LERINA

LERINA
Menemani


__ADS_3

Lerina merasakan tidurnya nyenyak malam ini. Ia bahkan tidak terbangun ditengah malam.


Apakah karena ada Edward di sini? Aku merasa sangat nyaman. Hangat dan..


oh....em....je....


Lerina terkejut mendapatkan tangan Edward sedang melingkar manis di pinggangnya. Ia hampir saja berteriak karena kaget namun ia akhirnya menguasai dirinya untuk tidak bersuara.


Perlahan, Lerina mengangkat tangan Edward dari pinggangnya, ia kemudian turun dari tempat tidur dan meletakan tangan Edward kembali ke atas bantal.


Apakah dia memeluk aku sepanjang malam? Bukankah selama ini selalu ada jarak yang sangat jauh diantara kami? Bagaimana bisa dia memelukku? Mengapa aku tidak terbangun saat ia memelukku?


Kepala Lerina penuh dengan banyak pertanyaan, sampai akhirnya ia memutuskan untuk mandi agar pikirannya menjadi jernih. Sesudah mandi ia segera turun ke bawa dan menemui Nana yang sedang menyiapkan sarapan.


"Cuaca sedang dingin dan nona keramas sepagi ini? Nanti sakit" ucap Nana penuh perhatian.


"Kepalaku agak sakit Nana. Makanya aku keramas di pagi ini" Lerina menjawab tanpa memandang Nana karena sebenarnya ia sedang berbohong.


"Duduklah. Aku akan siapkan coklat panas" kata Nana lalu memanaskan air.


"Sarapan apa yang Nana buat?"


"Nasi goreng. Itu yang tuan Edward minta semalam"


"Apakah sudah selesai?"


"Belum. Baru bumbunya yang saya siapkan"


"Boleh aku yang teruskan?"


Nana mengangguk "Tuan Edward tentu lebih senang jika nona yang siapkan"


Lerina segera menggunakan celemek dan mulai menyiapkan sarapan. Tak lupa dia tambahkan telur gulung dengan bumbu asam manis.


"Selamat pagi!"


Deg! jantung Lerina terasa berdetak lebih cepat mendengar suara Edward. Karena pelukan itu membuat Lerina agak malu jika harus bertatapan dengan Edward.


"Selamat pagi!" sapa Edward lagi melihat Lerina masih membelakanginya.


Lerina menoleh "Hai...Ed...kamu sudah bangun?" tanya Lerina sambil tersenyum.


"Ya. Aku mencium bau harum di sini yang membuat perutku terasa lapar" ujar Edward sambil memegang perutnya.


"Duduklah. Sarapannya sudah siap" Lerina segera menyiapkan piring dan alat makan lainnya sementara Nana segera meninggalkan dapur dan naik ke lantai dua untuk membersihkan semua ruangan yang ada di lantai dua. Kedua pelayan yang biasa membantunya hari ini berhalangan hadir karena ada keluarga mereka yang meninggal.


"Seperti biasa, ini sangat enak" puji Edward setelah memasukan suapan pertama ke mulutnya.


"Makasih. Oh ya Ed, apakah perutmu sudah terbiasa makan nasi di pagi hari?"


"Sepertinya. Aku sudah jarang sakit perut." kata Edward lalu melanjutkan lagi makannya.


Apakah dia sendiri tak tahu kalau tidur sambil memelukku? Mengapa dia kelihatan biasa saja seolah tak ada yang terjadi diantara kami ya? ish..., mungkin aku yang kegeeran. Edward pasti tak sengaja melakukannya.

__ADS_1


"Memikirkan sesuatu?" tanya Edward melihat Lerina yang termenung.


Lerina menggeleng "Kau makanlah. Aku mau siap-siap dulu ke kantor" Pamit Lerina lalu segera meninggalkan Edward sendiri.


Tak butuh waktu lama, Lerina sudah siap dengan setelan baju kantornya.


"Ini hadiah untukmu" kata Edward saat masuk ke dalam kamar dan membawa 2 paper bag.


"Terima kasih, Ed." Lerina langsung membukanya. Paper bag yang satu berisi mantel berbulu yang kelihatan mewah. Sedangkan paper bag yang satu lagi berisi gaun dengan tangan yang panjang.


"Sekarang sudah masuk musim dingin jadi kau memerlukan itu" ujar Edward


"Aku suka, Ed. Ini sangat indah."


"Pakailah ke kantor. Aku juga akan ikut ke kantor" kata Edward lalu masuk ke dalam walk in closet untuk mengganti bajunya.


**********


Setengah jam kemudian keduanya sudah berada di lobby kantor sambil bergandengan tangan.


saat keduanya sudah tiba di lantai atas, nampak Yura sudah ada di sana.


"Duh yang baru ketemuan....pasti semalam lembur ya sampai terlambat ke kantor" sindir Yura sambil menatap jam tangannya.


"Kami tidak terlambat sayang...., aku pikir kamu yang terlalu cepat datang" kata Lerina sambil menatap Yura dengan senyum menggoda.


Mereka bertiga pun tertawa bersama.


Edward yang masih menggenggam tangan Lerina menggeleng "Aku kan sudah menyerahkan tugas ini pada kalian jadi aku sengaja datang hari ini untuk menemani istriku yang cantik ini" lalu mencium pipi Lerina dengan gemas.


"Ah...jangan pamer kemesraan didepan jomblo, karena nanti akan merasa tersakiti" Yura pura-pura memegang kepalanya seakan merasa pusing.


"Ayo masuk sayang....!" Lerina segera menarik tangan Edward untuk masuk ke dalam ruangan.


Yura tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Saat ia kembali duduk, matanya langsung bertabrakan dengan mata Taeyung. Laki-laki itu sedang berdiri di depan pintu ruangannya dengan tatapan yang sulit untuk dimengerti.


Yura langsung menunduk dan pura-pura menatap layar komputernya pada hal ia tak mau melihat tatapan mata Taeyung yang seolah menusuk sampai kedalaman hatinya.


*******


Edward membuktikan kata-katanya. Ia memang hanya menemani Lerina tanpa menganggu gadis itu bekerja.


Sesekali Lerina menunjukan kemajuan penyelidikannya pada Edward. Dan Edward semakin kagum dengan kepintaran gadis itu.


Yura yang ada diluar sedang ditemani oleh Keyri dalam membuat file rahasia yang tidak bisa dibuka oleh siapaoun juga.


"Ed, kamu sudah lapar?" tanya Lerina saat ia melihat waktu sudah menunjukan pukul 12.30


Edward yang sedang menulis lagu baru, menatap sekilas ke arah Lerina "Apakah kamu juga sudah lapar?"


Lerina mengangguk.


"Baiklah. Kita makan di mana?"

__ADS_1


"Di kantin saja. Makanannya enak"


"Baiklah. Ayo kita ajak Keyri dan Yura juga." kata edward sambil berdiri.


Keduanya kembali bergandengan tangan saat keluar dari ruangan. Mereka pun segera mengajak Keyri dan yura untuk makan siang. Tepat di saat itu Grandy juga sudah menungguh Yura di depan pintu masuk kantin.


Kali ini mereka makan berlima sambil tertawa lucu saat Grandy dan keyri bercerita.


Tak jauh dari situ nampak Taeyung yang sedang makan siang sendiri karena Nula entah kenapa tidak masuk kantor hari ini.


Melihat canda tawa mereka membuat Taeyung merasa sepi karena tak ada yang menemani. Hatinya kembali menjadi gundah karena melihat keakraban Yura dan Grandy.


Selesai makan siang, mereka pun kembali ke ruangan.


"Ed, kalau kamu capeh, kamu bisa pulang" kata Lerina saat Edward dilihatnya tidur di atas sofa.


"Aku di sini saja. Aku takut nanti Calvin akan memcari kesempatan menemuimu. Kamu pasti akan kembali sedih saat melihatnya" kata Edward sambil terus memejamkan matanya.


Lerina menatap Edward yang sepertinya sudah mulai lelap dalam tidur siangnya.


Wajah tampan itu nampak tenang dengan napas teratur.


Mengapa dia sepertinya memang ingin menjagaku? Dia bahkan rela hanya duduk saja tanpa melakukan apa saja. Ada apa dengan hatiku? Mengapa aku bergetar setiap kali mendengar kata-katanya yang selalu ingin menegaskan bahwa dia sangat peduli padaku? Begitu patah hatikah aku sampai perhatian seperti ini membuatku bergetar?


Lerina meletakan pulpen yang dipegangnya. Ia menyandarkan kepalanya disandaran kursi kerjanya. Beberapa kali ia menarik napas panjang dan membuangnya secara kasar.


"Kau sedang ada masalah?" tanya Edward


Lerina kaget melihat Edward yang sudah duduk di sofa sambil menatapnya.


"Kau sudah bangun?"


"Aku tidak tidur. Makanya aku bisa mendengar caramu membuang napas dengan berat. Something happen?" tanya Edward dengan tatapan mata yang begitu meneduhkan hati.


"Tidak" Lerina buru-buru menggeleng lalu mengambil kertas yang ada di depannya dan membacanya secara acak.


"Le, ayo ke sini!" ajak Edward sambil menepuk tempat kosong yang ada di sampingnya.


Lerina entah mengapa mengikuti keinginan Edward. ia berdiri dan berjalan menuju ke tempat Edward lalu kemudian duduk disampingnya.


"Ada apa, Ed?"


"Mari bersantai sejenak. Jangan terlalu serius bekerja." kata Edward dan tanpa diduga ia membaringkan tubuhnya dipangkuan Lerina.


Lerina sedikit terkejut dengan tindakan Edward.


"Untuk sesaat, aku ingin menikmati moment ini dalam sandiwara kita.." katanya lalu kembali memejamkan matanya.


Lerina terkejut. Ya Tuhan..ada apa ini????


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTARI DAN VOTE NYA


😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2