
Keesokan harinya tepat pada saat matahari terbit tuk memperlihatkan wajah nya Zoan, Jai , Jean ,Cause, Zuab serta Intan pergi dari tempat tinggal Zoan dulu menuju ke guild petualang, Semalaman mereka sudah memutuskan dan berunding bahwa untuk saat ini sebagai gerakan awal kelompok " World explorer " yaitu dengan menyelesaikan misi guild secara bersama sama, selain untuk lebih saling mengenal juga untuk mempererat kerjasama tim dalam kelompok mereka.
Sesampainya di depan guild petualang mereka berbicara dengan manager guild khususnya Jai yang akan mendaftar menjadi anggota guild petualang.
"manager Kaila, saya ingin mendaftarkan teman saya Jai tuk menjadi anggota guild petualang serigala" ucap Zoan bicara dengan manager Kaila
"oh yah silahkan, mohon tuk mengisi lembaran formulir pendaftaran anggota guild petualang" ucap manager Kaila sambil menyerahkan selembaran kertas
" okeh baik lah, serta salam kenal saya Jai, temannya tuan muda Zoan" ucap Jai mengambil kertas formulir pendaftaran, Setelah mengisi nya Jai lalu memberikan kertas tersebut
"mohon ditunggu ya sebentar" ucap manager Kaila
" Baik " ucap Jai
tak berapa lama manager Kaila kembali sambil membawa sebuah lencana guild, lalu menghampiri Jai dan memberikannya.
" ini lencana guild tuan Jai" ucap manager Kaila
" okeh terimakasih " ucap Jai sambil melihat lencana guild petualang nya yang bertuliskan Guild petualang level 8 sama seperti waktu pertama kali Zoan mendaftar menjadi guild petualang.
" Apa ada misi baru berlevel 1?" tanya Zoan
" Ada tuan Zoan, yaitu membasmi sekumpulan monster iblis di hutan Saurus daerah barat daya benua hijau, Serta misi kali ini lebih baik tuan Zoan membentuk sebuah kelompok " ucap manager Kaila sambil menyarankan
" Ya dan lagi pula itu misi yang saya cari serta kami sudah memiliki kelompok yang bernama World explorer " Ucap zoan
" oh bagus lah" ucap manager kaila
" Ya, saya ambil misi ini " ucap Zoan lalu, Kaila mengambil sebuah kertas dan diberikan ke Zoan serta Zoan langsung menyimpan di cincin ruang nya.
"ayo teman teman teman" ucap Zoan menghampiri Jean,Cause, Zuab Zintan serta Jai
Lalu mereka pun pergi dari guild tersebut tuk membeli beberapa perlengkapan perjalanan seperti beberapa pil penambah energi, pil penetral racun tingkat menengah, pil penyembuh luka ringan dan luka dalam tuk berjaga jaga serta tak lupa mereka membeli sebuah kereta kuda sederhana.
Zoan, jai, Jean, Zuab, Cause serta Intan pergi keluar desa saidan.
Mereka memacu kuda mereka dengan cukup cepat, terdapat dua kuda di bagian depan kereta tuk kusir, kusir saat ini adalah Zoan dan jai, mereka berencana tuk saling bergantian dalam mengendalikan kudanya.
Sesampainya disebuah hutan
" Saudara ku bagaimana kalau kita beristirahat saja lebih dahulu dipinggir hutan ini, lagi pula kita dapat berburu binatang buas(biasa) tuk di konsumsi " ucap Jean dari dalam kereta
" Baiklah kita akan beristirahat malam ini disini " ucap Zoan lalu meminggirkan kuda nya dan mereka semua pun turun.
" Tuk mencari makanan serta kayu bakar serahkan saja pada saya dan Zuab, okeh ?" ucap Cause .
" ya silahkan, namun bagaimana kalau kalian pergi bersama Jai sekalian mempererat ikatan pertemanan kalian" ucap Zoan sambil melirik kearah Jai
" baik lah tak masalah " ucap Zuab serta Cause hanya mengangguk setuju.
Zuab, Cause serta Jai pun pergi menuju kedalam hutan, Zoan sengaja menyarankan mereka tuk pergi bertiga karena yang Zoan lihat Jai beserta ke empat temannya itu kurang akrab atau jarang berbicara khususnya untuk Zuab dan Cause.
Sesampainya di tengah hutan , " binatang apa yang akan kita makan malam ini ?" tanya Zuab
" bagaimana kalau rusa serta kambing hutan?" tangan Cause
" okeh saya setuju, target berburu kali ini rusa serta kambing hutan, namun kalau tidak menemukan binatang apa saja juga boleh" ucap Jai
" kita bagi tiga tugas , jai mencari kayu bakar, untuk Zuab mencari buah buahan hutan serta untuk saya berburu ada yang keberatan?" tanya Cause
" kalau berburu biar saya saja" ucap Jai tiba tiba
" yasudah baiklah untuk berburu saya serahkan ke Jai" ucap Cause
" kita akan berkumpul lagi ditempat ini" ucap Cause menambahkan
" Baik Setuju" ucap Zuab dan Jai bersama.
Kembali ke Zoan
" Saudaraku mari kita buat sedikit tempat istirahat " ucap Jean mengajak
" ayo " jawab Zoan, lalu mereka pun membuat sebuah rumah sederhana menggunakan elemen tanah Jean sementara Zoan menggunakan elemen kayu nya tuk membuatkan tempat tidur, atap, meja serta beberapa kursi. Awal nya Zoan untuk masalah kayu bakar ingin menggunakan elemen kayunya namun ia mengurungkan niatnya.
Intan sendiri terlihat sedang menyiapkan bumbum tuk menambah dalam cita rasa makanannya nanti, ia sebagai satu satunya perempuan dalam kelompok tersebut saat ini memiliki tugas yaitu memasak, Tak lupa juga Jean menyiapkan kamar terpisah untuk tempat tidurnya intan.
"ahk selesai juga hehe..., bagaimana bagus kan saudaraku rumah sederhana yang saya buat?" ucap Jean
" yaa..., lumayan lumayan hehe..." ucap Zoan becanda
" ah, bagus lha jangan bilang lumayan" ucap Jean lagi
" iya iya iya, bagus bagus" ucap Zoan
__ADS_1
" Intan, coba lihat kamar kamu apa ada kekurangan sesuatu" ucap Zoan yang melihat intan yang menyiap kan bumbum masak.
" hm, lumayan lumayan " ucap intan
sementara Jean yang mendengar ucapan intan barusan berkata dalam hatinya " perkataan mereka sama saja, nggak bisa sedikit tuk kagum/memuji dalam hasil jerih payah ku, aihkk apa mereka berjodoh ya ?, lagi pula umur mereka sama "ucap Jean dalam fikirannya, seakan mengetahui apa yang dipikirannya jean serta intan berucap " Apa yang kau pikirkan, itu tidak mungkin " ucap intan
" eh, apa yang kau maksud intan aku tidak memikirkan hal apapun tentang kamu " ucap Jean mengelak serta berucap kembali dalam hatinya " sial bagaimana tebakannya itu benar ,dasar orang orang jenius " ucap Jean dalam fikirannya
"Sudah sudah jangan berdebat Mulu atau kalian berpacaran kah?" ucap Zoan melerai dengan polos ditengah perdebatan mereka
" GAK MUNGKIN !!"Ucap Jean serta intan bersamaan.
" aihk yasudah lah terserah kalian saja, lebih baik saya membaca buku " ucap Zoan lalu duduk di kursi serta mengeluarkan buku hukum ruang dimensi.
Dibuku tersebut dikatakan bahwa seseorang dapat membuat celah dimensi, dan berteleportasi kedunia dimensi lain, dan selain itu orang yang menguasai hukum ruang dan waktu dapat membuat dimensi serta kehidupannya sendiri, dibuku itu juga banyak dikatakan bahwa harus memiliki basil kultivasi minimal Supreme God tingkat akhir tuk dapat membuat hal itu semua serta kecocokan elemen ruang dan waktu.
" hm, saya rasa saya juga memiliki kecocokan dengan elemen ruang dan waktu lebih tepatnya dengan semua elemen hehe..." gumam zoan
" kau kenapa cengengesan begitu?" ucap intan
" gak apa apa" ucap Zoan
" mau tau aja " tambah Zoan bergumam namun masih terdengar oleh intan
" Apa kau bilang, coba sekali lagi " ucap intan
" ngga ko serius saya cuma bilang kamu baik, hehe...." ucap Zoan cengengesan
"huh, yang bener?!" ucap intan memastikan
" ya benar, kamu baik" ucap Zoan lagi
" okeh terimakasih" ucap intan
" dasar wanita memang merepot kan " ucap Zoan dalam hati, ia pun melanjutkan tuk mempelajari buku hukum ruang sampai tiba tiba Cause, Zuab serta Jai datang.
" maaf lama, ini hasil buruan, kayu bakar serta beberapa buah hutan" ucap Cause, mereka bertiga membawa beberapa rusa, kambing hutan ,buah buah hutan, serta 2 ikat besar kayu bakar, lalu Jean serta Zoan membersihkan hasil buruan tersebut sementara intan bertugas menyiapkan api serta memasak. Elemen elemen yang mereka kuasai kecuali Zoan yaitu, Jean\= air diranah Diamond God tingkat mahir saat ini, Cause\= api dan angin ranah Diamond God tingkat mahir saat ini, Zuab\= tanah, petir dan api ranah Diamon tingkat ahli saat ini , sementara intan berada diranah Diamond tingkat ahli saat ini serta menguasai elemen kegelapan dan cahaya yang merupakan hal langka, orang yang memiliki kecocokan elemen berlawanan tersebut.
Setelah memasak dan makan mereka pun beristirahat kekamar masing masing
keesokan harinya mereka bangun serta langsung berangkat menuju hutan Saurus yang berada di Barat Daya Benua Hijau.
setelah melewati beberapa desa serta hutan mereka akhirnya sampai, setibanya di depan hutan mereka mulai mempersiapkan diri masing masing, Zoan juga sudah memasukan kereta beserta kudanya kedalam artefak dimensi milik nya walau saat Zoan menggunakan artefak dimensi banyak yang ingin menanyakan hal tersebut namun Zoan menjelaskan bahwa ia menemukan nya saat sedang berpetualang tanpa sengaja,
" ya sepertinya kau benar " ucap Zoan mengeluarkan pedang bintang nya ia memiliki job semua pertarungan
" mari kita habisi mereka" ucap Zuab yang mengeluarkan tombak.
" habisi setiap orang 5 monster iblis" ucap Cause mengeluarkan beberapa Yo Yo ia memiliki job assasin
"hmmm...," ucap intan sambil mengeluarkan sabit nya
"mari tuan muda" ucap Jai sambil mengeluarkan elemen es nya menjadi sebuah pisau dan melayang
" Serang... " ucap Zoan
" groargh....
groaaghhh...
groargh....
whush... buukk ...
BUUMMM .... DUARRR....
Suara pertarungan terjadi begitu meriah dan menambah kesan hiburan.
" huh cukup melelahkan hehe "ucap Jean
" ya kau benar namun ini pertarungan yang seru dan menarik " ucap Cause menimpali disela sela pertarungan mereka.
DUARRRR...
BUUMMM ....
suara pertarungan intan serta Zuab terlihat sengit melawan para monster iblis.
"Light step" ucap intan lalu ia menghilang dari hadapan 5 monster iblis tersebut dan muncul kembali di salah satu nya," Tebasan bulan sabit " ucap intan lagi
"slash ..... " kepala monster iblis itu menggelinding hal terus berlanjut
" tusukan petir " ucap Zuab sambil menusukan tombak nya menuju kaki kiri monster iblis harimau mata tiga tersebut,
__ADS_1
" groargghhh...." ucap salah satu monster yang kakinya tertusuk oleh tombak Zuab.
" mari kita juga tak boleh kalah sama mereka berdua " ucap Jean kepada yang lainnya,.
pertarungan terus berlanjut disertai berbagai jurus keterampilan yang mereka kuasai di keluarkan.
Sampai pada akhirnya pertarungan mereka pun terselesaikan walau ada beberapa yang lembab serta luka ringan hal itu wajar lagi pula monster iblis yang mereka lawan adalah ranah Diamon yang setara dengan tingkat ahli kecuali untuk Zoan serta Jai mereka berdua nampak tak kesulitan sedikitpun ranah mereka pula sudah berada dipuncak dimensi dunia benua hijau. Tak lupa juga mereka mengambil inti monster serta beberapa bagian tubuh nya sebagai bukti tuk melapor ke guild, mereka juga terlihat sedang memulihkan energi spirit milik mereka sebelum menjelajahi serta membasmi para monster iblis yang berada di hutan Saurus tersebut.
Mereka terus melanjutkan perjalanan,, mereka juga dihutan tersebut selain berburu monster juga sambil mencari sumber daya herbal siapa tau mereka menemukan hal yang cukup menarik, untuk saat ini mereka menemukan tanaman herbal seperti rumput sembilan warna, bunga mawar biru yang dapat menyembuhkan serta dapat dibuat tuk jadi bahan teh, akar 3 warna tuk memperkuat otot otot seorang kultivator, serta mereka juga menemukan buah Turnal yang merupakan buah yang berfungsi tuk menambah energi spirit serta penyegar tubuh.
" hari semakin mulai gelap apa kita akan bermalam disini, tuan zoan?" tanya Cause
" lebih baik kita lanjutkan saja tuk menyusuri hutan ini terlebih dahulu lagi pula terlalu banyak beristirahat kapan selesainya" ucap Zuab
" oii, gua tanya sama tuan Zoan malah lo yang jawab " ucap Cause kesal
" baiklah baiklah, maaf tapi benar kan tuan Zoan jawaban yang saya berikan?" ucap Zuab bertanya
" setengah benar setengah salah " ucap Zoan
" Maksudnya...?!" ucap Zuab serta Cause dengan heran
" ya maksudnya untuk saat ini kita masih belum beristirahat sebab kita harus mencari tempat yang cukup nyaman tuk beristirahat , kalau di sini terlalu curam dan berbahaya apa bila kita terjatuh dari ketinggian walau kita kultivator namun hal tersebut tetap mengganggu kenyamanan kita semua beristirahat " ucap Zoan sambil melirik intan yan terlihat kelelahan, ia mengetahui hal itu namun akan lebih baik menurutnya mencari tempat yang lebih nyaman lagi tuk beristirahat, mereka saat ini berada di sebuah tebing berbatu dalam hutan.
" okeh baiklah tuan Zoan" ucap Cause
" bagaimana kalau kita beristirahat di depan sana saja tuan muda " ucap Jai sambil menunjuk kearah tempat datar disertai rumput hijau yang menghiasi tanah berbatu tersebut, walau terlihat aneh ada rumput diatas berbatuan namun apa yang mereka lihat adalah kenyataannya
" baiklah kita beristirahat saja disana " ucap Zoan setuju,
setelah sesampai nya mereka di tempat datar yang memiliki banyak rumput diatas berbatuan tersebut mereka mulai duduk serta melepas lelah mereka,
" Untuk saat ini kita tak perlu berburu atau pun mencari kayu bakar,serah saja semuanya padaku lagi pula masih ada beberapa buah hutan serta daging daging beast dalam cincin ruang ku sementara untuk kayu saya akan menggunakan elemen kayu " ucap Zoan lalu ia mengeluarkan beberapa buah hutan serta daging beast dari dalam cincin ruang nya tak lupa ia menggunakan elemen kayu dan apinya tuk memasak makanan mereka semua hari ini, hal itu Zoan lakukan setelah melihat semua teman temannya lelah kecuali Jai.
Zoan sambil ditemani Jai sambil menghadap daging yang sedang dipanggang dengan ditemani buah hutan , mereka mengobrol banyak hal walau kebanyakan yang dibicarakan adalah hal yang tidak penting.
" daging nya sudah matang ,mari kita makan bersama " teriak Zoan kearah teman teman temanya yang terlihat tidur tiduran,. Mereka semua pun makan bersama setelah makan mereka membicarakan banyak hal salah satunya adalah cara melakukan kerja sama kelompok mereka yang masih berantakan.
" saudaraku menurutmu apa yang harus kita lakukan agar kerja sama kelompok kita berjalan baik ?" tanya Jean
" untuk sekarang seperti biasa saja dulu entar ketika sudah saatnya mari kita mencoba beberapa hal seperti membuat teknik tempur kombinasi ,mengumpulkan informasi dan lain sebagainya " ucap Zoan santai
" okeh baiklah" ucap Jean dengan agak khawatir
" tenanglah saudaraku seiring berjalannya waktu kita semua dapat bekerja sama dengan baik " ucap Zoan
" benar apa yang dikatakan Zoan, kau jadi laki laki jangan terlalu mengkhawatirkan hal itu " ucap intan santai
" tumben kau bicara santai "tanya Zuab
" diam kau dasar maniak tombak " ucap intan marah
" aikh kalian ini, sudah sudah kita ini teman maka dari itu jangan terlalu sering bertengkar " ucap Zoan
"baik baik" ucap intan
" tuan Zoan boleh bertanya?" ucap Cause
" ya silahkan " ucap Zoan
" apakah tuan Zoan berasal dari keluarga bangsawan?" tanya Cause penasaran
" kenapa kmu bisa bilang begitu?" tanya Zoan kembali
" ya kerena yang saya lihat tuan Zoan seperti orang keturunan bangsawan serta kejeniusan tuan Zoan seperti para bangsawan namun hal yang membedakannya adalah yaitu sifatnya saja, tuan Zoan memiliki sifat santai, serius serta tidak sombong seperti para bangsawan bangsawan umumnya " ucap Cause
" bukan bukan saya bukan berasal dari keluarga bangsawan saya memiliki marga prozz(Zoan Prozz), saya juga gak tau mengenai ibu, ataupun ayah saya siapa karena yang saya tau keluarga saya kakek saya yang merawat saya dari kecil ", ucap Zoan
" eh, seperti itu ya maaf saya tak bermaksud tuk menyinggung hal itu namun karena rasa penasaran saya yang diluar kendali say" ucap Cause minta maaf
"sudah lah gak apa apa" ucap Zoan kembali,.
Beberapa menit kemudian mereka semua pun akhirnya tertidur hanya Zoan serta Jai yang belum.
" tuan muda kalau mau istirahat silahkan biar saya saja yang berjaga" ucap Jai
" gak apa, Jai dan lagi saya akan melanjutkan tuk mempelajari buku keterampilan hukum ruang dan waktu yang sebelumnya tertunda "ucap Zoan lalu mengeluarkan buku tersebut
" baik lah tuan muda" ucap Jai. sementara Jai hanya mengatur api didepannya Zoan mempelajari serta membaca buku tersebut dari halaman awal.
jangan lupa like, komen and vote nya
see you next chapter....
__ADS_1