
Dua hari telah berlalu, Zoan dan rekan-rekannya kembali bersiap untuk melakukan rencana selanjutnya yaitu memusnahkan kelompok Asosiasi pembunuh cabang.
Tujuannya kali ini menuju kelompok Asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit 19 yang bermarkas di sebuah gurun. Gurun itu bernama Gurun iblis.
Gurun iblis terletak di arah timur dari tempat zoan berada saat ini. Ia berhasil mendapatkan informasi tersebut dari komandan elit 18 yang telah ia habisi. Ia mendapatkan beberapa informasi yang cukup detail seperti informasi letak markas cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit terkhusus no 19 sampai komandan elit no 20 yang merupakan petinggi pasukan terakhir.
Untuk komandan elit no 17 kebawah untuk saat ini ia tidak terlalu memikirkannya, selain tidak mendapatkan informasi mengenai hal itu ia juga merasa belum cukup kuat untuk menantang komandan elit yang dipimpin oleh no 17 ke bawah.
Selain mendapat kan informasi Zoan dan rekan-rekannya juga sudah mengambil semua harta berharga yang ada di markas tersebut.
" Bersiaplah kita akan berteleportasi ke gurun iblis, terus lah berpegangan dan alirkan energi spiritual kalian agar tidak terpisah." ungkap Zoan sebelum menjentikan jarinya.
"Teleportasi : Gurun iblis bagian luar!" gumam Zoan sambil menjentikkan jari nya.
ctakk.....
wush....
Zoan dan rekan-rekannya tiba-tiba menghilang.
Cukup mudah Zoan melakukan teleportasi, asal kan ia membayangkan tempat tersebut, maka ia dapat sampai ditempat yang ia inginkan. Ia dapat membayangkan tempat dimana gurun iblis berada karena ia telah melihat gambaran dari pasukan elit no 18 yang telah ia serap ingatannya.
Sebenarnya sewaktu Zoan akan melakukan penyerang ke Lereng gunung, ia bisa saja melakukan hal yang sama yaitu berteleportasi.
Namun saat itu ia ingin agar teman-teman dapat merasakan apa yang disebut sebuah proses perjalanan.
Tapi kali ini ia tidak memikirkan hal itu, karena menurut ingatan yang telah ia serap dari pemimpin 18, ia melihat bahwa rencana yang dibuat oleh pemimpin tertinggi akan dilakukan sebentar lagi, Bahkan rencana tersebut sudah dimulai.
Maka dari itu Zoan harus bergegas untuk mengurangi kekuatan kelompok Asosiasi pembunuh sedikit demi sedikit.
...****************...
Jauh dimana Markas utama kelompok Asosiasi pembunuh berada.
Terlihat seorang berpakaian hitam dengan jubah berwarna merah serta topeng berwarna emas duduk dikursi nya.
Orang tersebut bergumam pada dirinya sendiri.
"Ehm, komandan elit no 18 telah tumbang.!" ungkap nya sesaat merasakan bahwa segel yang ia letakkan dibawahnya yang memiliki no 18 menghilang dan tidak dapat merasakan keberadaan nya.
"Serangga pengganggu itu memiliki kemampuan. haha....!" ungkap kembali, sang pemimpin tertinggi tertawa sementara itu tangannya memegang gelas yang berisi minuman anggur.
kreak... kreak....
Gelas yang di pengang oleh sang pemimpin tertinggi mulai retak dan tak lama kemudian pecah,akibat digenggam terlalu kuat.
"Kumpulkan setiap komandan elit, kita akan melakukan pertemuan!" ungkap nya.
Tak lama setelah mengatakan itu, sesosok berwarna hitam muncul dari balik tubuhnya.
__ADS_1
Sosok itu tak lain adalah klon dirinya.
Klon tersebut pun mengangguk dan tak lama berubah menjadi asap sebelum menghilang bagaikan ditelan bumi.
" Aku akan menguasai dunia ini semuanya, dan setelah itu aku akan membalaskan dendam lama ku kepada kalian. Tunggu saja, haha...." ungkap sang pemimpin tertinggi, dengan aura yang bocor sehingga menimbulkan getaran serta getaran pada dinding ruangan.
" Ini hanyalah awal haha....!" ungkap sang pemimpin tertinggi di iringi dengan suara tawa yang cukup mengerikan.
wush....
"Bagaimana apakah sudah dilaksanakan?!" tanya sang pemimpin tertinggi sesaat melihat klon nya telah kembali.
"Sudah! " ungkap sang klon singkat. setelah mengatakan hal itu sang klon kembali masuk kedalam tubuh sang pemimpin tersebut.
Sementara itu di setiap tempat dimana pemimpin cabang asosiasi pembunuh atau biasa disebut pasukan elit berada,. Mereka mulai bersiap siap untuk memenuhi pertemuan dengan sang pemain tertinggi.
Hanya para pemimpin kelompok cabang yang akan pergi, untuk sisanya tidak di ijin kan untuk ikut menemui pertemuan kali ini.
Kembali ke sisi Zoan dan rekan-rekannya berada.
"Kita sudah sampai di diperbatasan gurun iblis, tepatnya bagian luar Gurun Iblis." ungkap Zoan kepada rekan-rekannya.
" Berhati-hatilah ! " ungkap Zoan kembali.
"Baik ketua, ! kita akan berhati-hati." ungkap Zuab.
"Kami akan selalu berhati-hati, dan waspada kamu tenang saja saudaraku! " ujar Jean menambahkan
Gurun iblis adalah Padang pasir yang sering dihuni oleh para siluman serta ada rumor yang mengatakan bahwa ada beberapa monster iblis. Selain dihuni oleh para binatang, di Gurun iblis juga terdapat Pasir hisab serta badai gurun yang tidak teratur.
Markas cabang asosiasi pembunuh terletak di gurun iblis bagian Terdalam. Untuk mencapainya diperlukan melewati Badai gurun serta pasir hisab yang selalu memakan korban jiwa namun tidak sedikit atau ada juga beberapa orang yang berhasil selamat.
Panas terik khas gurun menemani Zoan dan rekan-rekannya berjalan, selain itu sesaat baru beberapa kilometer melangkah mereka dihadang oleh Kalajengking Kematian.
Kalajengking kematian adalah sebutan untuk beast kalajengking, ia memiliki warna merah ditubuhnya serta racun hitam yang mematikan terkandung dari ekornya. racun tersebut bahkan dikatakan dapat membunuh ranah Petapa sekalipun. Racun hitam itu memiliki efek korosif serta penyebaran racun lebih cepat dari pada racun ular sekalipun.
Satu-satunya penawar racun hitam kalajengking kematian adalah permata dari kalajengking itu sendiri atau pil anti racun tingkat Neraka keatas yang dapat mengatasinya. Pil anti racun tingkat Neraka keatas sangatlah langka keberadaannya.
Duaarr.... Duarr...
Zoan dan rekan-rekannya terlihat sedang menyerang 6 ekor kalajengking yang menyerang ke arah mereka.
trangg... trangg...
Benturan tombak,pedang bahkan sabit intan berhasil dihalau oleh kalajengking itu.
"Keras juga tubuhnya!" ungkap Zuab sesaat menusukan tombaknya kearah tubuh kalajengking tersebut.
"Yah, kau benar!" ungkap Cause sesaat setelah merasakan bahwa serangan yang ia lemparkan kearah matanya langsung ditangkis oleh ekornya.
__ADS_1
" Tusuk perut kalajengking itu dengan senjata dengan dialiri energi spiritual." ungkap Zoan melesat kearah bawah perut dan mencoba menusukan pedangnya.
Clab...
Terlihat kalajengking itu meronta kesakitan, ia menyerang dengan membabi buta, bahkan menyerang kawanannya sendiri.
Zoan pun bergerak mundur sesaat melihat hal itu. Sementara rekan-rekannya yang lain terlihat sedang berusaha untuk memberikan tusukan pada perut kalajengking itu. Beberapa waktu berlalu tak terasa mereka telah berhasil memberikan kematian pada beast kalajengking tersebut. Mereka pun mengambil permata kalajengking dengan cukup berhati-hati, bahkan Zoan terlihat sedang mengisi 3 botol ramua kosong dengan racun-racun yang terkandung dari ekor kalajengking.
"Mari kita melanjutkan perjalanan, serta perhatikan sekitar jika menemukan sebuah gua kita akan bermalam disitu malam ini!" ungkap Zoan.
Mereka terus menelusuri gurun tersebut, tidak jarang mereka bertemu dengan beast atau Monster iblis di gurun tersebut. Monster atau beast yang berhasil mereka temui diantaranya adalah Capung iblis, beast Semut pemakan jiwa, serta bahkan mereka tanpa sengaja dengan tanaman Kaktus berduri.
Siang hari berlalu berganti kan malam yang diterangi cahaya bulan serta bertebaran bintang di langit yang luas dan tak terbatas itu.
Mereka terus berjalan, masih menelusuri gurun tersebut. Tepat didekat perbatasan antara gurun iblis bagian luar dan bagi dalam zoan dan rekan-rekannya akhirnya menemukan sebuah gua.
Mereka pun bergegas menuju gua itu, Selain ingin melepas penat mereka juga ingin mengisi perut serta energi mereka yang cukup terkuras setelah melakukan perjalanan yang melelahkan.
"Gua ini nampaknya sarang yang sudah dikosongkan cukup lama." ungkap Zoan saat memeriksa gua dan ia melihat beberapa tulang bintang lain yang berserakan didalam gua.
" Ahkk, akhirnya kita bisa beristirahat " ungkap Zuab terduduk disalah satu batu didalam gua tersebut.
Mereka pun mula membersihkan dan membereskan Gua tersebut sehingga layak untuk ditempati. Mereka mengumpulkan sisa-sisa tulang menumpuknya dan membakarnya dijadikan sebagai api unggun pada malam hari itu.
Zoan dan lainnya mengeluarkan 3 buah mayat kalajengking lalu memanggangnya, meski dikatakan beracun namun setelah diolah serta pembakaran daging kalajengking dengan melebihi batas normal maka kadar racun yang terkandung akan berkurang bahkan menghilang serta dapat dijadikan makanan.
Tempat dimana sang pemimpin tertinggi Asosiasi pembunuh berada.
" Apa?! no 18 telah mati. Siapa yang berani mengusik kelompok kita" ungkap pria bertopeng bernomor 19 terlihat geram.
" Tenanglah kita akan menemukan mereka yang telah berani mengusik kita" ungkap pria bertopeng dengan no 17 menenangkan.
wush...
" Pertama bersiaplah kita akan akan bergerak dari dua hari sekarang, kita akan mulai mengambil alih beberapa desa atau tempat, kita harus mulai bergerak dari sekarang. Kedua selalu berhati-hati lah meski kita memiliki pasukan serta basis kultivasi yang cukup tinggi, kita harus bergerak dengan rapih sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Jangan sampai kelompok kita melakukan kesalahan sehingga menggagalkan semua rencana yang telah kita susun." ungkap sang pemimpin tertinggi.
" Mengenai orang yang memusnahkan salah satu kelompok cabang kita itu, mereka memiliki beberapa kemampuan. Apalagi menurut beberapa informan kita, mereka adalah kelompok baru yang diketuai oleh seorang pemuda yang memenangkan turnamen yang diadakan di benua hijau beberapa bulan yang lalu. Pemuda tersebut memiliki kemampuan meng-copy, Sebuah kemampuan yang cukup merepotkan" ungkap sang pemimpin tertinggi.
" Baik pemimpin tertinggi, kami akan melaksanakan tugas mulai dua hari serta kami akan selalu berhati-hati dalam bertindak" ungkap pemimpin pasukan atau biasa disebut komandan elit nomor 10 lalu diangguki oleh komandan elit lainnya.
" Okeh, bagus. Kalian boleh pergi." ungkap sang pemimpin tertinggi
Tak lupa juga sang pemimpin tertinggi memberikan 10 butir pil kepada masing-masing pemimpin pasukan elitnya.
"Gunakan lah pil itu saat terdesak. Pil itu bernama pil Amukan Darah." ungkap sang pemimpin tertinggi.
"Baik pemimpin, Terimakasih!" ungkap salah seorang komandan elit mewakili yang lain.
Mendengar hal itu sang pemimpin tertinggi pun menganggukkan kepala.
__ADS_1
Para Komandan elit tersebut pun pamit kepada sang pemimpin tertinggi, mereka menghilang dan kembali ke markas cabang mereka masing-masing, guna mempersiapkan perintah yang baru saja diperintahkan.