Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 79 : Penghianatan


__ADS_3

Zoan, Jean dan Cause mulai memasuki ruang bawah tanah Rumah Bunga 69, tanpa menimbulkan kecurigaan. ya, meski kalau secara logika akan menimbulkan kecurigaan karena pada awalnya Jean dan sang resepsionis pergi berdua kearah kamar mandi lalu ketika kembali lagi hanya sang resepsionis seorang saja, memang benar ada beberapa penjaga yang menanyakan hal itu kepada sang resepsionis.


Dengan tenang tanpa gugup sedikitpun sang resepsionis beralasan bahwa orang yang bersamanya itu bukan mata-mata, atau orang yang mencurigakan jadi sang resepsionis meninggalkannya dikamar mandi. Mendengar hal itu, orang yang mengajukan pertanyaan mengangguk mempercayai nya.


Entah orang yang bertanya itu bodoh atau memang sudah mengenal cukup dekat sifat sang resepsionis jadi ia mempercayainya. Namun yang pasti kenyataannya saat ini resepsionis itu dalam kendali Zoan lebih tepatnya oleh tekniknya.


Perlahan Zoan, Jean dan Cause memasuki ruang bawah tanah tanpa banyak menimbulkan bunyi. Hanya Jean saja berjalan kaki dengan normal sementara Zoan dan Cause menggunakan teknik masing-masing yang dapat bergerak tanpa menimbulkan suara.


"Siapa di sana !? ucap salah seorang dari 4 penjaga yang berada di depan pintu masuk ruang bawah tanah ketika mendengar sebuah langkah kaki yang tak lain langkah kaki Jean.


"penjagaan yang cukup ketat, tapi..." ungkap Jean menyeringai sambil menatap lurus kearah 4 penjaga yang juga nampaknya melihat kearahnya dengan tatapan tajam.


Slash...slash....slash... slash....


Sebuah sayatan angin muncul di ke 4 penjaga pintu ruang bawah tanah serta langsung meregang nyawa, bahkan tak bisa berteriak sedikitpun sesaat hal itu berlangsung.


Tentu hal itu dikarenakan Zoan yang membungkam mulut keempat penjaga itu sementara Cause mengakhirinya dengan sayatan angin terlihat mudah akan tetapi sebenarnya diperlukan kerjasama dan ketepatan yang cukup tinggi. Jean sendiri hanya berperan sebagai umpan dan memancing musuh.


Perjalan kembali berlanjut, tak lupa Zoan mengambil 3 buah kartu dari balik ketiga orang penjaga itu yang mana kartu tersebut berfungsi sebagai kunci atau syarat membuka pintu diruang bawah tanah, tak lupa sebelum memasuki pintu Zoan membakar keempat mayat penjaga yang telah dilucuti pakaiannya itu, agar tidak menimbulkan kecurigaan. Zoan, Cause(kembali ke wujud normal)dan Jean memakai pakaian yang dimiliki penjaga yang telah tewas itu.


kreakk.... Suara pintu terbuka sesaat Zoan, Jean dan Cause telah memasukan kartu yang telah mereka rampas.


"Mari masuk dan tetap berhati-hati" ucap Zoan berjalan memasuki ruang bawah tanah lebih dalam lagi.


Sepanjang jalan kini dipenuhi obor yang lebih terang dan banyak dari pada sesaat pertama kali memasuki ruang bawah tanah Rumah Bunga 69.


trakk...!


Tanpa sengaja Zoan menginjak sebuah lantai yang memiliki pola formasi. Tak lama setelah menginjak hal itu Zoan,Jean dan Cause melihat hal yang tidak diinginkan.


"Awass...!!" ungkap Zoan sesaat melihat ada beberapa belati berwarna hitam melesat kearah mereka.


trangg... trangg... trangg...


Zoan, Jean dan Cause menangkis belati-belati tersebut.


"Hem, nampaknya kita ketahuan!" ungkap Cause sesaat berhasil menangkis beberapa lesatan belati yang terakhir.


"kau benar,maaf. Sepertinya mekanisme dan letak jebakan di ruangan ini hanya diketahui oleh para penjaga dan anggota asli kelompok assosiasi pembunuh." ungkap Zoan sesaat mengingat bahwa ia lupa untuk membaca ingatan keempat penjaga yang ia temui di pintu masuk ruang bawah tanah. Dan lagi sesaat mengingat ingatan dari sang resepsionis tidak ada tentang hal ini, nampaknya resepsionis itu hanya anggota asosiasi pembunuh yang baru, serta sang resepsionis itu terpaksa melakukannya karena adiknya yang merupakan satu-satunya keluarga nya disandera oleh kelompok cabang asosiasi pembunuh ini.


"Sudah tak apa saudaraku, lambat laun kita akan tetap bertarung dengan mereka, tak masalah ini sudah sebuah resiko " ungkap Jean menepuk pundak Zoan yang terlihat berpikir serta merasa bersalah.


"ah, kau benar. Mari kita lanjutkan!" ungkap Zoan sesaat lamunannya kembali tersadarkan.


Beberapa waktu terlewati dan tanpa sengaja Jean menginjak salah satu lantai, lantai tersebut merupakan mekanisme jebakan mirip seperti Zoan yang membedakannya adalah benda yang dihasilkan yaitu berupa anak panah.


"Awass....!" ungkap Jean sesaat melihat ratusan anak panah melesat. Dengan sigap Zoan, Jean atau pun Cause menghindari dan menangkis lesatan anak panah itu.


" Ahk,.. nampaknya kita harus lebih cepat lagi, selain itu kita akan mendapatkan sambutan yang meriah, benarkan ketua !?" ungkap Cause melesat mendahului lalu diikuti oleh Zoan dan Jean.


Beberapa waktu setelah melewati berbagai jebakan Zoan, Jean dan Cause akhirnya berhasil sampai ditujuan mereka yakni tempat dimana para anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh Zhong Tu(komandan pasukan di desa Souso).


Sesampainya ditempat itu Zoan, Jean maupun Cause disambut dengan kata dan tepuk tangan dari sang komandan pasukan, serta hiruk-piruk para anggota asosiasi pembunuh yang berkumpul ditempat itu.


Prokk...prokkk... suara tepukan tangan terdengar oleh seseorang yang kini berdiri saat melihat kedatangan Zoan,Jean dan Cause.


"Hebat,... hebat haha....! kalian bisa sampai disini. Kebetulan sekali aku tak perlu mencari orang yang telah membunuh putraku." ujar Zhong Tu melangkahkan kaki perlahan sambil menatap tajam kearah Zoan, Jean dan Cause .


"Terimalah ini, sialan ! Tinju neraka " ungkap Zhong Tu meluncurkan kepalan tangannya kearah Zoan, lalu kearah Jean sementara itu Cause langsung melompat kearah atas dan melemparkan yoyo shuriken nya guna membantu Zoan dan Jean yang sedang dilawan oleh sang komandan pasukan Zhong Tu.


Tanpa menghindar Zoan dan Jean menerima serangan dari tinju Zhong Tu yang mengenai dadanya.

__ADS_1


Duarr....


Sebuah ledakan terdengar seketika serangan yang dilancarkan oleh Zhong Tu mengenai tubuh Zoan dan Jean secara bersamaan.


Setelah melancarkan itu Zhong Tu berniat untuk langsung melompat kebelakang, akan tetapi kedua tangan nya dipegang dengan erat oleh Zoan(kanan) dan Jean(kiri).


"Lepaskan tangan ku!" ucap Zhong Tu sambil berusaha untuk melepaskan tangannya dari cengkraman dua orang yang ia serang, sebenarnya ia sedikit terkejut karena serangannya tidak berhasil melukai kedua orang itu bahkan terlihat pakaian kedua orang pemuda itu tidak terkoyak sedikitpun.


"eh,... bukan kah kau yang pertama menyerang kami dan kini kau ingin pergi ?" ungkap Zoan dengan ekspresi wajah bodoh yang dibuatnya sambil mengeratkan cengkraman tangannya.


"Ah, saudaraku mungkin orang ini sudah gila karena putranya telah tiada, Bukan lah lebih baik kita pertemukan mereka secepatnya?! " ucap Jean menanggapi perkataan Zoan.


"ah, kau benar. mari kita buat mereka bertemu. Bertemu di alam baka !" ucap Zoan lalu mempelintir tangan kanan Zhong tu, dosis lain Jean pun melakukan hal yang sama.


Beberapa saat setelahnya terdengar tulang tulang dan teriakan menyakitkan dari Zhong Tu sangat jelas dan membuat semua bawahannya merinding ngeri.


krak...kreakk...suara lengan yang dipelintir sampai membuat tulang patah,tak lama...


"Arggh... Bunuh, bunuh saja aku cepat !" ungkap Zhong Tu meringis kesakitan sesaat perlahan jari-jari tangannya dipatahkan lalu ditarik secara paksa hingga terpisah dari tempatnya.


Duarr.... tak lama sebuah serangan dari Cause mengenai Zhong Tu, sontak saja Zoan dan Jean melompat dan menghentikan aksinya.


Asap mengepul menutupi Zhong Tu , Zoan mengibaskan tangan. Nampak asap itu perlahan menipis dan menghilang kini terlihat yoyo shuriken menancap erat dileher Zhong Tu dan membuatnya meregang nyawa.


"Cih, kenapa kau malah menyerang dan langsung membunuhnya !?" ungkap Jean menatap kearah Cause.


"kita harus bergerak cepat" ungkap Cause singkat.


"Kau benar!" ucap Zoan singkat lalu mulai melesat ke sana kemari guna membunuh para anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh yang ada di ruangan tersebut.


Jean dan Cause pun mulai mengikuti apa yang dilakukan oleh Zoan.


Ditempat intan, Jenita dan Zuab berada


Clab... Clab...


Posisi Zuab yang berada dibelakang intan dan Jenita, menusukan pisau yang sudah dibaluri racun kearah punggung Jenita dan intan secara bersamaan. Sontak saja Jenita dan intan menoreh kebelakang.


"Aa-apa yang kau lakukan?!" ungkap Jenita dan intan secara bersamaan, dengan ekspresi terkejut tak menyangka.


"Hem, tentu saja membunuh kalian dan mungkin ketua kalian(Zoan) dan teman(Jean)mu itu juga akan dihabisi oleh saudaraku Cause."ungkap Zuab singkat dengan ekspresi dingin dan menekan pisau yang ditusukkan itu lebih dalam ke tubuh Jenita dan intan.


"Peng-penghianat!" ungkap intan beberapa menit sesaat sebelum kehilangan kesadaran menyusul Jenita.


"Haha... dari awal kami berdua tidak pernah menganggap kalian teman. Lagi pula kami adalah salah satu dari tiga pelindung tuan tertinggi(pimpinan tertinggi asosiasi pembunuh). Selama ini kami hanya melakukan penyamaran dan itu berhasil. " gumam Zuab sesaat setelah Jenita dan intan tak sadarkan diri, beberapa menit kemudian Jenita dan intan berubah menjadi tulang belulang.


Racun yang dibaluri dalam pisau itu merupakan racun yang sangat mematikan sekali disentuh maka orang itu akan mengalami pelumpuhan beberapa detik kemudian akan tak sadarkan diri dan akhirnya berubah menjadi tulang belulang. racun itu berwarna hijau gelap dengan sedikit Campur warna merah, racun itu sering disebut dengan Racun Alam Baka, dibuat oleh salah satu dari tiga pelindung pemimpin tertinggi assosiasi pembunuh, bernama Hun Jie.


Tidak sembarang orang yang memiliki racun tersebut, serta diketahui bahwa penawar nya hanya dimiliki oleh sang pencipta racun itu. Mungkin salah satu alasan kepercayaan kelompok assosiasi pembunuh melakukan penyerangan secara terang-terangan adlah karena memiliki hal ini sebagai salah satu dari kartu trupnya.


"Sudah saat kita bergerak , dan lagi kita sudah memiliki cukup banyak informasi. Mungkin yang akan menjadi ancaman rencana tuan tertinggi adalah satu orang yaitu Zoan Prozz." gumam Zuab menatap kearah rumah Bunga 69.


" hm... kau harus berhasil Cause, jika tidak aku akan meninggalkanmu dan tak mengakui mu saudaraku" gumam Zuab kembali dengan sorot mata yang masih terus menatap kearah rumah Bunga 69 yang mana musuh merepotkan berada.


Baik Zuab maupun Cause mengakui bahwa Zoan adalah lawan yang akan merepotkan maka dari itu mereka berdua menahan diri dan menunggu waktu yang tepat, seperti sekarang ini. Hal mengapa mengakui bahwa Zoan lawan yang merepotkan adalah karena sifat Zoan yang santai, serius serta cukup sulit ditebak akan semua tindakannya. Memang benar tidak ada seorang pun yang mengetahui sifat sebenarnya dari Zoan bahkan Jai dan Leo sendiri belum mengetahui sifat yang sebenarnya dari tuan mudanya itu.


"Teknik penyatuan Bumi : Tubuh Dewa Bumi !"


Tak lama setelah itu tubuh Zuab tenggelam kedalam tanah dan menghilang bak ditelan bumi, Meski dikatakan saudara nyata Cause dan Zuab tetap mementingkan misi mereka.


Zuab menggunakan teknik andalan nya yaitu Penyatuan Bumi. Penyatuan Bumi mirip dengan teknik yang digunakan Cause yaitu teknik dewa angin: penyatuan angin, yang membedakannya hanyalah unsur elemen yang digunakan, itu salah satu teknik yang dapat digunakan untuk pelarian, atau mengejar musuh.

__ADS_1


Di tempat Zoan,Jean dan Cause berada


wush...wush ....


Sebuah sayatan pedang yang dialiri elemen angin hampir mengenai Jean kembali, namun dengan cepat Zoan berteleportasi dan menarik Jean ke sisinya. Keadaan Jean terlihat buruk dengan tangan kanan yang tersisa sementara tangan kirinya telah menjadi tulang belulang, beruntung Zoan dengan cepat memotong tangan kiri Jean sebelum racun menyebar beberapa waktu lalu.


"Sialan, merepotkan!" ungkap Zoan sambil menatap kearah Cause.


"Menyerah lah, Zoan. dan bergabunglah dengan kami " ajak Cause melayang di udara menatap kearah Zoan dan Jean.


"Cih, dasar penghianat!" ungkap Jean kesal karena ia merasa telah menjadi beban saudaranya(Zoan).


"Jean, aku akan mengirim mu kedalam artefak dimensi. Maaf!" ungkap Zoan serius dan dalam hitungan menit ia melambaikan tangan lalu saat sebuah pusaran dimensi muncul dengan cepat Zoan mendorong tubuh Jean masuk dan menutupnya kembali dengan cepat.


"Nah mari kita lanjutkan!" ungkap Zoan memasang kuda-kuda berperang nya sambil menatap kearah Cause dengan tajam.


Zoan dan Cause sama-sama melesat, terlihat kini Cause memegang dua buah pedang ditangan kiri dan kanannya.kedua pedang itu telah dialirkan dengan elemen angin(kiri) dan elemen api(kanan).


"Tebasan badai Api!" ungkap Cause menebaskan kedua pedang bersamaan dengan bentuk vertikal sebanyak 3 kali.


wush...wush...wush... sebuah badai angin disertai hawa panas mengarah kearah Zoan berada.


Dengan mempererat pegangannya pada pedang, Zoan pun membalas serangan tersebut dengan tebasan pemecah ruang dimensinya


wush... sebuah tebasan melesat kearah serangan Cause dan berbenturan, tak lama setelah berbenturan serangan milik Cause yaitu tebasan badai api tiba tiba terpotong terbagi dua oleh satu tebasan pemecah ruang dimensi Zoan.


Melihat bahwa serangannya berhasil dipatahkan Cause dengan cepat menggunakan teknik tubuh Dewa angin : penyatuan angin, guna mencoba membingungkan Zoan.


Dengan tenang Zoan memusatkan energinya pada pedangnya serta menajamkan seluruh panca Indra, dan...


Trang...Trang... sebuah benturan pedang terjadi, tepatnya serangan kejutan yang dilancarkan oleh Cause berhasil dihalau oleh pedang Zoan.


"Cih, benar-benar musuh yang merepotkan!" ungkap Cause melompat mundur.


Zoan masih diam tanpa bicara sepatah katapun kepada Cause, semenjak Cause memperlihatkan sifat aslinya. Zoan juga berhati-hati agar tidak terkena oleh racun yang terkandung dari senjata yang dimiliki Cause.


Zoan telah melihat bagaimana beberapa waktu lalu Jean terkena racun tersebut pada tangan kirinya sehingga dengan terpaksa Zoan memotong tangan kiri milik Jean sebelum racun itu mulai menyebar, nyatanya firasat Zoan memang benar sesaat setelah memotong tangan kiri Jean yang terkontaminasi racun itu beberapa menit kemudian potongan tangan itu berubah menjadi tulang belulang.


flash back on :


Sesaat sebelum Cause menampakkan sifat sebenarnya*


Zoan, Jean dan Cause melesat ke sana kemari melakukan pemusnahan kepada para anggota asosiasi pembunuh yang berada di ruangan bawah tanah itu. Hanya dalam kurun waktu 20 menit Zoan, Jean dan Cause telah berhasil menumpas habis para anggota asosiasi pembunuh ditempat tersebut, tepat ketika Zoan dan Jean akan berjalan pergi tiba-tiba Cause melancarkan serangan kearah Zoan dan Jean.


Beruntung dengan cepat Zoan menyadarinya dan refleks mendorong tubuh jean.kearah dinding tembok.


"Awass! ungkap Zoan dengan tangan mendorong Jean serta dirinya langsung berteleportasi. kebelakang Cause lalu melancarkan tendangan kearah punggungnya.


wushh.... buakk...


Duarr... Cause terpental menabrak dinding. sementara itu hal itu hal yang tidak diinginkan terjadi yaitu taman kiri Jean berhasil terkena goresan dari tebasan pedang yang telah dialiri elemen angin serta dibalik itu senjata yang digunakan Cause berubah menjadi pedang yang telah dilumuri racun berwarna hijau gelap dengan campuran sedikit warna merah.


Zoan berteleportasi kembali dan muncul di samping Jean yang terlihat kesakitan sambil memegangi tangan kirinya. Zoan yang melihat itu merasakan firasat buruk tanpa basa basi langsung memotong tangan kiri menggunakan pedangnya yang telah ia keluarkan ditangan kirinya, tak lupa setelah itu Zoan memasukan pil kedalam mulut Jean serta mengalirkan energinya guna mempercepat proses pencernaan didalam tubuh Jean.


Seakan musuh tak memberinya waktu santai Cause melancarkan serangannya kembali, dengan terpaksa Zoan menahan serangan tersebut dengan tekniknya. serangan itu memang berhasil ditahan oleh Zoan, namun proses pemulihan Jean menjadi melambat.


Mau tak mau Zoan melesat kearah Cause agar tidak melihat hal yang tidak diinginkan, yaitu korban kebrutalan Cause.


Ledakan dan benturan antara Zoan dan Cause berlanjut hingga 15 menit lalu Zoan dan Cause sama-sama melompat mundur. Sialnya tempat Zoan melompat cukup jauh dari Jean, dan Cause menggunakan hal itu yaitu menyerang kearah Jean yang masih terlihat berusaha mencerna Pill yang diberikan Zoan serta masih syok akan potongan tangan kirinya kini telah menjadi tulang belulang untung saudaranya itu dengan cepat bertindak, kalau tidak Jean berfikir tidak tahu lagi ia tak ingin memikirkan hal buruk itu.


Ditengah keterkejutan itu tiba tiba-tiba sebuah serangan melesat kearahnya, ia mulai pasrah menerima hal apa yang akan terjadi selanjutnya, Beruntung dalan waktu singkat Zoan berteleportasi ke sampingnya dan membawanya kembali berteleportasi sedikit menjauh dari Cause. Namun semua itu belum berakhir sampai Zoan berkata bahwa ia(Jean)akan dikirim kedalam artefak dimensi dan tanpa basa basi sesaat pusaran artefak muncul Zoan dengan cepat mendorong nya masuk lalu beberapa detik kemudian Zoan kembali menutup pusaran dimensi itu, kejadian itu cukup singkat bahkan tanpa memberikan ia(Jean) jawaban persetujuan.

__ADS_1


flash back off :


__ADS_2