
" Lapor pemimpin tertinggi. Kami dari kelompok cabang yang dipimpin oleh komandan elit no 1,.telah berhasil menyelesaikan tugas." ucap sang komandan elit no 1 melalui sebuah kristal komunikasi.
"Okeh baguslah, dan bersiaplah untuk mengirimkan para pemuda dan pemudi itu kedalam portal yang akan terbuka sebentar lagi" ungkap sang pemimpin tertinggi membalas laporan yang dikirim oleh salah satu komandan nya, ia juga langsung melambaikan tangan kanan nya. Hingga tak lama sebuah pusaran portal berwarna merah muncul.
wush....
ilustrasi diatas adalah pusaran portal yang digunakan sang pemimpin tertinggi.
Tak lama tempat dimana sang komandan elit no 1 berada, lebih tepatnya di samping kanan muncul sebuah pusaran portal.
Dengan sigap dan cepat ia memerintahkan kepada 5 komandan pasukan untuk membawa para pemuda dan pemudi tersebut serta memasukannya kedalam pusaran portal.
" 5 komandan pasukan, cepat bawa kesini dan masukan para pemuda dan pemudi itu." ungkap sang komandan elit no 1 mengirimkan pesan suara melalui batu transmisi suara, menyuruh para komandan pasukan menemuinya serta membawa para pemuda dan pemudi yang telah berhasil mereka bawa sebelumnya.
Para komandan pasukan dengan cepat dan tepat langsung menemui komandan elit ke ruangannya, sambil membawa para pemuda dan pemudi yang di borgol kedua tangannya.
Mereka mulai memasukan para pemudi dan pemuda itu, Mau tak mau para pemuda dan pemudi itu menuruti dan memasuki pusara portal tersebut.
Singkat cerita para pemuda dan pemudi itu telah berhasil memasuki pusaran portal secara menyeluruh.
" Baik lah untuk saat ini kita dapat bersantai, menunggu perintah lanjutan dari pemimpin tertinggi." ungkap sang komandan elit no 1 melirik kearah ke lima komandan pasukan yang merupakan bawahannya.
"Baik ketua elit no 1..." ungkap salah satu komandan pasukan mewakili. Tak lama mereka pun pamit dan kembali ke tempat mereka masing-masing dengan hati senang berbunga-bunga karena untuk sementara ini mereka akan memulai pesta arak.
...****************...
Sementara itu Zoan telah berhasil memasuki markas cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit no 19. Bahkan ia berhasil masuk kedalam ruang utama tanpa ketahuan.
Zoan yang sedang menyamar menjadi seekor Tikus Petir terus saja memperhatikan orang-orang yang hadir di ruangan tersebut, Cukup banyak informasi baru yang berhasil ia dapatkan.
"Nampaknya keadaan kembali berubah. Aku harus cepat-cepat memusnahkan mereka maka dengan itu ada kemungkinan untuk melawannya nanti." ungkap Zoan sesaat mendengar bahwa setiap komandan ditugaskan untuk melakukan Invansi secara terang-terangan mulai saat ini.
Terlihat para komandan pasukan serta sang komandan elit no 19, mulai bersiap untuk melaksanakan tugas tersebut yang tak lain adalah menguasai dan mengambil alih 5 desa, yang mana kelima desa tersebut merupakan wilayah kerajaan Suna.
Kerajaan Suna berada di timur laut, tepatnya tak terlalu jauh dari pada markas mereka saat ini.
"Ehm, sepertinya para komandan elit itu diberi tugas untuk mengambil alih 5 desa yang kebetulan dekat dengan Markas mereka, Cukup cerdik." ungkap Zoan dalam hatinya menyimpulkan dari salah satu informasi yang ia dapatkan.
"Tapi... itu jika kalian berhasil hehe" ungkap Zoan menyeringai.
Tepat ketika para komandan pasukan dan sang komandan elit no 19 akan melaksanakan misi itu, Zoan tanpa basa-basi langsung berubah ke wujud manusianya.
wush ...
"ouh ... lelah juga telinga ini mendengarkan beberapa informasi hehe...!" ungkap Zoan tiba-tiba muncul sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Raut wajah terkejut terpapar dari setiap komandan pasukan yang ada di ruangan itu, tak terkecuali sang komandan elit no 19 tak kalah terkejut.
"Siapa kau? Dan sejak kapan kau berada disitu? hah...!" ungkap salah satu komandan pasukan yang memakai pakaian merah sambil mengeluarkan aura membunuhnya yang telah diarahkan kepada Zoan.
"Malaikat kematian mu...! dan kalian tidak perlu seperti itu. Santai saja hehe" ungkap Zoan santai sesaat melihat sekelilingnya. ia melihat bahwa ke enam yang ada diruangan itu tengah mengeluarkan senjata masing-masing.
"Berhati-hatilah, jangan gegabah?" ungkap sang komandan elit sambil terus memberikan tatapan yang intens kepada Zoan.
Stakk....
Zoan Tanpa basa-basi langsung menjentikkan tangannya, tak lama sebuah dinding pembatas energi tercipta.
" Sial, padahal kami baru saja akan berangkat untuk melaksanakan misi baru itu." ungkap sang komandan elit no 19 mengumpat keras akan kelakuan Zoan.
Tentu saja sang komandan elit no 19 sangat paham akan kejadian selanjutnya setelah penghalang yang dibuat oleh Zoan, yaitu sebuah pertarungan. Sehingga mau tak mau mereka menunda akan misi yang akan mereka laksanakan.
Satu hal yang mereka tidak ketahui yaitu mereka tidak akan pernah bisa pergi untuk melakukan misi, karena Zoan telah menargetkan mereka untuk dimusnahkan.
Dengan angkuh dan tanpa basa-basi salah satu dari 5 komandan pasukan langsung melesat dengan sangat cepat kearah Zoan. Orang yang melesat itu memakai baju berwarna merah.
wush...
slash... slash.... slash....
Orang berbaju merah itu menebaskan pedang yang ia pegang di tangan kanannya kearah Zoan.
"heh... ternyata sudah tak sabar ya " ungkap Zoan sambil terus menghindari serangan tebasan pedang.
"Diam kau, dasar Serangga!" ungkap berpakaian merah geram sesaat tebasan yang ia lancarkan berhasil dihindari Zoan.
" heh,.... enak saja menyuruh ku diam ! balas Zoan sedikit menyeringai.
Trang.... Trang...
Zoan mengeluarkan pedang dari cincin ruang serta menangkis pedang milik komandan pasukan yang berpakaian merah.
__ADS_1
Pertukaran teknik berpedang pun tak terelakkan.
Sementara itu disisi lain terlihat komandan elit no 19 dan 4 komandan pasukan yang tersisa sedang membicarakan sebuah rencana. Setiap komandan pasukan yang di pimpin oleh komandan elit no 19 memiliki julukan sesuai warna pakaiannya, Si merah (orang yang tiba-tiba melesat kearah Zoan) si hijau, si hitam,Si Biru dan terakhir si jingga.
"Jadi apakah kita akan langsung mengepung pemuda itu dan menyerang nya secara bergantian, pemimpin elit" ungkap si hitam sambil melirik kearah sang komandan elit no 19.
" yaa..., tapi sebelum itu mari kita lihat dulu kemampuannya." ungkap sang komandan elit no 19 memegangi dagunya serta terlihat melirik kearah pertarungan Zoan dan si merah.
4 Komandan pasukan pun ikut melirik dan mencoba menganalisis kemampuan Zoan.
"kemampuan berpedang ya boleh juga" ungkap si hijau sesaat melihat teknik tebasan yang lakukan oleh Zoan.
" ya, kau benar. teknik berpedang ya terlihat mendominasi dari pada teknik pedang si merah" ucap si Biru.
"Akan tetapi apakah pemuda itu mampu bertarung dengan kita semua selanjutnya, itu belum tentu kekekekk..." ungkap si jingga dengan sedikit membocorkan auranya serta langsung mengarahkan kepada Zoan yang saat ini sedang bertarung.
Bushh.... Sebuah aura merembes keluar, mengarah kepada Zoan. merasakan hal itu Zoan lalu bergumam "Hem... aura ini ingin mencoba menghambat ku."
" Akan tetapi, hehe...." ungkap Zoan sambil sedikit tersenyum tak mau kalah.
Bush....Bush.....
Sebuah aura energi yang sama keluar dari tubuh Zoan, ia bahkan langsung mengarahkan aura itu untuk mengintimidasi semua orang yang berada diruangan tersebut, tanpa terkecuali sang komandan elit no 19 juga terkena dampaknya.
Setelah melepaskan aura itu pertarungan antar Zoan dan si merah berhenti sejenak, lebih tepatnya karena si merah tertekan oleh aura energi yang dikeluarkan Zoan.
"Ss-sial... aura ini menekan ku" ungkap si merah menatap tajam Zoan.
"Ay...Yo...Yo... kenapa kau menatap ku seperti itu, salah kan saja teman mu itu kenapa memulainya mengintimidasi auranya kearah ku" ungkap Zoan santai lalu melirik dengan tajam kearah si ungu.
Setelah mengatakan itu Zoan tak lupa mengirimkan telepati kepada Jean dan lainnya agar segera menjalankan rencananya. begitu pun sebaliknya Jean dan lainnya dengan tanggap mulai menjalan kan rencana yaitu mulai melakukan penyerangan kepada para anggota asosiasi pembunuh yang berada di markas itu.
"Jean, sekarang waktunya!" ungkap Zoan melalui telepati.
"Tak perlu khawatir mengenai para petingginya nya, serahkan saja padaku. Selain itu lakukan dengan cepat kita tak punya banyak waktu...!" ungkap Zoan Kemabli dengan telepati.
"Baik ketua, serahkan kepada kami." ungkap Jean melalui telepati dengan begitu semangat.
kembali ke sisi Zoan berada
"Serang dia sekarang! " ungkap sang komandan elit no 19 sambil melepaskan aura energinya guna menahan aura yang dikeluarkan Zoan.
Perlahan tapi pasti aura yang dikeluarkan Zoan diseimbangkan oleh aura energi yang dikeluarkan sang komandan elit no 19 itu.
Aura energi cukup berbeda dengan aura lainnya karena aura energi adalah aura energi murni dari dalam tubuh seorang pendekar. Lebih tepatnya untuk saat ini hanya ada 3 aura yang diketahui yaitu 1)Aura energi(murni didapat dengan cara teknik manual tubuh yang diolah), 2) Aura pedang(biasanya didapatkan oleh praktisi pendekar pedang yang ber-pemahaman tinggi), 3) Aura kematian(didapatkan dengan hasil membunuh).
Boommm.... BOOM...
Sebuah serangan dari berbagai arah dilancarkan kearah Zoan.
Ketika serang itu berlangsung si merah melompat mundur, ke arah temannya berada. Lebih tepatnya di samping si hijau.
"Kenapa ...?" tanya si merah kesal karena diganggu pertarungan nya.
"komandan elit, memerintahkan kita untuk cepat membereskan pemuda itu. Dan juga kita harus cepat melakukan misi baru kita" ungkap si hitam yang berada disebelah kanannya menjawab dengan suara datar. Si kau yang berada disebelah kiri si merah pun mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan si hitam.
Melihat hal itu, masih dengan wajah kesalnya si merah pun menghela nafas kasar dan ikut melancarkan serangan jarak jauhnya kearah Zoan.
Tebasan pedang darah !"
wush...
Sebuah tebasan berwarna merah mengarah ketempat Zoan berada.
Serang beruntun masih terus dilancarkan kearah tempat dimana Zoan berada, sampai asap cukup tebal menutupi tempat tersebut.,
"Berhenti !" ungkap sang komandan elit no 19 memerintahkan kepada 5 komandan pasukan untuk menghentikan serangan nya. Sang Komandan elit menatap tajam kearah tempat dimana Zoan berada dan mengibaskan tangan kanannya untuk menghilangkan asap debu yang menghalangi.
Akan tetapi alangkah terkejutnya ketika asap itu menghilang dan hanya menampilkan area kosong yang sudah porak-poranda akibat serang yang dilakukan oleh 5 komandan pasukan sebelumnya.
"Hahaha... dasar pemuda yang sok pemberani" ungkap si jingga mencibir setelah merasa bahwa mereka telah berhasil membinasakan Zoan.
"heh... mengecewakan sekali, tidak hanya mati tapi bahkan jasad ataupun jejak nya ikut musnah. Dasar pemuda tak tau diri." ungkap si hitam menganggukkan kepala sesaat melihat bahwa tempat dimana Zoan berada terlah hancur tidak menyisakan apapun.
Berbeda dengan 5 komandan pasukan nya yang terlihat puas dan senang.
Terlihat raut wajah sang komandan elit no 19 cukup pucat sesaat tiba-tiba merasakan sebuah keberadaan pemuda tersebut tepat di belakanganya, dan dengan cepat sang komandan elit itu menangkis sebuah serangan yang dilancarkan Zoan dengan menggunakan sebuah belati.
ilustrasi diatas adalah belati yang digunakan sang komandan elit no 19.
Trangg.... Trang...
__ADS_1
sebuah benturan senjata tak terelakan, "ohoho... ternyata kau hebat juga !" ungkap Zoan sesaat melihat bahwa serangan kejutannya berhasil ter-tangkis. ia pun melompat mundur dan kembali menghilang, tepatnya ia menggunakan teknik teleportasi.
"Kampret, pemuda itu memiliki teknik Teleportasi. Merepotkan saja!" ungkap sang komandan elit no 19 mendengus kesal.
"Berhati-hatilah pemuda itu memiliki teknik Teleportasi!" teriak sang komandan elit .
Mendengar hal itu tentu membuat para komandan pasukan terkejut serta waspada. Mereka tak menyangka bahwa pemuda yang mereka lawan memiliki teknik Teleportasi yang merupakan hal yang merepotkan.
"Sial, kita nampak nya telah meremehkan pemuda itu" ungkap si jingga dan si hitam secara bersamaan.
10 detik... 30 detik... 50 detik telah berlalu Zoan tak kunjung muncul, tepat saat 1 menit berlalu Zoan muncul didekat si merah. Tentu saja zoan muncul sambil menebaskan pedangnya kearah tangan kanan.
Slash....
pluk...
Sebuah tangan yang memegang pedang jatuh ketanah bertepatan dengan kemunculan Zoan. Darah mengalir dari nekat tangan yang terpotong tersebut.
"Eh.... "
"Argghh.... tangan ku!" teriak si merah sambil mencoba menahan rasa sakit serta mencoba untuk menghentikan pendarahan di tangan kanannya.
"Bajingan, keparat kau...! ungkap si hitam langsung menyerang kearah Zoan yang saat ini masih berada didekat si merah.
" teknik kegelapan : tinju kematian !"
Sebuah kepalan tangan mengarah kearah kepala Zoan, namun dengan cepat Zoan menjentikan jarinya dan bergumam singkat " Teleportasi..." Tak lama Zoan pun menghilang sesaat pukulan yang dilancarkan hampir mengenainya, namun gagal dan hanya mengenai udara kosong.
"Dasar pengecut kau !" ungkap si hitam sambil menatap kesal kearah Zoan yang saat ini telah muncul di tempat pertama kali ia muncul.
" heh... bukan kah kalian yang pengecut. bahkan kalian menyerang ku dengan keroyokan." ungkap Zoan dengan nada mengejek.
"Dasar pecundang " cibir Zoan santai.
Mendengar hal itu wajah ke 5 komandan pasukan merah padam,sangat marah akan ucapan yang dilontarkan Zoan.
kelima orang tersebut melesat kearah Zoan, bahkan si merah yang sebelumnya telah kehilangan tangan kanannya ikut melesat dan mencoba menebaskan pedangnya dengan tangan kirinya. Terlihat bekas tangan kanan di merah yang terpotong itu telah berhasil menghentikan darahnya setelah menelan Pil regenerasi.
Pil regenerasi memang dapat menghentikan pendarahan secara singkat dan bahkan dapat menumbuhkan anggota tubuh yang hilang dalam jangka waktu 5 jam, Mau tak mau si merah mengonsumsi itu yah, meski saat ini tangan kanannya yang putus belum dapat meregenerasi kembali namun itu lebih baik dari pada kehabisan darah.
Awalnya si merah tak ingin melakukan penyerangan kembali, dikerenakan ia ingin menunggu tangan kanan nya kembali. Semua itu berubah sesaat mendengar ucapan yang dilontarkan Zoan lebih tepatnya si merah telah termakan provokasi dari Zoan.
Trang...Trang...
BOOM... BOOM....
Dengan cepat dan tepat Zoan berhasil menghindari, menangkis bahkan membalas serangan tersebut.
" Ehm, nampak memang saya harus ikut bergerak juga. agar pertarungan ini lebih cepat selesai" gumam sang komandan elit no 19 sesaat melihat pertarungan bawahannya dengan Zoan.
Tanpa menunggu waktu sang komandan elit itu pun melesat dan ikut bergabung melancarkan serangan kepada Zoan.
Waktu terus berjalan, Zoan berangsur-angsur sedikit terdesak sesaat sang komandan elit memasuki pertarungan.
Meskipun Zoan dapat berteleportasi namun terlihat kerjasama antara 5 komandan pasukan serta komandan elit kelompok itu memang dapat dikatakan baik dan saling melengkapi kekurangan.
Setiap Zoan berteleportasi maka ke enam orang itu akan mengeluarkan aura mereka secara bersamaan dan sesaat zoan muncul cukup berhasil guna memperlambat pergerakan Zoan, Alhasil Zoan hanya bisa menangkis dan menahan semua serangan dari ke enam orang itu. Bahkan terkadang ada beberapa serangan yang mengenai nya terkhusus serangan yang berasal dari titik buta.
Zoan memang memiliki basis kultivasi yang cukup tinggi namun masih saja dengan semua kerja sama serta pengalaman dari ke enam komandan kelompok cabang asosiasi pembunuh ia masih kalah.
Buaak..... bughk.... Zoan melesat seperti roket dan menabrak tembok yang sudah dilapisi dinding pembatas energi sebelumnya.
"Cih...sialan " ungkap Zoan
" Viktor, keluarlah ! bantu aku untuk mengacaukan kerja sama mereka" ungkap Zoan sambil melambaikan tangan kirinya.
Tak lama sebuah pusaran portal muncul disertai sebuah suhu dingin yang menusuk tulang.
Ya, Zoan memanggil Viktor yang tak lain adalah salah satu teman beast nya sang Singa es.
Viktor pun muncul dihadapan Zoan dan mulai membocorkan energi untuk memperlambat pergerakan serangan yang dilancarkan ke enam orang komandan itu.
Pelan tapi pasti hawa dingin yang dikeluarkan Viktor itu mulai membekukan serangan. ya, walaupun tidak semua, namun itu cukup bagi Zoan.
"Bagus, Kawan !" ungkap Zoan sambil menghampiri dan mengelus kepala Viktor.
Groarrgh... groarrgh... suara singa es bangga sesaat mendengar dan mengerti apa yang di ucapkan Zoan.
Sementara itu ke enam komandan mengumpat dengan keras sesat melihat Zoan memanggil beast nya.
"kampret sialan itu,... "ucap si merah kesal
" haih, satu saja merepotkan, sekarang datang lagi yang akan menghambat kerja sama kita" ungkap si biru menghela nafas kasar. Si hijau pun hanya mendengus kesal dan mengangguk setuju apa yang dikatakan oleh si biru.
__ADS_1
"2 orang lawan beast pemuda itu sementara sisanya bantu aku untuk melawan pemuda itu" ucap sang komandan elit sambil melirik kearah 5 komandan.
ke lima komandan pasukan itu mengangguk setuju, si biru dan si ungu pun melesat kearah Viktor berada. Sementara sisanya mengikuti sang komandan elit untuk melesat kearah Zoan.