
Semua sudah duduk di dalam pesawat Jet milik keluarga Kim. Pesawat ini bisa menampung 20 orang penumpang, memiliki 2 kamar tidur, 2 toilet dan dapur yang luas.
Tempat duduknya pun tidak sama. Ada 10 tempat duduk seperti ruang penumpang VVIP pesawat komersial dan 10 lainnya tempat duduk yang bisa sekaligus juga di jadikan tempat tidur.
Ada 2 orang pilot dan 2 pramugari yang akan melayani mereka selama perjalanan.
Bi Yun, Nana dan beberapa bodyguart lainnya sudah berangkat lebih dulu 2 hari yang lalu untuk menyiapkan segala sesuatu di sana.
Setelah pesawat tinggal landas, Ryun Ong langsung memilih beristirahat di kamar ditemani oleh Jesica. Sedangkan Taeyung memilih untuk tidur di tempat duduknya sementara Yura yang duduk di sampingnya sedang asyik dengan novel yang ada ditangannya.
Dan Edward, dia sedang asyik bersandar di pundak Lerina. Keduanya sedang menonton video-video lucu dari hp yang dipegang oleh Edward.
Sesekali Edward mencium pipi atau tangan Lerina yang dipegangnya.
Jien menatap Edward dan Lerina yang memang duduk berhadapan dengan mereka.
Saat ia menoleh ke samping menatap Calvin, lelaki itu nampak memejamkan matanya. Jien menyangkah kalau Calvin memang sudah tertidur namun Calvin sebenarnya pura-pura memejamkan matanya karena ia tidak tahan melihat kemesraan Edward dan Lerina.
Pramugari datang membawa minuman dan makanan ringan.
"Kamu mau makan sayang?" tanya Edward.
"Aku tak lapar, Ed. Aku hanya mengantuk saja" kata Lerina sedikit manja. Sebenarnya ia tak tahan juga harus duduk berjam-jam lamanya dan berhadapan dengan Calvin.
"Ada yang mau pakai kamar nggak?" tanya Edward.
Yura menggeleng. Demikian juga Jien.
"Ayo sayang..!" Edward mengajak Lerina untuk masuk ke kamar. Ketika mereka akan masuk ke kamar, nampak Jesica baru keluar dari kamar yang satu. Ia langsung membuang muka karena melihat Edward dan Lerina yang begitu mesranya saling bergandengan tangan.
Saat pintu kamar tertutup, Lerina langsung membaringkan tubuhnya. Tanpa ia duga, Ed pun berbaring di sampingnya Lerina sambil memeluknya erat. Lerina sangat menikmati pelukan itu.
***********
Sepanjang jalan yang terlihat adalah hamparan salju yang menutupi jalanan dan pohon cemara. Lampu-lampu yang sudah mulai dinyalahkan karena hari hampir malam.
Ada 3 mobil hitam sejenis Pajero yang menjemput mereka. Edward dan Lerina duduk di bangku paling belakang, membiarkan Jien dan Calvin yang memilih ada di deretan bangku kedua.
"Kita akan ke kota kecil di kaki bukit. Namanya kota Engelberg. Kami punya sebuah rumah musim dingin di sana." kata Edward saat mobil sudah berjalan dan Lerina nampak antusias melihat ke luar kaca mobil.
Calvin yang mendengar itu semakin menekan rasa di hatinya. Ia ingat, Lerina dulu selalu ingin datang ke Swiss. Baginya Swiss adalah tempat romantis bagi orang yang sedang jatuh cinta.
Calvin dulu pernah berjanji, jika dia dan Lerina menikah, mereka akan datang ke Swiss. Dan kini mereka bersama dalam sebuah mobil untuk menikmati indahnya negara Swiss namun Lerina bersama dengan lelaki lain.
Mereka akhirnya tiba di Engelberg. Kota kecil yang cantik. Mobil mengantar mereka ke sebuah mansion yang letaknya agak menyendiri dari rumah penduduk lainnya. Ada pagar yang besar dan taman yang dipenuhi salju menyambut mereka.
Bi Yun, Nana, dan 2 orang pelayan yang memang tinggal di mansion ini menyambut mereka di depan pintu masuk.
__ADS_1
Saat memasuki mansion, Edward yang memegang tangan Lerina mempererat tautan jemari mereka. Lerina mengerti apa yang Edward rasakan.
"Aku bersamamu, Ed!" bisik Lerina.
Saat mereka sudah berada di ruang tengah, seorang wanita tua berusia sekitar 50 tahun menyambut mereka.
Ia memeluk Edward dengan penuh kasih dan mencium pipi Ed secara berulang-ulang dengan deraian air mata.
Lerina sedikit tertegun karena tak mengerti dengan bahasa yang digunakan oleh wanita bertubuh gembul itu.
"Honey, this is Ross. Dia adalah penjaga mansion ini. Dia sudah 30 tahun menjaga mansion ini." kata Edward memperkenalkan Lerina dengan Ross.
Ross mengangkat bahunya meminta penjelasan dengan tatapan matanya.
"Ross, this is my wife" kata Edward sambil melingkarkan tangannya di bahu Lerina.
"Oh...lei è molto bella!" kata Ross sambil memegang pipi Lerina dan menghadiah ciuman hangat di sana.
"Apa artinya, Ed?" tanya Lerina.
"you are very beautiful" kata Edward.
Ross mengangguk, menyetujui apa yang Edward ungkapkan membuat Lerina sedikit merona.
Setelah memberi salam pada tamu yang lain, Ross langsung menggiring mereka ke meja makan yang memang sudah tersediah aneka makanan yang lezat.
"tuo padre che ha chiesto diessere rinnovato (papamu yang meminta untuk direnovasi)" Kata Ross saat melihat Edward sedikit bingung dengan letak ruang makan yang sudah berubah.
Ada sebuah rasa yang menghentak hati Edward. Ia tak menyangkah papanya akan melakukan ini untuk menghilangkan rasa trauma yang Edward alami karena dia sendiri yang pertama kali menemukan mayat Anastasya di dapur pagi itu.
Selesai makan malam bersama, mereka pun segera masuk ke kamar masing-masing yang telah disiapkan. Hanya ada 2 kamar di lantai satu, yaitu kamar yang ditempati oleh Ryun Ong dan Jesica, dan juga kamar yang ditempati oleh Ross. Para pelayan disiapkan kamar di rumah kecil di belakang mansion. Mereka akan bertugas sampai jam 9 malam setelah itu kembali ke rumah belakang.
Di lantai 2 ada 5 kamar yang tersedia. Namun sebagaimana instruksi Ryun Ong bahwa hanya 3 kamar yang disiapkan.
Yura nampak bingung. Ia berdiri di depan pintu kamar dan menatap pintu yang masih terbuka itu sementara Taeyung sudah masuk ke dalam.
Apakah aku harus satu kamar dengan Taeyung? Apakah sebaiknya aku meminta Ross menyiapkan satu kamar? Tapi Ross pasti akan banyak bertanya.
"Apakah kau akan tetap disitu?" tanya Taeyung membuyarkan lamunan Yura.
Ia pun masuk perlahan dengan kaki yang seperti diseret.
Matanya langsung menyelusuri isi kamar itu. Ada sebuah ranjang yang lumayan besar. Cukuplah untuk 2 orang. Ada TV dan 2 single sofa dengan sebuah meja bulat yang ada diantara sofa itu. Sebuah lemari pakaian yang nampak menyatu dengan dinding, dan sebuah meja rias dengan kaca yang besar.
Ya ampun, mengapa hanya ada single sofa yang ada di kamar ini? Apakah aku harus tidur diranjang yang sama dengan Taeyung?
Perasaan Yura langsung jadi tak enak mengingat sikap Taeyung yang sedikit berbeda padanya akhir-akhir ini.
__ADS_1
Tanpa bicara, Yura langsung membuka kopernya dan mengatur pakaiannya di dalam lemari. Ia juga membuka koper Taeyung dan mengatur pakaian Taeyung di dalam lemari.
Setelah itu Yura mengambil celana panjang dan sweaternya dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.
Saat ia keluar, Taeyung pun masuk ke kamar mandi untuk melakukan hal yang sama dengan Yura.
Kesempatan itu digunakan Yura untuk segera naik ke atas tempat tidur, mematikan lampu baca yang ada di dekatnya, menarik selimut dan segera memejamkan matanya. Sejujurnya Yura sangat lelah karena ia sama sekali tak bisa tidur selama hampir 11 jam perjalanan. Taeyung yang duduk di sampingnya dengan seenaknya saja membaringkan kepalanya dibahu Yura. Dan Yura tak bisa memukul kepala Taeyung seperti yang diinginkannya karena di sana ada Jien dan para pramugari yang bolak balik menawarkan makanan dan minuman.
Taeyung yang keluar dari kamar mandi tak dapat menahan tawanya melihat Yura yang sudah membaringkan tubuhnya dan tidur membelakangi dirinya dengam posisi yang hampir jatuh karena berada ditepi ranjang.
Dasar bodoh! Mengapa tidurnya seperti itu? Apakah dia tak takut jatuh?
Taeyung mendekati sisi tempat tidur tempat Yura berbaring. Ia ingin membangunkan perempuan itu namun ia menghentikan gerakan tangannya yang hendak menyentuh pundak Yura.
Yura nampak sudah lelap dengan napas yang teratur. Bahkan terdengar dengkuran halus.
Taeyung memandang wajah Yura dengan sangat dekat. Selama ini ia menutup matanya terhadap perempuan yang sudah menjadi istrinya selama 4 tahun ini. Dia baru menyadari bahwa Yura sangat cantik walau tanpa make up.
Hidung kecilnya yang walaupun tak terlalu mancung namun nampak selaras dengan bentuk mata dan bibir mungilnya.
Tangan Taeyung terulur dan menyentuh wajah mulus itu. Ya Tuhan, mengapa aku baru menyadari kalau dia sangat cantik ? Dan mengapa hatiku bergetar saat menatap wajahnya?
Taeyung menunduk sambil menyatukan bibir mereka. Yura nampak berguman tak jelas seolah ia merasa kalau ada yang menganggu tidurnya.
Tidurlah manis....
Taeyung mencium dahi Yura lalu ia sendiri berputar ke sisi yang lain dan bergabung dengan Yura di ranjang yang sama.
******
Lerina bangun karena tenggorokannya terasa kering. Ia tak menemukan Ed ada di kamar itu. Memang tadi selesai ganti pakaian, Ed mengatakan ingin menemui Ross karena ia sangat rindu dengan wanita gembul itu. Ross adalah wanita asal Italia dan karena dialah Ed bisa menguasai bahasa Italia dengan sangat baik. Saat Ed mengajaknya untuk bertemu Ross, Lerina memilih untuk tetap ada di kamar karena ia tak ingin bertemu dengan Calvin dan juga dia sudah mengantuk.
Ed sempat menceritakan kalau mansion ini adalah warisan ibunya. Dulu mereka selalu datang ke swiss setiap liburan sekolah. Mamanya sangat menyukai tempat ini karena mansion ini adalah warisan kakeknya. Cicilia Aslon, yang adalah adik dari Harry Aslon (papanya Ben di cerita My Best Photo) menghabiskan masa kecilnya dan masa remajanya di sini.
Lerina menatap jam dinding yang sudah menunjukan pukul 1.30. Lerina memutuskan untuk turun ke bawa dan mencari air putih untuk menghilangkan dahaganya. Tangga dari lantai 2 ini langsung terhubung dengan ruang keluarga.
Lampu ruang tamu dan ruang tengah sudah dimatikan. Namun tak membuat ruangan gelap gulita karena ada lampu sudut yang menyala. Lerina melangkah ke arah dapur. Namun di dekat pintu langkahnya terhenti. Ia mendengar ada suara perempuan yang menangis dan terdengar suara Ed yang berusaha menenangkan.
Lerina mengintip sedikit dan melihat kalau Jien sedang duduk di dekat meja makan yang ada di dapur itu dan disampingnya ada Edward.
Lerina memutuskan untuk pergi dan membiarkan Ed dan Jien bicara. Namun langkahnya terhenti saat ia mendengar namanya disebut oleh Jien.
"Ed, sikap Calvin padaku mulai terasa berbeda semenjak ia ketemu Lerina di hari ulang tahunmu. Menurutmu, apakah Calvin dan Lerina pernah punya hubungan di masa lalu?"
Lerina merasakan aliran darahnya seakan berhenti mengalir. Apakah Jien mencurigai sesuatu???
#Makasih sudah baca part ini
__ADS_1
#Jangan lupa like, koment dan vote ya...