
Benua bulan merupakan Benua yang memiliki kedudukan satu tingkat di atas Benua Hijau, serta termasuk dalam salah satu dari 5 benua yang ada di Dunia Galaxy.
Di Benua Bulan terdapat tiga wilayah besar yang dihuni oleh masing-masing penguasa.
Ketiga wilayah besar itu adalah 1) Wilayah Serigala, dipimpin oleh ras Serigala. 2) Wilayah Vampir, dipimpin oleh ras Drakula atau biasa disebut sebagai ras leluhur bangsa vampir. 3) Wilayah Netral, yang dipimpin oleh bangsa manusia.
Meski dikatakan Wilayah Netral yang dipimpin oleh ras manusia, namun pada garis besarnya sering terjadi pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh ras Serigala ataupun oleh ras vampir.
Tak sedikit banyak bangsa manusia yang menjadi budak dari kedua ras tersebut.
Perlu diketahui ras vampir dan ras Serigala memandang ras manusia hanya sebagai makanan atau binatang ternak.
Hal itu sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu. Ras manusia sering melakukan perlawanan kepada dua ras itu, namun pada akhirnya hanya merugikan ras manusia sendiri karena tak mampu mengalahkan kedua kekuatan ras itu.
***
Di tempat terpencil Wilayah ras Serigala, sebuah Pusaran layaknya portal penghubung antar Alam, muncul ditempat itu.
Dari pusaran portal itu keluar dua sosok, mereka tak lain adalah Zoan Prozz dan Zhang Jingmi.
“fyuuhh..., Akhirnya sampai juga!” ujar Zoan mengusap bagian depan kepalanya seperti berkeringat saja padahal sebenarnya tidak ada keringat sama sekali, mungkin itu hanya klise nya saja.
“Apakah benar kita sudah sampai.?” Tanya Zhang Jingmi gugup dan menundukkan kepalanya, tentu hal itu terjadi Karena sejak awal memasuki portal perpindahan alam tangan ia selalu dipegang erat oleh Zoan.
Walau tau hal itu disebabkan untuk keselamatan, akan tetapi Zhang Jingmi masih saja merasa aneh dan sedikit malu.
Seakan menyadari hal itu, Zoan dengan cepat melepaskan pegangan tangan nya.
“Maaf...! Ya, kita sudah sampai di benua bulan.” Ucap Zoan sambil mencoba Menyebarkan kesadarannya menggunakan energi spiritual.
“Hm,.. nampaknya kita berada di wilayah ras Serigala terlebih lagi aku merasakan beberapa serigala yang mendekat dari arah depan, kurang lebih sekitar 200meter dari sini. Kita juga beruntung karena energi di Benua ini masih memiliki energi Spiritual yang sama, bahkan lebih murni dari pada energi spiritual di Benua Hijau.” Ujar Zoan sesaat setelah mengedarkan energi spiritual nya, dan ia menemukan beberapa serigala dari jarak 200meter dari dirinya berada saat ini.
“Lalu apa yang akan kita lakukan, apakah kita akan melawan mereka?” tanya Zhang Jingmi masih dengan rona merah di kedua pipinya namun ia berusaha untuk menghilangkan rasa gugupnya ketika di dekat Zoan.
“ya, kita akan mencoba untuk melawan mereka.” Ucap Zoan terlihat mengeluarkan pedang nya dari Cincin ruang.
Zhang Jingmi juga tak ingin menjadi beban, maka dari itu ia mengeluarkan busur panahnya.
Zoan yang melihat itu tersenyum tipis, karena ia baru pertama kali melihat hal itu dari jarak dekat. Walau sebelumnya ia telah melihat bagaimana Zhang Jingmi bertempur di peperangan melawan kelompok asosiasi pembunuh, akan tetapi saat itu ia hanya melihat dari kejauhan dan lagi senjata yang digunakan saat itu adalah pedang sedangkan kini Zhang Jingmi mengeluarkan busur yang selalu mengeluarkan hawa dingin menusuk.
“aku tak menyangka ternyata kamu juga seorang ahli panah, Zhang Jingmi...!” ujar Zoan singkat dan masih menatap kearah busur panah yang berada ditangan kiri Zhang jingmi.
“Itu..itu, karena ayah mengatakan bahwa aku harus bisa menggunakan dua senjata sekaligus.” Balas Zhang Jingmi disertai kegugupan yang mulai mereda sedikit demi sedikit.
“Dan tolong panggil aku Jingmi atau l mi’er saja,.” Ucap lagi Zhang Jingmi.
“ah, baiklah aku akan memanggilnya mi’er saja kalau begitu. Kau juga boleh memanggilku sesuka hatimu tak perlu memakai embel-embel tuan segala.” Ucap Zoan singkat disertai senyuman tipis terukir diwajahnya.
Deg!deg!...
Suara jantung Zhang Jingmi berdetak cepat sesaat mendengar jawaban Zoan, bahwa ia boleh memanggilnya sesukanya.
“Ka_kalau begitu aku panggil kak Zoan saja. Boleh kah?!” balas Zhang Jingmi, memberanikan bicara sambil menatap kearah wajah Zoan.
“ya, silahkan. Mari kita sudahi dulu pembicaraannya karena tak lama lagi para Serigala-serigala itu sampai ke sini.” Ujar Zoan mengakhiri pembicaraan mereka.
Ia terlihat fokus menatap kearah depan untuk menyambut kedatangan segelimbolan serigala yang mengarah padanya.
Begitu juga Zhang Jingmi, ia memegang erat busur nya dan mulai mengalirkan energi spiritual nya untuk membuat anak panah dari elemen es.
Beberapa waktu kemudian, terdengar langkah kaki yang semakin lama semakin jelas. Berdasarkan suara langkah kakinya, para serigala itu berjumlah sekitar 25 ekor.
__ADS_1
Whussh!
Ke dua puluh lima Serigala itu tiba dihadapan Zoan dan Zhang Jingmi. Mereka mulai mengelilingi kedua insan itu, hingga tak lama dari arah belakang dan paling akhir sampai berkata.
“Ohoho, manusia.! Sepertinya kau bukan berasal dari benua ini benarkan ?” tanya serigala yang wujud manusia, berbicara serta menatap kearah Zoan dan Zhang jingmi.
Zoan dan Zhang Jingmi terkejut karena Serigala berwujud manusia itu dapat mengetahui bahwa mereka bukan berasal dari benua bulan, dengan hanya sekali melihat.
Zoan semakin waspada dan meningkatkan energi spiritual nya kedalam pedang jiwa naga lebih banyak dari sebelumnya.
“iyah, aku memang bukan berasal dari benua ini. Dan bagaimana kau bisa tahu akan hal itu?” tanya Zoan tak menutupi rasa penasarannya, begitu juga Zhang Jingmi yang hanya mengangguk setuju dengan pa yang ditanyakan Zoan.
“Ahaha..., kau tak perlu tahu. Namun yang pasti, bersiaplah karena kalian akan menjadi makanan kami.” Bukannya menjawab, serigala berwujud manusia itu malah memberikan peringatan atau lebih tepatnya ancaman akan menjadikan dua manusia itu sebagai makanan bagi ras mereka.
Dari hal ini Zoan dapat menyimpulkan bahwa ras Serigala tidak menghargai bangsa manusia.
“Serang mereka!” ujar serigala berwujud manusia, menyerukan perintahnya kepada rekan-rekan nya yang sedang mengelilingi dua sosok manusia.
“Auuuu....! Auuu...! Auuu...!
Lolongan-lolongan serigala terdengar menggema dihutan tersebut, mereka melesat kearah Zoan dan Zhang Jingmi berada.
Di lain sisi sang serigala yang berwujud manusia hanya diam menonton dari arah belakang, membiarkan para bawahannya yang bekerja.
Zoan dan Zhang Jingmi tak tinggal diam, mereka pun melesat kerah para serigala itu.
“Panah Es !”
Wussh! Wussh! Wussh...!
Zhang Jingmi melompat mundur sambil melesatkan 3 anak panah sekaligus.
Hawa dingin merembes keluar dari ketiga anak panah yang terbuat dari energi spiritual berelemen es itu.
Serigala-serigala itu tak ingin mati konyol, mereka membuat 2, kelompok dengan masing-masing berjumlah sekitar 12 ekor.
Para serigala itu bukanlah serigala liar, mereka adalah serigala yang telah terlatih, terkhusus untuk pertarungan hidup dan mati.
Trang...!
Tiga anak panah yang dilancarkan Zhang Jingmi berhasil ditangkis eloh kuku serigala. Tiga anak panahitu hancur, serta kuku-kuku serigala yang menyentuhnya itu membeku secara perlahan.
Serangan utama Zhang Jingmi mungkin telah berhasil dihancurkan, namun serangan dari serpihan energi spiritual yang memiliki suhu dingin itu telah berhasil masuk dan merasap kedalam tubuh serigala itu.
Jika terus dibiarkan maka serigala itu akan mati dalam keadaan tubuh membeku. Satu-satunya cara agar tidak membekukan tubuh nya adalah dengan cara mengalirkan energi spiritual berhawa kan panas.
Sedangkan hanya beberapa ras serigala yang memiliki kemampuan tersebut. Karena ke banyakkan bangsa serigala memiliki energi spiritual elemen angin.
Zhang Jingmi tak ingin membuang waktu, ia terus saja membuat dan melesatkan anak panah itu kepada Serigala-serigala yang menyerangnya, baik dari arah belakan, samping atupun dari arah depan.
Serigala-serigala yang telah terkena secara telak dan telat mendapatkan pertolongan itu perlahan berhenti bergerak, karena aliran darah dalam tubuhnyamembeku, semakin lama semakin tinggi suhu dingin dalam diri mereka hingga akhirnya mereka mati membeku disertai berubah menjadi patung Es. Hanya perlu satu jentikan jari atau satu tendangan Zhang Jingmi berhasil membunuh Serigala-serigala itu.
***
Zoan yang melihat hal itu tersenyum, karena teknik yang digunakan Zhang Jingmi cukup mengerikan bagi orang lain.
“Tarian pedang bintang!”
Wussh!
Slash!Slash!Slash..!
__ADS_1
Zoan menebaskan pedangnya kesana kemari. Berbagai lolongan serigala yang kesakitan memenuhi hutan itu.
Hal itu tentu pasti menarik perhatian, namun Zoan seakan tidak memperdulikannya.
Setiap kali Zoan menebaskan pedang, pasti selalu ada saja yang terkena terlebih banyak bagian tubuh serigala yang berhasil ia potong.
Para Serigala-serigala itu tak berdaya di hadapan kedua insan itu. Itu memang wajar karena serigala itu berada di ranah Warrior atau dibenua hijau setara dengan ranah Petapa Nirvana.
Mungkin dibenua hijau mereka sangat kuat, namun dibenua bulan mereka adalah lemah.
Zhang Jingmi sendiri kini memiliki kultivasi ranah Petapa misterius, Zoan sendiri cukup terkejut dan tidak tahu bagaimana Zhang Jingmi dapat meningkatkan kekuatan sampai sedemikian rupa.
Satu yang dapat Zoan pikirkan yaitu terkait dengan energi spiritualnya yang berelemkan Es, serta ia juga berasumsi bahwa Zhang Jingmi memiliki tubuh khusus.
Untuk Zoan sendiri ia merasa bahwa dirinya memiliki tubuh khusus Tubuh Elemen, ia berasumsi hal itu berdasarkan bukti yang ia rasakan yaitu dapat mengendalikan semua jenis elemen. Yang mana orang yang dapat melakukan hal itu hanya Dewa Elemen.
Kembali ke pertarungan*
Zoan dan Zhang Jingmi Terengah-engah, bagaimanapun yang mereka lawan bukan lah manusia. Mungkin mereka menang melawan Serigala-serigala itu akan tetapi tetap saja stamina ras manusia dan ras binatang terlebih ras serigala sangat berbeda.
Ras manusia meski seorang kultivator sekalipun dapat merasakan lelah lebih cepat dibandingkan ras-ras lainnya, salah satunya ras Serigala.
Plok...plok...plok!
Serigala berwujud manusia itu menepukkan tangannya, melihat bahwa semua anak buahnya telah binasa. Meski begit diwajah tak terlihat rasa marah, atau iba malah dia terlihat tersenyum lebar.
“Woahh..., Hebat sangat hebat kau manusia!” puji sang serigala berwujud manusia, ia terlihat berjalan mendekat kearah Zoan dan Zhang Jingmi.
Dan insan itu kembali waspada dan kali ini, Zoan mengirimi Zhang Jingmi telepati.
“ Kita tak bisa melawannya sekarang, lebih baik kita pergi menuju artefak dunia dimensi. Dalam hutang ketiga sesaat pusaran portal muncul kita akan masuk.” Ujar Zoan melalui telepati.
Zhang Jingmi yang mendengar hal itu hanya mengangguk setuju, lagi pula mereka sudah kelelahan dan belum terbiasa dengan keadaan dibenua ini. Ditambah mereka berdua baru sampai.
Sesaat sang serigala itu menyeringai dan tiba-tiba melesat kearah Dian insan itu, Zoan melambaikan tangan nya dengan cepat lalu tanpa basa basi ia berteleportasi untuk memasuki portal artefak dimensinya tak lupa juga ia membawa Zhang Jingmi.
Kejadian itu hanya berlangsung kurang lebih dalam 3 tarikan nafas.
Whussh!
Zoan dan Zhang jingmi menghilang, tepat saat serigala berwujud manusia itu melesatkan cakarnya kearah dimana targetnya berada sebelumnya.
Auuu....!!!
Sang serigala berwujud manusia itu marah, ia tak menyangka bahwa kedua Manusia itu berhasil lolos dari serangannya, terlebih ia tak dapat merasakan keberadaan atau pun baunya.
“Cih,manusia sialan. Awas saja kau!” Ujar sang serigala berwujud manusia.
“Aku tak menyangka, kau yang seorang dijuluki sebagai Serigala Kematian berhasil dikelabui oleh ras rendahan itu(manusia).” Ucap sosok yang tiba tiba muncul tak jauh dari serigala yang berjulukan Serigala Kematian.
“Diam kau, Serigala Bencana. “ ujar Serigala Kematian kesal sesaat mengingat kejadian yang barusan terjadi.
“Ahaha... Baiklah-baiklah. Maaf kan lah kawanmu ini.” Ujar sang serigala berjulukan serigala bencana mengalah karena tak ingin ribut apalagi dengan satu ras.
“Haih, sialan. Manusia keparat itu.” Ucap serigala kematian menggerutu kesal.
“Sudahlah, tak perlu marah seperti itu. Lebih baik kita melapor pada pemimpin kita akan kejadian ini.” Ujar sang Serigala Bencana mengusulkan.
“ah, kau benar. Baiklah ayo kita berangkat.” Ujar serigala kematian sesat sadar bahwa dengan ke marahan atau ke kesalannya tidak akan menghasilkan apa-apa.
Kedua serigala berwujud manusia itu melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi. Seandainya Zoan melihat hal itu dengan kultivasi nya yang sekarang mungkin ia akan sangat terkejut dengan kecepatan itu.
__ADS_1
Zoan beruntung karena pada waktu itu serigala yang berjulukan serigala kematian, masih meremehkan kekuatannya kalau tidak mungkin dalam hitungan menit ia telah berhasil dikalahkannya. Itu pun jika serigala kematian yang langsung turun tangan.
Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih!