Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 56 : Peningkatan II


__ADS_3

Setelah menstabilkan kultivasi nya, baik Zoan maupun lainnya langsung kembali ke tempat dimana shi fui tinggal, setibanya disana mereka melihat shi fui yang sedang menanam tanaman herbal dipinggir rumahnya.


" sudah selesai kah?" ucap shi fui basa basi


"sudah, ngomong-ngomong dimana Zuan lu?" tanya zoan sesaat beberapa lama tidak melihat Zuan lu.


"ah dia, nampaknya belum selesai." ucap Jean sambil menunjuk kearah dimana Zuan lu berkultivasi. Zuan lu sendiri berkultivasi tak jauh dari tempat rumahnya berada.


" iya sebelumnya sesaat tuan muda dan yang lainnya berpencar untuk mencari tempat berkultivasi. anakku malah ingin berkultivasi didekat sini" ucap shi fui menjelaskan.


"okeh, tak apalah biarkan dia. mari kita pergi ke rumahku" ajak zoan sambil berjalan kearah rumahnya.


Tak butuh waktu lama zoan dan rekannya sampai didepan rumah. Rumah tersebut tak begitu mewah, cukup sederhana dan nyaman untuk ditinggali pasti nya. Sebelumnya zoan tidak langsung mampir kerumah nya malah pergi kerumah milik shi fui.


"tuan muda, apa kita akan keluar dari artefak dimensi ini sekarang?" tanya Leo.


"untuk saat ini lebih baik kita fokus untuk memperkuat pondasi kultivasi dulu, dan ini ada beberapa teknik yang cook dengan kalian, pelajari lah sesaat setelah pondasi kalian sudah kokoh. Untuk masalah waktu tenang saja meski disini kita sudah berkultivasi selama 1 bulan lebih namun berbeda dengan didunia luar, kita hanya berkultivasi 7 hari." ucap Zoan sambil mengeluarkan dan membagikan masing-masing dua buku keterampilan.


note: 1 Minggu didalam artefak dimensi sama dengan 1 hari didunia luar.


Setelah membagikan beberapa buku keterampilan, Zoan pamit untuk pergi kerumah shi fui melihat Zuan lu.


"Zuan lu, ?!" ucap zoan sesaat sampai dirumah shi fui dan terlihat Zuan lu yang sedang berlatih pedang.


"mendengar suara yang familiar Xian lu tentu sangat senang dan dengan cepat menghampiri Zoan.


"ya kakak, " ucap Zuan lu sambil mendekat kearah zoan.


"kamu hebat juga, bagaimana kalau kita latih tanding?" ucap Zoan tanpa basa basi.


"Dengan senang hati kakak, Mari kita mulai" ucap Zuan lu semangat dan langsung melompat kearah lapangan kosong yang sebelumnya dia berlatih. zoan hanya tersenyum melihat hal itu, ia sangat senang Zuan lu memiliki semangat yang tinggi. Tak mau kalah zoan pun melompat dan mengeluarkan pedang yang diberikan shi fui.


Trang...


Trang...


Trang...


suara benturan pedang pun terdengar, tentu saja Zoan sudah mengaktifkan skill copy-nya dan menyetarakan kekuatan kultivasi miliknya dengan kultivasi Zuan lu yaitu ranah Supreme Platinum God tingkat ahli.


"cukup hebat untuk anak seusia mu" ucap zoan memuji.

__ADS_1


"terimakasih kak, hehe. mohon bimbingannya!" ucap Zuan lu sambil melompat mundur.


"teknik pedang petir"


wush...


Zuan lu menebaskan pedang nya yang telah dialiri energi spiritual Elemen petir, zoan dengan cepat melakukan teleportasi tadi dan muncul dibelakang Zuan lu, lalu melakukan teknik yang sama dengan apa yang Zuan lu gunakan.


"teknik pedang petir"


wush...


buakk...


Zuan lu dengan cepat menghindar namun cukup terlambat dan serangan yang dilancarkan zoan berhasil mengenai bahu kirinya, darah segar pun keluar dari tubuh Zuan lu.


Dengan cepat zoan pun menyimpan kembali pedang nya kedalam cincin ruang guna mengakhiri pertarungan dan menghampiri Zuan lu.


"maaf Zuan lu, mari saya obati" ucap zoan sambil menarik telapak tangannya kearah baju kiri Zuan lu, tak lama sebuah energi spiritual Elemen Cahya muncul di telapak tangan zoan dan perlahan mengobati luka Zuan lu, beberapa menit pun terlewati dan akhirnya selesai.


"maaf mengecewakan kakak, saya akan berlatih lebih keras lagi" ucap Uan lu sambil sedikit sedih karena ia kalah oleh kakaknya hanya oleh satu teknik, teknik tersebut tak lain adalah teknik miliknya Sendiri.


"baik kakak, mari kita berlatih kembali!" ucap Zuan lu langsung berdiri dan semangat seperti sebelum-sebelumnya.


"Untuk hari ini cukup sampai disini saja, dan saya ingin melihat kemampuan Telekinesis mu" ucap zoan sedikit penasaran.


"baiklah " ucap Zuan lu setelah mengatakan hal itu, ia mengarahkan tangannya dan berkata :


"teknik Telekinesis : datanglah!"


wush...


wush...


wush...


15 senjata yang sebelumnya berada didalam rumah shi fui terbang ke arah Zuan lu. Dengan seksama zoan pun memperhatikan hal tersebut dan bergumam "Sungguh kemampuan yang hebat, mungkin suatu saat nanti ia akan menjadi dewa senjata!."


"teknik yang cukup hebat, latihlah teknik tersebut itu akan jadi senjata rahasia mu" ucap Zoan.


"baik kakak" ucap Zuan lu.

__ADS_1


Zoan tersenyum mendengar jawaban dari adik angkatnya tersebut, setelah cukup berbincang zoan pamit pulang kerumahnya. Zuan lu sendiri ingin mengikutinya namun Zoan melarang nya sebab ibunya, shi fui akan sendirian dirumahnya maka dari itu Zoan menyarankan agar Zuan lu terus menemaninya. Apalagi shi fui bukan kultivator, saat ini shi fui layaknya manusia biasa yang akan dengan cepat mengalami penuaan dan kematian. zoan dan lainnya tidak mengerti kenapa shi fui tidak mau berkultivasi, malah ia memilih seperti manusia biasa saja. Zoan dan rekan-rekannya tentu tidak memaksa dan hanya bisa menghormati keputusannya, bahkan putranya sendiri sudah tak tahu lagi harus bisa berbicara apa.


...****************...


Zoan pun sampai dirumahnya dan ia memutuskan untuk duduk guna meningkatkan teknik hukum ruang dan waktu yang ia miliki. Perlahan tapi pasti Zoan pun mulai membuka buku yang membahas tentang hukum Elemen ruang dan waktu, dari dalam buku tersebut dikatakan bahwa jika seseorang telah mencapai puncak hukum ruang dan waktu maka ia dapat mengendalikan serta membuat ruang kekosongan. Dari buku tersebut juga diketahui bahwa seseorang yang sudah dapat membuat dan mengendalikan ruang kekosongan dengan level yang cukup tinggi maka orang tersebut dapat memiliki kemampuan untuk mengendalikan gravitasi.


"Teknik yang menakjubkan dan menakutkan, mungkin dimasa depan saya akan jadi raja segala teknik dan hukum. Apalagi dengan bantuan Skill copy ku hehe...." gumam Zoan, serta tekadnya yang membara.


1 bulan, 2 bulan, 3 bulan terlewati tepat saat 3 tahun didunia artefak dimensi atau didunia luar setara dengan 1 bulan kurang lebih, zoan dan rekannya berlatih. Mereka pun akhirnya membuka mata dan mengakhiri pelatihan mereka.


wushh....


wush....


wush...


terlihat disis lain rumah zoan flukturasi energi spiritual cukup tenar pertanda rekan-rekan zoan telah meningkatkan level dan ranah mereka. yang awalnya Petapa Platinum tingkat dasar level 1 namun sekarang mereka adalah ranah Petapa Platinum tingkat ahli Level 3, mungkin tinggal menunggu beberapa Minggu lagi semua rekan-rekan zoan akan menerobos keranah Petapa Diamond.


Zoan sendiri tidak meningkatkan ranah, tingkat atau pun level namun Zoan telah meningkatkan pemahaman nya ketingkat paling puncak khusunya dalam hukum elemen ruang dan waktu, bahkan Zoan sekarang telah berhasil membuat dan mengendalikan ruang kekosongan juga ia telah berhasil memiliki pengendali gravitasi. Entah apa yang akan terjadi di semua dunia ini jika kemampuan Zoan digunakan untuk kejahatan, dulu saja sewaktu zoan menunjukan kemampuan dapat meniru kemampuan/teknik orang lain sudah membuat heboh dunia di benua Hijau.


"hehe, mungkin dengan teknik-teknik yang telah aku pelajari dan kuasai ini dapat membuat kelompok asosiasi pembunuh musnah" ucap zoan sambil mengepalkan tangannya, tentu zoan pun mengingat kematian kakeknya Wuksi prozz yang terkena jarum yang beracun, Zoan menduga bahwa orang yang membunuh kakeknya berhubungan dengan asosiasi pembunuh.


Zoan pun menghampiri rekan-rrkannya dan mengajak mereka kerumah shi fui, untuk berpamitan dan akan segera keluar dari artefak dimensi.


Zoan dan rekan-rekannya pun sampai dikediaman shi fui.


tok..tok..tok...


zoan mengetuk pintu dan tak lama shi fui pun keluar menyambut mereka, tak lupa mempersilahkan masuk.


"Dimana Zuan lu, apakah ia masih berlatih?" tanya Kan sesaat tidak melihat Zuan lu.


"iya tuan muda, dia sedang berlatih dengan Luky dan beberapa binatang buas." ucap shi fui ramah, Zoan pun menggelengkan kepala dan menghela napas sambil bergumam dalam hati : "Sebenarnya dia tak perlu berlatih terlalu keras, dia(Zuan lu) sudah cukup jenius jika dibandingkan dengan anak-anak yang se-usia dengannya. aihk anak yang dipenuhi tekad, aku takut sesuatu yang berlebihan akan merenggut masa depannya."


"tuan Zoan apakah perlu saya menjemputnya?" tanya Cause.


"baiklah silahkan, Cause" ucap Zoan, sambil duduk dikursi yang telah disediakan. Tak lama shi fui kembali dari dapur dan membawa beberapa cemilan dan minuman.


"Silahkan dimakan" ucap shi fui sambil meletakan cemilan dan minuman tersebut diatas meja.


"terimakasih dan maaf selalu merepotkan" ucap Zoan, lalu ia dan rekan-rekannya yang lain tanpa sungkan memakan cemilan tersebut dengan tenang dan sedikit disertai beberapa pembicaraan, salah satu dari pembicaraan tersebut berisi tentang zoan dan rekan-rekannya yang pergi keluar dari artefak ruang dimensi ini. shi fui pun hanya bisa mendoakan keselamatan zoan dan lainnya

__ADS_1


__ADS_2