Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 81 : Undangan Raja Black hole


__ADS_3

Zoan dan Cause kini kembali keruangan bawah tanah, tempat dimana pertarungan awal Cause vs Zoan berlangsung. ia(Zoan) berhasil mengungkap beberapa informasi tambahan seperti letak dimana markas para komandan elit dari kelompok cabang asosiasi pembunuh secara menyeluruh. Zoan hanya perlu berteleportasi dan mulai melakukan pemusnahan secara satu persatu.


Cause sendiri dalam keadaan yang menyedihkan saat ini, yaitu kedua kaki dan tangannya telah Zoan tebas sesaat di dimensi hukum elemen domain Badai Padang Berapi.


"Cih, awalnya saja kuat. namun pada akhirnya kau akan mati juga ditangan ku" ungkap Zoan melirik kearah Cause yang tergeletak pingsan. tentu Zoan tak membiarkan Cause meregang nyawa dengan mudah, ia sengaja menghentikan pendarahannya dan hasilnya seperti yang terlihat sekarang darahnya berhasil berhenti. Zoan juga mencabut gigi Cause satu persatu secara paksa agar tak bisa melakukan bunuh diri baik dengan cara menelan racun yang tersembunyi ataupun menggigit lidahnya sendiri.


wush...


Zoan melambaikan tangannya dan memasukan Cause yang masih dalam keadaan pingsan. ia juga tak lupa menyuruh Jean untuk mengawasi Cause agar tidak memanfaatkan artefak ruang nya. mendengar hal itu Jean mengangguk setuju tanpa banyak bertanya.


Zoan memang cukup mudah untuk menghubungi orang lain melalui teknik telepati selain karena sudah dikuasai faktor lainnya yaitu tergetnya berada didalam artefak ruangnya yang memiliki jarak dan kedekatan yang sangat dekat.


Nampaknya Zoan memiliki rencananya sendiri, membiarkan Cause tetap hidup. Zoan langsung melesat kembali keruangan atas tanpa dicurigai oleh siapapun, ia juga tak lupa menghabiskan harta yang ada diruang bawah tanah itu.


Untuk sang resepsionis rumah Bunga 69 ia memerintah agar tetap disitu dan memata-matai di desa tersebut. Resepsionis yang telah menjadi boneka Zoan itu bernama Yurui, ia memiliki adik bernama Yarai. Sayang adiknya itu telah dikirimkan kepada pemimpin tertinggi assosiasi pembunuh bersama dengan orang-orang dari keempat desa.


Hanya ada kemungkinan 1% Zoan dapat menemukan dan menyelamatkannya, itu pun jika masih hidup. Menurut informasi terbaru alasan sang pemimpin tertinggi memerintahkan untuk mengambil para remaja baik putra ataupun putri itu berkaitan erat dengan kenaikan kultivasi, Sang pemimpin tertinggi memiliki tiga metode kultivasi salah satunya yaitu metode kultivasi penyerapan dan pengorbanan, mirip dengan metode kultivasi para aliran Hitam. Hal itu hanya dapat diketahui oleh ketiga pelindungnya bahkan para komandan elit tidak mengetahui hal itu, mereka hanya mengetahui bahwa para remaja itu digunakan untuk membuat sebuah pil yang mana pil itu dapat digunakan untuk memperkuat dan meningkatkan ranah para anggotanya. Pil itu memang dapat melakukan hal itu, namun kenyataanya Pill itu terbuat dari darah sang pemimpin tertinggi sendiri hal itu juga hanya diketahui oleh 3 pelindungnya yang merupakan kaki kanannya.


Entah apa yang akan terjadi jika sang pemain tertinggi mengetahui bahwa salah salah satu dari tiga pelindungnya kini berada di genggaman seorang pemuda bernama Zoan.

__ADS_1


Sebelum melanjutkan perjalannya Zoan menghampiri mayat Jenita dan intan yang kini tergeletak menjadi tulang belulang, ia menghela nafas lalu melambaikan tangannya dan memerintahkan agar Zuab lu serta Amelia untuk membawanya masuk.


"Itu adalah mayat Jenita dan intan, ia terkena racun yang mematikan sehingga mengakibatkannya seperti itu" ucap Zoan sesaat melihat raut wajah Amelia(putri pak ija)dan Zuab lu yang penasaran siapa mayat yang telah menjadi tulang belulang ini.


Sontak setelah mengatakan hal itu baik Zuan lu atau pun Amelia sangat terkejut dan hampir melemparkannya nya, beruntung dengan cepat Zoan menahannya kedua mayat itu menggunakan energi spiritual agar tidak jatuh.


Dengan perasaan campur aduk dan gugup mereka berdua mulai membawa mayat Jenita dan intan kedalam artefak ruangnya. Zoan juga berpesan agar kedua mayat itu dibuatkan peti mayat. Meski sederhana sebelum dirinya kembali menemui mereka.


Setelah melihat Amelia dan Zuan lu masuk sambil membawa mayat Jenita dan intan, Zoan kembali melambaikan tangan guna menutup pusaran artefak ruangnya.


15 hari berlalu dengan cepat selama itu juga Zoan tanpa henti mendatangi desa-desa yang menjadi korban misi yang dipimpin oleh komandan elit no 20 di kerajaan Black Hole.


Selain mendapatkan harta rampasan Zoan juga semakin memahami bahwa di dunia ini di atas langit masih ada langit maka dari itu ia tidak berpuas diri dan terus berusaha untuk melakukan hal yang ia mampu.


Beberapa saat ketika Zoan hendak pergi meninggalkan desa tersebut, ada dua orang terlihat berlari kearahnya. nampak dari pakaian kedua orang itu adalah pakaian anggota militer, Zoan berspekulasi hal itu ketika melihat lambang kerajaan black hole di pakaian bagian dada kanan kedua orang yang berlari kearahnya.


Lambang kerajaan black hole adalah sebuah pusaran layaknya orbit satelit planet dengan ditemani warna hitam serta 7 bintang berwarna putih.


Zoan sedikit mengerutkan keningnya, ia tak menyangka bahwa kehadirannya berhasil disadari oleh kerajaan Black Hole. Zoan tetap tenang lagi pula ia tak melakukan kejahatan dan malah menurut keyakinannya ia hanya membantu kerajaan Black Hole dari orang-orang kelompok assosiasi pembunuh.

__ADS_1


"Maaf tuan, apakah tuan muda yang membunuh para anggota kelompok cabang asosiasi pembunuh di kelima desa yang merupakan wilayah kerajaan kami?" tanya salah satu orang dari pasukan militer ketika tiba menghampiri Zoan.


"Aih itu...hanya kebetulan, maaf " ungkap Zoan berusaha untuk tidak terlalu mencolok.


"Tidak-tidak seharusnya kami yang minta maaf karena telah mengganggu perjalanan tuan muda." ungkap salah satu pasukan militer ramah.


" oiya perkenalkan saya Guan dan disamping saya Sarui, kami dari pasukan militer kerajaan Black Hole. sebelum nya kami ucap kan terimakasih dan sekali lagi maaf telah mengganggu juga merepotkan tuan muda" ungkap orang yang memperkenalkan diri sebagai Guan.


"Tuan muda kalau boleh tahu kami dengan siapa berbicara ini?" tanya Sarui sopan menundukkan kepala, meski terlihat sopan namun Zoan dapat melihat dari sorot matanya yang menandakan tidak menyukainya(Zoan).


"ouh iya perkenalkan saya Prozz " ungkap Zoan singkat hanya memberitahukan nama marganya.


"kalau boleh tahu kenapa kalian menemui ku?" tanya Zoan kembali penasaran.


"Emm, itu yang mulia raja ingin bertemu dengan sang penyelamat di kerajaan, mohon tuan muda berkenan " ungkap Guan ramah.


"Sudah kuduga, namun aku tak menyangka informan mereka bisa secepat ini mengetahui kehadiranku" batin Zoan.


"Baiklah saya akan mengikuti kalian " ungkap Zoan sambil menghela nafas berat, awalnya tak ingin melakukan hal ini karena dengan bertemu di kerajaan black hole sama saja Zoan melakukan hal yang mencolok dan yang paling ia takutkan adalah kerajaan Black Hole menjadi terkena imbas akibat kekesalan kelompok assosiasi pembunuh. yah, walaupun Memang saat ini sudah memasuki situasi kekacauan namun ia tak mau memperparahnya.

__ADS_1


Selain itu Zoan sedikit penasaran dengan apa alasan sang raja kerajaan Black Hole ingin bertemu dengannya, Zoan berharap ia dapat menemukan hal yang memuaskan terkhusus kompensasinya, Zoan memang tulus membantu menghabisi nyawa kelompok cabang asosiasi pembunuh itu, akan tetapi apabila ada tambahan untuk pemasukannya ia tak akan menolaknya.


Ia bukanlah sosok yang naif, ia merupakan pemuda yang sangat sulit ditebak jalan pikirnya. Semakin Zoan banyak melakukan pertarungan serta bertambahnya pengalaman makan hal itu juga akan mempengaruhi sudut pandang dan sifatnya.


__ADS_2