
Swbelum keluar dari kedai, ia tak lupa untuk membayar 3 minuman yang dipesanannya.
"Berapa harga untuk ketiga minuman ini?" tanya zoan saat menghampiri seorang pelayan dimeja kasir yang terletak di sebelah kiri menuju pintu keluar.
" 3 koin emas, tuan !" Ucap sang pelayan kasir ramah. Ia adalah seorang perempuan dengan wajah yang terlihat penuh semangat.
Zoan pun mengeluarkan lalu menyerahkan 3 koin emas dari cincin ruangnya keatas meja, dan sng pelayan kasil pun mengambil juga mengatakan terimakasih.
Zoan, Dong Peng dan Mei Su meninggalkan kedai tersebut. Mereka menyusuri sebuah pasar perdagangan. Tujuannya saat ini adalah sebuah Pasar yang menjual Batu Ajaib atau kalau dibenua hijau sering di jumpai dengan nama batu spiritual.
Batu ajaib dan batu spiritual merupakan sama-sama berisi energi spiritual yang berguna bagi para kultivator. Akan tetapi yang membedakannya batu ajaib lebih baik dan lebih padat dalam hal kandungan energi spiritualnya dari pada Batu spiritual.
Mungkin dibenua hijau sangat langka akan ditemukannya batu Ajaib karena memang hanya di tempat tertentu saja akan munculnya batu ajaib salah satunya dibenua bulan.
Note : 1 batu ajaib setara dengan 10 koin emas atau setara dengan 1000 batu kristal.
Alasan Zoan menuju pasar itu adalah untuk membeli batu ajaib yang nanti nya akan digunakan oleh Dong Peng dan juga Mei Su agar dapat cepat menomerobos menuju ranah berikutnya, tentu zoan natinya akan membatu proses penerobosan itu karena jika tidak, mungkin kedua anak itu tidak akan kuat menahan ledakan besar energi didalam tubuh mereka.
Sesampainya di depan pasar yang menjual Batu Ajaib, Zoan pun tanoa basa basi membelinya sekitar 500 batu ajaib dengan harga sekitar 5jt koin emas.
Setelah selesai ia kembali melanjutkan perjalanannya menuju sebuah hutan yang terletak diluar kota Wu.
Kota Wu merupakan salah satu dari 5 kota yang dibawah kuasa wilayah netral atau dipimpin oleh Ras manusia. Alasan ia menuju hutan diluar kota Wu karena berdasarkan infornasi yang baru ia dapatkan menyatakan bahwa Aliran Pemuja iblis itu memiliki cabang markas di wilayah tengah hutan luar Kota Wu.
Seandai nya ia mengetahui hal itu dari awal mungkin ia tak perlu untuk berteleportasi dan kembali ke kedai.
Kini Ia, Dong Peng dan Mei Su kini telah tiba di bagian luar hutan Wu. Zoan melihat ke arah langit yabg perlahan mulai gelao gulita tanpa cahaya bulan mau pun bintang sekalipun, hal itu menandakan waktu malam dibenua bulan sementara jika waktu siang akan ditandai dengan kemunculan Bulan dan Bintang.
Maka dari itu Zoan menyuruh Dong Peng dan Mei Su untuk beristirahat ditempat tersebut.
"Peng'er, Su'er! Kita akan beristirahat disini malam ini serta aku akan membantu mu menerobos menggunakan batu ajaib secara perlahan." Ucap Zoan sambil menyebarkan persepsi yang telah dialiri energi spiritual guna memerikasa keamanan sekitar.
"Baik kak!" ucap Dong Leng dan Mei Su secara bersamaan.
" Teknik elemen : Rumah Kayu!" Ujar Zoan sesaat setelah mengusap kepala kedua anak itu secara bergantian atau lebih tepatnya rambut kedua anak itu.
Wush...
__ADS_1
Dari atas tanah yang awalnya datar serta dipenuhi oleh rumput liar itu, tiba-tiba bergelombang layak nya air dilaut serta tak lama muncul pohon atau lebih tepatnya kayu-kayu yang secara perlahan membentuk sebuah rumah.
"Woahh.... hebat!! aku ingin bisa seperti kak zoan." Ucap Mei Su yang sangat antusias.
"Kak zoan memang terbaik, aku bangga juga senang menjadi adiknya." Ungkap Mei Su kembali bersuara masih dengab suara khas anak yang berumur 7 tahun.
"Yah, aku juga sangat bersyukur menjadi saudara kak Zoan." Ucap Dong Peng tak mau kalah.
Sementara Zoan yang mendengar hal itu, hanya tersenyum ramah serta berkata, "Sudah lah tak perlu sampai berlebihan seperti itu, toh diluar sana masih banyak orang yang lebih hebat dari kakak." Ungkap Zoan santai.
"Mari kita masuk!" Ucap Zoan mengajak kedua anak itu untuk memasuki rumah kayu didepannya.
Sesampainya di dalam rumah kayu sederhana itu, mereka duduk disebuah ruangan yang cukup luas.
"Kalian ambil masing-masing 1 cincin ruang ini, serta cincin itu sekarang sudah jadi milik kalian. Didalam nya terdapat 250 buah batu ajaib, lalu kalian keluarkan 5 buah batu ajaib dari masing-masing cincin ruang tersebut." Ucap zoan sesaat meletakan dua buah cincin dengan Warna Hitam di didepan kedua anak itu.
"Terimakasih Kak !"
"Terimakasih Kak Zoan !"
Ucap Dong peng dan mei su secara bersamaan tak lupa mereka memangkuokan kedua tangannya sebagai tanda penghirmatan kepada guru sekaligus orang yang mereka kagumi.
"Hukum waktu yang terkandung dalam cincin itu adalah 1:30 atau satu hari didalam cincin itu sama dengan 30 hari didunia luar." Ungkap Zoan kembali menjelaskan mengenai cincin ruang tersebut.
Mendengar penjelasan itu baik Dong Peng atau Mei Su tak tau harus berkata dan berexpresi seperti apa lagi. Mereka hanya bisa tersenyum bahagia dan berjanji tidak akan membebani juga akan membantu kakaknya kapan pun.
Setelah menerima cincin ruang, mereka pun mengeluarkan 5 buah batu ajaib dari masing-masing cincin ruang tersebut. Tentu mereka tak lupa untuk meneteskan darah mereka agar cincin ruang itu mengakui tuannya.
"Pertama-tama serap energi yang terkandung di dalam batu ajaib itu seperti saat kalian berdua menyerap batu kristal didalam artefak ruang dimensi dulu. Untuk sisanya serahkqn padaku serta jangan lup untuk fokuskan pikiran kalian." Ungkap Zoan memberikan arahan.
Perlahan namun pasti gejolak energi yng terkandung didalam batu ajaib mulai terserap kedalam tubuh mereka. Wakty terus berlalu tak terasa malam mulai memasuki tengah hari, tepat pada saat itu batu ajaib kehilangqn energinya juga kedua anak itu nampak akan menerobos ketingkat selanjutnya.
Boom...Boom...Boomm...!!!
Didalam tubuh Dong peng dan Mei Su mengalami peningkatan kultivasi. Zoan pun mengetahui akan hal itu karena ia melihat energi spiritual yang memancar keluar dari kedua tubuh anak itu.
Semakin lama pancaran energi itu semakin kuat, Zoan yang melihat itu pun segera berdiri dibelakang kedua anak itu. Zoan dengan cepat menyentuh tubuh kedua anak itu menggunakan tangan kiri dan kananya secara bersamaan.
__ADS_1
"Tetap fokus dan stabilkan energi spiritual kalian, untuk energi yang keluar ini serahkan saja pada kakak." Ucap zoan ditengah-tengah fokusnya guna membantu agar luapan energi spiritual itu tidak meledakkan tubuh Dong Peng atau pun Mei Su.
Zoan terus membantu kedua anak itu dengan menyetabilkan energi dari luar. Sementara Dong Peng dan Mei Su dari dalam tubuh mereka masing-masing.
Malam yang begitu dingin terlewati dengan cepat, kini pagi hari yang cerah menampakkan sinarnya. Kicauan burung beserta sejuk nya ngin pagi menerpa dan membangunkan tubuh ketiga sosok yang sedang tidur didalam rumah sederhana.
Setelah semalaman zoan membantu ketiga anak itu untuk mebingkatkan kekuatannya. Tidak sia-sia mereka melakukan itu semua, Dong peng yang awalnya diranah Warrior level ahli Sekarang ia berada diranah Elit Level Mahir Begitu juga Mei Su kini berada diranah Elit level Ahli yang mana sebelumnya, ia berada diranah Warrior Level Ahli.
"Kak Zoan mari kita berangkat!" Ucap Mei Su dengan penuh semangat.
" Baiklah, ayo kita berangkat." Ujar Zoan sambil berjalan keluar rumah yang telah ia diami semalam.
***
Setengah hari berlalu, Zoan, Dong Peng dan Mei Su masih menelusuri hutan menuju markas Pemuja iblis.
Selama itu juga mereka telah cukup banyak menghabisi monster penghuni hutan tersebut, terutama para monster yang menghalangi perjalanan mereka.
Tingkatan monster/Beast/Siluman dibenua Bulan dibagi menjadi 5 tingkatan yaitu : >Tingkat Hijau setara dengan ranah kultivator Warrior-Elit, >Tingkat Kuning setara dengan Master-Granmaster, >Tingkat Biru setara dengan ranah kultivator Prajurit Elit-Prajurit Master, >Tingkat Merah setara dengan kultivator ranah Kesatria Bulan-Kesatria Bintang,>Lalu yang terakhir adalah >Tingkat Hitam atau setara dengan kultivator ranah Legenda-Misterius. Setiap tingkatan itu dibagi dengan Level 1-6.
***
Zoan dan kedua anak itu akhirnya dapat melihat sebuah bangunan yang cukup megah ditengah hutan.
"Kak zoan, apakah mungkin itu markas mereka."Ungkap Dong Peng dengan mata yang masih menatap ke sebuah bangunan.
"Ya, itu memang markas mereka. Hal itu terlihat dari papan nama yang terpampang jelas dihalaman depan bangunan." Jawab zoan yang juga sedang menatap dengan tatapan yang tajam.
Hal itu ia lakukan karena ia merasa bahwa disekitar bangunan itu terdapat sebuah array dengan 3 lapis sekaligus.
" Kalian tunggu disini bersama dua klon ku. Aku akan mencoba untuk memeriksa lapisan array itu dari dekat." Ucap Zoan lalu tak lama setelah mengatakan itu, ia mengeluarkan 2 sosok yang mana merupakan klon dirinya.
Walaupun enggan kedua anak itu pun hanya menganggukkan kepala sebagai tandq menuruti akan apa yng dikatakan oleh kakak angkat sekaligus gurunya.
>>>>
Jangan lupa like, komen and subcribe agar tidak ketinggalan!!!
__ADS_1
^^^Salam Persaudaraan_Minna-San...^^^