
Zoan dan semua orang tiba di dalam artefak ruang dimensi, melihat reaksi semua orang yang pertama hadir Zoan hanya bisa tersenyum senang karena mereka terlihat menikmati pemandangan yang terlihat didalam ruang dimensinya. Zoan juga memberitahu mereka bahwa satu Minggu di sini sama dengan 1 hari di dunia luar.
" mari ikut saya " ucap Zoan, lalu mereka semua pun mengikuti Zoan, sesampai nya didepan sebuah rumah , Zoan kemudian mengetuk pintu rumah tersebut.
tok,.. tok,... tok,....
" iya tunggu sebentar" ucap Jenita dari dalam, secara kebetulan saat ini ia pulang habis berburu serta berlatih sendiri seperti biasa,
kreakk.... suara pintu terbuka
"eh, tuan Zoan " ucap Jenita
" mari , mari masuk semuanya" ucap Jenita lagi setelah sesaat melihat ada banyak orang yang mengikuti Zoan.
" baik " ucap Zoan, lalu mereka semua memasuki rumah tersebut dan duduk disebuah kursi yang telah tersedia.
" tunggu sebentar saya akan mengambil minuman serta beberapa makanan buruan yang sudah saya olah beberapa hari lalu" ucap jenita pergi menuju dapur.
sesaat kemudian Jenita kembali dengan membawa minuman berwarna merah yang ia buat dari perasan buah hid merah serta makanan roti daging rusa. Selain para binatang yang Zoan masukan kedalam kedalam artefak dimensinya, ia juga memasukan beberapa bibit pohon buah buah hutan dan buah hid merah salah satunya.
" terimakasih " ucap Jean ramah, lalu mereka semua memakan makanan serta menikmati minuman tersebut. Setelah selesai makan dan minum mereka semua mulai menceritakan serta memperkenalkan diri masing masing kecuali Zoan, Leo serta jai.
" mari kita berkeliling serta membuat beberapa rumah tuk kalian" ucap Zoan
" baiklah, ayo " ucap Cause diikuti anggukan oleh yang lainnya. merekapun pergi berkeliling dan melihat lihat begitu juga Jenita mengikuti, walau sudah cukup tau tetapi ia berkeinginan tuk mengikuti mereka khususnya zoan yang sudah dia anggap sebagai penyelamat hidupnya. Sesaat sedang berkeliling Zoan tak lupa menyapa serta memperkenalkan semuanya ke Luky si kuda hitam, terlihat ia sangat senang berjumpa dengan Zoan.
selama satu hari penuh mereka berkeliling serta melihat lihat seluruh dimensi, rasa kagum terlihat di wajah teman teman zoan, mereka semakin bersyukur dapat mengenal Zoan serta bahkan menjadi teman dekatnya.
" lebih baik kita buat rumah sekarang " ucap Zoan.
" ya itu pilihan terbaik, lagi pula saya sudah lelah berkeliling tuk hari ini" ucap Zuab terlihat sangat letih.
__ADS_1
" ya benar saudaraku, mari kita buat beberapa rumah sekarang" ucap Jean. mereka membuat rumah bergotong royong , pertama tama menebang pohon lalu memperhalus nya serta membuat atap dan alas dari dedaunan. zoan mengatakan dimensi tersebut tidak terdapat unsur hujan , dimensi tersebut hanya ada siang, malam serta unsur waktu, namun meski begitu air masih terdapat dimensi tersebut yaitu dengan mengolah energi spirit yang terkandung didalam artefak tersebut. Proses pembuatan rumah dilakukan secara manual sebab Zoan mengatakan bahwa terlalu bergantung pada keterampilan jurus tidak baik, mereka pun menyetujui hal itu. mereka dengan suka ria bergotong royong tuk membuat rumah meski tergolong cukup lama dan hasilnya tidak menghianati, kini terlihat 9 rumah berjejer rapih( rumah zoan, leo, Jean, Jai, Jenita, Cause, zuab, intan, beserta Syi nie+zuan lu), untuk rumah Luky sendiri Zoan tak membuatkannya Karena Luky lebih memilih bebas dan berkumpul bersama para binatang lainnya.
1 Minggu telah berlalu atau setara dengan 1 hari di dunia luar. saat ini terlihat semua orang berkumpul dirumah Zoan, mereka saat ini sedang mendiskusikan bahwa untuk saat ini mereka harus meningkatkan kekuatan mereka kecuali Jai, Leo serta Zoan yang mana kekuatan mereka telah melebihi batas benua hijau. meski begitu hal tersebut tak mempengaruhi mereka bertiga, Zoan juga menyuruh mereka tuk tinggal disini lebih dahulu kecuali zoan dan Leo yang akan keluar, sementara Jai menjaga mereka semua dimensi ini. Awal nya mereka Menolak hal tersebut, terkhususnya teman teman guild zoan, akan tetapi setelah dijelaskan kembali bahwa mereka akan dikeluarkan saat sudah sampai di kerajaan Alvous bagian timur benua hijau tuk melaksanakan misi.
"baik lah kami akan berlatih dan menjadi kuat disini" ucap Jean dengan semangat membara.
" saya juga akan menjadi seeorang Assasin yang bisa diandalkan dan lebih baik lagi " ucap Cause
" kami juga takan kalah, benarkan intan? " ucap Zuab sambil melirik intan yang menjawab dengan anggukan,.
" tolong jangan lupakan saya juga, saya akan menjadi lebih kuat lagi dan tidak menjadi beban tuan muda" ucap Jenita tiba tiba,
" Bagus lah , saya bangga dengan kalian" ucap Zoan
" Jai tolong bantu latihan mereka, okeh?" ucap Zoan lagi
" siap tuan muda" ucap Jai semangat lagi, awalnya ia terlihat murung sebab tak diajak ikut dengan tuan mudanya namun setelah diberitahu tuk menjaga serta melatih semua teman teman Zoan, ia kembali semangat.
" ya, silahkan tuan Zoan " jawab jenita
" elemen apa yang kamu miliki?"tanya Zoan
" saya cocok dengan elemen ruang, tuan Zoan" ucap Jenita, cukup mengejutkan semua orang bahkan zoan, Jai serta leo agak terkejut, elemen ruang atau elemen waktu merupakan dua elemen yang lebih langka dari pada elemen elemen lainnya.
contoh ilustrasi jenita
" elemen yang langka" ucap Jai.
" ya kau benar, Jai" ucap leo.
__ADS_1
" okeh, cukup menarik " ucap Zoan. lalu ia memberikan satu buku teknik elemen ruang yang ia temukan di ruang bawah tanah, tak lupa juga ia membagikan buku buku teknik elemen yang dikuasai oleh masing masing teman teman Zoan, buku yang paling banyak diberikan Zoan adalah buku milik Zuab sebab ia memiliki kecocokan dengan tiga elemen sekaligus yaitu elemen tanah, petir dan api. Zoan juga tak lupa memberikan 1 buku keterampilan bersenjata tuk dipelajari oleh mereka semua secara bersama sama, didalam buku tersebut terdapat banyak seni keterampilan bersenjata khususnya, walau juga ada beberapa keterampilan tangan kosong yang cocok dengan cara bertarung milik Jean.
Setelah menyelesaikan segala urusan tersebut ia lalu melambaikan tangan nya tak berapa lama muncul sebuah pusaran dimensi didepannya.
" ayo leo kita berangkat !" ucap Zoan
" baik tuan muda" ucap leo, lalu mereka berdua pun memasuki pusaran dimensi tersebut.
" Semoga baik baik saja saudaraku" ucap Jean sesaat Zoan menghilang dari hadapan mereka.
" ya kau benar semoga tidak ada masalah di perjalanannya" ucap Cause menimpali
" tenang saja, mereka pasti baik baik saja lagi pula ada Leo yang menjaga tuan muda serta kultivasi tuan mudah sudah mencapai puncak kultivator di benua hijau ini." ucap Jai tiba tiba.
" baik lah mari kita mulai latihannya, ikuti saya" ucap jai lagi.
" baik, mohon bimbingannya guru Jean " ucap mereka semua menunjukan rasa hormat, mereka pun pergi mengikuti jean.
* Zoan dan Leo *
wush...
tiba tiba di udara kosong terlihat sebuah pusaran dimensi serta dari dalamnya muncul dua orang pemuda yang tak lain dan tak bukan adalah Zoan dan leo, mereka saat ini tiba di tempat rumah syi nie berada.
contoh ilustrasi Luky.
jangan lupa like, komen and vote nya
see you next chapter.....
__ADS_1