Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 103 : Melepaskan Segel


__ADS_3

Cukup lama Zoan untuk menenangkan perasaan Zhang Jingmi dalam pelukannya.


“Sudahlah kamu tenang saja, semoga saya dapat membuka segel yang membatasi ayahmu itu. Ayo kita kunjungi ayah mu segera.” Ajak Zoan dengan tangan yang masih mengelus kepala Zhang Jingmi, yang terlihat mengangguk dan mulai menuntun jalan menuju kediaman ayahnya.


Kurang dalam seratus tarikan nafas, Zoan dan Zhang Jingmi telah sampai didepan ruangan ayahnya.


Tokk..tokk...


“Ayah ini aku mi’er!” Ucap Zhang Jingmi, sesaat setelah mengetuk pintu ruangan ayahnya.


“Masuklah!” jawab sang ayah mempersilahkan putrinya itu untuk masuk kedalam ruangannya.


Pintu perlahan terbuka, kini terlihat seorang pria yang masih nampak berumur 35 tahunan, meski sebenarnya sudah berumur sekitar 45 tahun kurang lebih.


Zhang Jingmi masuk lalu Zoan mengekor dibelakangnya. Tanpa basa basi Zhang Jingmi langsung mengenalkan Zoan dan tak lupa mengutarakan niatnya.


“Ayah perkenalkan ini tuan Zoan, orang yang telah menolong kerajaan kita serta juga merupakan jenderal perang antara pasukan aliansi melawan kelompok assosiasi pembunuh. Ia ingin mencoba untuk membuka segel yang menahan kultivasi ayah.” Ucap Zhang Jingmi disertai wajah yang tampak berseri-seri, bersemangat.


Sang ayah yang mendengar itu pun tak bisa untuk tak ikut senang. Lalu ia melihat ke arah Zoan.


“Perkenalkan saya Zoan Prozz, tuan mohon maaf atas kelancangan saya tapi sekali lagi saya hanya ingin mencoba untuk membantu.” Ungkap Zoan memperkenalkan diri dan mengutarakan niatnya.


“Baiklah, nak! Tak masalah mari.” Ucap sang ayah dari Zhang Jingmi ramah tanpa ada niatan tersembunyi.


Mereka pun langsung pergi, serta tanpa membuang-buang waktu Zoan menyuruh ayah nya Zhang Jingmi untuk bersila/bersikap lotus. Sementara Zoan Mulai memeriksa dengan cara mengirimkan energi spiritual serta menyentuh punggungnya.


Zhang Jingmi sendiri hanya diam mengamati, karena pada dasarnya ia tidak terlalu memahami hal-hal yang berbau segel ataupun formasi.


***

__ADS_1


Beberapa waktu terlewati, tepat pada tengah malam Zoan berhasil membuka segel yang membatasi kultivasi ayah nya Zhang Jingmi.


Zoan sendiri merasa tidak terlalu sulit sesaat setelah mengamati struktur segel tersebut, terlebih lagi dengan bantuan skil copy-nya ia bahkan kini dapat menggunakan teknik segel yang serupa. Meski ia belum termasuk dalam jajaran master atau ahli segel, namun untuk hal-hal dasarnya kini ia telah mengetahuinya. Dengan kecerdasan dan kejeniusan nya tak begitu sulit bagi dirinya agar bisa menjadi ahli segel atau formasi.


Whussh....


Bomm...! Boomm...! Boomm...! Bomm...!


Ranah kultivasi yang awalnya berada di ranah Platinum tingkat mahir namun kini setelah segelnya dilepaskan naik menjadi ranah Supreme Platinum God tingkat Mahir.


Wajah bahagia menghiasi ayah dan anak itu, bagai mana tidak mereka sudah merasa putus ada sebelumnya, namun kini segel yang menghambat itu telah lepas.


"Terimakasih, tuan Zoan. Saya tak apa yang bisa membalas kebaikan tuan." Ujar Zhang Rei, nama ayah Zhang Jingmi.


"Iya, sama-sama." Ucap Zoan tersenyum ramah.


"Kebaikan tuan Zoan tak bisa diukur dengan ini, tapi saya harap mohon diterima sebagai salah satu ungkapan terimakasih." Ucap Zhang Rei sambil memberikan Cincin ruang yang terletak disalah satu jari tangannya. Totalnya ayah nya Zhang Jingmi memiliki 3 cincin ruang di jari tangannya, dan kini tersisa dua Cincin ruang saja.


“Ayah, mi’er ingin mengatakan sesuatu...” Ucap Zhang Jingmi beberapa saat setelah kesembuhan Zhang Rei secara total.


“Yah silahkan. Kamu mengatakan apa, katakan saja.” Ujar Zhang Rei sambil menghadap serta memegangi kedua pundak putri semata wayangnya itu.


“Ayah, mi’er ingin ikut bersama tuan Zoan. Ayah mengijinkan nya kah?” ucap Zhang Jingmi menatap lekat ayahnya, layaknya anak kecil ketika menginginkan sesuatu.


“Memangnya tuan Zoan mengijinkan, kamu ikut?” bukannya menjawab pertanyaan putrinya, Zhang Rei malah bertanya kembali.


“Iya, ayah. Tuan Zoan mengijinkan mi’er ikut, kalau Ayah tak percaya coba tanya saja.” Ucap Zhang Jingmi disertai sedikit melirik kearah Zoan.


“Benarkah, kamu memperbolehkan putriku ikut ?” tanya Zhang Rei memastikan dengan arah mata melihat Zoan yang tak jauh darinya.

__ADS_1


“Iya, tak apa. Tetapi jika tuan raja black hole tak mengijinkannya saya tak akan memaksanya.” Ujar Zoan dengan wajah yang tak mempermasalah kannya.


“Haih, baiklah. Kamu ayah ijinkan tapi jangan merepotkan tuan Zoan yah...?!” Ucap Zhang Rei mengijinkan putrinya untuk ikut dan tak lupa juga untuk menasihati putrinya itu agar tidak merepotkan Zoan.


“Maaf merepotkan, saya titip putri saya, tuan Zoan.” Ujar Zhang Rei menatap kearah Zoan dan saat ia hendak menundukkan kepalanya, Zoan dengan cepat menahannya. Meski hanya dengan aura namun hal itu tidak terlalu menyulitkannya terlebih Zoan memang memiliki ranah kultivasi yang lebih tinggi dari Zhang Rei.


“Baiklah, seperti nya untuk saat ini telah selesai, saya mohon pamit. Mungkin sekitar 15 hari lagi saya kan menjemput tuan putri.” Ujar Zoan berpamitan dikarenakan ia merasa sekarang sudah waktunya.


Tentu saja tak lupa juga ia memberitahukan bahwa resepsionis yang bekerja dirumah bunga 69 yaitu Yurui, kini telah menjadi salah satu bawahannya dan Zoan akan membawa bersamanya.


Awalnya memang mengejutkan namun dengan sedikit penjelasan palsu yang dikatakan Zoan, Zhang Rei pun mengijinkan dan tak masalah.


Alasan Zoan memberikan penjelasan palsu karena ia tak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya bahwa Yurui merupakan salah satu korban dari teknik nya.


Dalam satu kedipan mata Zoan menghilang dari tempat itu, dan menyisakan hembusan angin lembut. Mengejutkan memang mengejutkan, terutama untuk Zhang Rei yang baru melihat teknik tersebut, apalagi yang menguasainya adalah seorang pemuda yang memiliki usia sama dengan putrinya yaitu sekitar 18 tahunan.


***


Di kediaman markas World Explorer.


Whussh!


Ia muncul tepat di depan halaman markas World Explorer, tanpa membuang waktu lalu ia pun memasuki bangunan di depannya.


“Selamat datang nak Zoan!” ucap Syi nie, menyapa Zoan saat pintu terbuka memperlihatkan sesosok yang mereka hormati.


“Terimakasih, bibi. Silahkan di lanjutkan, tidak perlu mengidahkan kedatangan saya.” Ucap Zoan Tersenyum ramah, dan tanpa basa basi ia langsung pergi ke kamarnya.


Di dalam kamar ia langsung merebahkan hari esok, rencananya mulai besok ia akan berlatih di dalam artefak ruangnya sambil menunggu hari yang direncanakan untuk pergi melaksanakan misi.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih!


__ADS_2