
wish...
wushh...
terlihat sebuah wujud dari jiwa iblis yang terpanggil oleh Danis akan melesatkan pukulan dari salah satu lengannya.
" Wind Shield..." ucap Deira mencoba tuk menghalau pukulan dari sang jiwa berwujud iblis Milik Danis.
" teknik pemanggil roh beladiri, daiyue keluarlah dan bantu aku" ucap Deira lagi. Setelah Deira mengatakan hal itu tiba tiba dibelakang tubuhnya muncul sebuah energi spirit yang tak lama membentuk sebuah manusia burung serta terdapat mahkota di kepala roh beladiri yang dipanggil Deira tersebut.
Terlihat Deira sedang berusaha keras tuk menahan satu pukulan dari wujud jiwa iblis yang telah dipanggil Danis sebelumnya.
kreakk....
kreaakk...
pertahan yang dibuat Deira mulai mengalami keretakan, hal itu tak akan bertahan lebih lama lagi.
wushh....
bruakkk
" ahk... " ucap Deira sambil memuntahkan darah dari mulutnya, Deira nampaknya sudah kehabisan energi spirit dan juga roh beladiri yang baru dipanggil perlahan menghilang.
" haha .....
ternyata kau memiliki roh beladiri yang menarik, tapi itu masih kalah kuat dengan kekuatan jiwa iblis ku " ucap Danis menyeringai sesaat jiwa roh iblis yang ia panggil telah memukul mundur pertahanan Deira beserta roh beladirinya yang perlahan langsung lenyap karena tak kuat tuk menahan pukulan dari wujud jiwa iblis yang dipanggil Danis.
" menyerah lah maka aku tak akan berbuat hal yang lebih dari ini " ucap Danis lagi sambil berjalan perlahan menghampiri Deira, sementara untuk wujud jiwa iblis yang Danis panggil masih mengikuti dibelakangnya.
Dengan suara yang sangat lemah Deira pun mengaku kalah dan akhirnya babak kedua ini dimenangkan oleh Danis dari Akademi kegelapan.
" baik lah saudara saudari sekalian mari kita lanjut pada babak ketiga turnamen final yaitu Airon (putra dari raja kegelapan kerajaan Alvous) vs Suiran(Akademi Kegelapan).Silahkan kepada peserta untuk memasuki arena !" ucap sang wasit setelah sebelumnya ia mengumumkan pemenang dari pertarungan Danis vs Deira.
" baiklah sekarang giliran ku dan saya harus memenangkan pertarungan ini " ucap Airon sambil mengepalkan tangannya lalu ia melompat kearah arena, begitu juga sang lawan bertarungnya yang juga melompat kearah arena.
Terdengar sorak penonton yang memberikan dukungan kepada Airon.
" woahh... pangeran saya mendukungmu " ucap salah seorang gadis di bangku penonton.
" semoga kamu berhasil saudaraku " ucap Gustian berharap saudaranya itu menang dalam pertarungannya.
" saya Airon mewakili guild petualang bangau putih " ucap Airon memperkenalkan diri.
" saya Suiran dari Akademi kegelapan" ucap Suiran memperkenalkan diri juga.
" baiklah , Mulaiii...?" ucap sang wasit.
Terlihat meski wasit telah mengatakan kata mulai, namun baik Airon maupun Suiran masih diam ditempatnya masing masing. Mereka sedang saling menatap dan mewaspadai. 5 menit telah berlalu Airon maupun Suiran masih diam di tempat mereka dan tidak menunjukan akan terjadinya pertarungan, hal itu membuat para penonton kesal dan juga sang wasit memberi peringatan.
" Cepat mulai atau kalian berdua ingin dikualifikasi paksa" ucap sang wasit(Xian Zuan).
Trang ....
Trang... di setelah sang wasit memberi peringatan Airon dan Suiran pun tanpa ragu melesat dan akhirnya pertarungan pedang pin terjadi.
" haha... boleh juga" ucap Suiran sambil menahan tebasan pedang milik Airon .
" kau juga,..." ucap Airon .
" bagaimana kalau kita uji dalam hal serangan energi sepertinya untuk ilmu berpedang kita seimbang" ucap suiran.
" okeh kalau begitu, terima ini....
Dark Technique : Suction Hole " ucap Airon.
setelah Airon mengatakan teknik nya , sebuah lesatan energi berwarna hitam berbentuk pusaran terbang menuju Suiran.
" heh..., bukan hanya kau yang dapat menguasai elemen kegelapan...
Dark Elements : Dark World Wall terbukalah" ucap suiran.
wushh...
di udara kosong tiba tiba terdapat sebuah lapisan energi yang menghalangi lesatan energi milik Airon. Dinding energi tersebut memiliki warna energi spirit yang sama dengan milik Airon yaitu berwarna hitam gelap.
srekkk.....
terlihat teknik dari Airon berusaha terus mengikis dan menghisap dinding energi yang dibuat suiran dan...
Bushh...
__ADS_1
teknik energi milik Airon dan Suiran sama sama menghilang lenyap.
" hm, ternya dalam hal teknik kami juga seimbang " ucap Suiran.
" tapi bagai mana dengan ini, roh gelap keluarlah " ucap Suiran kembali. tak lama tiba tiba dari dalam tubuh Suiran keluar gumpalan energi yang lama kelamaan membentuk sosok 2 ular hitam berwarna hitam.
" bantu aku dan serang dia " ucap Suiran menunjuk kearah Airon.
lalu kedua roh beladiri ular kembar melesat menuju arah dimana Airon berada.
" roh bela diri keluarlah... " ucap Airon.
lalu dibelakang Airon muncul gumpalan energi yang sama seperti milik Suiran sebelum dan yang membedakannya adalah wujud dari roh beladiri milik Airon, yaitu sekor naga.
" wife habisi kedua ular itu " ucap Airon. setelah itu sang roh beladiri naga melesat juga kearah roh beladiri ular kembar milik Suiran.
terlihat roh beladiri naga menghembuskan nafas api berwarna hitam, semen Tara sang roh beladiri ular kembar juga tak mau kalah. kedua ular tersebut menyemburkan nafas racun hitam pekat kearah serangan milik roh beladiri naga.
Duarrr....
ledakan akibat dari serangan kedua roh beladiri cukup memekakkan telinga,.
" sialan roh beladiri miliknya kuat, kalau begini saya akan dirugikan dalam pertarungan ini." ucap Suiran mengeluarkan seteguk darah akibat dari roh beladiri ular kembarnya mengalami luka dalam.
Airon sendiri terlihat sehat wall afiat begitu pula sang roh beladiri naga yang masih terlihat gagah berani seolah menantang langit dan menunjukan eksistensinya.
" roh ular kembar kembali lah " ucap Suran tak mau roh beladirinya terluka lebih parah lagi.
" rasakan ini , tebasan pedang penghancur cahaya " ucap Suiran tiba tiba, menebaskan pedang nya kearah Airon yang masih berdiri.
Setelah melancarkan jurusnya Suiran lalu melesat kearah Airon bersamaan dengan energi pedang yang telah ia keluarkan.
" ingin bermain teknik lebih jauh dengan ku, baiklah...." ucap Airon . tak lama ia juga mempersiapkan sebuah jurus .
" oiii, Dira (roh beladiri dragon ) halangi energi pedang itu dengan hembusan api hitam mu..." ucap Airon.
" dan kau Suiran rasakan ini, tarian dewa kegelapan " ucap Airon , sambil melesat maju kearah Suiran yang juga sedang melesat kearah nya. tabrakan pedang pun kembali terjadi, kali ini bukan tabrakan pedang seperti sebelumnya karena Airon masih ditemani oleh roh beladiri nya sementara Suiran hanya seorang karena sebelumnya roh beladiri milik Suiran mengalami luka dalam, jadi Suiran memutuskan untuk memerintahkan roh beladiri ular kembarnya tuk kembali.
Tranggg......
tranggg....
buakkk....
Suiran terpental 10 langkah ke belakang, terlihat Suiran mulai kelelahan serta banyak energi spirit terkuras habis.
Airon sendri rak mau melepaskan kesempatan itu dan ia bersama roh beladiri naga nya melesat kearah Suiran.
" tebasan kombinasi : tebasan api naga " ucap Airon.
sebuah lesatan energi pedang bersapa diringi api hitam terlihat menuju Suiran dengan sangat cepat,....
bush...
duarrr...
" hoekkk..." Serangan dari Airon mengenai tubuh Suiran dengan telak dan Suiran sendiri mengalami banyak pendarahan disekujur tubuhnya akibat memaksakan diri tuk menahan serang milik Airon.
tak lama sang wasit (Xian Zuan ) menghampiri Suiran yang terlihat mengalami banyak pendarahan dan luka dalam,.
" cukup saudara Suiran sudah tidak dapat melanjutkan pertarungan, ia memerlukan pengobatan,. Pemenang pertarungan kali ini adalah saudara Airon yang mewakili guild bangau putih" ucap sang wasit.
" dan satu lagi saya berikan peringatan khususnya kepada Airon dan umumnya kepada semua pihak peserta harap mematuhi aturan turnamen babak final ini, Jangan membuat lawan lumpuh atau membunuh lawan tanding karena jika tidak mematuhi maka bersiaplah kehancuran seluruh keluar,sekte atau bahkan seluruh klan akan dimusnahkan, kami dari keluarga kaisar tidak memperdulikan baik dari aliran putih, hitam atau pun netral semuanya harus mematuhi peraturan turnamen ini " ucap sang wasit menegaskan kembali peraturan turnamen babak final. Sang wasit kembali mengatakan hal itu karena ia melihat bahwa hampir saja teknik dari Airon merenggut kultivasi bahkan nyawa nya Suiran. Sang wasit juga berani mengatakan hal itu karena beberapa saat yang lalu sang kaisar benua hijau memerintahkannya.
mendengar hal itu Airon merasa bersalah lalu menghampiri Suiran yang terlihat setengah sadar dan meminta maaf.
" maafkan saya , saya tak berniat tuk menghancurkan atau membunuh mu , saya hanya terbawa suasana pertarungan " ucap Airon dengan sungguh sungguh, untuk Suiran sendiri ia hanya bisa mengangguk lalu dibawa pergi oleh tim pengobatan.
sebelum kembali ketempat duduknya Airon kembali ketempat arena pertarungan dan meminta maaf. Setelah itu Airon kembali ketempat duduk nya.
" tenang saja tak apa, aku tau kau tak bermaksud seperti itu ucap zoan yang tiba menghampiri Airon yang masih terlihat merasa bersalah.
" benar kamu tak perlu sampai begitu, lagi pula dalam pertarungan sebenar
nya itu hal biasa " ucap intan yang juga menghampiri Airon, tak lama juga Jean dan lainnya datang dan mereka mencoba tuk menghibur Airon agar tidak merasa terlalu bersalah.
...****************...
" kepada peserta berikutnya yaitu Ghea(putri raja air kerajaan Alvous, sekaligus mewakili guild petualangan bangau putih)Vs Irwan(Akademi kematian) , silahkan memasuki arena pertarungan." ucap sang wasit.
" berhati hatilah " ucap Fiona putri raja api kerajaan alvous.
__ADS_1
" tenanglah aku akan baik baik saja dan akan memenangkan pertarungan ini " ucap Ghea semangat.
Ghea pun memasuki arena pertarungan. Disisi lain arena juga terlihat seorang laki laki mengenakan pakaian dengan corak sabit, dia adalah Irwan yang berasal yang merupakan lawan dari Ghea.
" apa kalian siap ?" ucap sang wasit bertanya
"Ya..." ucap gue dan Irwan secara bersamaan.
" kalau begitu Mulaiii...." ucap sang wasit tanpa memperdulikan perkenalan yang dilakukan oleh peserta sebelumnya.
" tumben nggak perkenalan dulu, aihkk..... " ucap salah seorang penonton penasaran
" mungkin dia bosan atau sembelit kali " ucap seorang penonton disampingnya menjawab.
"plentang..., dasar bodoh dia itu kultivator, mana ada kultivator Lena sembelit, ah kau ini ada saja..." ucap penonton lain menimpali dengan suara kesal dan lalu memukul orang yang mengucap kan kata sembelit.
" sakit bego..." ucap penonton yang dipukul meringis sambil memegangi kepalanya.
keributan kecil pun terjadi dibangku penonton, namun hal itu tidak membuat pertarungan terhentikan dan malah terlihat pertarungan yang semakin memanas.
Baik Ghea atau pun Irwan mereka terlihat sama sama melakukan serangan dengan menggunakan energi spirit, ledakan pertarungan dan sorak sorak penonton memeriahkan arena.
" hebat benar benar pertarungan yang hebat " ucap Jean kagum.
" ya kau benar mereka pantas disebut jenius beladiri apalagi putra dan putri kerajaan alvous , meski begitu mereka tetap masih kalah jenius dengan tuan zoan," ucap Jai. mendengar hal itu Jean dan teman temannya nya(kelompok world Explorer ) menganggukkan kepala dan mengakui hal itu.
Zoan sendiri malah lebih fokus merasakan aura energi disekitar, terlihat zoan sangat waspada.
" teman teman fokuskan energi kalian amati sekitar dan Cause coba kamu pergi dengan Jai keluar dari tempat turnamen dan awasi sekitar," ucap zoan tiba sambil menghampiri Jean dan lainnya.
" Baik ketua" ucap Cause(memiliki job Assassin)
" Baik tuan" ucap Jai.
Cause dan Jai pergi tanpa banyak bertanya. " apa yang sebenarnya terjadi aku tak merasakan apapun, saudaraku" ucap Jean mewakili lalu di angguki oleh yang lain.
" aihk, baiklah aku akan memberitahu kalian, bahwa sesaat kalian sedang mengobrol saya merasakan energi negatif yang sangat besar disekitaran arena pertarungan,. Awalnya saya berpikir itu adalah energi dari para kultivator aliran hitam, tetapi saya rasa itu bukan dari kultivator aliran hitam biasa sebab aura energi yang saya rasakan berbeda dengan para kultivator disini." ucap zoan menjelaskan
" saya juga berfirasat buruk, kalian tetap bersiaga dan waspada serta jangan lupakan misi kita tetap awasi dan pantau sekitar selain itu juga perhatikan para putra dan putri kerajaan alvous jangan ada yang hilang diantara mereka" ucap zoan lagi.
" baik " ucap Jean , lalu setelah itu Jean dan kelompok world Explorer yang tersedia selain Cause dan Jai pergi menyebar. mereka melakukan hal itu secara diam diam, hal sama jua dilakukan oleh Cause dan Jai.
*Pertarungan Ghea dan Irwan masih terus berlanjut, terlihat saat ini mereka sedang beradu senjata . Ghea menggunakan tongkat sementara Irwan menebaskan sabit yang memiliki aura kematian yang pekat.
" tombak membelah lautan" ucap ghea
wushh .... air menyebur dari dalam tombak yang telah dialiri energi spirit elemen air setelah cukup lama air tersebut keluar lalu Ghea memukulkan tombaknya dan....
wussshhh....
byurrr.....
air meluap dan menghantam Irwan. mendapatkan serangan tersebut , Irwan dengan ganas menebaskan sabitnya kearah luapan air dan ia berkata :
" teknik kematian : hell shadow" ucap Irwan , tak lama setelah mengucapkan hal itu sebuah lesatan sabit dengan warna hitam pekat mengarah tepat pada Ghea.
" Cermin air : pembalik " ucap Ghea, tak lama muncul sebuah dinding air dan menerima serangan irwan. Setelah 40 detik berlalu hal yang tak disangka pun terjadi yaitu serangan yang dilancarkan Irwan terlihat kembali melesat kearah Irwan dan menghantam tubuhnya.
booommm....
suara ledak terdengar cukup memekakkan telinga, terlihat para penonton merasa ikut tegang sesaat kepulan asap menutupi arena pertarungan.
Beberapa saat kemudian dari kepulan asap nampak Irwan masih baik baik saja tanpa mengalami luka sedikitpun , hal itu membuat Ghea terkejut serta bertanya tanya dalam hati bagaimana bisa seseorang yang menerima serangan dengan tubuhnya meski serangan tersebut merupakan serangan dirinya sendiri akan tetapi seharusnya ia(Irwan) mengalam luka dalam atau setidak nya luka luar, namu ini terlihat Irwan tak mengalami luka sedikit pun.
" haha...., teknik yang bagus tapi teknik ku masih lebih baik dari pada teknik mu karena teknik ku tidak akan melukai tuannya" ucap Irwan sombong sambil menatap sinis Ghea disertai aura membunuh.
" hm baiklah bagaimana dengan ini, Dewi air serangan..... " ucap Ghea, namun ucapannya terpotong oleh serangan tiba tiba yang dilakukan Irwan.
" tebasan sabit kematian" ucap Irwan sambil melesat serta menebaskan sabitnya kearah tubuh Ghea.
craatttt...
srakkkk....
tebasan Irwan berhasil mengenai kaki kiri Ghea.
" ahkk.....sakit " ucap Ghea sambil memegangi kaki kirinya.
" Teknik air : penyembuh " ucap Ghea sambil meletakan tangannya yang juga dialiri energi spirit tuk menghentikan pendarahan yang keluar dari kaki kirinya.
__ADS_1
# Sehat Dan Sejahtera selalu Negeriku