
"pertarungan yang hebat saudari Ghea, selamat!" ucap Sandi.
"Ehm, Terimakasih. " ucap Ghea.
Di arena pertarungan....
" baiklah, tanpa basa basi kepada peserta Airon dari Guild Bangau putih vs Long Su dari Akademi Kegelapan untuk memasuki arena pertarungan. Silahkan !!" ucap sang wasit dengan dialiri energi spirit pada suaranya seperti biasa agar dapat terdengar jelas oleh semua orang, khususnya para peserta yang akan bertarung.
"semangat ya saudara ku" ucap Sandi berharap saudara laki-laki nya itu menang.
"okeh, syiap!" ucap Airon santai dan suara tegasnya. lalu ia pun melompat dan melesat masuk ke dalam arena pertarungan. Dari arah berlawanan juga terlihat Long Su berpakaian berwarna hitam dengan corak burung gagak yang berwarna abu-abu.
ketika sudah saling berhadapan mereka seperti biasa melakukan perkenalan singkat serta memangkupkan tangannya, " apa kalian sudah siap!Mulaiii...!!!" ucap sang wasit memulai pertandingan.
wish....
sleats.....sleats.... suara seseorang melesat dengan kecepatan yang cukup mengagumkan.
"Dark Technique: Dimensional Slash" ucap Airon, setelah itu sebuah tebasan pedang mengarah tepat pada dada Long Su, akan tetapi Long Su dengan cepat menggunakan teknik miliknya.
" Darkness technique: illusion body " ucap Long Su, seketika tebasan yang dilancarkan oleh Airon mengenai tubuhnya akan tetapi tak lama tubuh Long Su, memudar layaknya sebuah asap.
" Ehm, dia mengganti tubuh nya dengan tubuh ilusi. boleh juga, namun mari kita lihat bagaimana ia bertahan dari serangan Airon" ucap zoan mengamati.
"semoga saja Airon dapat mengalahkannya" ucap Ghea berharap.
kembali ke pertarungan....
Trang... tranggg.... suara bentrokan pedang terus terdengar.
duarr .....
Boommm....
Boommm......
suara saling tebas menebas terjadi diiringi aura pedang bercampur dengan energi spirit elemen kegelapan beradu, dan menghasilkan ledakan serta membuat Airon mundur 10 langkah begitu juga Long Su termundur 10 langkah, kini mereka berdua saling menatap dengan cukup intens.
" langkah kegelapan: ilusi malam" ucap Long Su kembali melesat kearah Airon.
__ADS_1
"Domain kegelapan" ucap Airon, tak lama setelah mengucapkan hal itu tiba tiba tempat berpijak antara Airon dan Long Su berubah menjadi gelap layaknya sebuah kolam tinta, 2 menit berlalu baik Airon dan Long Su saat ini terlihat sedang mematung diam ditempat saling berhadapan, Namun jika dilihat lebih detail maka akan nampak Aura gelap dari dalam tubuh Airon menyelimuti tubuh Long Su yang terdiam kaku.
"hei ayo bergerak kembali...." ucap seorang penonton yang tidak tahu menahu mengenai teknik Airon.
"iya, cepat lakukan pertarungan secara adil Janan malah bertatapan..." ucap penonton lainnya berteriak tak puas. Teriakan demi teriakan dari para penonton yang hanya tahu menonton terus menggema namun baik wasit ataupun para kultivator tidak menghentikan hal itu sebab itu merupakan bagian dari kemeriahan dalam sebuah pertarungan.
Didalam Alam bawah sadar milik Airon dan Long Su.....
"Apa yang kau lakukan,cepat keluarkan aku!!" teriak Long Su panik sambil terus menebaskan tebasan pedangnya kearah Airon namun nampaknya semua itu sia-sia saja sebab dalam teknik domain milik Airon maka apapun yang dilakukan Long Su hanya membuang waktu tidak berefek sama sekali kecuali ada seseorang dari luar tubuh yang menyerang atau memutuskan aliran energi Airon atau bisa juga menggunakan teknik yang sama yaitu mengacaukan dimensi domain lawan namun untuk melakukan hal itu diperlukan tingkat ranah kultivasi tinggi ataupun juga menggunakan energi jiwa yang mendominasi.
Teknik yang digunakan Airon mirip dengan teknik ilusi namun lebih kuat dan lebih mendominasi dari pada ilusi biasa.
Airon sendiri saat ini hanya diam dan mengamati apa yang dilakukan Long Su pada nya. Dia pun sedikit tersenyum dan berkata : "apapun yang kamu lakukan akan percuma karena kamu sudah masuk dalam domain kegelapan milikku" ucap Airon.
"aku tak percaya, pasti semua teknik atau keterampilan memiliki kelemahannya!!" ucap Long Su bersih kukuh.
Airon sendiri tak menyangkalnya karena ia sendiri mengetahui kelemahan dalam teknik miliknya ini, yaitu pengguna teknik ini tak dapat bergerak selama teknik domain digunakan dan akan berbahaya jika sedang melawan banyak orang atau ada orang luar yang menyerang tubuh aslinya.
"menyerahkan secara baik-baik atau aku akan membuat mu menyerah dengan paksa" ucap Airon kesal.
"Dalam mimpimu...!!" ucap Long Su
Sleats....sleats....lesatan pedang melesat kearah Long Su dari berbagai arah. terdengar teriakan menyayat hati menggema di domain kegelapan milik Airon, sementara di luar tepatnya diarena pertarungan tempat tubuh asli berada tiba-tiba dari tubuh Long Su keluar cukup banyak darah baik dari mata, hidung, telinga, tangan kecuali jantung dan organ yang sangat vital. Airon nampaknya menghindari hal tersebut sebab jika ia melakukan hal itu maka akan membuatnya didiskualifikasi dihukum berat.
kembali kedalam alam bawah sadar Airon dan Long Su....
"Bagaimana apakah kau menyerah?!" tanya Airon kembali sambil tetap acuh tak acuh.
"Ak-aku me-menyerah..." ucap Long Su lemas lalu jiwa nya terjatuh, dengan cepat Airon membatalkan tekniknya dan jiwa mereka berdua kembali ketempat awal(Arena pertarungan).
Bruaakkk.......
Long Su terjatuh dan sang wasit segera memeriksa, setelah diperiksa sang wasit lalu masukan pil jiwa kedalam mulut Long Su lalu memerintahkan seseorang untuk merawat dan membawanya keruang pengobatan.
"pemenang pertarungan barusan adalah Airon Alvous dari Guild bangau putih, selamat!" ucap sang wasit tak mempermasalahkan apa yang telah dilakukan Airon karena apa yang dilakukannya tidak terlalu mengancam nyawa long Su, hanya jiwa yang kelelahan serta beberapa luka ringan namun cukup serius.
Setiap peserta yang melakukan pertarungan dalam turnamen diperbolehkan melukai lawan asal jangan membuat nya cacat/lumpuh atau bahkan membunuh itu adalah peraturan dalam babak final ini, alasannya karena peserta yang memasuki babak final tidak boleh dibiarkan mati, kalau babak awal penyisihan diperbolehkan sebab untuk mengurangi peserta yang kurang berpotensi/memiliki potensi rendah.
Airon pun kembali ketempat duduk peserta terlihat ia kelelahan, tanpa banyak bertanya lalu zoan melemparkan Pil Pemilih spirit. "makanlah pil itu dan bermeditasi lah !" ucap zoan, ia mendapatkan pil tersebut dari harta hasil rampasan kelompok Asosiasi pembunuh.
__ADS_1
"terimakasih" ucap Airon lalu ia memasukan butir pil tersebut kedalam mulutnya dan bermeditasi tuk mencernanya.
kembali ke arena pertandingan
" kepada peserta yang bernama Danis dari Akademi kegelapan dan Bleazsi dari guild bangau putih harap menaiki arena pertarungan. Silahkan!!" ucap sang wasit tanpa membuang waktu langsung melakukan pertandingan kembali.
Danis dan Bleazsi pun tiba diarena pertarungan lalu mereka saling memperkenalkan diri dengan singkat. "Baiklah nampaknya kalian sudah tak sabar lagi, kalau begitu Mulaiii... .!" ucap sang wasit memulai pertandingan tak lupa juga sang wasit pergi kearah pinggir arena dan memasang penghalang seperti sebelum-sebelumnya.
" teknik kegelapan: Phoenix hitam" ucap Danis tanpa basa basi langsung mengeluarkan teknik pamungkasnya, sebuah siluet burung Phoenix berwarna hitam melesat kearah Bleazsi.
"sial, apakah dia ingin membalaskan dendam saudaranya tadi " ucap Bleazsi dalam hati sesaat mengingat pertarungan Airon saudaranya melawan Long Su yang merupakan saudara seperguruan dari Danis.
" langkah petir" ucap Bleazsi menghindari serangan yang dilancarkan Danis.
bushh....
duarr....
lantai arena pecah terkena hantaman serang dari teknik Danis.
"teknik kegelapan: Api hitam" ucap Danis, dari udara kosong tiba-tiba sebuah percikan api berwarna hitam terbentuk, terlihat api tersebut membelah diri menjadi 3 lalu melesat kearah Bleazsi. aksi kejar-kejaran pun terjadi antara Bleazsi dan 3 api hitam yang berasal dari teknik Danis.
"menyerah lah! api ini bukanlah api dari sebuah teknik biasa." ucap Danis sambil terus mengendalikan teknik Api hitamnya hanya dengan menggunakan akal pikiran.
25 menit pun berlalu aksi kejar-kejaran masih terus berlanjut, " sial merepotkan saja. Api ini nampaknya tidak mudah untuk dihancurkan, sudah berapa kali saya mencoba menyerang api namun semua serangan ku seolah ditiadakan saja" gerutu Bleazsi kesal dan terus melesat dengan kecepatan kilat tuk menghindari kejaran 3 api hitam yang akan menghantam tubuhnya.
10 menit kembali berlalu terlihat kali ini gerakan Bleazsi semakin lambat, ia hampir beberapakali terkena api hitam tersebut.
bushh.... 1 dari tiga api hitam yang mengejar Bleazsi mengenai kaki kiri nya. Bleazsi pun berteriak kesakitan sambil berguling.
"bagaimana apa kau sekarang menyerah atau kau mau dilahap habis olehnya" ucap Danis yang sekarang hanya menyisakan 1 api hitam yang membakar kaki kiri Bleazsi, sementara untuk dua lainnya ia suruh untuk menghilang.
Awalnya Bleazsi tak mau menyerah namun lama kelamaan api tersebut membakar habis kaki kirinya, dan ia pun akhirnya menyerah.
"baiklah aku menyerah, dan tolong kembalikan kaki kiri ku" ucap Bleazsi lirih.
"baiklah " ucap Danis lalu ia menjentikkan jarinya dan muncul dua api hitam yang sebelumnya menghilang, kedua api hitam yang muncul tersebut nampak membawa sepotong kaki milik Bleazsi, lalu kedua api hitam tersebut bergerak kearah kiri Bleazsi dan menyambungkan kembali kaki nya. ini merupakan keunikan dari teknik Danis, teknik milik Danis yang satu ini dapat membakar korban hingga habis namun juga dapat juga menyembuhkan luka yang dialami korban. Pada hakikat sebenarnya teknik ini bukanlah teknik api Hitam tetapi teknik ini adalah teknik kekosongan dimensi yang memiliki ilusi api hitam. Teknik ini seperti seseorang yang dimasukan kedalam sebuah dimensi namun dapat dikeluarkan kembali dan disembuhkan kembali mirip teknik dalam dunia anime Naruto tokoh Obito uchiha dan memiliki teknik penyembuhan seperti regenerasi sel.
sang wasit pun mengumumkan kemenangan pertandingan barusan, yang dimenangkan oleh Danis, tak lupa juga sang wasit sebelum mengumumkan kemenangan memeriksa keadaan Bleazsi terlebih dahulu dan saat sudah dipastikan ajaib nya Bleazsi hanya mengalami luka ringan saja, sorak Sorai penonton pun terdengar.
__ADS_1
Bleazsi pun nampak berjalan menuju arena dengan sedikit pincang karena proses penyembuhannya belum sembuh total perlu beristirahat selama 1 Minggu penuh.