Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}

Legenda Pendekar Peniru {The Impersonator}
Episode 76 : Lembah Persik Kematian ll


__ADS_3

Zoan berjalan keluar sesaat setelah menguras semua hal dari ruangan tersebut baik itu berupa uang koin, senjata, teknik serta beberapa pil. Ia memasukan semua hal itu kedalam cincin ruang nya.


Setibanya Zoan di tempat dimana Jean,Cause, Zuab, intan, dan Jenita bertarung melawan para anggota asosiasi pembunuh yang tersisa, Zoan menghela nafas kecil ketika melihat tubuh manusia yang berserakan serta genangan darah berwarna merah segar menghiasi tempat tersebut. Ia berdiri sambil terus memperhatikan kerjasama para rekan-rekannya itu.


"Hem, kerja sama mereka bertiga boleh juga " gumam Zoan sesaat melihat ke arah pertarungan Jenita, intan dan Cause yang saling bekerja sama yang cukup memukau.


Pertarungan jean dan lainnya kini telah mendekati akhir, Zoan sendiri tidak berniat untuk membantunya. ia sengaja melakukan itu karena ingin melihat batas kemampuan rekan-rekannya dalam sebuah pertarungan, selain itu Zoan ingin memberikan pengalaman bertarung terkhusus bagi Jenita.


20 menit berlalu kini terlihat pertarungan jean dan lainnya telah usai. Baik Jean, Cause, Zuab, intan,maupun Jenita menghela nafas lega karena telah berhasil tidak membiarkan lolos musuhnya itu satu pun. Berbagai luka sayatan pedang serta darah bersarang dalam tubuh mereka, hal itu cukup wajar karena bagaimanapun jumlah mereka kalah jumlah dari pada sang musuh, serta yang terpenting adalah mereka tidak mengalami luka yang serius.


Untuk luka saya sendiri dapat disembuhkan dengan cukup mudah yaitu menggunakan Pill ataupun menggunakan energi spiritual yang dialirkan kedalam tubuh.

__ADS_1


Jean dan lainnya menghampiri Zoan yang saat ini terlihat berdiri di dekat tiang penyangga markas tepatnya didepan pintu markas asosiasi pembunuh yang nampak kurang dari 2 meter Jean dan lainnya melakukan pertempuran.


"Maaf lama, ketua " ungkap Zuab menyapa Zoan.


"Tak masalah, kalian sudah melakukan yang terbaik." ungkap Zoan sambil melambaikan tangan sebagai tanda untuk tak perlu memikirkan hal itu, terlihat juga di telapak tangannya muncul 1 botol yang didalamnya terdapat 10 butir pil.


"Beristirahatlah, serahkan sisanya pada ku dan bagikan pil didalamnya masing-masing dua buah butir " ungkap Zoan santai sambil memberikan 1 botol berisi 10 butir pil itu ke tangan Jean.


Jean pun mengangguk dan menerima botol tersebut. Baik Jean maupun rekannya yang terlihat sudah terbiasa dan tidak mempermasalahkan dengan sikap Zoan yang seperti itu, terlihat santai nan baik namun sebenarnya Zoan sendiri sangat menghawatirkan teman-temannya, serta serius ketika dalam sebuah keadaan tertentu seperti saat ini.


Waktu terus berjalan kini malam kembali menghampiri Zoan dan rekan-rekannya. Pada malam itu Zoan menceritakan informasi yang telah ia dapatkan dari ingatan sang komandan elit no 19. Zoan mengatakan bahwa esok hari tepatnya pagi-pagi buta akan berangkat ketempat kelompok cabang asosiasi pembunuh yang dipimpin oleh komandan elit no 20 berada yaitu di Lembah Persik Kematian.

__ADS_1


"Hmm, Lembah persik kematian! bukan kah itu berada di kerajaan Black Hole(Barat Laut)." ungkap Cause menanggapi ucapan Zoan.


"Ya... itu memang benar, kita akan melakukan rencana penyamaran, selain itu ada kemungkinan kerajaan Black hole kini sedang dalam keadaan genting. Maka dari itu kita harus lebih berhati-hati mulai besok." ungkap Zoan


Berteman kan api unggun serta beralaskan Padang pasir serta beratapkan langit yang dihiasi bulan dan bintang yang terus berkelap-kelip, Zoan dan rekan-rekannya berdiskusi santai namun serius.


Tak lupa juga mereka mengeluarkan beberapa makanan seperti roti kering, buah hutan serta beberapa daging daging kering yang telah diolah menjadi den-deng daging, sebagai pendamping diskusi mereka.


Keesokan harinya tepat pada pagi-pagi buta Zoan dan lainnya mulai berangkat menuju Lembah Persik kematian menggunakan teleportasi.


Beberapa detik kemudian Sebuah hembusan angin bercampur energi spiritual disebuah tebing yang mana ketika melihat kebawah terlihat sebuah hutan lebat sedikit berkabut. Dari balik hembusan angin yang bercampur energi spiritual itu muncul beberapa orang. Orang-orang tersebut menatap lurus kearah depan, mereka tak lain dan tak bukan adalah Zoan dan rekan-rekannya. Mereka kini telah sampai di Lembah persik Kematian lebih tepatnya perbatasan Desa Souso, yang merupakan daerah kekuasaan dari kerajaan Black Hole.

__ADS_1



ilustrasi di atas adalah Lembah Persik Kematian ketika dilihat dari atas sebuah tebing.


__ADS_2