
Malam itu mereka merasakan perasaan sedikit lega karena masih ada yang berhasil diselamatkan. Walau dalam hati mereka tak tahu pasti akan berapa banyak orang yang berhasil terselamatkan itu.
Zoan juga sudah menghubungi jean beberapa saat lalu, Jean mengatakan akan keluar sebentar lagi. Zoan yang mendengar itu pun mengangguk senang.
Tepat saat matahari terbit, sebuah Pusaran energi muncul disebuah hamparan tanah kosomg.
Dari pusaran energi itu keluar banyak sekali Sosok-Sosok, mulai dari manusia fana hingga para kultivator. Reaksi pertama mereka sesaat melihat sekitar sama dengan reaksi yang ditampilkan zoan dan rekannya saat melihat keadaan benua hijau pertama kali.
Mereka sangat syok juga terpukul, suara tangis kehilangan terdengar begitu saja ditempat tersebut.
Jean, Sezu, Suzu, Ah'tai, Ah'su, Jai dan Juga Leo. Saling melirik dn mengangguk, mereka lalu terbang keatas langit.
"Maafkan aku semuanya, aku mewakili 4 pelindung sekaligus 4 pilar yang bertugas melindungi benua hijau telah gagal melakukan tugas. Maka dari itu silahkan bila ada yang ingin membalas dendam katakan saja." Ungkap Jean singkat dengan sorot mata tajam penuh rasa tanggung jawab.
Perkataan Jean berhasil mengalihkan perhatian semua orang untuk fokus terhadap dirinya. Sampailah salah satu orang yang diselamatkan itu berkata mewakili lainnya.
" Aku ingin kau menghidupkan sahabatku, kerabatku serta semua orang yang menjadi korban dari pertempuran yang telah terjadi ini, bagaimana apakah kau bisa melakukan itu?" Tanya seorang pria yang berumur kisaran 45 tahun disertai luapan emosi serta air mata yang masih mengalir jelas.
Jean yang mendengar itu menghela nafas, ia mencoba tenang, sabar tidak terbawa emosi.
Swushh...!!
Angin berhembus lembut sesaat kedatangan beberapa sosok, disamping Jean. Salah satu dari sosok itu pun ber kata dengan dialiri energi spiritual.
"Itu tidak mungkin, sebab setiap makhluk hidup didunia ini akan mengalami kematian bahkan bagi kami para kultivator sekalipun."
"Maka dari itu kita harus menerima takdir dan berusaha untuk memperkuat diri. Takdir memang ada yang bisa dirubah namun ada juga takdir yang tidak bisa dirubah dengan usaha atau pun apapun itu." Bukan Jean yang Menjawab namun seseorang yang sangat mereka hormati tiba-tiba muncul disamping Jean.
Sosok itu adalah Zoan yang mana beberapa waktu ia merasakan flukturasi energi dari arah utara maka dari itu ia yang sedang berada diwilayah saat pertama kali sampai dibenua hijau yaitu wilayah Selatan, segera berteleportasi kearah Utara
dengan rekan-rekannya.
__ADS_1
Zoan sengaja mengatakan hal itu guna memberikan mereka semangat motivasi hidup serta menyadarkan mereka akan arti hidup yang sebenarnya. Tentang betapa kejamnya kehidupan ini, terlebih bagi para kultivator.
Mendengar kata-kata dari sosok yang mereka sangat hormati, mereka saling menunduk dan mulai merenungkan kata-kata tersebut.
Awalnya diantara mereka ada yang berencana untuk melampiaskan kesedihan dan kemarahannya kepada Jean, namun beruntung dengan cepat Zoan mengambil alih.
Dan hal itu pun akhirnya cukup mudah diatasi, Zoan juga mengatakan agar terus menjalani hidup serta jangan menyerah untuk menjalaninya.
Zoan juga mengatakan akan ada beberapa hal baru yang akan diterapkan selama beberapa hari kedepan dibenua ini yaitu> melakukan hari berkabung selama 7 hari 7 malam. Lalu dilanjutkan dengan Pembangunan ulang serta memilih Kepemimpin yang baru di Benua Hijau.
Hari demi hari terlewati, tepat pada saat hari ketujuh tengah malam. Sebuah robekan ruang diatas langit muncul, Semua orang tampak waspda.
Kebetulan saat itu mereka sedang berada luar karena semua orang baru saja selesai menyalakan dupa untuk menghormati orang-orang yang menjadi korban penyerangan kelompok Asosiasi pembunuh.
Dari robekan ruang diatas langit itu muncul 3 sosok yang mengenakan jubah hitam serta topeng dengan warna merah darah.
"Hem, sepertinya masih cukup bnyak orang yang berhasil selamat dari serangan mu, Aoi !" Ungkap Brock sesaat merasakan ada sekitar 2.000 jiwa/orang yang menghuni benua hijau.
"Kau benar, entah menggunakan cara apa mereka bisa selamat, tetapi pada akhirnya mereka akan menjadi budak dari kelompok kita seperti orang-orang yang berasal dari dunia lainnya." Ujar Aoi melipatkan keduatngannya didepan dada.
"Jangan remeh kan mereka, ranah kultivasinya ada yang tak berbeda jauh dengan kita." Ungkap Bram yang mana berhasil membuat terkejut Brock dan Aoi.
Sementara itu dari arah bawah, ada beberapa orang dari benua hijau yang mengenali ketiga orang yng tengah melayang itu, salah satunya adalah Jean.
"Diaaa...!"
"Keparat sialan!, mereka lah orang yang telah membuat benua hijau menjadi seperti ini." Ucap Jean mengepalkan tangannya sehingga tak terasa darah mengucur saking kuatnya ia mengepalkan tangan. Hal itu karena kuku tangannya yang tanpa ia sadari menusuk telapak tangan yang ia sedang kepalkan itu.
Zoan dan para rekan-rekannya yang menyadari hal itu mulai melayang menghampiri ketiga sosok itu tanpa banyak bicara.
Sementara itu orang-orang dari benua hijau yang melihat itu ada yng merasa takut akibat masih trauma namun ada juga yang malah kesal serta ingin bertarung dengan ketiga sosok itu untuk menunaikan balas dendamnya.
__ADS_1
" Jean bawa masuk semua orang kedalam artefak ruang dimensi mu,sekarang. Serahkan yang disini kepada kami,percayalah bahwa kami bisa mengalahkan mereka." Ucap Zoan melalui telepati. Ia sengaja mengatakan itu karena ia tak ingin orang-orang dari benua hijau ada yang mati lagi termasuk para kultivatornya sekalipun.
Jean yang awalnya ingin ikut melesat, kemudian mengurungkan niatnya dan menuruti perintah dari saudaranya itu.
Ia dengan cepat melambaikan tangan sehingga muncul sebuah pusaran ruang.
"Mari kita masuk, serahkan ketiga orang itu pada saudaraku. Dan lagi ini adalah perintah darinya." Ungkap jean dengan tatapan tegas.
Mendengar hal itu orang-orang dari benua hijau mau tak mau kembali memasuki artefak ruang dimensi terlebih mereka juga menyadari diri sendiri yang hanya akan menjadi beban bagi Zoan dan lainnya, jika keras kepala.
Bram, Brock atau pun Aoi yang melihat itu tidak menghentikannya, mereka justru tersenyum disertai serigai yang licik.
Zoan sendiri kini telah muncul dan menghalangi ketiga sosok itu yang sedang menatap tajam kearah Jean dan orang-orang dari benua hijau yang sedang memasuki artefak ruang dimensi.
"Ohoho...., Apa yang kau ingin kan anak muda?." Ujar Bram sesaat melihat kearah Zoan dan rekan-rekannya yang sedang berdiri dihadapan mereka bertiga.
"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, Apa yang kalian ingin terhadap tempat dimana aku berasal?" tanya Zoan santai serta melipatkan kedua tangannya didepan dada.
Bram dan kedua sosok lainnya melihat serta mendengar itu, menaikkan sedikit alisnya. Bukannya menjawab mereka malah tersenyum serta mengeluarkan aura energi permusuhan.
"Sepertinya kita tak dapat berbicara lebih dari ini, ya.." Ucap zoan tersenyum santai. Tentu ia dapat melakukan hal itu karena ia merasa sedikit mampu bersaing dengan ketiga sosok itu, terlebih dalam hal jumlah Zoan mendapatkan keunggulan.
Namun satu hal yang tidak ia ketahui, yaitu ketiga sosok itu belum memanggil para bawahannya.
Lagi pula awalnya ketiga sosok itu kembali adalah untuk mengambil energi yang ada dibenua hijau serta mereka mengira orang-orang dari benua hijau telah binasa semua.
Akan tetapi mereka mendapatkan kejutan lain saat tiba dibenua hijau yaitu masih ada beberapa yang berhasil selamat dari serangan area yang telah dilancarkan Aoi sebelumnya.
Bahkan ketiga sosok itu, menemukan orang-orang yang memiliki kekuatan yang dapat mengimbangi mereka, seperti Zoan dan para rekan-rekannya.
>>>
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya, Like komen vote and Subcribe !!!
Salam persaudaraan...