
"Teknik Gabungan : Formasi Domain Hutan ilusi !" ujar sang kaisar dan Leshy bersamaan.
Whussh.... Wussh.... !
Bumm...Bummm....!!
Dalam waktu singkat banyak tumbuhan yang tubuh dari dalam tanah, berbagai ukuran tumbuhan dan pepohonan muncul di tempat tersebut layaknya sebuah hutan. Dari pohon-pohon ataupun tumbuhan yang tumbuh itu bermekaran bunga-bunga yang sangat banyak serta terlihat mengeluarkan sebuah asap berwarna Putih sehingga semakin lama membentuk sebuah kabut tebal.
Para komandan elit yang tersisa( komandan elit no 8, 6, dan 5) tepat nya yang sedang dilawan kaisar terkejut dengan semua kejadian itu.
"Apa ini, kenapa kita tidak bisa keluar dari hutan kabut buatan ini, apa yang sebenarnya terjadi?!" ujar komandan elit no 8 saat mencoba untuk terbang menggunakan energi spiritual nya, namun tiba-tiba saja energi spiritual nya seakan terserap kedalam kabut yang semakin tebal. Begitupun lainnya, mereka Pani dan mencoba terus menggunakan energi spiritual nya tapi semua itu nihil.
"Hutan kabut ini, menyerap energi spiritual kita...!" ujar komandan elit no 6 menyadari keanehan yang terjadi.
"Cih, lalu pak tua itu memiliki teknik ini kenapa tak digunakan dari awal saja....?!"ujar komandan elit no 8 menggerutu.
"Hem, apakah mungkin teknik ini memiliki resiko atau pun batasan kah...!" ujar Komandan elit no 5 sambil memegangi dagunya menggunakan tangan kanannya.
"Ahk,.. kau benar kalau begitu mari kita hubungi yang lain!" ujar komandan elit no 6 berinisiatif menggunakan Batu giok komunikasi.
Beberapa waktu terlewati, "Cih ternyata tidak bisa. Kabut ini menghalangi jalur komunikasi..." ujar komandan elit no 8 berdecak lidah.
"Kalau begitu kita hanya bisa bertahan sampai bantuan datang, baik lah tak masalah asalkan kita tetap bersama..." ujar Komandan elit no 5 menyimpulkan lalu di angguki oleh dua rekan nya.
Namun sesaat setelah mengatakan hal itu tiba-tiba ke tiga Komandan itu mematung terdiam disertai mata yang terbuka lebar disertai tatapan kosong.
Yap, mereka kini telah terkena ilusi dari hutan yang diciptakan dari gabungan kedua teknik sang kaisar dan Leshy sang roh pohon.
"Hah... melelahkan,! Semoga saja pendekar peniru itu cepat kesini sebelum efek dari teknik ini berhasil." ujar sang kaisar sebelum duduk bermeditasi mencoba memulihkan energi spiritual nya, disisi lain sang roh pohon pun perlahan menghilang. "Formasi ini setidaknya akan bertahan selama 1 hari, Maaf aku tak bisa lebih lama lagi waktu pemanggilan ku sudah habis, Sampai jumpa !" ujar Leshy sebelum menghilang tanpa jejak.
Sang kaisar hanya tersenyum, serta menggumamkan terimakasih saat menyadari hal itu. Kini ia berfokus kedalam pemulihannya, ia berada dipusat hutan tersebut. Selain agar mudah mengendalikan formasi kabut ilusi, ini juga dapat ia jadikan sebagai salah satu pertahanan diri yang ia bisa lakukan saat dalam keadaan melemahnya kekuatan dirinya.
Di tempat pertarungan Zoan.
"Kemana anak itu pergi ?!" ujar Si Dewa Satu Tebasan sambil melesatkan beberapa teknik nya ke sembarang arah.
wushh...
duarr...duarr...
"Hentikan! Mungkin orang itu melarikan diri guna memulihkan diri. Lebih baik kita pergi ketempat orang satunya lagi." ujar Hun jie, setelah mengatakan itu ia melesat kearah dimana kaisar Benua hijau berada tanpa menunggu para komandan elit dibelakangnya.
"aihk... Baiklah ! ayo kita pergi, siapa tahu kita bisa melampiaskan kekesalan dan balas dendam kita pada rekannya." ucap Si pelenyap(komandan elit no 4) melesat menyusul lalu diikuti oleh para komandan elit lainnya.
***
__ADS_1
"Ii-ini ! Apa yang sebenarnya terjadi ?" ujar Hun jie sesaat sudah Sampat dimana tempat pertarungan Kaisar Benua hijau dan komandan elit.
Hun jie hanya melihat sebuah hutan serta asap kabut putih. "Apakah aku masuk saja ya?! Ah, baiklah lagi pula aku percaya hal itu tidak akan mempengaruhi ku. Sekalipun ilusi karena diriku memiliki teknik racun yang dapat mematahkan ilusi..." ujar Hun jie lalu ia melesat masuk kedalam hutan buatan yang dipenuhi asap kabut putih tersebut.
Wussh...
Tak lama setelah Hun jie memasuki hutan buatan itu, kini keempat komandan elit yang tersisa tiba ditempat tersebut. Reaksi saat pertama kali melihat hutan buatan yang berasap kabut putih itu, sama seperti hun jie saat melihatnya.
"Hutan buatan !" ujar komandan elit no 2(Si Cabuk Iblis)
"Nampak nya dibalik hutan buatan berkabut ini terdapat sebuah susunan formasi ilusi " Ucap komandan elit no 13(Si ilmuan gila) memegangi dagunya.
" Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya sang Komandan elit no 4..." masih dengan raut wajah kesal.
"Tak masalah, kita sudah menemukan solusinya. Serahkan formasi ilusi ini padaku karena aku memiliki alat yang dapat mematahkan ilusi apapun, hehehe...!" ujar si ilmuan gila bangga sambil memperlihatkan sebuah boneka yang terbuat dari bahan mirtil hitam.
"Okeh baiklah aku serahkan ilusi ini padamu, Ayo kita periksa !" ujar Si cabuk Iblis melesat masuk kedalam hutan buatan berkabut, tak lupa juga si ilmuan gila menekankan sebuah tombol yang terletak dibelakang bonekanya sesaat sebelum ikut melompat.
Hutan kabut ilusi ini hanya akan berdampak pada orang yang ditargetkan oleh si pengguna, serta memberikan ilusi penyiksaan baik secara fisik atau pun jiwa/mental, tanpa henti sampai teknik ini berakhir, bahkan tidak akan terpengaruh oleh teknik yang biasanya digunakan untuk mematahkan ilusi, satu-satunya kelemahan dari teknik ini adalah membunuh penggunanya atau berakhirnya batas penggunaan teknik Formasi Hutan Ilusi.
Setengah hari berlalu sesaat dimulainya pertarungan,Zoan, kaisar dan para komandan elit Assosiasi pembunuh termasuk 2 orang yang merupakan pelindung tuan tertinggi.
"Ah, selesai juga. Baiklah saat melanjutkan kembali...!" ujar Zoan disebuah tempat yang tak jauh dari area pertarungan. Sebenarnya ia tidak terlalu jauh dengan lokasi dimana sang kaisar berada lebih tepatnya ia saat ini berada disebuah ruang bawah tanah yang ia buah menggunakan elemen tanahnya sesaat setelah berteleportasi.
Ctakk !
Zoan menghilang dari ruang bawah tanah itu lalu muncul di luaran hutan buatan yang dibuat oleh sang Kaisar Benua Hijau. ia tak lupa memberitahukan keberadaan melalui telepati kepada sang kaisar Benua Hijau.
"Yang mulia kaisar, aku kembali saat ini aku berada diluar hutan buatan yang telah kau buat. " Ujar Zoan melalui telepati.
"Ohoho..., hebat juga kau pendekar, bisa langsung tahu kalau teknik hutan buatan ini adalah buatan ku.!" ujar sang kaisar melalui telepati nya sesaat mendapatkan pesan suara. Awalanya sang kaisar tidak bisa menggunakan teknik telepati namun Zoan mengajarkan nya, bahkan Zoan juga memerintahkan agar para komandan pasukan dari aliansi bisa menggunakan teknik tersebut. Ia memberikan cara menggunakan teknik telepati tersebut disebuah gulungan, kejadian itu terjadi sesaat setelah acara jamuan makan yang diadakan sang kaisar sesudah rapat.
"Yah, itu cukup mudah. Karena aku merasakan aura energi spiritual dari hutan buatan berkabut ini. Jadi sekarang apakah jika aku masuk tidak akan apa-apa?" ungkap Zoan santai serta menatap lurus kearah hutan buatan yang masih terus memunculkan asap kabut berwarna putih itu.
"Masuklah, dan habisi mereka secepatnya karena batas waktu penggunaan teknik ini tinggal setengah hari lagi. Dan juga kau tidak perlu khawatir karena aku dapat mengendalikan teknik ini sehingga tak akan mempengaruhi mu !" ujar sang kaisar dengan sedikit suara berat, itu mungkin terjadi akibat efek semakin melemahnya tubuhnya sesaat setelah menggunakan teknik itu.
Whussh....
Zoan melesat memasuki hutan buatan berkabut itu, tentu ditangan kanannya ia memegang pedang jiwa naga.
"Helm, ada tiga orang didepan. tapi kenapa ketiga orang itu hanya berdiri diam dengan tatapan kosong. Ah... peduli amat, yang penting ini kesempatan bagus !" ujar Zoan menebaskan pedangnya sesaat tak jauh dari ketiga orang yang telah terjebak formasi ilusi itu.
Slash... slash... Slassh...!
Pluk..Plukk..Plukk....
Zoan Bahakan menwbasknanya tanpa menggunakan teknik sama sekali, tiga kepala langsung jatuh menggelinding tak lama di ikuti oleh tubuh mereka masing-masing. Dalam waktu singkat Zoan telah membunuh ketiga komandan elit sekaligus. Mereka adalah komandan elit no 8, 6 dan 5.
__ADS_1
Setelah itu Zoan kembali melanjutkan perbantaian nya.
Slash... Slash...
Slash... Slash... !
Zoan memenggal 4 kepala komandan elit sekaligus, mereka adalah komandan elit no 2, 4, 13, dan no 14.
Ia kembali melesat dan kini ia melihat orang berpakaian hijau gelap, "Bukan kah, dia yang memberikan serangan kepadaku berupa racun yah!" ujar Zoan sedikit berfikir.
"Bagaimana jika dia ku jadikan budak ku saja yah?! ah akan ku coba saja..." ujar Zoan melangkah dan menyentuh kepala Hun Jie.
"Teknik telepati tingkat 4 : Pengontrol dan Pengikat Pikiran !" ujar Zoan, saat menggunakan teknik tersebut raut wajahnya sedikit mengkerut serta senyum yang mengembang senang.
Beberapa saat kemudian teknik itu telah berhasil, namun nampaknya hun jie masih terjebak dalam Ilusi. Zoan tak mempermasalahkan nya toh nanti juga akan sadar kembali, saat teknik milik kaisar Benua Hijau berakhir.
" Ohoho.... ternyata dia memiliki tubuh Racun !" ujar Zoan sesaat setelah membaca ingatan hun jie.
"Cih,... dan ternyata kau juga lah yang telah membunuh kakek ku dengan racun, meski racun yang kau gunakan sedikit berbeda pada kakekku. Tapi tetap saja kau telah membunuh kakek ku, Seandainya aku tak tertarik dengan tubuh unik mu, aku sudah pasti melenyapkan mu bahkan mungkin aku akan memberikan siksaan yang sangat mengerikan seumur hidup mu.!" Ujar Zoan kembali sesaat mengingat semua ingatan dari Hun Jie yang mana salah satunya adalah tentang pembunuhan kakek nya. Serta hun jie sendiri disuruh melakukan itu oleh sang pemimpi tertinggi.
Whusss...!
Zoan mengibaskan tangan kanannya dan tangan kirinya terlihat memasukan hun Jie ke dalam pusaran artefak ruangnya, serta memerintahkan Amelia untuk mengawasinya yah, meski sebenarnya itu tidak perlu juga karena Hun Jie saat ini bagaikan boneka hidup Zoan dan tak akan pernah berkhianat.
Setelah itu Zoan melesat pergi menuju kearah sang kaisar Benua hijau berada. Zoan mengetahui letak dimana Kaisar Benua Hijau karena telah diberitahukan kordinat nya.
Zoan memang tidak terpengaruh oleh ilusi itu, namun tetap saja keberadaan pepohonan bagaikan hutan lebat itu dapat sedikit menghambat.
***
Disebuah ruangan tempat pemimpin tinggi berada.
"Hahaha... padahal cuma dua orang tetapi mereka dapat membunuh para komandan elit ku serta 2 orang pelindungku !" Ucap sang pemimpin tertinggi sambil melihat benda bulat yang memperlihatkan tayangan kematian anggotanya.
"Terutama pemuda itu, bahkan ia bisa menaklukan Hun Jie ke pihaknya. Akan tetapi apakah pemuda itu mampu bersaing dengan Surui, ah mungkin dia akan keluar setelah sekitar satu bulan\= 1 hari didunia ini." Ujar sang pemimpin disertai seringai percaya diri.
Sang pemimpin tertinggi duduk di kursinya sambil meminum air berwarna merah dari cawan nya. Air itu adalah darah manusia yang masih terlihat segar terlihat dari warna merah segar serta bua nya.
Kembali ke Zoan berada.
"Yang mulia kaisar, lebih baik anda masuk kedalam ruang artefak ku untuk sementara. Serahkan sisanya pada ku." ujar Zoan sesaat setelah sampai dan melihat keadaan sang kaisar yang cukup memprihatinkan.
Sang kaisar mengangguk, dan Zoan pun melambaikan tangan serta mempersilahkan sang kaisar untuk memasuki pusaran tersebut.
wuussh...
Zoan kembali menutup pusaran portal tersebut. Ia melesat meninggalkan hutan kabut buatan. Hutan asap putih buatan itu masih tetap berdiri dan berasap kabut putih, namun kini hutan tersebut tidak menimbulkan ilusi karena sang pengendali atau pengguna teknik itu telah meninggalkan tempat tersebut, kini tempat tersebut adalah hutan buatan biasa tanpa ancaman dan akan hilang setelah satu hari berlalu.
__ADS_1
" Baiklah saat melanjutkan perjalanan"ujar Zoan melangkah maju, hingga suatu ketika ia melihat para anggota asosiasi pembunuh berbaris menyambut nya.