Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 44 : Diu vs Rainan


__ADS_3

Perlahan namun pasti Ghea berhasil menyembuhkan lukanya, akibat serangan yang dilancarkan Irwan.


" hebat juga kamu ," ucap Irwan.


" namun bagaimana kalau dengan yang ini, 7 langkah kematian " ucap Irwan, lalu ia pun melesat kearah Ghea yang masih terlihat waspada. " Teknik Dewi air mengarungi laut " ucap Ghea, air kembali menyembur dari dalam tanah, air menyembur dengan sangat dahsyat sampai pembatas arena pun ikut bergetar, sementara itu Irwan yang sedang melesat kearah Ghea terlihat kesulitan menghadapi tekanan arus air yang dilancarkan oleh jurus Ghea.


" padahal sudah terluka namun dia masih dapat mengeluarkan jurus seperti ini, sial merepotkan saja " ucap Irwan sambil mencoba tuk melawan arus air. Ghea sendiri sedang memfokuskan diri tuk mengontrol energi serta jurusnya, sebab kalau ia tak mengontrolnya dan hilang kendali maka semua energi dalam tubuhnya terserap habis tak tersisa dan hanya akan berkunjung pada kematian.


" Aaaakh...... " ucap Irwan terlihat sudah tak kuat menahan dan melawan arus air yang dikeluarkan Ghea.


" Aku menyerah, aku mengaku kalah ..." ucap Irwan tak lama setelah mengatakan itu ia pun pingsan dan tentu Ghea menghentikan jurusnya, sementara sang wasit menghampiri dan mengecek kondisi Irwan .


"hm, dia hanya kelelahan dan cukup mengalami luka ringan karena terlalu memaksakan diri " ucap wasit, " untuk pemenang pertarungan kali ini adalah Ghea perwakilan dari guild bangau putih , Selamat !!!" ucap sang wasit memberitahukan kemenangan pertarungan. Ghea sendiri membungkuk dan mengucap kan Terimakasih, lalu setelah itu ia menuruni arena dan kembali ke bangku tempat duduknya.


Baiklah saudara saudari sekalian mari kita lanjutkan ke pertarungan berikutnya silahkan kepada peserta Jean vs Jai untuk memasuki arena " ucap sang wasit.


" maaf tuan aku mengundurkan diri " ucap Jean.


" kenapa kamu memundurkan diri ?"tanya wasit .


" karena aku ada kepentingan mendadak dan aku harus pergi sekarang" ucap Jean berkilah,


" baiklah kalau begitu Jean didiskualifikasi sementara untuk lawannya akan dinyatakan menang apa kalian setuju? " tanya wasit kepada peserta lainnya dan para penonton.


" maaf kalau saya lancang, tapi kalau seperti itu kami tidak setuju, itu sama saja dengan tidak adil bagi kami benarkan teman-teman" ucap salah satu peserta dari sekte aliran hitam sambil melirik para penonton dan rekan rekannya.


" ya kami juga tidak setuju..."


" ya benar kami tidak akan setuju...." semakin banyak suara yang menyatakan ke tidak setujuan akan keputusan tersebut


sang wasit pun melirik dan meminta keputusan terakhir kepada sang kaisar benua hijau, dan juga kaisar benua hijau hanya mengangguk yang artinya ia menyerahkan keputusan pada wasit.


" aihk, baiklah kalau begitu, peserta yang bernama Jai juga akan didiskualifikasi. “ kepada peserta yang bernama Diu (dari sekte Daun 9 warna) dan Rainan(sekte Merak) silahkan untuk memasuki arena pertarungan” ucap wasit kembali berbicara. Setelah itu Diu dan Rainan melesat dan memasuki arena. Mulaiiii..... Ucap sang wasit setelah keduanya melakukan perkenalan singkat.


Trangg...


Tranggg......


Pertarungan sesama pengguna pedang pun terjadi, serangan demi serangan terjadi. “ aku harus memenangkan pertandingan ini dan mengangkat derajat sekteku ”batin Diu berucap dan bertekad begitu juga Rainan terlihat memiliki tekad yang sama dan pemikiran sama, sekte mereka memang tidak memiliki masalah apapun dan bahkan sekte mereka tergolong suka saling membantu berbeda dengan sekte-sekte lainnya yang bahkan sering memperlihatkan aura permusuhan meski mereka berasal dari aliran yang sama, tetapi persaingan memperebutkan siapa sekte yang kuat sering terjadi.


“Teknik cahaya: 9 pilar cahaya” ucap Diu, nampak setelah mengatakan hal itu sebilah pedang yang selalu dipegang Diu membagi menjadi 9 pedang dengan setiap warna berbeda beda seperti pelangi dan memiliki beberapa tambahan seperti warna hitam, putih, coklat, abu-abu dan satu warna yang paling mencolok yaitu warna emas. Bilah pedang tersebut mengelilingi Diu, dan nampaknya membuat sebuah formasi pelindung dengan Diu sebagai pusatnya.

__ADS_1


“ hei bukan kah itu salah satu teknik terkuat dari pertahanan sekte Daun 9 warna, mengapa ia menggunakannya secepat ini padahal dia belum terpojok” ucap salah seorang penonton berbicara.


“ ... mungkin ia berencana untuk menguras dan mengulur waktu untuk melakukan serangan terhadap lawannya,” ucap rekan penonton.


“ah kau benar mungkin seperti itu” ucap sang penonton.


“patriak apa tidak apa-apa jika Diu’er menggunakan itu lebih cepat?” tanya salah seorang yang menjadi wakil patriak dari sekte Daun 9 Warna.


“ tenanglah tetua sui, mungkin Diu sudah melakukan beberapa rencana dan salah satu nya adalah hal itu” ucap sang patriak terlihat percaya pada anggota murid dari sektenya tersebut.


Pertarungan pun kembali berlanjut.....


“kenapa sangat susah sekali menembus pertahanan ini, sial nampaknya benar apa yang dikatakan guru bahwa jangan pernah meremehkan sekte Daun 9 Warna” ucap Rainan sambil terus mencoba menebaskan pedangnya kearah teknik yang digunakan Diu. Diu sendiri hanya terus menatap kearah tekniknya sambil terus mengendalikan energi spiritnya agar stabil. Setelah beberapa menit berlalu namun Rainan masih belum juga dapat menembus teknik milik Diu pun akhirnya kesal dan berbicara “ Cepat keluarlah saudara Diu, jangan didalam terus dan lakukan pertarungan secara langsung”. Diu sendiri yang mendengar itu pun sedikit menyunggingkan senyumnya dan berkata, “baiklah dan persiapkan sudah selesai “ ucap Diu lalu ia membuka tekniknya setelah itu ia langsung melesat kembali kearah Rainan, “ terimalah ini Rainan..... Tebasan Daun berduri ” srak....srakk..... Sebuah lesatan energi menuju kearah Rainan dengan sangat cepat. Duarr...... Suara ledakan pun terdengar, terlihat penonton sangat penasaran terhadap apa yang akan terjadi kepada Rainan yang menerima serangan tersebut. “ ahaha.... Kamu memang hebat, kamu memang cocok mendapatkan gelar jenius sekte daun 9 warna” ucap seseorang dari kepulan asap, setelah mengatakan hal itu Rainan pun melesat kearah Diu sambil terus menebaskan pedangnya yang telah dilapisi energi spirit, wush ......wusshhh..... Diu menghalau semua tebasan energi yang dilancarkan Rainan, pertarungan energi dan jarak dekat kembali terjadi, hanya saja ada yang berbeda sedikit kali ini yaitu nampak Rainan menggunakan roh beladiri miliknya yang berupa merak berwarna perak. “ah dia menggunakan roh beladiri nya ternyata untuk menahan serangan yang dilancarkan oleh anak dari sekte daun 9 warna itu” ucap kaisar benua hijau dalam hatinya. “Oh, pemuda yang menarik namun bagaimanapun Diu dari sekte Daun 9 Warna itu yang akan memenangkan pertandingan kali ini” ucap Zoan sambil terus memperhatikan dan berkomunikasi dengan rekannya yang lain. “Okeh baguslah, terus lakukan pengintaian dan penjagaan secara diam-diam serta jika kelompok asosiasi pembunuh itu melakukan pergerakan bunuh saja” ucap Zoan sesaat memberi arahan dan menerima laporan dari Jai. Ia menerima laporan bahwa pergerakan dari asosiasi pembunuh mendadak berhenti yang nampaknya sedikit melakukan perubahan rencana, Zoan sendiri tidak begitu tahu alasannya namun yang pasti hal itu dilakukan karena berasal dari atasan mereka. Alasan Zoan meyakini Diu yang akan menang adalah karena Sewaktu Diu membuat teknik 9 pilar, Zoan menangkap sesuatu dan mengetahui sedikit terhadap apa yang direncanakan Diu dan mungkin tinggal menghitung beberapa menit lagi Rainan akan dikalahkan, menurut prediksi Zoan. “hm, menggunakan roh beladiri baiklah , Tian keluarlah” ucap Diu sambil bersiap-siap menerima serangan yang dilancarkan Rainan.


Tranggg....


Sebuah pedang beradu “ kau memang hebat namun maaf kali ini sekte kami yang akan menang” ucap Diu, setelah mengatakan hal itu tiba-tiba sebuah Cahaya bersinar terang dikali Diu dan setelah itu sebuah kubah yang awalnya kecil terbentuk dan memisahkan pertarungan mereka, perlahan kubah tersebut membesar dan setelah cukup membesar kubah tersebut bergerak dengan kecepatan yang sungguh cepat menuju Rainan.... Buaakkkk......


Kubah tersebut menabrak Rainan yang mencoba untuk menahan lesatan dari Kubah tersebut. Duarr...... Sebuah ledakan pada dinding arena tepat nya pembatas arena terdengar dan tak lama setelah asap yang menghalangi menghilang terlihat Rainan berlutut dan pedang yang digenggamnya patah, dia juga memuntahkan seteguk darah dan merasa bahwa tulang lengan kanannya patah. Ia pun mencoba berdiri namun kembali jatuh, sang wasit pun mengumumkan pemenang pertandingan tersebut yang diraih oleh Diu dari sekte Daun 9 Warna.


Banyak orang yang tak menyangka akan hal itu, sebelumnya sesaat Diu mengaktifkan teknik 9 pilar cahaya, ia memasukkan sebagian energi nya ke dalam tanah dan memanipulasinya sampai sulit untuk disadari oleh semua orang kecuali orang-orang yang memiliki kultivasi serta pengamatan yang sangat teliti yang dapat melihat hal itu yang akan mengetahuinya, energi yang disimpan di tanah tersebut perlahan memadat dan membentuk kubah kecil yang dapat dikendalikan oleh Diu agar membentuk sedemikian rupa tak lupa juga sesaat Diu memanggil Tian roh beladiri nya yang berupa peri dengan 4 sayap dan menyuruh nya tuk memasukkan sedikit energinya dan membantunya untuk mengendalikan kubah tersebut sementara ia akan fokus tuk menerima serangan Rainan. Kejadian tersebut sangat cepat dan seperti yang terjadi serangan kejutan yang dilakukan Diu pun berhasil membawanya ke dalam kemenangan pertarungannya saat ini. “ Tian kembalilah, dan Terimakasih” ucap Tian sesaat setelah duduk diluar arena. Tian pun Kembali dan satu hal yang pasti setiap roh beladiri dapat terlihat dan bukanlah sesuatu hal yang baru walaupun memang ada beberapa roh beladiri yang disebut roh beladiri Misterius.


Pertarungan pun terus berlanjut sampai tak terasa mereka semua sudah melakukan turnamen selama satu hari penuh hari ini tanpa istirahat, para penonton sendiri terlihat lelah apalagi para peserta yang terus melakukan pertarungan.


Setelah mengumumkan hal tersebut sang wasit pun turun dari arena dan semua peserta, penonton/semua yang hadir bahkan kaisar dan permaisuri benua hijau pergi meninggalkan tempat tersebut.


Sesaat sudah keluar dari tempat pertandingan, tepatnya menuju penginapan bagi para peserta....


“tuan Zoan, nampaknya mereka melakukan pergerakan dan terlihat menuju ke sebuah tempat namun tempat yang mereka tuju bukan lah ke tempat para peserta nampaknya mereka menuju ke markas mereka, apa saya harus mengikutinya?” tanya Jai melalui telepati, terlihat Jai terus mengawasi pergerakan kelompok Assosiasi pembunuh itu bersama Cause.


“Okeh, terus ikuti mereka dan jangan sampai ketahuan jika ketahuan kalian kali ini harus cepat kembali dan ada beberapa hal yang ingin saya diskusikan nanti malam, atau kalau kalian tidak bias kabur hubungi saya.” Ucap Zoan melalui telepati juga.


“ baik” ucap Jai.


Setelah itu Zoan kembali melanjutkan jalannya seperti biasa tidak terjadi apapun. Sementara rekanya yang lain Jean, Zuab dan intan sedang menjaga putra dan putri kerajaan Alvous mereka sambil membicarakan banyak hal sesuai apa yang telah diarahkan Zoan agar misi mereka tidak terlalu mencolok atau disadari oleh orang lain, Zoan berada di bagian paling belakang. Setelah cukup lama mereka berjalan akhirnya mereka pun sampai didepan penginapan, “teman-teman bagaimana kalau kita makan bersama terlebih dahulu” ucap Sandi. “ah, kau benar saudaraku aku setuju kali ini dengan mu, mari kita makan lebih dahulu, meski kita kultivator apa salahnya jika kita melakukan hal seperti apa yang sering dilakukan manusia yang tidak berkultivasi hehe....” Jordi.


“Tumben mereka akur” ucap Fiona,


“sst.... Sudah lah tak apa bukan kah hal itu baik “ ucap Sera.


“ Kamu benar “ ucap Fiona menyetujui apa yang dikatakan Sera. Mereka semua pun pergi menuju ke sebuah restoran yang berdekatan dengan penginapan dan memilih lantai dua serta mereka menemukan tempat yang cocok sesuai jumlah mereka saat ini kecuali Jai dan Cause yang masih sedang melakukan pengintaian dan membuntuti kelompok asosiasi pembunuh. Mereka semua duduk dan memesan makanan serta minuman dan seperti biasa yang paling banyak memesan makanan adalah Sandi, hal itu hanya membuat mereka semua tersenyum kecut, bagaimana tidak 20 porsi makanan dihabiskan oleh nya sendiri tanpa memperdulikan tatapan di sekitarnya, Jordi sendiri tak sampai bosan terus ribut dengan saudaranya tersebut perihal makanan dan ia hanya angkat tangan sambil terus melihat kearah jendela. Waktu terus berlalu sejak tengah hari tadi, keluar dari tempat turnamen dan kini mereka telah selesai makan lalu tak lupa sebelum keluar mereka membayarnya, dan menghabiskan sebanyak 5000 koin emas, hal itu berhasil membuat beberapa orang tercengang bahkan Zoan dan beberapa rekanya sendiri tercengang akan harga tersebut kecuali para bangsawan dan putra putri kerajaan Alvous. Malam pun tiba, Zoan dan semua rekannya memutuskan untuk mendiskusikan kelompok Asosiasi pembunuh di penginapan milik Zoan.

__ADS_1


“jadi apa yang akan kita lakukan, sebab menurutku setelah mendengar laporan dari saudara Jai dan Cause, kita harus memperketat penjagaan serta jangan melewat kan satu detik pun.” Ucap Jean mengambil kesimpulan.


“ ya kamu memang benar namun selain itu kita harus tetap mengintai dan mengawasi mereka(kelompok Asosiasi pembunuh)” ucap intan.


"Bagaimana kalau kita membagi tugas seperti sebelumnya saudara Jai dan Cause terus mengawasi mereka dan sisanya kita menjaga putra dan putri kerajaan Alvous, bagaimana ?”ucap Zuab, Terlihat Zoan, Jai dan Cause diam.


“ Hei, jawab dong” ucap intan membuyarkan pikiran Zoan, Jai dan Cause.


“ tenang saja meski seperti ini saya mendengar apa yang kalian bicarakan dan nampaknya kiat akan membutuhkan rekan tambahan “ucap Cause.


“ Ehm, kau benar Cause “ ucap Jai setuju.


“baiklah kita akan melakukan rencana itu dan untuk tambahan rekan saya hanya dapat mengangguk dua saat ini, apa tidak masalah?” tanya Zoan teringat akan Leo dan Jenita yang saat ini berada di artefak ruang dimensi miliknya.


“ leo, Jenita aku membutuh kan bantuan kalian keluarlah!” ucap Zoan sambil membukakan pintu gerbang yang berasal dari artefak dimensi miliknya. Lalu sosok laki-laki dengan tinggi 2 meter dan sosok perempuan sederhana namun terlihat cantik muncul dari gerbang tersebut dan menyapa Zoan. Melihat hal itu banyak yang tercengang khususnya untuk ranah kultivasi yang mereka miliki saat ini yaitu ranah Petapa Platinum tingkat 2 level dasar, setiap orang yang telah mencapai ranah Petapa maka tingkat nya pun akan berbeda karena ada tambahan level yaitu tingkat 1-3, kekuatan mereka sangat kuat dan jarang menampakkan diri seperti kaisar benua hijau yang hanya beberapa kali melakukan pertemuan dan mereka yang sudah mencapai ranah Petapa lebih sering bermeditasi dan banyak melakukan pembersihan jiwa dan raga untuk menuju ranah selanjutnya. Setelah cukup mempelajari ranah Petapa Zoan mengetahui bahwa apa yang diberitahukan putra dan putri kerajaan Alvous hanya sebagian kecil saja begitu juga orang-orang didunia ini hanya mengetahui sebagian kecil saja. Entah kebetulan atau sudah ada yang merencanakannya yang pasti Zoan mendapatkan pengetahuan tersebut melalui sebuah mimpi yang memasuki alam sadarnya. dimimpi tersebut Zoan bertemu dengan seseorang yang entah siapa, karena orang tersebut selalu terlindungi oleh sebuah cahaya putih. Orang tersebut memiliki aura energi spirit yang mengagumkan dan orang tersebut menyentuh kening Zoan setelah itu berbagai pengetahuan memenuhi isi kepala Zoan, itu terjadi pada suatu malam sebelum memasuki babak final turnamen, dan yang pasti pada malam itu Zoan memiliki banyak pengetahuan dikepalanya.


Kembali ke ruang diskusi....


“tuan muda Zoan, siap menerima tugas” ucap Jenita membungkuk hormat. Begitu juga Leo melakukan hal sama.


“sudahlah tak perlu seperti itu mari duduk, saya membutuhkan bantuan kalian maaf mengganggu waktu latihan kalian” Zoan. Leo dan Jenita pun duduk mereka lalu berdiskusi kembali, setelah memberitahukan tugas masing-masing Zoan mengakhiri diskusi tersebut.


Setelah semua orang keluar Zoan pun sedikit merenung dan berpikir. Menurut laporan lainnya dari Jai kelompok tersebut menggunakan sebuah alat khusus, hal itu juga menjelaskan kenapa para penjaga atau bahkan kaisar sendiri tidak menyadari pergerakan kelompok Assosiasi pembunuh itu. Zoan memerintahkan Jai, Leo dan Cause untuk mengintai dan mengawasi terus kelompok tersebut selam 2 malam ini secara ketat, sementara Jenita ia ditugaskan untuk membantu menjaga putra dan putri kerajaan Alvous tak lupa juga Zoan mentrasfer ingatan mengenai teknik telepati kepada Jenita dan Leo sebelum pergi.


Setelah kepergian Leo, Jai, Jenita dan semua rekannya Zoan juga tak lupa menggunakan teknik bayangannya tuk mengawasi putra dan putri kerajaan Alvous. “ ah saat melakukan kultivasi hehe....” ucap Zoan sesaat sudah menyelesaikan teknik bayangannya, ia berkultivasi dan bertekad tidak akan kalah dari rekanya yaitu Leo dan Jenita yang telah mencapai ranah Petapa Platinum tingkat 2 level dasar, mengetahui hal itu sebenarnya sudah membuat zoan malu. Bagaimana tidak malu? Bukankah memang seharusnya ketika seorang pemimpin itu harus dapat melindungi bawahannya dan agar dapat melindungi bawahannya perlu kekuatan didunia Zoan saat ini. Hanya dengan kekuatan besar yang dapat berbicara dan didengarkan didunia Zoan berada saat ini. Zoan terus berkultivasi tanpa menghiraukan sekitar, perlahan tapi pasti pusaran energi didekat Zoan mulai memadat dan berkumpul tuk masuk ke dalam tubuh Zoan.


Wush......


Boommm.....


Boommm......


suara ledakan energi terdengar dari dalam tubuh Zoan, meski begitu ia tak merasakan terobosan hal itu membuat Zoan mengerutkan keningnya dan berkata “ ah, susah juga ya menerobos keranah Petapa. Meski energi spirit ku meningkat cukup besar namun aneh nya hal itu tidak membuat menerobos keranah selanjutnya, nampaknya butuh waktu yang cukup lebih lama.” Setelah mengatakan hal itu Zoan pun pergi keluar dari kamarnya lagi pula matahari sudah menampakkan sinarnya kembali, selama semalaman itu Zoan tak tidur dan memilih berkultivasi. Zoan keluar dari kamarnya lalu ia pergi ke lantai bawah untuk melakukan sarapan karena itu sudah menjadi kebiasaannya. Tak lupa juga Zoan menghubungi rekan-rekannya tuk sarapan bersama kecuali Leo, Jai, dan Cause karena mereka sedang melaksanakan tugasnya.


“setelah ini apa yang akan kita lakukan?” tanya Airon yang juga ikut sarapan bahkan semua putra dan putri kerajaan Alvous, Setiap kelompok yang anggotanya masuk sepuluh besar dalam babak final maka anggota kelompok tersebut boleh tinggal menonton rekannya atau boleh juga untuk pergi pulang menuju sekte atau guild yang mereka masuki, dan kebanyakan lebih memilih ikut menonton memberi semangat pada rekannya yang telah lolos memasuki babak final serta masuk sepuluh besar itu. “Bagaimana kalau berkultivasi saja dan memanfaatkan waktu yang tersisa?” ucap Ghea yang teringat sesaat bagaimana ia bertarung melawan Irwan yang dimana saat itu ia harus mengerahkan semua kekuatannya. “ide yang cukup bagus, bagaimana menurut kalian?” tanya Bleazsi, menyetujui saran dari Ghea. “Saya setuju,” ucap Airon. “saya tidak setuju bagaimana kalau kita makan saja atau keliling lagi, siapa tahu ada yang menarik kali ini “ ucap Sandi mengutarakan ke tidak setujuan nya, “kenapa bukankah kau juga masuk sepuluh besar dan harusnya kamu mempersiapkan diri dengan memperkuat energi spirit mu?” ucap Fiona heran. “Em, aku tak suka sesuatu yang berlebihan lebih baik santai saja hehe...” ucap Sandi sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal. “dasar kau ini tukang makan” ucap Jordi. “ apa kau bilang hah, maniak air.... “ ucap Sandi tak terima diejek tukang makan oleh Jordi dan seperti biasa perang mulut pun terjadi.


“Diam lah!!!, Jika tidak akan aku masukan ke dalam dunia gelap ku.” ucap Airon kesal sambil mengeluarkan tekanan energi kegelapannya kepada Jordi dan Sandi. Mereka berdua pun terdiam sementara Zoan dan lainnya hanya menggelengkan kepala. Sudahlah bagaimana kalau gini saja, aku saja yang akan menemanimu keliling dan makan lagi pula saya lagi bosan berkultivasi terus. Bagaimana sandi apa kamu setuju?” ucap Jean sambil melirik kearah Zoan yang mengangguk tanda setuju. “Okeh baiklah, ayo” ucap sandi semangat, “habiskan dulu makanan kalian sebelum kalian pergi” ucap Intan menunjuk kearah makanan milik sandi dan Jean yang masih tersisa. “Baiklah” ucap sandi dan Jean bersamaan. sandi dan Jean pun menghabiskan makanannya dan tak lupa juga sebelum pergi mereka berdua menyerahkan 10 koin Platinum sebagai pembayaran makanan bagian mereka berdua.“baiklah mari kita habiskan juga makanan kita lalu pergi ke kamar masing-masing untuk berkultivasi dan bersiap-siap untuk pertandingan selanjutnya” ucap Airon sambil memakan makanan nya dengan lebih cepat. 5 menit pun berlalu Zoan dan rekannya keluar dari tempat makan dan menuju ke lantai dua tuk masuk ke kamar masing-masing dan berkultivasi.


“pangeran sandi, kita akan menuju ke mana terlebih dahulu sekarang? Apakah ke toko senjata atau ke toko budak atau kah ke klub malam hehe...?” ucap Jean. “ah kau benar nampaknya kita akan pergi ke klub malam hihi, tapi ingat jaga rahasia ini” ucap Sandi sambil cengengesan. “baiklah pangeran sandi” ucap Jean yang juga sepemikiran dengan sandi 11-12 tiada duanya. Sesampainya di klub malam mereka membayar 10 koin emas per orang. Awalnya Jean dan sandi heran mengapa ada klub malam namun dibuka pada siang hari, akan tetapi setelah mengetahui alasan dari penjaga pintu klub baik Jean maupun sandi tak mempermasalahkannya. Sesampainya didalam Jean Sandi memesan minuman berwarna ungu sambil menikmati hiburan wanita yang sedang menari diatas panggung. “ah menyenangkan nya hidup ini benarkan saudaraku...”ucap Sandi yang sudah mulai mabuk, sementara Jean hanya menggelengkan kepala karena dia menggunakan energi spirit untuk mengurangi rasa mabuknya dan tetap tersadar. Waktu terus berjalan tak terasa sore hari pun kembali tiba Namun sandi masih belum puas dan masih menikmati suasana senangnya. Jean hanya menghela nafas dan menggelengkan kepala melihat sikap Sandi yang merupakan salah satu pangeran kerajaan Alvous. “pangeran Sandi mari kita kembali hari sudah sore dan tampaknya malam pun akan tiba sekitar 1 jam lagi. Apakah kamu ingin diomeli oleh kakak mu lagi Airon?” tanya Jean. “ah kamu benar mari kita pergi lagi pula nampaknya efek mabuknya sudah mulai berkurang” ucap sandi sambil menggunakan energi spiritnya untuk menetralkan efek mabuk yang ditimbulkan. Tak lupa juga sebelum keluar mereka memberikan 20 koin emas sebagai pembayaran dari makanan dan minuman yang telah mereka pesan, sandi dan Jean pun berjalan kembali menuju penginapan. Tak sampai 2 jam mereka sudah sampai di penginapan tanpa basa basi dan banyak bicara mereka memasuki kamar masing-masing, lagi pula hari sudah gelap


Dikamar Zoan, terlihat dia masih berkultivasi tak lama ia pun membuka mata dan menghembuskan nafas, “untuk saat ini akan aku sudahi saja mungkin tinggal beberapa waktu lagi akan menerobos bahkan ada kemungkinan saat aku sedang bertarung aku akan melakukan terobosan ke ranah Petapa.” Ucap Zoan memutuskan , meski sebenarnya akan berbahaya melakukan terobosan sedang bertarung namun Zoan tidak memperdulikan nya dan akan memikirkannya nanti. “hm, mereka sudah mulai melakukan serangan ya. Semoga saja mereka berhasil” ucap Zoan kembali sesaat mengingat Jai, Leo, dan Cause yang ia beri tugas untuk mengikuti, mengawasi dan membereskan anggota kelompok Asosiasi pembunuh. Meski asosiasi pembunuh tersebut tergolong dalam bagian kelompok cabang baik Zoan ataupun rekannya tak ada yang meremehkannya, maka dari itu juga alasan Zoan memanggil Leo dan Jenita sebagai tambahan orang. Walau Zoan belum melihat Jenita bertarung, akan tetapi menurut penuturan Leo yang sudah pernah berlatih bersama didalam artefak dimensi mengatakan bahwa Jenita cukup terampil dalam teknik hukum ruang yang merupakan elemen yang ia miliki, Maka dari itu Zoan pun mempercayainya, zoan berencana untuk membalaskan dendam kakek nya yang kebetulan pembunuhnya adalah Asosiasi pembunuh. Ia mengetahui hal tersebut setelah melakukan beberapa penyelidikan secara sembunyi dan mengapa ia yakin adalah karena pembunuh kakeknya tersebut menggunakan racun yang sama serta ada suatu ciri khas asosiasi pembunuh dalam racunnya itu yaitu menggunakan campuran kelabang merah dan bisa ular kembar. Kelabang merah merupakan beast tipe racun korosi sementara itu Ular kembar merupakan spesies binatang siluman yang memiliki racun mematikan bahkan tidak sedikit beast yang menghindari ular tersebut, hanya segelintir beast yang mau berurusan dengan binatang siluman tersebut Diantaranya binatang beast penjaga 4 arah mata angin. Binatang penjaga 4 arah mata angin yaitu -harimau putih, - Phoenix surgawi, -Kura-kura Bumi dan terakhir adalah Naga Langit. Selain disebut sebagai penjaga 4 arah mata angin nenek moyang mereka juga dulu sering disebut 4 binatang beast primadonal atau beast ras Kuno

__ADS_1


Banyak peninggalan yang ditinggalkan dari reruntuhan beast ras tersebut, dan barang siapa yang menemukannya baik salah satunya ataupun ke-empat reruntuhan beast tersebut makan dipastikan akan mendapatkan berkah surgawi yang mencengangkan seluruh dunia. Zoan mengetahui itu semua dari seseorang misterius yang datang kepadanya melalui sebuah mimpi.


__ADS_2