LERINA

LERINA
Perih


__ADS_3

"Maaf ya...." ujar Jesica sambil menundukan kepalanya.


Taejung yang melihatnya hanya tersenyum sinis. Ia berdiri dan segera meninggalkan meja makan itu.


Yura yang melihat suaminya pergi pun segera berdiri dan menyusulnya.


"Kalian tidak berbulan madu?" tanya Ryun Ong.


"Bukankah kau meminta kami untuk tinggal di sini selama satu bulan? Jadi biarlah kami di sini karena aku juga sedang menyelesaikan albumku" ujar Edward.


"Sayang coba ini. Enak..." Edward menyodorkan sumpit yang dipegangnya.


Agak ragu Lerina menerima makanan yang disodorkan oleh Edward.


"Enak?"


Lerina mengangguk.


"Mulai besok, aku mau sarapanku disiapkan olehmu" kata Edward.


Lerina hanya mengangguk lagi. Ia sekilas menatap Jesica yang masih duduk dengan wajah yang terlihat menahan emosinya.


"Setelah makan, kau ke ruanganku, Edward" ujar Ryun Ong lalu meninggalkan meja makan.


"Baiklah"


Ryun Ong meninggalkan meja makan. Namun Jesica masih tetap duduk.


"Kalau aku menemui papa, kau boleh menungguhku di taman. Soalnya percakapan kami mungkin agak lama. Atau kalau bosan, tunggulah aku di kamar kita sambil beristirahat karena aku telah membuatmu sangat lelah semalam" Edward berdiri, mengecup kepala Lerina lalu segera menuju ke ruangan papanya.


Lerina menyelesaikan sarapannya, ia bermaksud akan pergi tapi ucapan Jesica menahannya.


"Berapa Edward membayarmu?"


Dahi Lerina berkerut. Ia tahu ada nada cemburu di sana "Apa maksudmu ibu mertua?"


"Jangan panggil aku dengan sebutan ibu mertua." kata Jesica kurang suka.


"Katakan, berapa Edward membayarmu untuk berpura-pura menjadi istrinya?" tanya Jesica lagi.


Lerina tersenyum. Wah, ibu mertuaku ini mau mengajakku berperang? Jangan kau pikir kalau aku adalah wanita lemah yang bisa kau pengaruhi dengan tatapanmu itu, ya, batin Lerina.


"Apa maksudmu pura-pura? Bukankah kau sendiri melihat bahwa pernikahan kami benar-benar dilakukan?"


"Edward tak mungkin akan mencintai gadis lain selain diriku"


"Oh....itu masalahnya? Aku tak mungkin akan menikahi Edward kalau tak yakin dengan cintanya."


"Kamu bukan tipe wanita yang biasa kencan dengan Edward. Para mantan Edward yang dulu adalah gadis yang tinggi, yang memiliki bodi seperti foto model. Edward suka gadis feminim. Bukan yang tomboy sepertimu"


Lerina tersenyum "Apakah anda lupa kalau cinta bisa mengubah segalanya, ibu mertua? Bahkan cinta dapat mengubah prinsip hidup seseorang." Lerina berdiri.


"Nana.....!" panggilnya.


Nana mendekat "Ya nona......"


"Kalau suamiku mencari aku, katakan kalau aku ada di taman. Mencari udara segar karena di sini sangat sumpek" Lerina meninggalkan Jesica dengan senyum manisnya.


"Ada apa nyonya? Kau kelihatan kesal?" tanya Nana

__ADS_1


"Tutup mulutmu!" Jesica segera pergi ke kamarnya. Perasaannya sangat perih.


Edward.....aku masih sangat mencintaimu. Aku tak bisa membayangkan kau tidur dengan wanita itu. Tak mungkin cintamu padaku sudah hilang. Aku akan berusaha memisahkanmu dengan gadis jelek itu, guman Jesica sambil mengepalkan tangannya.


Di dalam ruangan Ryun Ong.....


Edward duduk berdampingan dengan kakaknya.


Taejung pun menjelaskan tentang laporan keuangan perusahaan.


Edward kelihatan sedikit kurang nyaman.


"Belajarlah dari Taejung supaya kau mengerti perusahaan ini. Saham yang ditinggalkan ibumu sangat banyak. Kau bahkan bisa menjadi presiden direktur dengan jumlah sahanmu itu" kata Ryun Ong.


Wajah Taejung kelihatan tidak suka.


"Aku akan baca laporan keuangannya di kamarku saja. Rasanya sudah lama aku membiarkan istriku sendiri" Edward langsung berdiri lalu meninggalkan ruangan kerja papanya.


"Abonim, kau lihat sendiri kan? Edward tidak cocok menggantikanmu selaku presiden direktur. Dia hanya tertarik dengan dunia musik" kata Taejung


"Kita lihat saja nanti." kata Ryun Ong sambil menyalahkan cerutunya.


Edward yang keluar dari ruang kerja ayahnya langsung menuju ke ruang makan.


"Nana, dimana istriku?" tanya Edward.


"Di taman, tuan"


"Tolong simpan mapfile ini di kamar ya..." Edward menyerahkan laporan itu kepada Nana dan segera menuju ke taman.


Di depan pintu, ia berpapasan dengan Jesica.


"Lepaskan tanganmu. Kalau ada yang melihat akan salah sangka." Edward menarik tangannya.


"Ed, jangan siksa aku seperti ini. Aku cemburu melihatmu. Aku tak bisa membayangkan kamu bersama wanita itu"


"Dia istriku. Aku mencintainya. Aku menginginkannya untuk menjadi ibu bagi anak-anakku. Dia mungkin tak seperti kamu namun, dia sangat memuaskanku di ranjang. Aku suka itu" Edward tersenyum senang lalu meninggalkan Jesica yang nampak sangat kesal. Mata perempuan itu bahkan berkaca-kaca karena sakit yang dia rasakan di hatinya.


Edward..., andaikan kau tahu, batinnya perih.


************


Senyum Edward mengembang melihat Lerina sedang berdiri di depan kolam ikan. Rambut panjangnya sudah tak diikat lagi.


"Jangan menolak. Ada cctv di sini" bisik Edward sambil memeluk Lerina dari belakang.


"Ed, aku....." kalimat Lerina terhenti karena Edward tiba-tiba saja memncium pipinya.


"Aho, kita pergi ke kamar. Karena kemana pun kita melangkah di taman ini, semua gerakan kita dapat dipantau"


Edward melepaskan pelukannya. Lalu meraih tangan Lerina dan menggenggamnya erat. Keduanya melangkah memasuki mansion.


Saat melewati ruang tamu nampak Ryun Ong dan Jesica sedang minum kopi bersama.


"Nana....jangan ganggu kami sampai jam makan siang ya..." ujar Edward sengaja suaranya dikeraskan.


Keduanya melangkah menaiki tangga sambil tersenyum senang.


Yura yang berdiri di depan kamarnya pun tersenyum melihat pasangan itu yang melewatinya.

__ADS_1


**********


Sementara itu dibelahan kota Jakarta, nampak seorang pria muda sedikit frustasi mengetuk pintu sebuah kamar kost yang sederhana. Dia adalah Calvin.


"Nak Calvin?" sapa pak Yanto sang pemilik kost.


"Pak, Lerina kemana ya? Dari kemarin aku mencarinya namun dia tak ada. Hp nya.juga sudah tak aktif lagi."


"Oh....neng Lerina sudah tidak tinggal di sini"


"Dia ke mana pak?"


"Wah, saya nggak tahu, tuan. Awalnya Lerina pamit mau ke Korea, sekitar 2 minggu yang lalu. Setelah itu, 2 hari yang lalu datang 2 orang laki-laki, mereka mengatakan kalau neng Lerina akan pindah sehingga . Saat saya tanya pindah ke mana, 2 laki-laki itu tak menjawab. Mereka hanya ditugaskan untuk mengosongkan kamar kost ini. Saya bahkan diberikan uang bayaran yang lebih."


Calvin terpana. Lerina ke Korea? 2 minggu yang lalu kan saat aku menikah dengan Jesica. Apakah dia tahu? Bukankah mama dan papa sudah berjanji untuk merahasiakan pernikahan ini?


Calvin langsung pamit dengan kepala yang terasa berat. Kemana kamu sayang?....Aku sangat merindukanmu.


***********


Selesai makan malam, Keyri menemui Edward. Lerina memilih kembali ke kamarnya dan memilih menonton TV.


Tak lama kemudian Edward masuk dan membawakan sebuah paper bag.


"Ini hp untukmu" Edward menyodorkan paper bag itu dan ikut duduk bersama Lerina di sofa.


"Terima kasih" Lerina menerimanya dengan senang hati.


"Nomorku dan Keyri ada di dalam. Kau dapat menghubungi kami jika sedang tak bersama kami"


Lerina hanya mengangguk tanpa menoleh ke arah Edward. Dia sibuk dengan hp barunya. Ia kembali mengaktifkan akun FB dan Instagramnya.


Lerina terkejut melihat banyak sekali pesan yang dikirimkan Calvin untuknnya dihalaman inbox masanggernya.


*sayang, kamu dimana? Mengapa hpmu nggak aktif dan kamu nggak ada di tempat kost?


sayang, jangan buat aku ketakutan begini. Aku hampir gila karena tak bisa menemukanmu*


Mata Lerina tak bisa lagi membaca pesan-pesan itu. Tanpa sadar ia berguman.


"Dasar kamu gila....aku benci kamu..Pembohong"


Edward yang tak mengerti dengan apa yang diucapkan Lerina, hanya menatap cewek itu dengan bingung.


"Ada apa?"


Lerina menggeleng. Namun ia tak bisa menahan air matanya. Rasa sakit itu kembali memenuhi rongga dadanya. Tangisnya bahkan semakin dalam.


Edward menepuk pundak gadis itu dan mencoba memberikan ketenangan padanya.


Lerina tanpa sadar memeluk Edward. Ia menangis sangat kencang didada Edward.


"Menangislah, keluarkan semua yang kau rasakan supaya tak menumpuk didada"


Lerina semakin mengeratkan pelukannya. Bayangan wajah Calvin berusaha di tepisnya.


#makasi sudah baca part ini.


#Like dan komentar jika suka ya....

__ADS_1


__ADS_2