang dari aliansi total semuanya tinggal 15 ribu pasukan dari total awal sebelumnya yang hanya tersisa 60 ribu, Untuk kelompok yang berasal dari anggota asosiasi pembunuh yang awalnya 150 ribu kini tinggal 100 ribu pasukan bersamaan dengan para komandan elit yang tersisa.
Berbagai ekspresi , dan rasa putus asa perlahan menyelimuti pihak dari pasukan aliansi, bahkan para komandan pasukan yang tersisa pun kini tertunduk, mereka merasa akan sia-sia saja jika terus melawan. Para komandan pasukan yang awalanya 25 kini tinggal 10 komandan aliansi.
"Haihhh..., nampaknya kita sudah tidak ada harapan lagi !" ujar salah satu komandan pasukan aliansi yang berasal dari Sekte Harimau Putih, Huanjin menghela nafas sambil mundur kebelakang. Ia salah satu orang Komandan Pasukan Aliansi yang beruntung lepas dari jangkauan teknik darah: ledakan darah yang dilakukan oleh Surui.
"Bentuk formasi, Kita berkumpul dan mundur perlahan !" Teriak salah satu komandan pasukan aliansi. ia adalah Chia Yong yang berasal dari sekte Daun 9 Warna, terlihat ada cukup banyak bercak darah disekitar tubuhnya, darah itu tak lain adalah akibat dari pada kematian rekan-rekannya, terkhusus para pasukan aliansi yang ia pimpin.
Sementara itu para pasukan yang berasal dari asosiasi pembunuh nampak senang, karena musuhnya mengalami kerugian yang besar. Mereka nampaknya berusaha memberikan Serangan-serangan tambahan guna memberikan keuntungan pada mereka, akan tetapi langsung terhenti saat ada sesosok yang melayang diatas mereka.
Sosok itu berpakaian merah gelap, serta aura membunuh yang merembes keluar. Sosok itu tak lain adalah Sarui yang memutuskan untuk menampakkan dirinya, ia pun berucap "Menyerah lah dan serahkan nyawa kalian secara suka rela. Maka aku tidak akan memberikan kematian yang menyakitkan pada kalian, Bagaimana ?!!" ujar nya sambil menatap rendah dan tajam kearah para orang-orang dari aliansi yang mulai berkumpul dengan para rekan-rekan nya.
"Apakah ini akhir dari kita...!"
"Haih...!"
Berbagai bisikan dan ucapan saling lontarkan dari pihak aliansi, terlihat dari raut wajah yang pucat pasi seperti melihat hantu ditengah malam. Mereka terdiam cukup lama sesaat setelah mendengar ucapan dari sosok tersebut.
Whush... whushh... whussh !!
Lima puluh klon Bayangan, muncul didepan para pasukan aliansi. Tanpa banyak berkata-kata 25 bayangan itu melesat kearah kerah sosok yang sedang melayang itu.
"Cih, nampaknya bayangan ini terbuat dari elemen, apalagi elemen kegelapan. Maka dari itu teknik pengendali darah ku tak berpengaruh kepadanya." Ujar Sarui menangkis beberapa serangan yang dilancarkan oleh 25 klon bayangan.
Dilain sisi kedua puluh lima yang bayangan yang tersisa berbaris rapi didepan para pasukan aliansi, guna membantu jalannya pertempuran.
Kedatangan dan kemunculan para bayangan itu tentu membuat banyak orang terkejut terutama dari pihak para pasukan Assosiasi pembunuh. Untuk pihak dari pasukan aliansi nampaknya sudah mengetahui hal itu, apalagi klon bayangan-bayangan itu merupakan teknik dari jenderal mereka.
Namun dilihat dari raut wajah para pasukan aliansi kini, adalah raut wajah keputusasaan akan kehilangan rekan-rekannya.
Beberapa waktu kembali berlalu, Serangan demi serangan yang dilancarkan kedua puluh lima klon bayangan terlihat di langit yang kini mulai menghitam sebagai pertanda malam.
Jangan lupa like komen and rate5 !!
__ADS_1
See you next time...
bye bye...