
" Kak Zoan, aku ingin membawa beberapa bunga ini ubtuk ditananm dipinggir rumah, boleh kan? " Ucap Mei Su berlari kearah zoan sambil membawa lima tangkai bunga bersama akarnya.
" Yah, tak masalah Su'er. kamu boleh membawa dan menanam nya, asalkan kamu janji untuk merawatnya dengan baik ya...! " Ujar zoan tersenyum serta mengeluskan tngan kanannya kearah kepala Mei Su.
" Baik kak zoan, aku janji akan merawatnya dan menjaga nya dengan baik. " Ucap Mei su masih dengan senyum serta kini terlihat semakin menyayangi kakak angkatnya itu.
Waktu berjalan dengan cepat, Zoan dan Mei Su pun akhirnya memutuskan untuk pulang. Sama seperti saat pergi mereka berdua menunggangi kuda.
Saat melakukan perjalanan pulang mereka tidak banyak bicara, Sehingga selama itu cukup membuat Mei Su kebosanan.
Zoan tentu saja mengerti akan hal itu, maka ia akhirnya mencoba untuk mencairkan suasana, dengan menanyakan beberapa hal. Terutama tentang alasan memilih jalan kultivasi.
"Su'er,..." Ucap Zoan tiba-tiba.
"Iya, kak! " Jawab Mei Su sedikit tidak bersemangat karena kebosanan.
"Apa alasan kamu memilih jalan seorang kultivator, bukan kah kamu tau sendiri bagaimana keras dan berbahayan kehidupan kultivator?! " Ujar Zoan yang mana mereka masih duduk diatas punggung kuda yang sedang berlari cukup kencang.
"Ehm,... Justru karrna hal itu kak! Aku tak ingin orang lain mengalami hal seperti aku terutama orang-orang yang aku sayangi. Dan lagi aku sama kakak Peng, sudah sepakat akan hal itu dan juga siap menerina konsekuensi nya." Jawab Mei Su cukup panjang lebar.
Mengejutkan memang jawaban yang diberikan oleh Mei Su terlebih oleh anak yang seusia nya. Walau begitu Zoan memahami akan alasan kenapa Kedua anak itu(Mei Su dan Dong Peng) mengatakan serta memilih akan hal tersebut.
"Baiklah-baiklah, kakak paham. Kalau begitu kamu ingin teknik apa? " Tanya zoan, sementara itu didalam lubuk hatinya ia tahu akan jawaban yang akan Mei Su berikan.
"Su'er cukyp suk dengan pedang dan menari. maka dari itu Su'er ingin teknik tarian Pedang." Ucap Mei Su mengungkapkan keinginannya.
"Okeh, ntar kakak kasih teknik yang seperti itu." Ucap zoan tersenyum dan menganggukkan kepala, karena apa yang ia tebak memang benar bahwa Mei Su tertarik akan pedang dan menari.
"Terimakasih! kak zoan memang yang terbaik bahkan melebihi kakak kandung ku, hehe...!" Ujar Mei Su yang mana kini ia memperlihatkan senyuman manisnya kembali.
"Iyah, iyah sama-sama. Adik manis ku! " balas zoan ramah.
Cukup aneh memang karena kebanyakan pengguna pedang biasanya adalah laki-laki, namun memang benar ada beberapa perempuan pengguna pedang.
Rencananya Zoan ingin memberikan Teknik Tarian Pedang Naga kepada Mei Su, Sementara itu untuk Dong Peng ia akan memberikan Teknik Tapak Budha Alasanya tentu karena Dong peng lebih menyukai teknik beladiri tangan kosong.
__ADS_1
Perlahan tapi pasti zoan dan Mei su pun akhirnya sampai didepan halaman rumah yang dijadikan sebagai tempat tinggal oleh semua bawahan atau rekan yang ia(zoan) bawa ke benua bulan.
***
Zoan dan Mei Su turun dari kuda yang mereka tunggangi itu.
Kedua orang itu langsung menghampiri Dong Peng yang terlihat sedang berlatih tanding dengan Zuan lu.
prokk... prookkk...
" Sungguh pertarungan yang hebat Peng-peng." Ucap Zoan bertepuk tangan sesaat melihat Dong peng berhadil menghindari 3 serangan yang dilancarkan oleh Zuan lu, terlebih lagi ketiga serangan itu berasal dari titik buta.
Tentu saja zoan juga memperhatikan bagaimana Zuan lu mengeksekusi serangan-serangan nya yang mana semakin hari demi hari ia semakin baik.
Zuan Lu nampaknya semakin mahir dalam menggunakan teknik telekinesisnya yang di kombinasikan dengan teknik berpedang yang di dapatkan dari warisan ayah serta klan kakek nya.
Kedatangan Zoan dan Mei Su tentu disadari oleh Zuan Lu dan Dong Peng, namun nereka berdua tetap melakukan pertarungan dan lagi mereka(Zuan Lu&Dong Peng) tahu kalau Zoan ingin melihat perkembangan dan mengukurnya.
Wushh..!
Bruakkk... Bruakkk....
Lesatan senjata yang dilancarkan oleh Zuan Lu berhasil dihindari.
Seakan tak mau kalah akan lawan tarungnya, Dong Peng juga mulai memberikan serangan balasan.
Pukulan dari salah satu tangannya berhasil mengenai pinggang Zuan lu, walau begitu hal utu tidak membuat lawan tanding cidera karena Dong peng belum cukup dalam hal energi spiritual.
Terlebih lagi tingkat kultivasi yang terlampau cukup jauh.
Pertarunganyang sebelumnya memanas kini mulai mendekati akhir.
Dong peng dan Zuan Lu mengakhiri pertarungan nya sesaat tercium bau harum makanan dari dalam rumah.
***
__ADS_1
Amelia memang cukup pandai dalam hal memasak terlebih rasa masakannya yang tak kalah enaknya dengan masakan rumah makan elit. Ia memang perempuan yang rajin, ulet serta tak mau kalah, mirip seperti ayahnya.
Meski Amelia tidak terllu mahir dalam hal beladiri, akan tetapi ia cukup mahir dalam hal meracik obat, terlebih ia telah belajar banyak hal, sesaat bersama Sezu&Suzu di desa Feiz(Desa Obat).
" Hei ! Mari kita makan..." Ucap Zhang jingmi yang terlihat berjalan dari arah dalam rumah.
Tanpa basa basi semua orang bergegas masuk tanpa terkecuali para monster dan beast yang mana kini sudah dapat merubah tubuh mereka.
Zoan dan Mei Su juga tak mah ketinggalan, mereka berjalan beriringan bersamaan dengan lainnya.
Setibanya didalam ruangan mereka semua dapat melihat bebagai makanan dan minuman tersaji cukup banyak. Tentu saja Amelia tak sendiri melkukan itu semua, ia dibabtu oleh Zhang jingmi yang entah kenap tiba-tiba ia ingin belajar memasak.
Amelia tak mempermasalahkannya malahan ia senang karena ada yang mau ikut membantu dan menemaninya memasak sementara yang lain memiliki kesibukan.
" Wooaahh! Banyak nya makanan hehee..." Ungkap Mei Su seperti biasa, ia heboh dan senang akan makanan terutama yang dimasaka oleh amelia. Hal itu terjadi semenjak awal pertemuan mereka yang pertama kali.
Memang benar Amelia dan kedua anak itu berasal dari satu desa yang sama namun ada kalanya orang-orang satu desa sekalipun tidak saling mengenal, terlebih usia kedua anak itu yang masih kecil.
***
Mereka akhirnya duduk dan mulai makan bersama, dengan cukup santai dan tenang.
Tidak ada kata lain selain rasa enak dari setiap suapan makanan yang ereka masukan edalam mulut mereka. Bahkan Zuan lu, Dong Peng dan Mei su tentunya tak henti-hentinya memasukan makanan kedalam mulutnya saking enaknya masakan tersebut.
Orang-orang yang nelihat itu hanya sedikut menggelengkan kepala serta senyuman tipis yang terukir di bibir mereka.
Pemandangan yang indah dilihat nemang. Bagaimana tidak, diruangan itu terlihat tidak ada jarak sedikit pun antara bawahan, rekan dan tuan mudanya. Mereka seperti layaknya keluarga yang saling melengkapi satu sama lain tanpa, membeda-bedakan.
Setengah batang dupa telah berlalu, akhirnya acara makan bersama itu pun selesai.
" Mari kita berkumpul dihalaman depan. Ada beberpa hal yang akan aku berikan untuk membatu ltihan kalian." Ujar zoan nengajak kelada orang-orang yang hadir untuk berkumpul dihalaman depan rumah.
"Baik kak!" ujar Dong peng dan Mei Su mengangguk.
"Baik tuan muda...!" Balas Hun jie yang juga menganggukkan kepala, juga diikuti oleh lainnya tanpa terkecuali Amelia dan Zhang Jingmi.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen and sucribe agar tidak ketinggalan ceritanya.
See you next time....