Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 70 : Pertempuran Di Lereng Gunung


__ADS_3

Zoan dan rekan-rekannya terlihat masih mendiskusikan bagaimana cara melakukan serangan secara telak kepada kelompok cabang asosiasi pembunuh tersebut.


"apakah kamu yakin?" ungkap intan sesaat setelah mendengarkan keputusan dan rencana yang akan diambil Zoan.


" Bukan kah lebih baik kamu mengajak,1 atau 2 orang lagi ?!" ujar Zuab menambahkan pernyataan kurang setuju akan rencana Zoan.


" Saya yakin 100%, lagi pula saya memiliki cara saya sendiri dalam menyusup kedalam sana. Selain itu apakah kalian lupa, bahwa saya dapat mengcopy semua hal, bahkan makhluk hidup." ungkap Zoan percaya diri.


Melihat dan mendengar apa yang telah dikatakan oleh ketua mereka(Zoan), Jean dan lainnya hanya bisa mengangguk setuju. Meski dalam hati mereka ada rasa khawatir akan keselamatan ketuanya itu, mereka hanya bisa percaya.


"haih... baik lah, kami akan menyetujui rencana mu tapi ingat jangan pernah bertindak sendiri. Kami disini akan menunggu aba-aba dan perintah dari mu saudaraku." ungkap Jean sambil menepuk pundak Zoan.


" Okeh, Terimakasih !" ungkap Zoan sedikit tersenyum.


Rencana yang telah disusun dan didiskusikan pun dimulai.


Rencana tersebut adalah Zoan akan menyusup dan melakukan penyamaran guna menemukan pemimpin dari kelompok Asosiasi pembunuh bagian cabang di tempat lereng gunung tersebut. Zoan akan bertarung dengan pemimpinnya serta membuat beberapa keributan sesaat setelah berhasil menyusup kedalam markas.


Sementara anggota atau bawahan dari kelompok Asosiasi pembunuh cabang tersebut harus dibasmi oleh Jean dan lainnya. Rencana tersebut terlihat cukup sederhana namun resiko yang diterima nya yaitu jika telah diketahui oleh pemimpin Asosiasi pembunuh maka tidak ada jalan keluar untuk kabur.


Namun jika rencana tersebut berhasil maka Zoan dan rekan-rekannya dapat memusnahkan kelompok cabang itu.


"Bersiaplah dan tetap waspada terhadap sekitar. !" ungkap Zoan sebelum menghilang dari hadapan semua rekan-rekan nya.


...****************...


Saat ini didalam sebuah bangunan yang berada di ruang bawah tanah tepatnya di lereng Gunung, terlihat seorang pria yang mengenakan pakaian hitam serta topeng perak dengan nomor 18.


"Lihat saja bocah, aku akan membalas perbuatan mu ini!" ungkap pria bertopeng itu sambil memegangi tangan kirinya yang telah tidak ada.


Selain itu pria bertopeng itu juga merasakan dadanya sedikit sakit akhir-akhir ini, ia berspekulasi bahwa hal ini terjadi setelah melakukan pertarungan dengan Zoan sesaat pertamakali bertemu.


Terlihat aura yang mendominasi ruangan tersebut sesaat pria bertopeng itu, mengingat pertarungannya dengan Zoan. Saat itu ia telah kehilangan 60 bawahan kurang lebih dari seratus bawahan yang ia bawa.


Pria bertopeng itu tidak akan pernah melupakan kejadian tersebut, ia bertekad akan membalaskan hal itu 2× lipat bahkan lebih.


Meski begitu kenyataannya ia tak mengetahui bahwa orang yang tidak bisa lupakan itu telah berada disekitarnya bahkan saat ini orang tersebut sedang berlari ke sana kemari guna mencari dirinya(pria bertopeng).


Ke sisi Zoan berada*


Disebuah celah bangunan yang cukup sempit terlihat seorang pemuda berdiri tegak disertai sedikit seringai.


Tak lama pemuda tersebut berkata dalam benaknya "teknik copy : Tikus Petir " seketika tubuh pemuda tersebut mengecil dan berubah layaknya seekor tikus.


Tikus Petir merupakan salah satu beast yang pernah Zoan liat saat melakukan perjalanan menuju Desa Ni, Tikus Petir berwarna biru gelap dengan warna mata Putih.


Tikus Petir memiliki kecepatan yang cukup mengerikan selain itu tikus Petir juga memiliki keunggulan lain yaitu bulu yang disekujur tubuhnya dapat membuat orang lain pingsan selama 3 menit jika menyentuh, terhirup atau bahkan termakan. Maka dari itu tidak banyak orang yang berani berurusan dengan tikus tersebut. Cara agar tidak terpengaruh oleh bulunya yaitu dengan cara melapisi tangan atau anggota tubuh dengan energi spiritual elemen api.


Tikus tersebut tak lain adalah Zoan yang saat ini menyamar. Ia masuk kedalam salah satu dari empat bangunan yang merupakan markas cabang asosiasi pembunuh. Tikus itu melesat kedalam bangunan dengan kecepatan yang sangat cepat bagaikan kilat, ia pun diam disebuah pojok ruangan guna mendengarkan beberapa informasi yang ia butuh kan salah satunya adalah keberadaan pemimpin dari kelompok tersebut.


Tidak perlu waktu lama, Zoan pun mendapatkan informasi yang ia perlukan. ia lalu melesat kembali kesebuah gang sempit dan merubah kembali tubuhnya menjadi seperti biasa. tentu tak lupa juga ia menekan auranya serta membuat sebuah dinding ruang guna menghindari kebocoran aura.


"Ehm, jadi pria bertopeng itu berada diruang bawah tanah. Selain itu ada sekitar 5 komandan pasukan yang menemaninya, ke lima komandan tersebut memiliki ranah Supreme platinum God tingkat akhir." ungkap Zoan menginat semua informasi serta pembicaraan beberapa bawahan kelompok itu.


Selama menyamar menjadi tikus listrik, Zoan menjatuhkan 5 helai bulunya ke salah satu makanan yang dimakan oleh anggota kelompok itu, dan membuatnya pingsan selama 3 menit. Hal itu membuatnya memiliki kesempatan untuk menggunakan teknik "telepati tingkat2: pemecah pikiran" dan hasilnya ia mendapatkan informasi yang ia butuhkan.


"Baiklah sudah saat nya hehe...!" ungkap Zoan


"Teleportasi !" Gumam Zoan sebelum menghilang.


Disebuah tempat tepatnya diruangan pria bertopeng berada.


"Hmm, nampaknya ada yang menyusup" ungkap pria bertopeng sesaat merasakan hawa keberadaan seseorang yang tidak dia kenali.


"Bersiaplah! kita akan kedatangan tamu" ungkap pria bertopeng melirik kearah 5 komandan pasukan yang saat ini sedang ada didalam ruangannya.


"Siapa sebenarnya yang berani menyusup ke markas kita!" ungkap ketus seorang pria yang mengenakan baju hijau.


"Tenang lah, Xiang dan jaga emosimu itu" ungkap seorang pemuda berpakaian merah, Kepada pria berpakaian hijau yang bernama Xiang.


"Terserah kau saja, Vian!" ungkap pria berpakaian hijau ketus, sambil melirik kearah pria berpakaian merah yang ia panggil Vian.


Sementara ketiga pria hanya menggelengkan kepala dan menghela nafas.


"Diam lah kalian, lebih baik kalian atur pasukan masing-masing kalian,! dari pada diam disini dan terus melakukan yang membuang waktu." ungkap pria bertopeng Marah.

__ADS_1


Mendengar ucapan itu mereka berdua pun langsung diam.


"Baik pemimpin 18, kami ijin pamit" ungkap kelima orang tersebut membungkuk dan langsung menghilang.


Alasan pria bertopeng dapat merasakan kedatangan Zoan adalah saat zoan mengunakan teleportasi, yang tanpa sengaja auranya menjadi bocor keluar.


Meski tahu akan hal itu Zoan tetap melanjutkan rencananya tanpa ragu sedikit pun.


"Keluarlah bocah tengik! aku tahu kau berada di sini" ungkap pria bertopeng serius dan membocorkan auranya, sesaat merasakan kedatangan Zoan.


"ahaha... ternyata memang sulit bersembunyi dari mu yah" ungkap Zoan menampakkan diri dari ruang kekosongan tak jauh dari tempat pria bertopeng duduk di kursinya.


Diam-diam Zoan pun melambaikan tangan nya guna membuat dinding pembatas ruang. Bahkan dinding tersebut saking tipisnya tidak dapat disadari oleh pria bertopeng.


wush.....


Duarrr....


Tanpa basa basi pria bertopeng menebaskan pedangnya kearah dimana Zoan muncul. Melihat hal itu Zoan pun melompat kearah samping kiri guna menghindari serangan tersebut, lalu ia mengeluarkan sebilah pedang dari cincin ruangnya, ia melesat dengan kecepatan tinggi kearah pria bertopeng yang masih duduk santai dikursi nya.


Trang.... trangg... Trang....


Benturan demi benturan pedang bersahutan disertai percikan api.


"Bocah, kau memiliki nyali yang besar." ungkap pria bertopeng menahan setiap tebasan pedang yang dilancarkan Zoan


menggunakan tangan kanan nya.


"Terimakasih atas pujian nya hehe...!", ungkap Zoan sambil terus melancarkan tebasan pedangnya.


"Tebasan bintang : tarian pedang bintang!"


wush....


wush....


Duarr...


Tebasan dan lesatan pedang semakin ganas dan cepat. Pria bertopeng pun terdorong mundur bahkan kursi yang tempat duduknya hancur akibat benturannya.


Melihat hal itu Zoan termundur kebelakang dan terlihat sedang mempersiapkan serangan selanjutnya.


"Sial, nampak nya sekarang hari kematian ku" pria bertopeng sesaat tubuh nya telah terlilit oleh teknik elemen tanah milik Zoan. Selain itu ia juga melihat Zoan menebaskan pedangnya di udara kosong.


" Tebasan Gerhana!"


Sebuah siluet pedang berbentuk bulan sabit mengarah pada pria bertopeng yang masih terlilit oleh teknik elemen tanah. Namun sesaat pria bertopeng itu sudah pasrah, sebuah harapan datang. Dengan munculnya 2 orang komandan nya.


wushh.....


daurr....


buakk....buakkk....


Teknik yang dilancarkan Zoan berhasil dihalau dengan bayaran kedua orang tersebut terpental mundur menabrrak tembok ruang bawah tanah,disertai kedua pedang yang mereka gunakan pun patah.


"Oekk.... dia kuat sekali" ungkap kedua orang itu secara bersamaan, sambil menyeka darah yang keluar dari mulut mereka.


"Ouh, hebat juga !" ucap Zoan singkat lalu melesat kearah kedua komandan itu dengan kecepatan yang cukup mengerikan.


Dengan cepat kedua orang komandan mengeluarkan 1 pedang dari masing-masing cincin ruang mereka, dan mencoba menahan tebasan Zoan.


Tranggg....


Dari arah belakang tiba-tiba ada sebuah tombak melesat kearah zoan dengan sangat cepat namun berhasil ia halau menggunakan pedangnya.


"Keluarlah!" ungkap Zoan menghentikan langkahnya. Tak lama Pintu masuk keluarlah 1 orang lagi dengan pakaian berwarna biru gelap. Terlihat orang tersebut memegang tombak ditangan kirinya.


"teknik kegelapan: klon bayangan !" ungkap Zoan tanpa basa basi. tak lama sebuah gumpalan hitam muncul dan terbentuklah 7 sosok menyerupai Zoan.


"Tahan mereka untuk ku, " ungkap Zoan sebelum melesat kearah pria bertopeng yang nampaknya sudah berhasil keluar dari teknik elemen tanahnya.


Ketujuh bayangan Zoan pun melesat kearah tiga orang komandan, terlihat meski klon bayangan yang diciptakan Zoan lemah namun dengan kerja sama dan jumlah, klon bayangan tersebut dapat mengimbangi kerjasama antara ketiga komandan tersebut.


wush....

__ADS_1


Slash... slash.... slash....


tebasan demi tebasan Zoan lancarkan kearah pria bertopeng itu.


"argh..." ucap pria bertopeng terkena tebasan pedang pada bagian pergelangan tangan kanan nya sehingga ia menyebabkan pria bertopeng itu melepaskan pedang yang selalu ia genggam.


Tebasan yang dilancarkan Zoan memang tidak membuat tangan kanan Pria bertopeng terpisah dari tubuhnya, namun meski begitu hal itu menyebabkan pria bertopeng tidak bisa menggunakan tangan kanannya untuk sementara waktu.


slash....


Tanpa aba-aba Zoan pun menebaskan kembali pedangnya kearah tangan kanan Pria bertopeng tersebut hingga terputus lah tangan kanan nya. kali ini Pria bertopeng benar-benar tidak ada harapan melawan sesaat tangan kanannya ditebas oleh Zoan.


Buk....buk...


Zoan memukul perut pria bertopeng tersebut, hingga terpental menabrak dinding ruang bawah tanah.


"Hem, mereka boleh juga" ungkap Zoan sesaat merasakan dan melirik kearah 3 komandan yang yang telah berhasil membunuh 4 klon bayangannya.


Zoan pun melesat menghampiri ketiga komandan tersebut, tak lupa juga memukul pria bertopeng itu hingga pingsan sebelum pergi. Lagi pula pria bertopeng itu sudah mengalami luka dalam sesaat pertarungan dengan Zoan saat pertemuan pertama Sebelumnya.


"teknik pedang bintang : Tarian pedang bintang!"


Slash.... slash.... slash....


tebasan demi tebasan Zoan lancarkan, kepada ketiga komandan sekaligus.


Duarrr.....


duarrrr....


duarrr....


Ledakan demi ledakan terdengar diruangan tersebut.


Serangan yang dilancarkan Zoan berhasil membuat ketiga komandan tersebut terpental menabrak dinding ruangan. Selain itu Zoan juga berhasil menebaskan pedang kearah leher salah satu dari tiga komandan tersebut.


"Saudara.....!" ucap kedua komandan secara bersamaan sesaat melihat salah satu rekannya yang mereka telah anggap saudara itu telah terpenggal kepalanya. Kepala nya menggelinding sementara tubuhnya menabrak tembok dinding akibat aura tebasan yang dilancarkan Zoan.


Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, Zoan pun melesat kearah dua komandan yang masih terbenam didalam dinding ruang.


"Mati....!" ungkap Zoan menebaskan pedangnya.


Slash....


slash....


Tebasan yang dilancarkan Zoan berhasil membuat kedua komandan tersebut terpisah menjadi dua bagian.


wush.... Zoan melesat kembali ke arah pria bertopeng yang terlihat mulai membuka matanya. Tanpa basa basi zoan pun memegangi kepala pria bertopeng itu, lalu ia bergumam "Teknik telepati Tingkat 2: pemecah pikiran."


wush...


Jiwa Zoan masuk kedalam pikiran pria bertopeng, perlahan tapi pasti. ia mulai mengorek informasi yang dari pria bertopeng tersebut.


Setelah dirasa sudah mendapatkan informasi yang dicari, ia keluar dari pikiran pria bertopeng dan memegang pedangnya lalu menebaskan pedangnya kearah leher pria bertopeng itu.


"Victor, Keluar lah!" ungkap Zoan sambil melambaikan tangannya lalu dari udara kosong muncul pusaran ruang dan dari hal itu seekor singa berwarna putih bercampur biru keluar. Ia tak lain dan tak bukan adalah Victor sang singa es.


Groarrgh.... groarrgghh..... Victor mengaum senang dan menghampiri Zoan.


Zoan pun mengusap tubuh singa es, lalu memerintahkan untuk membuat kekacauan disekitar markas cabang asosiasi pembunuh. Tak lupa juga ia melepaskan teknik pembatasan/dinding ruang. Alasan Zoan menggunakan pembatas dinding ruang adalah agar meredam pertarungan Selain keunggulan itu Dinding pembatas ruang yang dibuat Zoan dapat dimasuki oleh siapa saja namun tidak dapat keluar tanpa seijin Zoan.


Victor Keluar dari ruang bawah tanah, ia melompat dan menerkam kesan kemari.


Semua yang melihat kemunculan Victor sang beast singa es sangat terkejut, Bagaimana tidak? Seekor beast tiba-tiba muncul dari ruang bawah tanah tempat pemimpinnya berada.


"eh, kenapa ada binatang beast disini? bukan kah semua beast sudah dimasukan kedalam kandang khusus" ungkap seseorang terkejut melihat kedatangan singa es tiba-tiba.


"Sudahlah, mari kita tangkap ia dan kalau perlu kita habisi dari pada mengacau" ungkap rekannya sambil memegang sebuah pedang.


"ahk, kau benar...!" ucap seorang pemuda sambil melesat menebaskan pedangnya kearah tubuh Victor.


Ditempat Jean berada*


Duarr....

__ADS_1


duarr....


"Nampaknya sudah dimulai. Ayo jangan sisakan satu orang pun" ungkap Jean melesat dari semak semak, Sesaat mendengar sebuah ledakan yang ditimbulkan oleh Victor sang Singa es.


__ADS_2