
Pandangan mata biru Edward dan mata coklat Jesica bertemu. Detak jantung keduanya sama-sama berbunyi sangat cepat.
Jesica sudah 1 bulan ini dekat dengan Edward. Mereka bertemu karena Jesica sedang melakukan tugas magang kuliahnya di Kim Corporation.
"Bagaimana? Kau mau menjadi pacarku?" tanya Edward kembali. Tatapan mata yang penuh harap.
Edward jatuh cinta pada pandangan pertama. Saat melihat Jesica yang berdiri diantara beberapa mahasiswa magang lainnya,. Edward langsung meminta Keyri untuk menempatkan Jesica di staf wakil direktur 2.
Edward yang jarang masuk kantor, tiba-tiba saja menjadi rajin. Ia sungguh tak tahan bila sehari saja tak melihat Jesica.
Gadis cantik yang tinggi semampai, dengan rambut berwarna coklat sebahu, sangat membuat malam-malam Edward dilanda gelisah. Jesica adalah tipe gadis yang selama ini Edward inginkan. Makanya setelah satu bulan perkenalan itu, Edward tak dapat tahan lagi untuk mengungkapkan perasaannya.
"Tapi Tuan, aku hanyalah seorang mahasiswa biasa sedangkan tuan adalah seorang artis terkenal. Dari keluarga konglomerat yang ada di Korea ini. Apakah aku pantas untuk menjadi pacar tuan?" tanya Jesica sambil tertinduk malu.
Edward sangat gemas melihat wajah Jesica yang merona itu. Ia memangkas jarak diantara mereka dan langsung meraih kedua tangan gadis itu untuk ada dalam genggamannya.
"Aku mencintaimu tanpa melihat latar belakang kehidupanmu. Kau cukup mencintaiku dengan segenap hatimu, selebihnya, biar aku yang menghadapinya"
Jesica mengangguk. Edward langsung memeluknya dengan erat.
"Terima kasih sayang..." Edward bahagia Jesica menerima cintanya. Ia mencium harum rambut Jesica dengan hati yang berbunga-bunga.
"Sama-sama, tuan. Terima kasih juga karena sudah mencintaiku"
Edward melepaskan pelukannya. Ia memegang kedua pipi Jesica dengan tangannya.
"Jangan panggil aku, tuan. Panggil saja namaku atau panggil aku sayang"
"Baiklah Ed"
Edward tak tahan lagi. Ia langsung mencium bibir manis Jesica dengan penuh rasa cinta.
Jesica agak terkejut menerima ciuman itu namun ia segera menyesuaikan dirinya, perlahan ia membalas ciuman Edward walaupun awalnya agak kaku namun akhirnya mereka bisa saling berbagi rasa dalam ciuman pertama sebagi pasangan kekasih.
Edward menjadi budak cinta bagi Jesica. Kemanapun ia pergi, ia ingin Jesica ada di dekatnya. Walaupun Jesica bukanlah pacar pertama Edward namun Jesica adalah satu-satunya pacar yang diakui Edward dalam beberapa sesi wawancara di stasiun TV terkenal.
Beberapa sindiran netizen tak Edward perdulikan menyangkut keluarga Jesica yang berasal dari keluarga yang biasa saja. Termasuk juga ketika Ryun Ong menentang hubungan mereka.
"Kim Taehung....!" Ryun Ong memanggil nama Korea Edward ketika anaknya itu pulang ke mansion malam itu.
"Ada apa, dad?"
"Putuskan hubunganmu dengan gadis itu!"
"Kenapa, dad? Apakah karena dia berasal dari keluarga miskin? Aku mencintai Jesica dan aku tak butuh restu daddy untuk menikah dengannya!"
Ryun Ong membanting gelas yang ada ditangannya "Kamu....! "
"Aku bukan Taeyung yang dapat daddy atur hidupnya"
__ADS_1
"Baik. Jika kamu masih bersama gadis itu, aku akan mencoretmu dari ahli warisku nanti" ancam Ryun Ong.
"Aku tak peduli !. Hari ini juga aku keluar dari rumah ini." kata Edward dan langsung pergi. Ia tak peduli dengan teriakan Ryun Ong yang menyuruhnya kembali.
**********
Di villa keluarga Kim, Edward sedang duduk di tepi air terjun. Jesica yang melihat kekasihnya itu segera turun ke bawa dan memeluk Edward dengan penuh kasih.
"Sayang, aku bangun dan tak menemukanmu."
Edward memeluk Jesica dan menariknya sehingga gadis itu duduk dipangkuannya.
"Aku tahu kamu pasti lelah." kata Edward dengan tatapan yang menggoda.
Jesica tersipu. Semalam, ia telah menyerahkan kesuciannya pada Edward. Mereka bahkan tertidur dalam keadaan polos.
"Apakah masih sakit?" tanya Edward dengan penuh kasih sayang sambil membelai wajah cantik kekasihnya itu.
"Sedikit." jawab Jesica sambil tertunduk malu.
Edward meraih dagu Jesica. Menghadiahkan sebuah kecupan manis dibibir Jesica.
"Aku sudah menemukan apartemen untuk kita. Besok saat kita pulang, kemasilah barang-barangmu dan tinggalah bersamaku"
"Baiklah. Bagaimana dengan keluargamu?"
"Aku tak butuh harta kekayaan keluarga Kim. Penghasilanku dan uang tabunganku dapat memenuhi semua kebutuhan hidup kita dan juga keluargamu. Aku hanya butuh cintamu untuk bisa terus menjalani kehidupan ini" kata Edward dengan penuh keyakinan.
"Aku lebih mencintaimu lagi" Edward menghapus air mata Jesica.
"Ed....kita berenang?" tanya jesica
"Boleh. Tapi aku juga ingin bercinta di bawa air terjun itu!" ujar Edward dengan gaya sensualnya.
Jesica sedikit terkejut namun ia tak menolak saat Edward sudah membuka kancing bajunya.
*********
Ternyata keyakinan Edward akan kuatnya ikatan cinta Jesica berbanding terbalik dengan kenyataan yang ia terima.
Malam itu, saat Edward baru pulang konser selama 3 hari dari Singapura, ia berlari memasuki apartemennya dengan kerinduan yang sangat mendalam. Ia sudah tak tahan ingin memeluk dan mencium gadis pujaannya.
Namun saat pintu apartemen terbuka, Edward terpana melihat Jesica sedang menungguhnya dengan 2 koper yang sudah siap di sampingnya.
"Sayang...kau mau bepergian?" tanya Edward sedikit bingung. Ia mendekati Jesica namun gadis itu tiba-tiba berdiri dan menjauhi Edward.
"Je...ada apa?" tanya Edward tak terima dengan sikap dingin Jesica.
"Aku ingin kita berpisah"
__ADS_1
"Apa? Tapi kenapa....sayang...katakan apa masalahnya?" Edward mencoba meraih tangan Jesica namun Jesica mundur lagi dan tak membiarkan Edward menyentuhnya.
"Aku tak ingin lagi bersamamu"
Edward menggeleng. "Pasti ada yang salah! Katakan padaku ada apa? Kita bisa mencari solusinya bersama" Edward terlihat frustasi.
"Terimalah, Ed. Kita tak bisa bersama lagi"
Edward berhasil memeluk Jesica dengan erat. Hatinya tak jika Jesica akan meninggalkannya.
"Jangan pergi, Je. Aku tak bisa tanpamu. Aku akan mati tanpamu" tangis Edward. Ia tak peduli seandainya ada yang menganggapnya cengeng.
Jesica malam itu membiarkan Edward memeluknya. Membiarkan Edward menahan langkahnya. Mengijinkan Edward menyentuhnya dengan luapan kerinduan. Namun saat pagi datang, Edward terbangun dan tak menemukan dia lagi. Jesica meninggalkannya tanpa ada pesan apapun.
Semua yang pernah Edward belikan untuknya ditinggalkannya. Termasuk mobil mewah yang Edward hadiahkan dihari ulang tahunnya.
Jesica menghilang. Edward bahkan tak bisa menemukannya di manapun termasuk di rumah keluarganya. Keluarga Jesica secara tiba-tiba pindah dari sana.
Edward sangat hancur dan hampir gila karena tak bisa menemukan pujaan hatinya. Sampai akhirnya, 2 minggu setelah itu Nana memberitahukan bahwa Ryun Ong sudah mengumumkan pernikahannya dengan Jesica.
Bagaikan disambar petir Edward mendengar kabar itu. Ia langsung pergi ke rumah papanya dan menemukan Jesica ada di sana sedang melayani papanya makan malam.
Emosi Edward tersulut.Ia bahkan tak segan melayangkan beberapa pukulan pada papanya. Hatinya telah membeku. Ia memutuskan untuk membuang nama Taehung dalam hidupnya dan kembali menggunakan nama pemberian mamanya yaitu Edward.
Dalam keadaan hancur dan tak berdaya, Ben Aslon menjemput Edward dengan pesawat pribadinya.
Kasih sayang dan perhatian Alicia Aslon, mamanya Ben, membuat luka hati Edward sembuh. Apalagi saat ia mendapatkan pencerahan dari seorang pendeta.
Edward berhasil bangkit dari masa lalunya. Ia menata hidupnya sekalipun tak ditemani Jesica, wanita yang sangat dipujanya.
Dia kembali ke Seoul dengan pribadi yang baru. Ia juga kembali ke posisinya sebagai wakil direktur 2. Ia bersyukur karena kesetiaan Keyri padanya membuat segalanya berjalan baik.
Edward pun menanti warisan ibunya yang akan diberikannya padanya saat usianya mencapai 28 tahun.
Dan Lerina, menjadi alat Edward untuk mencapai tujuannya kembali ke Seoul. Bahkan menjadi alat bagi Edward untuk membalaskan sakit hatinya pada Jesica.
************
Tatapan mata biru dan coklat itu kembali beradu. Edward tak bisa menyangkalnya bahwa pesona Jesica masih seperti dulu.
Edward harus mengakui bahwa Jesica memang memiliki kecantikan yang luar biasa.
"Memangnya, apa yang akan kamu lakukan jika aku masih memikirkanmu?"
Pertanyaan Edward membuat Jesica tersentak. Matanya yang bersinar indah, semakin memancarkan kecantikannya.
Apakah saat ini Edward sudah memaafkannya? Haruskah ia mengatakan kebenaran yang selama ini membuatnya terikat pada Kim Ryun Ong?
Akankah Edward menerima alasannya? Masih adakah harapan ia mendapatkan lagi cinta terbesar dalam hidupnya??
__ADS_1
TERIMA KASIH SUDAH BACA BAGIAN INI
JANGAN LUPA KOMENTARNYA DAN TANDA JEMPOLNYA YA.....