
Wush....
slash...slash...
"hehe, mati kau !" ucap Zuab menusukan tombaknya kearah seekor serigala api.
buak....
duarr.....
Zuab berhasil menusuk serigala api tersebut dan membuatnya terdorong menabrak pohon.
Zoan dan lainnya saat ini sedang menghadapi kepungan serigala api.
flashback on :
Beberapa waktu lalu Zoan dan lainnya telah berhasil membunuh seekor serigala api yang tanpa sengaja mereka temui. Namun naasnya sebelum kematiannya Serigala tersebut memanggil rekan-rekannya.
Hingga akhirnya seperti sekarang, Zoan dan rekan-rekannya dikepung oleh 15 serigala Api dari berbagai arah.
flashback off :
"Cause support Jean dengan senjata lempar mu!" ucap Zoan
sesaat melihat ke arah Jean yang saat ini dikepung oleh 5 ekor serigala sekaligus.
"Baik ketua" ungkap Cause sambil melesat kearah Jean,tak lupa juga ia mempersiapkan senjata lempar yang telah diberikan Zoan beberapa waktu sebelumnya.
"intan Kamu support Zuab!" ungkap Zoan.
"Jenita, kamu amati dan analisis sekitar. Kita tidak tahu apakah akan ada lagi serangan dadakan atau tidak!" ungkap Zoan, yang saat ini ia sedang melawan 5 ekor serigala Api.
Serigala Api bukanlah lawan yang sebanding untuk Zoan dan rekan-rekannya, bahkan Serigala api merupakan lawan yang mudah. Namun hal yang merepotkan dari serigala api adalah kerja sama antar kelompoknya yang cukup merepotkan. Serigala api ini termasuk dalam golongan binatang beast.
Serangan demi serangan dilancarkan, terlihat kerjasama masing-masing kelompok yang telah diperintahkan Zoan berjalan dengan baik dan saling melengkapi.
Zoan terus melesat ke sana kemari sambil menebaskan pedangnya kearah organ vital serigala api. ia saat ini menggunakan pedang jiwa naga, sedikit demi sedikit Zoan mulai menunjukan sudah terbiasa dengan pedang tersebut. Pedang jiwa naga saat dipakai pertama kali sangat lah rakus akan energi spiritual, bahkan hampir membuat Zoan pingsan akibat kehabisan energi spiritual. Meski begitu ia tetap mencoba dan terus mencoba hingga ia mulai bisa mengendalikannya.
Setiap tebasan yang dilancarkan oleh pedang jiwa naga, akan terbentuk sebuah siluet naga berwarna putih.
Beberapa saat kemudian mereka telah berhasil menghabisi 15 ekor Serigala Api tersebut.
Mereka juga mengambil kristal beast dari serigala api itu, kristal ataupun permata memiliki fungsi yang sama hanya saja kristal beast lebih baik dalam hal kualitasnya dari pada permata siluman.
Untuk peraturan penyerapannya juga sama dengan cara penyerapan permata siluman, tidak boleh berlebihan.
__ADS_1
"Mari kita tinggalkan tempat ini. kita akan beristirahat didepan." ungkap Zoan saat sudah mengambil semua hal yang berharga dari mayat serigala api.
Mendengar hal itu Jean dan lainnya mengangguk setuju tanpa banyak bertanya.Mereka berjalan mengikuti Zoan, Disepanjang perjalanan jika mereka bertemu dengan rusa, ayam hutan ataupun bintang buruan mereka akan menangkapnya agar saat beristirahat nanti mereka tidak perlu mencari binatang buruan. Selain itu mereka juga memetik beberapa buah hutan bahkan terkadang mereka juga menemukan dan mengambil tanaman herbal yang tanpa sengaja mereka lihat.
"Kita akan beristirahat disini!" ucap Zoan menghentikan langkahnya.
Mereka saat ini berada diperbatasan hutan kematian bagian luar dan bagian dalam. Hutan kematian sendiri terbagi menjadi tiga bagian yaitu hutan bagian luar, dalam dan inti.
Mereka semua pun mulai membereskan tempat sekitar yang akan mereka jadikan tempat beristirahat sementara.
kali ini yang bertugas menyalakan api adalah Zoan sementara yang membersihkan binatang buruan adalah Jean dan intan. Dengan menggunakan energi spiritual Elemen airnya tak sulit bagi Jean untuk melakukannya apa lagi ia dibantu oleh salah satu rekannya.
Untuk yang tersisa mereka memulihkan diri, guna mengisi kembali energi spiritual yang telah terkuras.
Jean dan intan menghampiri api yang sudah menyala lalu meletakan binatang buruan yang sudah dibersihkan itu diatas api unggun. Kali ini mereka memanggang tanpa menggunakan bumbu, meski begitu bau harum khas panggangan daging cukup menyengat dan membuat si perut bersuara.
Pada sore hari itu mereka makan dengan lahap, setelah makan mereka mulai duduk bermeditasi untuk mengisi kembali energi spiritual. Sementara Jean, Jenita dan Cause mereka ditugaskan untuk berjaga, lagi pula energi spiritual mereka sudah pulih.
...****************...
Keesokan harinya mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju hutan kematian bagian dalam.
"Ehm, berhati-hatilah jangan sampai mengganggu sarang itu" ungkap Zoan menunjuk kearah sebuah sarang lebah.
"memangnya itu sarang apa?" ujar Jenita.
Racun api adalah racun yang dapat membakar jaringan dalam tubuh. Untuk saat ini satu satunya penawar dari sengatan lebah racun api adalah madu yang terkandung dari sarangnya.
Mereka pun melesat dengan sangat hati-hati, dan cukup waspada.
Hingga suatu ketika, Zuab yang berada di barisan paling belakang tanpa sengaja menabrak pohon yang merupakan letak dimana sarang lebah Api berada.
"buk.... aduh sialan, malah nabrak!" ucap Zuab sambil mengusap kepalanya.
"haih, kenapa kau menabrak pohon itu...?!" ucap Jean sedikit kesal.
"hehe, itu karena kakiku tersandung saat akan melompat" ucap Zuab beralasan.
"Mana ada seorang Kultivator tersandung, ahkk... kau ini" ucap Jean menggerutu. Sementara Zuab hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Tak lama sebuah suara berdengung, satu persatu lebah Api yang ada didalam sarangnya keluar.
Entah ada berapa lebah yang muncul, namun yang pasti lebih dari 50 ekor lebah Api. Melihat hal itu Zoan menghela nafas, lalu melambaikan tangan. Setelah melambaikan tangan tiba-tiba muncul gelombang air yang entah dari mana. Gelombang air tersebut langsung menerjang kearah para lebah Api itu.
Lebah Api terlibat tak mau kalah, mereka lalu berpencar ke segala arah sehingga gelombang air tersebut tidak mengenainya.
__ADS_1
"haih, merepotkan. " ucap Zoan menghela nafas kembali.
"intan, Jean kalian gunakan serangan kalian. Cause gunakan teknik elemen angin mu untuk membatu melancarkan serangan mereka berdua. Jenita kamu bersama Zuab kunci jalan kabur lebah Api itu dengan menggunakan serangan gabungan kalian " ucap Zoan melalui telepati.
Mereka semua pun mulai melakukan apa yang diperintahkan Zoan.
wush....
"teknik kombinasi pusaran air hitam" ucap intan dan Jean secara bersamaan sambil melambaikan tangannya kearah gerombolan lebah Api yang nampak sudah berkumpul kembali.
Pusaran air berwarna hitam legam muncul dari udara kosong. Pusaran air berwarna hitam itu merupakan gabungan antara elemen air Jean dengan elemen kegelapan intan. Pusaran air hitam dapat membuat kulit seseorang yang terkenanya mengelupas.
Seakan tak mau kalah Cause pun menambahkan dengan tekniknya.
"Wind Night Killer!" ungkap Cause mengarahkan tangannya kearah pusaran air berwarna hitam semakin menambah kesan mengerikan.
Disisi lain Jenita dan Zuab melesat kedua arah berbeda untuk mengunci jalan kabur lebah Api menggunakan teknik gabungan mereka. Jenita melesat kearah kiri sementara Zuab kearah kanan.
"teknik kombinasi : Dinding ruang 3 elemen" ungkap Jenita dan Zuab secara bersamaan. Jenita melambaikan tangannya sementara Zuab menusukan tombaknya keatas.
tak lama sebuah dinding pembatas ruang pun tercipta dari kekosongan. Teknik Dinding ruang 3 elemen merupakan teknik gabungan dari elemen ruang Jenita, sementara untuk ketiga elemen yaitu tanah,petir dan api yang merupakan elemen yang dimiliki oleh Zuab.
Dinding ruang 3 elemen mirip dengan formasi Aray sering banyak digunakan oleh para praktisi Aray. Teknik tersebut berfungsi untuk penghalang atau menjebak seseorang didalam tersebut. Teknik yang digunakan Jenita dan Zuab hanya mencangkup seluas 50 meter persegi untuk saat ini. nampaknya mereka perlu melakukan latihan kembali.
Wush....
Duarr....
duarr.....
Teknik yang digunakan oleh intan, Jean serta dukungan dari teknik Cause berhasil mengenai kawanan lebah Api tersebut. Kini terlihat cukup banyak mayat lebah Api yang tergeletak diatas tanah.
"Ehm, kita sepertinya tidak bisa memanfaat kan sisa dari mayat ini." ucap Zoan setelah memeriksa salah satu mayat lebah api yang tergeletak diatas tanah.
Mayat lebah Api tersebut berwarna hitam serta terlihat beberapa detik kemudiam mayat-mayat dari lebah Api itu melebur dengan tanah layak nya air yang meresap kedalam tanah.
Tentu saja Zuab dan Jenita telah menghilangkan tekniknya sesaat ledakan telah selesai. Hal itu mereka lakukan sesuai perintah Zoan, sebab kalau mereka terus melakukan teknik dinding ruang 3 elemen lebih lama lagi maka energi spiritual mereka akan terkuras, hal itu dikarenakan mereka belum terbiasa menggunakan teknik tersebut terkhusus dalam mengontrol energi spiritual dari teknik dinding ruang 3 elemen.
"Tunggu ketua, nampaknya sarang dari lebah api ini masih dapat kita manfaatkan" ucap Jean menghampiri dan ditangan kirinya ia membawa sarang dari lebah api yang terlihat masih layak.
Zoan pun melirik dan mengamati sarang dari lebah api yang masih dipegang oleh Jean.
"ah, kamu benar. Baiklah, kamu peras madu dari lebah tersebut. Lalu masukan madu tersebut kedalam botol bambu ini!" ucap zoan sambil memberikan sebuah botol dari bambu.
Mendengar hal itu Jean pun mengangguk dan mulai memeras sarang lebah Api. Madu dari sarang lebah api dapat digunakan sebagai salah satu bahan penetral racun, bahan untuk kekebalan terhadap racun Class menengah. Terkhusus dari racun lebah api itu sendiri.
__ADS_1
"Baiklah mari kita lanjutkan kedalam hutan bagian dalam, jangan lupa untuk terus berwaspada" ucap Zoan sesaat melihat bahwa Jean dan teman-temannya telah selesai memulihkan energi spiritual.