Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 93 : Sambutan Yang Menarik


__ADS_3

"Bersiaplah yang mulia kaisar,! " ujar Zoan sesaat sampai dan langsung mengawasi sekitar. Ia merasa bahwa posisinya telah langsung di ketahui, ia yakin orang yang mengetahui posisinya saat ini adalah sang pemimpin tertinggi.


Di dalam sebuah ruang


"Dia datang ! Segera berikan sambutan yang menarik kepada orang itu. Saat ini ia berada disebuah gang sempit, " ucap sang pemimpin tertinggi dari kursi nya sambil menatap kearah orang-orang yang ada diruangan nya saat ini.


"Baik yang mulia tertinggi !" ucap 2 orang yang merupakan 3 pelindung dari pemimpin tertinggi assosiasi pembunuh, mereka Yuan Hao (nama asli Zuab) dan Hun jie(sang pembuat racun Alam Baka). Untuk pelindung pengganti Yuan lu (nama asli Cause) yaitu Surui ia masih berada dalam pengasingannya.


"Baik pemimpin tertinggi, kami akan melaksanakannya dengan baik!!" ucap para komandan elit yang tersisa(15 orang komandan elit).


Sang pemimpin tertinggi mengangguk kan kepala dan mempersilahkan untuk pergi. Para bawahan nya itu, langsung pergi menuju ketempat Zoan berada, sementara itu para komandan pasukan mereka terlihat sedang mengatur para anggota kelompok assosiasi pembunuh nya.


***


Wushh...


Wush....


Hanya dalam waktu singkat mereka para komandan Elit dan dua orang pelindung dari tuan tertinggi itu telah tiba, tak jauh dari tempat Zoan berada.


"Tak perlu bersembunyi, serangga bodoh.! Kau berada ditempat kekuasaan kelompok kami, maka matilah dengan tenang..." ungkap komandan elit no 15 melesatkan serangan berupa bola energi ber-elemen api.


Bush...


Duarr...duarr...


Tempat dimana Zoan dan sang kaisar, terkena serangan itu sehingga menimbulkan ledakan dan menghanguskan tempat tersebut.


Whussh....


"Nampak nya kita benar-benar disambut dengan sangat baik, pendekar peniru !" ucap seorang dari kepulan asap.


"Yah, memang mereka sangat baik. Maka dari itu kita juga harus membalas kebaikan mereka lebih baik lagi, yang mulia Kaisar!" Ucap lagi seseorang yang masih terhalangi kepulan asap, menjawab ucapan yang dilontarkan sebelumnya.


Beberapa saat kemudian kepulan asap itu menghilang, dan terlihat sebuah kubah berwarna emas terlihat didalamnya nampak dua sosok, yang satu terlihat berusia 40 tahunan, sementara yang satunya terlihat berumur kurang dari 20 tahunan.


Whushh...


Kubah yang berwarna emas itu menghilang. Kubah itu tak lain adalah teknik formasi pelindung yang diciptakan Kaisar sesaat serangan yang dilancarkan oleh komandan elit no 15 melesat kearah kedua sosok itu.


"Khekhekhe... serangan mu nampaknya masih lemah seperti biasa." Ujar sosok disamping Komandan elit no 15. Ia adalah komandan elit no 14 dikenal sebagai Dewa satu Tebasan.


"Diam kau ! Dasar maniak pedang..." ucap komandan elit no 15 kesal, karena serangannya tidak melukai orang yang ia tuju.


"Sudahlah kalian berdua, berhenti berdebat. kita kesini untuk bertarung bukan mendengarkan perdebatan kalian berdua!" ucap sesosok mengenakan pakaian merah muda, sambil memainkan kipasnya. ia adalah komandan elit no 13 dikenal dengan Ilmuwan gila.


Mendengar hal itu mereka mendengus kesal dan saling memalingkan wajah satu sama lain.


kembali ke sisi Zoan


"Yang mulia kaisar ! pertama kita akan menghadapi mereka dengan kerja sama kita terlebih dahulu. lalu kita informasikan kelemahan orang-orang itu kepada pasukan kita nanti, agar mereka lebih mudah mengalahkan mereka." ucap Zoan kembali mengingatkan dan mengatakan rencana nya.


"Baiklah tak masalah, meski kita berdua namun untuk mendapatkan informasi mengenai kemampuan mereka itu sudah lebih dari cukup, serta mungkin kita dapat membunuh satu dari mereka itu akan lebih bagus kan?!" ujar sang Kaisar Benua Hijau.


"Yah, itu lebih bagus tapi ingat lawan kita sebenarnya bukan mereka jadi jangan terlalu banyak mengeluarkan energi spiritual !" Ucap Zoan sebelum melesat mendahului sang kaisar Benua Hijau.


Sang Kaisar yang melihat itu hanya tersenyum kecut, dan berfikir "apanya yang bekerja sama sedangkan kau sendiri mendahuluiku....,Dasar anak muda !" Batinya berucap demikian. Namun ia tak terlalu mempermasalahkannya serta langsung mengikuti apa yang Zoan lakukan.


!!!


"Bersiaplah mereka menyerang !" Ujar orang yang memegang sebuah tombak ditangan kanannya. Ia adalah sang komandan elit no 12, Sang kesatria Tombak.


Mendengar hal itu tentu saja para komandan elit mempersiapkan senjata mereka serta menatap tajam kearah seseorang yang sedang melesat kearah mereka. Disisi lain Yuan Hao(nama asli Zuab) dan Hun jie sang pembuat Pill Racun Alam Baka, mengerutkan kening, karena sedikit heran dengan keadaan ini.


" Apakah kau tidak merasakan hal janggal dari kedua orang itu?" tanya Hun jie(sang pembuat racun Alam Baka), mengarahkan pandangannya kearah dua orang yang melesat semakin dekat.


"Yah, aku sendiri tidak tahu pasti apa yang direncanakan orang itu." ungkap Yuan Hao(nama asli Zuab) sambil menatap tajam kearah Zoan. Yah, ia memang benar sudah menyamar cukup lama serta telah berhasil mendapatkan cukup informasi, namu meski begitu ia masih tidak mengetahui sifat sebenarnya dari orang yang ia kenal itu. Hanya satu hal yang ia yakini dari pemuda itu, yaitu sedang menjalankan rencananya.


"Bersiaplah !, jangan remehkan mereka meski saat ini hanya terlihat dua orang saja" ucap Yuan Hao(nama asli Zuab), ia kali ini menggunakan energi spiritual kedalam suaranya agar terdengar saat memperingati para komandan elit, untuk tidak meremehkan kedua orang itu.


Mendengar itu para komandan elit mengangguk dan mulai melesat kearah musuh mereka.


"Teknik kegelapan : Pengikat Bayangan !" ujar Zoan sesaat jarak nya dan para komandan elit cukup dekat terjangkau oleh tekniknya. Sebuah tangan berwarna hitam muncul serta mencoba mengikat targetnya.


whushh....


"Cih,.... trik murahan ini tak akan berhasil !" ungkap seseorang berpakaian merah gelap. ia adalah komandan elit no 1, dijuluki sebagai Si Formasi kematian.


" formasi segel : Lubang kehampaan !" ujar sang Komandan elit no 1, menjulurkan kedua tangannya kearah tangan-tangan hitam yang tiba-tiba muncul disekitar mereka.


Sebuah lubang hitam menghantam tangan-tangan hitam itu dan menghisapnya masuk.


"Cih... boleh juga. Bagaimana dengan ini..!" ucap Zoan kembali melancarkan serangannya.


"Tebasan Yin & Yang !" ucap Zoan mengeluarkan pedang jiwa naga nya dan langsung melesatkan tekniknya, lebih tepatnya teknik yang sering digunakan Intan dulu.


Awalnya ia ingin menguji orang-orang dari assosiasi pembunuh itu dengan hanya menggunakan teknik tangan kosong terlebih dahulu, namun sesaat melihat teknik yang dikeluarkan oleh orang itu, Zoan dengan cepat mengganti rencananya dan langsung menggunakan pedang jiwa naga nya.


Wushh... Lesatan energi pedang melucur dengan cepat kearah lubang hitam itu,

__ADS_1


Ctakk...


CRASH....


Teknik yang dilontarkan komandan elit tak bisa menahan lesatan tebasan Zoan,


"Berpencar dan bagi menjadi dua kelompok !" ujar sang Komandan elit no 1 sesaat melihat lesatan pedang yang dilancarkan Zoan tak berhenti setelah menghancurkan teknik nya.


Duarr...


Teknik itu mengenai salah satu komandan elit dan membuatnya terpental serta terlihat tangan kanannya langsung terpotong, nampaknya komandan elit itu telat menghindar. Ia adalah komandan elit no 15.


"Cih..., Sialan ! aku akan membalas mu serangga..." ujar sang korban langsung mengeluarkan Pill regenerasi serta memasukan ke mulutnya. Akan tetapi tak berapa lama sebuah serangan lainnya muncul, dan menghantamnya dari arah belakang punggungnya.


whushh...


duarr...


Bruakk....


"Uhukkk..Oekk, Oekk...!" sang komandan elit itu terpental dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya.


Whushh...


Zoan berteleportasi dan langsung memenggal kepala komandan elit no 15 itu, "Satu...! " ujar Zoan, ia lalu melihat kearah kaisar Benua hijau yang kini juga telah menjadi sasaran para komandan elit, mereka bertujuh langsung menyerang sang Kaisar Benua Hijau sesaat setelah Sang Komandan elit no 1 memerintahkan nya untuk berpencar sebelumnya.


***


"Kakek tua, menyerah lah dan maka kami akan membuat kau mati tanpa rasa sakit!" ujar seseorang komandan elit berpakaian warna kuning gelap sambil memegangi kedua kapak emas nya. ia adalah komandan elit no 11 dengan julukan Si kilat Kuning.


"Ohoho... Benarkah ?!" tanya sang kaisar sedikit menyeringai.


"Formasi Rune :Serang 5 elemen !" ujar sang kaisar mengarahkan tangannya kearah depan, dimana si kilat Kuning berada.


Wushh....


Cahaya berwarna putih muncul dibawah kaki sang komandan elit no 11. Dibalik cahaya itu berbagai huruf rune muncul dengan setiap tune yang berbeda-beda sesuai dengan warna dari ciri khass 5 elemen dasar.


Byuurr...., Bush... Serangan api dan air menyerang kearah komandan elit no 11, tak lama lalu disusul oleh ketiga serangan yang berasal dari tiga elemen sekaligus.


Bzzrt... Fyuuhh.... Duuarrrr ! ketiga serangan elemen sekaligus mengarah kearah sang komandan elit no 11, yang terjebak dalam formasi itu. Serta menimbulkan ledakan dan kepulan asap.


Sang Kaisar mengibaskan tangan kirinya guna menghilangkan kepulan asap itu, dan langsung terkejut saat tidak mendapati siapapun. Langsung mengedarkan energi spiritual ke sekitar.


"Hem, dia memiliki teknik teleportasi juga ya, seperti pendekar peniru....!" ungkap sang kaisar sesat menyadari sesuatu, Bahkan ia tak menyangka bahwa teknik formasinya tidak bisa menghalangi teknik teleportasi dari lawan nya ini.


Whushh !!!


Trangg....


Trangg...


Sang kaisar menangkis serangan kedua kapak yang hampir mengenai lehernya itu dengan tangan nya yang telah ia lapisi menggunakan elemen besi evolusi dari elemen dasar tanah.


Dan lagi elemen besi itu berwarna hitam legam layaknya batu asteroid yang mana sering digunakan untuk bahan utama dalam menempa senjata tingkat Neraka.


Seakan tak ingin memberi sang kaisar nafas, para Komandan elit lainnya bergegas saling memberikan serangan secara bergantian.


"Baiklah, kalian yang memaksaku !" ucap sang kaisar menatap dengan serius,


"Formasi ruang!" ungkap sang kaisar menghalangi serangan dari para komandan elit, dengan menggunakan teknik formasi ruang. Formasi ruang sendiri berbentuk kubah serta bisa digunakan untuk menyembunyikan suatu hal yang privasi ataupun sebagai sebuah perisai pelindung seperti saat ini.


"Formasi pemanggilan !" ucap sang kaisar lagi sesaat didalam formasi ruang. formasi pemanggilan adalah formasi yang mana dapat memanggil seorang partner dari dunia berbeda.


Clang....!


Sebuah cahaya muncul dihadapan sang Kaisar.


"Ada apa kamu memanggilku, manusia ?!" ucap sosok bersuara berat, dan memperlihatkan wujudnya saat sesudah cahaya itu meredup.


" Tolong bantu aku melawan mereka, Leshy !" ucap sang kaisar menatap tajam kearah para komandan elit assosiasi pembunuh yang menyerangnya.


"Baiklah, !" ucap sosok itu masih dengan suara beratnya. Ia adalah Leshy (Roh Hutan), yang yang tinggal di suatu dunia yang berbeda dari benua hijau



ilustrasi diatas adalah Leshy sang roh hutan dari mitologi Slavia.


" Teknik Hutan : Akar merambat !" ucap Leshy mengalirkan energi mana nya kedalam tanah, ia tanpa basa-basi langsung melancarkan serangannya kearah para komandan elit.


krasak....krasak... !!!


Akar-akar mendadak muncul dari kedalaman tanah dan mulai mengikat para targetnya,


"Gunakan serangan masing-masing agar akar-akar ini tidak mengikat kita!" ucap komandan elit no 11.


Wushh...


Duarr...Duarr...

__ADS_1


Boom... Boomm....


Berbagai serangan dilancarkan oleh para komandan elit itu hingga mengenai akar-akar yang terus merambat kearah mereka. Tebasan pedang, tebasan sabit, tebasan kapak, bahkan bola energi mereka gunakan untuk memusnahkan akar-akar itu, naasnya akar-akar itu meski sudah terpotong ataupun hancur akan tumbuh kembali dan melesat kembali.


"Ahhkkk... Sialan akar-akar ini, kenapa tidak mau berhenti juga! " ungkap seorang komandan disertai raut wajah frustasi dan kesal.


"Argh... Lepaskan aku, akar sialan !" ucap komandan elit lainya. terlihat komandan elit itu baik kedua tangan, kedua kaki bahkan tubuhnya telah terlilit oleh akar-akar.


***


Kembali ke sisi Zoan


Serangan demi serangan Zoan lakukan, namun orang-orang yang menjadi lawan nya saling mengisi dan melengkapi satu sama lain.


Ia melompat kebelakang, sedikit mengambil nafas. " Kawan keluarlah ! bantu aku !" ujar Zoan akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan kepada salah satu rekannya yaitu Sang Monster Gorila Pembalik.


Whush...


Monster dengan tinggi mencapai 3.5 meter muncul dibelakang Zoan.


Disisi lain para komandan elit yang melihat hal itu, langsung menjaga jarak dan mengurungkan serangan yang akan dilancarkan nya. Para komandan elit yang dilawan Zoan nampaknya lebih berhati-hati dan memiliki kewaspadaan yang cukup tinggi, tidak seperti para komandan elit yang menjadi lawan kaisar Benua Hijau.


Hal itu wajar karena para komandan elit yang menjadi lawan Zoan adalah para komandan elit yang lebih kuat serta tidak terlalu mementingkan ego diri yang tidak penting.


"Berhati-hatilah, aku merasakan monster dibelakang pemuda itu sangat berbahaya dan tak jauh hebat dari pemuda itu" ujar sang komandan elit no 1, sementara rekan-rekannya disamping mengangguk setuju.


"Cih, mereka benar-benar sangat berhati-hati. komandan elit yang memiliki gelar 10 besar memang beda !" ungkap Zoan sambil mengeluarkan dan memasukan 5 butir Pill kedalam mulutnya. pil itu bernama Pill penambah energi.


"Ulur untuk ku sebentar kawan!" ujar Zoan sambil bermeditasi guna menyerap Pill itu.


"Serahkan kepada ku, tuan muda !" ucap monster Gorila pembalik sambil menepuk-nepuk dadanya menggunakan kedua tangannya.


"Heii,... manusia Keparat, apakah kalian yang menyakiti tuan muda ku?!" tanya monster Gorila Pembalik menatap tajam kearah para komandan elit yang melayang itu.


"Iya, itu benar. memangnya mau apa kau monster jelek" ungkap seorang komandan elit, memprovokasi. ia adalah Si Dewa Satu Tebasan(komandan elit no 14).


Cih, seandainya tuan muda ku tidak menyuruh ku hanya untuk mengulur waktu sudah ku robek mulutmu itu!" gumam sang Gorila Pembalik, dan ternyata gumaman nya itu terdengar oleh para komandan elit.


"Apa kau meremehkan ku, sini kau maju!" ucap si Dewa Satu Tebasan kembali mencoba memprovokasi.


"Cih, kau saja kalau berani kesini. Dasar manusia jelek bahkan lebih jelek dirimu dari pada diriku, hahaha....!!" ucap sang monster Gorila Pembalik tak mau kalah.


"Apakah bilang Gorila bau tanah!!"ucap Si Dewa Satu Tebasan, yang malah dirinya terpancing oleh provokasi sang Gorila. Bahkan tanpa aba-aba langsung melesat.


Melihat hal itu tentu Sang gorila senang, karena ia tak perlu bergerak terlalu jauh dari tuannya. Akan tetapi sesaat Si Dewa Satu Tebasan itu beberapa langkah lagi mendekati sang monster, dengan cepat salah satu komandan menendangnya.


Buakkk....


Duarr...Duaarr...


"Oeekk,.. Oeekk... Kenapa kau menendang rekan mu sendiri bangsat?!" tanya si Dewa Satu Tebasan(Komandan elit no 14) menatap kearah komandan elit yang menendangnya.


Whushh....


sebuah aura membunuh yang diarahkan kepada si Dewa Satu Tebasan meledak dan membuat orang yang terkena itu kembali mengeluarkan darah dari mulutnya,


"Tunggu ! Apakah kau bodoh hah..., Dia sedang memprovokasi mu, Diam dan mari kita serang secara bersama-sama untuk memancing monster itu agar bergerak menjauh dari tuannya" ucap sang komandan elit no satu sambil menatap tajam serta melepaskan aturan membunuhnya yang ia tujukan kepada komandan elit no 14(Si Dewa Satu Tebasan).


"Ba-baikk-lah !" ungkap sai komandan elit no 14, dengan suara yang sedikit tergagap karena ia masih dalam tekanan aura membunuh.


"Huft, bagus lah!" ucap sang komandan elit no 1 sambil menarik kembali aura membunuhnya.


Monster Gorila yang melihat itu sedikit tersenyum, ia merasa rencananya sedikit berhasil dan itu membuat tuan memiliki waktu untuk menyerap Pill itu.


Wussh... wushh....


Boomm ... Boommm.... !


ledakan aura dari ke tujuh komandan elit keluar dan menimbulkan retak pada tanah sekitar serta bangunan yang beberapa ada yang ambruk.


"Mau menekan ku dengan aura, baiklah kalau begitu rasakan ini. Hehehe....!" ujar monster Gorila Pembalik dengan kilatan membunuh dibalik matanya.


"Teknik Pembalik : Pembalik Aura !"


Wuasssh....!


Duarr....Duarr....!


Boom.... Boom...!


Ledakan Aura yang lebih besar menyerang kearah para komandan elit, mereka terpental beberapa kilometer.


"Dia bahkan bisa mengeluarkan aura yang lebih pekat dari kita!" ucap seorang komandan elit, yang sedang memegang Cabuk warna hitam, ia dijuluki sebagai Si Cabuk Iblis serta merupakan komandan elit no 2.


"Nampaknya bukan itu, tapi monster itu dapat memantulkan serangan aura kita" ucap sosok yang memakai pakaian lengkap prajurit perang, ia adalah komandan elit no 3 dengan julukan Si Haus Darah.


"Hem, kau benar. Monster itu memang bisa melakukan itu...!" Ucap si komandan elit no 1(Si Formasi kematian).


"Lalu bagaimana?" tanya sosok yang terlihat memegang dua buah belati dikedua tangannya, ia adalah komandan elit no 4 Si Pelenyap.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita menyerangnya secara langsung, secara bergantian !?" ucap seorang komandan elit mengungkap kan pendapatnya. ia adalah komandan elit no 7, Si Pemabuk.


Mereka pun saling melirik, lalu mengangguk setuju dan langsung melesat kearah monster Gorila Pembalik.


__ADS_2