
Disebuah Hutan tepatnya dibagian terdalam, terlihat ada sebuah tempat tinggal. Meski yang dapat dilihat adalah 1 buah rumah yang ukurannya cukup besar, perlu diketahui rumah tersebut adalah salah satu markas cabang Assosiasi Pembunuh, setiap markas cabang biasanya dipimpin oleh satu orang pasukan elit dengan ranah Petapa, juga membawahi 5 komandan/pemimpin cabang yang masing masing nya berada diranah Supreme Platinum God. Dan setiap komandan/pemimpin cabang pasukan memiliki bawahan sebanyak 2.000 orang yang rata rata berada diranah Diamond-Diamond God tingkat Dasar, pemula, mahir dan ahli.
Ke enam belas orang yang sebelumnya telah menculik beberapa remaja, akhirnya sampai di lokasi tersebut.
"masukan mereka ke penjara bawah tanah, jangan lupa untuk memasangkan segel keamanan dibagian tubuh remaja tersebut." ucap sang pemimpin Elit 20, setelah mengatakan itu ia pergi keruangan khususnya.
Sesampainya diruangan khusus pemimpin Elit 20 mengeluarkan kristal komunikasi lalu mengalirkan energi spiritual guna mengirimkan informasi bahwa misi untuk mengambil beberapa remaja yang ada dari tiga desa sudah mencapai akhir dan terkumpul. Tentu saja pasukan elit tersebut melapor kepada sang pemimpin tertinggi dan memastikan untuk menunggu perintah/ misi selanjutnya.
"Baik, saya akan segera menyiapkan beberapa kristal untuk mengirimkan para remaja melalui portal!" ucap sang pemimpin elit 20 sesaat setelah menerima pesan bahwa untuk urusan para remaja untuk segera dikirimkan melalui porta yang sudah disiapkan sebelumnya didalam markas.
Sang pemimpin elit 20 bergegas menemui para komandan untuk membahas tentang pengumpulan kristal agar pengaktifan portal cepat terlaksana. Mereka pun berkumpul diruangan yang biasa digunakan untuk membahas hal penting, dari hasil diskusi tersebut menyatakan bahwa markas cabang mereka saat ini memiliki 1500 kristal dan masih kurang sekitar 500 kristal agar dapat mengaktifkan portal. Oleh sebab itu mereka akhirnya memutuskan untuk membagi menjadi tiga tugas pasukan, pasukan pertama berjumlah 6.000 dipimpin oleh 3 komandan untuk tinggal di markas berjaga.
Untuk pasukan kedua berjumlah 3.500 dan didampingi 2 komandan, bertugas untuk melakukan penjarahan didaerah sekitar untuk mengambil kristal dan mengambil beberapa harta yang berharga dari daerah sekitar tepatnya dari para penduduk Sementara untuk yang terakhir yang akan dilakukan oleh 500 pasukan dan dipimpin langsung oleh pemimpin elit 20 sendiri mereka akan bertugas untuk melakukan pemusnahan total pada para binatang, beast, atau siluman disekitar hutan tersebut, selain untuk mengambil kristal beast, sang pemimpin elit 20 melakukan itu dengan tujuan mengasah kemampuan para bawahan nya agar lebih tajam dan lebih baik dari sebelumnya.
Tak perlu instruksi berlebih mereka semua sudah paham dan mulai melaksanakan ke tiga tugas tersebut.
...****************...
Boomm...
boomm...
wush...
"ya bagus seperti itu arah kan tangan mu ke depan dan jangan lupa untuk terus mengontrol energi spiritual mu!" ucap intan sambil terus memberikan arahan kepada Amelia yang masih terus berlatih sepanjang perjalanan.
"hah..hah... melelahkan !" ucap Amelia sambil terengah-engah.
"baiklah cukup sampai disini latihannya, mari kita melanjutkan perjalanan lagi pula tinggal sedikit lagi kita akan sampai di Desa Feiz." ucap Zoan berdiri bersiap-siap untuk melanjutkan kan perjalan.
flash back on :
Sebelumnya sesaat melesat, Amelia tiba-tiba ingin berhenti dan berlatih kembali guna memperdalam pemahaman elemennya. Mau tak mau Zoan dan lainnya menuruti keinginannya tersebut.
"baiklah tak masalah. kita akan beristirahat lagi disini sambil menunggu kamu berlatih" ucap Zoan lalu diikuti oleh rekan-rekannya yang lain berhenti.
"Terimakasih, maaf merepotkan" ucap Amelia gugup menundukkan kepala.
"sudah tak apa, lagi pula itu bagus agar kamu lebih cepat memahami elemen mu itu" ucap Zoan lagi sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
__ADS_1
Seperti biasa intan ditugaskan untuk melatih Amelia. 2 jam pun berlalu akhirnya setelah dirasa cukup Zoan berkata kepada Amelia dan intan untuk berhenti berlatih dan saat nya melanjutkan perjalanan kembali.
flash back off :
"baiklah mari!" ucap intan dan Amelia bersamaan, setelah mengakhiri pelatihannya
Zoan,Jean, Cause, Zuab, Jenita, intan dan Amelia pun melesat kembali serta mempercepat langkahnya. Mentari pagi mulai meninggalkan hangatnya berganti dengan panasnya terik matahari, Sekelebat 7 bayangan melompat dari pohon ke pohon.
"Tolong ...
"Tolong ....!" ucap seseorang
Mendengar hal itu, 7 Sekelebat bayangan langsung berhenti melesat dari pohon ke pohon dan melirik kearah bawah.
ke 7 Sekelebat bayangan melompat dari atas pohon dan langsung menghadapi segerombolan serigala berbulu merah berjumlah 10 ekor.
"Amelia kamu lindungi anak itu, serahkan serigala-serigala ini " ucap Zoan, sambil melesatkan tinjunya. Amelia pun mengangguk dan pergi ke sisi 2 orang anak yang dimana salah satunya terjatuh terpeleset dan kepala nya membentur batu, sementara yang satunya lagi berusaha untuk membangunkannya dan mengobati kepala anak yang terbentur itu.
wush...
"tenanglah dik, kamu aman Sekarang" ucap Amelia menghampiri kedua anak tersebut, tak lupa juga ia memberikan satu pil penyembuh tingkat rendah dan menyuruhnya untuk menelannya agar pendarahannya berhenti.
"perkenalkan nama kakak Amelia, kalau adik-adik sendiri?!" tanya Amelia sesaat sesudah memberikan pil penyembuh.
"Tenang lah, tak perlu takut kami bukan orang jahat." ucap Amelia menenangkan sambil mencoba tersenyum hangat, tak lupa juga ia melirik sedikit kearah pertarungan zoan dan lainnya, nampak nya tak perlu waktu lama pertarungan mereka akan selesai. Lagi pula meski gerombolan serigala tersebut cukup banyak namun itu tidak mempengaruhi Zoan dan lainnya karena basis kultivasi para serigala tersebut hanya berada diranah Diamond sementara zoan dan lainnya sudah masuk kedalam jajaran ranah Petapa.
"Ahk selesai hehe..." ucap zoan lalu ia dan para rekannya melesat kearah Amelia yang saat ini sedang berbicara dengan kedua anak yang sebelumnya meminta pertolongan.
"Lia, bagaimana keadaan mereka?" tanya Zoan sesaat melihat kedua bocah kembar tersebut.
"Mereka baik-baik saja hanya satu yang mengalami luka luar sedikit," ucap Amelia.
"ouh baguslah. oiya perkenalkan saya Zoan Prozz dan mereka adalah rekan-rekanku" ucap zoan memperkenalkan diri. Begitu juga rekan-rekannya yang lain memperkenalkan diri mereka masing-masing kecuali Amelia yang sudah memperkenalkan diri.
"em, saya Suzu Feiz dan ini kakak saya Sezu Feiz. maaf merepotkan" ucap sang anak memperkenalkan diri dengan sopan.
"Apakah kalian dari Desa Feiz?" tanya Zoan sedikit penasaran dan memastikan.
"ya, kami berasal dari desa Feiz. Sekali lagi terimakasih sudah menolong kami" ucap anak yang bernama Suzu Feiz.
__ADS_1
"ya, Sama-sama. tapi kalau boleh tahu mengapa kalian berada Dihutan tanpa seorang pengawasan orang dengan ranah yang lebih tinggi atau setidaknya orang yang akan bertanggung jawab?" tanya Zoan heran, bagaimana tidak dua orang anak yang berada diranah Emas dibiarkan untuk berkeliaran Dihutan. Meski ini masih tergolong dalam hutan bagian luar, namun tidak menutup kemungkinan adanya binatang beast atau siluman yang memiliki ranah tinggi seperti barusan.
"itu-itu karena kami pergi dari desa secara diam-diam " ucap Sezu yang kini menjawab pertanyaan zoan dengan gugup.
"ah, dasar anak nakal. ehm...apakah kalian ingin kembali ke desa feiz, kalau iya mari kita pergi bersama, lagi pula arah tujuan kita sama? ucap Zoan menawarkan dan tanpa basa basi.
"em, iya ..." ucap Sezu diiringi Suzu yang mengangguk setuju.
Setelah sepakat mereka pun melesat kembali tentu saja Sezu digendong oleh Jean sementara Suzu digendong oleh Zoan, alasannya tentu agar perjalanan mereka lebih cepat sampai.
"Siapa kalian? tolong berikan kartu indentitas atau membayar pajak sebesar 10 koin perak perorang." ucap sang penjaga gerbang desa
tegas, namun saat melihat Suzu dan Sezu keluar dari gendongan, dua penjaga desa tersebut mengerutkan kening dan kembali bertanya.
"Sezu, Susu dari mana saja kalian?" ucap salah satu penjaga
"Ehm, itu kami dari hutan mencari beberapa herbal" ucap Sezu sambil mengeluarkan 10 rumput 9 warna dan 5 jamur berwarna hitam atau biasa disebut black mushroom.
"iya paman, lagi pula kami mencari herbal hanya dibagian luaran hutan!" ucap Suzu menambahkan sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"baiklah kalian boleh masuk kecuali dibelakang kalian" ucap sang penjaga yang tak lain adalah paman nya Sezu dan Suzu.
"tidak bisa paman, tolong ijin kan mereka. mereka ka adalah teman-teman ku lagi pula kalau tidak ada mereka mungkin kami sudah mati diterkam segerombolan serigala api(Serigala merah)." ucap Suzu lalu diangguki oleh kakaknya Sezu.
Mendengar hal itu pamannya pun langsung mengomeli Suzu dan Sezu agar tidak lagi keluar desa secara sembarangan apalagi tanpa ditemani pendamping. Mendengar omelan pamannya kedua anak tersebut hanya tertunduk dan senyum masam. Sementara itu Zoan dan rekan-rekannya hanya diam memperhatikan. Beberapa saat kemudian setelah sang paman mengomeli keponakannya itu, sang paman mengenal kan diri sang mengucapkan terimakasih kepada zoan dan lainnya.
"Saya Max Feiz mengucapkan terimakasih karena sudah menolong keponakan saya dan juga sebagai rasa terimakasih saya silahkan masuk dan tanpa dipungut biaya sedikitpun." ucap Max mempersilahkan Zoan dan lainnya masuk tanpa ditanyai hal-hal rumit lainnya. tentu saja zoan pun tak lupa memperkenalkan diri kepada Max Feiz.
Dari pertemuan dan setelah cukup berbincang-bincang Zoan dan rekan-rekannya mengetahui bahwa, didesa Feiz juga telah terjadi kasus yang sama dari seminggu yang lalu yaitu kasus menghilangnya beberapa remaja dan kebanyakan remaja perempuan yang hilang tersebut. Zoan pun menanyai beberapa hal, akan tetapi Max Feiz menyuruh pergi ke pemimpin desa untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. Akhirnya Zoan memutuskan untuk tinggal beberapa hari didesa Feiz ini.
Zoan dan para rekannya saat ini sedang berada dirumah kepala desa, dengan ditemani oleh Suzu dan Sezu. meski saat ini Sezu dan Suzu hanya menunggu diluar karena zoan mengatakan ada hal penting yang perlu dibicarakan dengan sang kepala desa Feiz tersebut.
"Jadi hal apa yang perlu dibicarakan oleh tuan muda zoan dan lainnya sehingga jauh jauh menemui saya?" ucap sang kepala desa yang bernama Biaz Feiz, tentu saja kepala desa dan Zoan sebelumnya sudah berkenalan sesaat sampai di aula pertemuan pertama kali.
"Baiklah, tanpa basa basi lagi. kami sedang menyelidiki kasus menghilangnya para remaja, untuk itu bila kepala desa memiliki informasi mohon untuk diberitahukan kepada kami karena mungkin itu dapat memudahkan penyelidikan kami saat ini" ungkap Zoan.
"Tak masalah, saya akan beritahukan informasi yang telah didapat desa Faiz mengenai kasus tersebut. Beberapa saat sebelum kasus tersebut terjadi, ada beberapa orang yang datang kedesa kami. Orang-orang tersebut mengenakan pakaian hitam dan menutup seluruh badannya, kami menerima mereka karena pada awalnya tidak ada kecurigaan lagi pula sudah sering banyak orang-orang yang berpakaian seperti mereka guna menyembunyikan identitasnya. sesaat kami meminta sedikit data mereka, orang-orang tersebut mengatakan bahwa mereka berasal dari kelompok aliran hitam, mereka juga mengatakan mengunjungi desa ini untuk membeli beberapa Pill dan herbal. para penjaga desa dan kepala desa Feiz pun mengijinkan mereka masuk..." ucap sang kepala desa sambil terus memberitahukan beberapa informasi kepada Zoan dan rekan-rekannya yang saat ini mereka terlihat mendengarkan dengan seksama.
"em, jadi seperti itu. nampaknya sesuai dugaan kita" gumam zoan sesaat sudah mendengarkan semua cerita dan informasi yang menurut zoan saling berkaitan.
__ADS_1
"baiklah, terimakasih atas informasi dan cerita dari kepala desa sangat membantu penyelidikan kami kalau begitu kami pamit. Mungkin beberapa hari lagi kami juga akan tinggal didesa ini " ungkap Zoan mengakhiri pertemuan, mereka pun keluar dan pamit.
"Sama-sama, saya ikut senang bila bisa membantu." ucap sang kepala desa mengantarkan kepergian zoan dan rekan-rekannya sampai ke depan pintu rumahnya.