
Pertarungan Zoan dan sang pemimpin tertinggi assosiasi pembunuh berada.
Sudah beberapa waktu berhasil terlewati, Baik serangan teknik ataupun berupa serangan saling memprovokasi telah Zoan dan sang pemimpin tertinggi assosiasi pembunuh lakukan. Pakaian yang mereka kenakan kini bagaikan pengemis jalanan, banyak robekan-robekan akibat teknik serangan yang mereka saling lancarkan satu sama lain.
Zoan masih memegang erat pedang jiwa naga ditangan kanannya, disisi lain sang pemimpin tertinggi assosiasi pembunuh juga memegang erat pedang hitam yang selalu memancarkan aura kematian disekitarnya.
Trang... Trang...!
Mereka kembali beradu pedang dengan sangat cepat. Zoan memang kalah dalam hal kultivasi namun dengan adanya Skill copy yang digabungkan dengan Teknik tubuh Dewa angin : Penyatuan angin, ia berhasil mengimbangi kecepatan sang pemimpin tertinggi assosiasi pembunuh.
Tentu Zoan tak menghilangkan kesempatan itu, selain menambah pengalaman bertarungnya Zoan juga berhasil meniru beberapa teknik yang lawannya keluarkan. Sekitar ada 10 Teknik yang Zoan tiru dari sang Pemimpin tertinggi, Salah satunya adalah teknik yang berhubungan dengan pengendalian darah.
Duarr...Duarr....!
Ledakan Kembali terdengar mengiringi pertarungannya. Zoan juga mengetahui hal apa yang sedang terjadi dalam pasukan aliansi nya ditempat lain, melalui klon bayangan nya.
Ia hanya bisa menghela nafas berat, karena dari pihak Aliansi mengalami kerugian yang besar apalagi sesaat mengetahui bahwa 15 dari 25 Komandan Pasukan Aliansi telah musnah, akibat dari serangan Ledakan darah itu.
"Pengontrol darah : Berhenti !" ujar sang pemimpin tertinggi, saat melihat Zoan tiba-tiba muncul dibelakangnya guna melancarkan serangannya.
Terlihat Zoan terdiam dibelakang sang pemimpin tertinggi. "Cih, teknik ini lagi !" batin Zoan sedikit kesal karena entah sudah berapa kali teknik tersebut dipergunakan oleh pemimpin tertinggi guna menggagalkan serangan nya.
"Pengontrol darah : Lepas !" Batin Zoan berucap, sehingga dalam sekejap teknik itu tidak mempengaruhi Zoan hanya saja sang pemimpin tertinggi sudah bersiap dengan Pedang hitamnya untuk memberikan serangan kearah lehernya.
"Teleportasi !"
Beberapa detik sesaat serangan dari sang pemimpin tertinggi itu hendak mengenai lehernya. Ia berpindah tepat sekitar 1 meter dari arah musuhnya.
"khe..khe..khe...! seperti sebelumnya kau menggunakan teknik itu, kau benar lawan yang merepotkan, bocah !" ujar sang pemimpin tertinggi menoleh kearah Zoan berada.
"Tebasan Pedang Darah Kematian !"
Wussh...
Pedang yang ada di genggaman sang pemimpin tertinggi diselimuti oleh energi merah gelap, lalu menebaskan kearah Zoan "Rasakan ini, hiaa...!!" ucap Pemimpin tertinggi.
Wussh...
Lesatan energi pedang berwarna merah gelap, membuat tanah yang dilewati terbelah sekitar 1/2 meter. Zoan yang melihat itupun bersiap untuk melancarkan serangan juga, ia memegang erat pedang ditangan kanan serta tak lupa mengalirkan energi spiritual yang sama seperti sang pemimpin tertinggi.
"Tebasan Pedang Darah Kematian!" Ujar Zoan yang juga menggunakan teknik yang sama sesaat serangan yang dilancarkan pemimpin tertinggi hampir mengenainya.
Duarr....!!
Ledakan akibat dari kedua serangan itu pun terjadi, serta membuat debu yang ada disekitar berhamburan. Akan tetapi debu-debu yang menghalangi itu tak berlangsung lama karena baik Zoan maupun sang pemimpin tertinggi melambaikan tangan nya agar menghilangkan hal tersebut.
Trangg... trangg...!!!
__ADS_1
Mereka kembali saling serang menyerang satu sama lain, sesaat setelah beberapa waktu berlalu.
"Hm,...!" Ujar Zoan sambil menyunggingkan senyumnya ketika melihat sebuah celah ditengah tengah pertukaran nya dengan pemimpin tertinggi dari assosiasi pembunuh setelah cukup lama mereka saling bertarung. Tanpa membuang waktu lagi zoan mengeksekusi tekniknya.
"Tebasan Bintang Taurus !"
"Tebasan Penghancur Jiwa!"
Wushh!
Slash..., Slash !
Dua kali tebasan pedang yang Zoan arahkan tepat mengenai pinggang pemimpin tertinggi, sehingga terpotong menjadi dua,. Kejadian itu tak terelakkan serta membuat pemimpin tertinggi terkejut tak mempercayainya, namun apa daya ia sendiri melihat dengan kepala sendiri bahwa dirinya telah dikalahkan.
"Sial...!" kata-kata itu yang terucap sebelum sang pemimpin tertinggi meregang nyawa bahkan terlihat jiwanya juga ikut terpotong serta tak bisa bereinkarnasi kembali.
"Fyuhh... akhirnya mati juga kau!" ujar Zoan sambil menyeka keringatnya, tak lupa ia mengambil cincin ruang yang terselip di jari tengah tangan kanannya.
Senyum mengembang di bibirnya sesaat setelah memeriksa cincin ruang milik pemimpin tertinggi itu.
"hehe... tak sia-sia aku bertarung dengannya cukup lama !" ujar Zoan terbuai akan harta-harta yang ada didalam cincin ruang itu.
Setelah dirasa urusan ditempat tersebut selesai Zoan melesat kearah para pasukan aliansi yang masih sedang bertempur.
"Teleportasi !" ujar Zoan menjentikkan jari nya, tak lama ia pun menghilang dan hanya menyisakan hembusan angin.
Whussh!
Sementara itu dikubu pasukan aliansi mereka di tekan oleh pasukan dari kubu assosiasi pembunuh. Zoan tak akan membiarkan hal itu terus berlanjut, ia pun mengeluarkan bawahannya yang belum ia keluarkan sejak awal berlangsungnya pertempuran.
"Sudah saatnya membalikkan keadaan, keluarlah !" Ujar Zoan melambaikan tangan kirinya.
Sebuah pusaran layaknya portal dimensi muncul di samping kiri, serta perlahan keluar banyak sosok-sosok diantaranya adalah para monster yang telah ia taklukan kecuali Gorila pembalik, selain itu juga ada beberapa rekan nya.
Tanpa perlu aba-aba dari Zoan mereka langsung bergerak cepat memasuki pertempuran, ditengah-tengah keterkejutan dari para pasukan assosiasi pembunuh. Mereka tentu tak memperkirakan akan hal itu, karena sebelumnya mereka merasa sudah di atas angin memenangkan pertempuran itu.
Dilain pihak, pasukan aliansi merasa sangat senang karena pengorbanan yang mereka lakukan tidak sia-sia terkhusus para rekan-rekan nya yang telah gugur. Mereka merasa mendapatkan angin yang sangat segar. Pertempuran kembali berlanjut, kini pasukan aliansi yang baru tiba langsung ke barisan paling depan sementara pasukan aliansi yang telah lebih dahulu perlahan bergerak kearah belakang guna mengisi kembali energi mereka yang telah terkuras, begitu juga para komandan aliansi yang tersisa mereka juga mundur kebelakang.
Para pasukan dari assosiasi pembunuh memasang wajah yang sangat jelek melihat hal itu, bagaimana tidak mereka akan bertarung dengan lawan yang masih memiliki kekutan penuh sementara mereka telah kelelahan dan cukup banyak dari mereka yang terkuras juga energinya. Meski mereka masih menang dalam hal jumlah namun tetap saja Mental dan energi spiritual mereka perlahan berkurang dan itu tidak mendukung jika pertempuran dilakukan lebih lama lagi.
"Ahkk, sial mereka benar-benar licik !" Ucap salah satu orang yang merupakan komandan pasukan assosiasi pembunuh sambil menggerakkan giginya.
"Kau, benar. Kalau begini terus kita akan kalah dalam hitungan beberapa waktu saja. Apakah kita menyerah saja kah?!" Ucap komandan pasukan assosiasi pembunuh yang ada disampingnya, menimpali.
"Cih, apakah kau berfikir bahwa kita menyerah akan terbebas begitu saja. Jangan naif kawan, karena menurut pandangan ku pemimpin yang memimpin perang dari aliansi itu bukan orang yang naif seperti aliran putih." Ujar komandan pasukan assosiasi pembunuh lainnya menimpali sesaat baru sampai menghampiri.
"Ahk, Sialan! mau tak mau kita harus bertempur sampai mati " Ujar komandan pasukan assosiasi pembunuh menggertakan gigi serta mengepalkan pegangannya pada pedang ditangan.
__ADS_1
Memang benar apa yang dikatakan oleh mereka bahwa Zoan tak akan mengampuni bahkan jika kelompok itu menyerahkan diri sekalipun, hal itu disebabkan oleh banyak hal yang menyakitkan yang telah dilaluinya diantaranya kematian kakek tercintanya serta kematian rekan-rekan nya.
Whussh!
Zoan melesat terbang kearah Sarui yang sedang bertempur dengan para klon bayangannya yang kini tersisa tiga klon saja.
"Kembali lah !" Ucap Zoan sesat setelah tiba dihadapan Sarui. Ketiga bayangan itu kembali masuk, Zoan sendiri hanya bisa bertahan dan terus bertarung meski memang setiap klon bayangan nya menghilang alias dihancurkan maka akan memberikan efek yang cukup merugikan pada tubuh aslinya salah satunya adalah energi spiritual nya akan berkurang 1.5%.
"Menyerahlah ! Pemimpin tertinggi mu telah aku kalahkan." Ujar Zoan menatap tajam kearah Sarui.
"Ohohoo... Benarkah, Sayang sekali..." Ujar Sarui sambil tersenyum misterius disertai aura membunuh yang lebih kuat dari sebelumnya.
Zoan yang melihat senyuman itu merasa ada yang tidak beres, namun ia berusaha menepis pikirannya mengingat ia melihat sendiri bahwa ialah yang memberikan kematian pada sang pemimpin tertinggi bahwa jiwanya juga ikut terpotong.
"Terima ini keparat sialan!" Ucap Sarui sambil sedikit melukai tangannya dengan bilah pedang berwarna merah gelap yang sedang ia pegang.
"Pengendalian Darah : Seratus pedang Darah!"
Wussh...! Wussh...!
Sesaat darah dari tangannya itu meresap kedalam pedang yang ia pegang tiba-tiba memancarkan cahaya merah dan tak lama di udara kosong muncul banyak pedang kurang lebih sekitar seratus pedang melayang disekitar Sarui.
Sarui menunjukan pedangnya ya ia pegang kearah Zoan sehingga ratusan pedang berwarna merah darah itu melesat kearah targetnya.
"Cih, Kalian sama saja ternyata " Ujar Zoan sesaat melihat teknik yang sama dengan pa yng digunakan oleh sang pemimpin tertinggi itu.
"Death Zone Of Blood!"
"Tebasan Darah kematian!"
Whush....!
Aura pedang disertai lesatan pedang yang dilancarkan, mengarah pada serangan Sarui. Zoan mengeksekusi 2 teknik sekaligus guna melawan serangan dari teknik milik Sarui.
Bilah pedang yang melesat itu berhasil mengahalau seratus pedang darah, disisi lain dengan bantuan teknik death Zone of blood, Zoan menghalau teknik pengendalian darah Sarui terhadap dirinya dan sekitar dengan jarak 10 meter.
Sang lawan terkejut melihat teknik tersebut, selain karena mengenali teknik itu ia juga tahu bahwa teknik yang dilancarkan Zoan merupakan salah satu teknik terkuat dari pemimpin tertinggi yang telah ia anggap sebagai gurunya semenjak ia mendapatkan pelatihan dari sang pemimpin tertinggi assosiasi pembunuh.
"Kau...!" Ujar Sarui tak bisa berkata kata saking terkejutnya.
"Kau apa, ha...?!" Ujar Zoan disertai senyuman yang mengesalkan menurut Sarui.
"Cih, Dasar Peniru. Mati kau sana!" Ucap Sarui kesal dan marah. Ia menerjang dengan cukup cepat kearah Zoan mengayunkan pedangnya kearah leher Zoan. Secara refleks Zoan tak membiarkan nya, ia menangkis terjangan pedang itu dengan pedang juga.
Jangan lupa like, coment and Vote !!!
See you next time...
__ADS_1
Baybay...