LERINA

LERINA
Maaf


__ADS_3

Lerina turun dari mobil dengan wajah sedih. Ia menjadi malas untuk bekerja. Namun saat berpapasan dengan para pegawai, ia memaksakan sebuah senyum.


Saat pintu lift terbuka, nampak Keyri keluar dan membuat Lerina mengurungkan niatnya untuk masuk.


"Keyri.....!" Lerina menahan tangan Keyri.


"Nona....!" Keyri menunduk hormat.


"Mengapa Edward tinggal di hotel?"


Keyri nampak bingung. Ia tak tahu harus bicara apa.


"Bos kan akan tampil di acara fashion shownya nona Jien.Kebetulan dilaksanakan di hotel itu. Hari ini ada latihan jadi dari pada harus bolak balik jadi bos menginap di sana saja"


Lerina merasa kalau itu alasan yang dibuat-buat. Namun ia tersenyum juga. Menghargai usaha Keyri untuk melindungi bosnya.


"Terima kasih"


"Apakah nona sudah sembuh?"


"Ya. Terima kasih atas perhatianmu" Lerina langsung berbalik dan menekan tombol lift. Setelah lift itu terbuka, ia pun masuk ke dalam.


Nona kelihatannya sangat sedih. Bos memang keras kepala. Kenapa harus menghindari nona sih? Kayak orang yang saling mencintai saja. Pusing aku.....


Keyri melangkah ke luar gedung. Ia menuju ke tempat parkir dan segera meninggalkan kawasan kantor itu menuju ke hotel.


Begitu sampai di hotel, nampak Edward baru saja selesai mandi. Keyri pun meletakan berkas yang diminta Ed untuk diambil di kantor.


"Bos, saya ketemu nona Lerina. Dia masih agak pucat namun sudah masuk kantor."


Edward seperti tak peduli. Dia langsung duduk di meja bulat dan menikmati sarapannya.


"Nona juga menanyakan kenapa bos harus tidur di hotel. Dia sepertinya sedih."


Edward seakan tak menanggapi. Ia terus saja memasukan potongan-potongan roti ke dalam mulutnya.


"Bos, jika memang bos tak mau bersama nona Lerina lagi, jangan siksa dia dengan rasa bersalah. Kan tinggal bilang saja, kontraknya sudah selesai. Pulangkan nona Lerina ke Indonesia. Bereskan? Dari pada bos bersikap seperti ini seolah-olah bos adalah suami yang sedang cemburu pada istrinya"


Edward membanting garpu yang ada di tangannya. Menatap Keyri dengan tatapan tajam.


"Kamu mau ku pecat?" seru Edward


"Bos....siapa juga yang mau dipecat? Aku kan hanya mengatakan kebenaran. Soalnya kalau bos bersikap seperti ini nanti nona Lerina menyangkah kalau bos mencintainya" seru Keyri tak kalah kuat dengan suara bosnya.


"Tutup mulutmu dan biarkan aku sarapan dengan tenang!"


Keyri pun duduk di sofa dengan wajah cemberut.


Edward kembali menikmati sarapannya, begitu selesai, ia mengambil hp nya, mengetik sebuah pesan lalu menatap Keyri.


"Ayo kita latihan!" melangkah lebih dulu meninggakan kamar.


Keyri mengikutinya dengan perasaan geli. Ia bingung melihat sifat si bos yang menjadi aneh.


*********


Lerina menatap meja Yura yang kosong. Sepertinya ia belum datang. Ia masuk ke ruangannya. Perasaannya jadi semakin gelisah.


Mengapa Ed harus marah padaku? kami kan bukan pasangan yang sebenarnya? Mungkin karena Ed tak ingin yang lain tahu tentang pernikahan palsu ini sebelum waktunya tiba.


Pintu terbuka. Yura masuk sambil tersenyum


"Selamat pagi...!"


Lerina tersenyum. Menatap Yura yang nampak cantik dengan gaunnya.


"Masih sakit?" tanya Yura


"Nggak"


"Terus kenapa wajahnya sedih?"


"Mungkin aku masih capeh saja."


"Kalau begitu, aku punya kabar gembira" Yura mendekat dan duduk di dekat Lerina.


"Aku sudah menemukan salah seorang yang terlibat dalam kasus penyimpangan perusahaan"

__ADS_1


"Siapa?" Lerina penasaran.


"Lee jun kwon."


"Diakan kepala keuangan di defisinya Taeyung" Lerina terkejut.


"Ya. Dan kita akan segera tahu siapa saja yang terlibat dengannya. Aku meminta Hung Ben untuk bisa mengakes data seluruh pegawai. Aku berbohong padanya dengan mengatakan kalau itu adalah permintaan Edward. Dia percaya saja tanpa bertanya dan memberikan kata kunci untuk masuk ke akses data pegawai"


"Kerja bagus Yura!" Lerina senang.


"Na, kayaknya hp mu berbunyi"


Lerina mengambil hp nya yang diletakan di dekat tasnya.


Kita makan siang di hotel tempatku


menginap. Kamarku nomor 8002.


pak Cheng akan menjemputmu jam 1


Lerina langsung tersenyum membaca pesan dari Edward.


"Pasti dari Ed!" tebak Yura.


"Iya. Ed mengajak makan siang bareng" kata Lerina dengan wajah berseri.


"Kalian memang pasangan yang saling mencintai. Di jaga ya hubungan kalian." kata Yura sambil berdiri.


Lerina mengangguk walaupun sebenarnya hatinya sedih membayangkan hubungan indah ini akan berakhir suatu saat nanti.


Lerina kembali ke meja kerjanya. Entah kenapa ia tak sabar menanti jam 1 siang.


*********


Edward menyudahi latihannya. Para model pun langsung mendekatinya, meminta foto bareng dan tanda tangan CD album terbaru Edward.


"Ed, pesonamu belum juga hilang. Mereka selalu tergila-gila pada permainan pianomu dan juga ketampanan wajahmu." puji Jien saat Ed sudah terlepas dari cewek-cewek cantik itu.


"Sayangnya aku sudah ada yang punya"


Jien terkekeh lalu menggandeng tangan Edward..


"Mana suamimu?"


"Dia kurang sehat. 4 hari yang lalu ia pulang dengan wajah memar dan perut juga merah. Kayaknya dia baru dipukul orang. Namun saat aku tanya siapa yang memukulnya, dia hanya diam. Tak bicara. Aku sempat bingung juga. Dia justru marah saat aku bertanya terus."


Edward hanya diam. Ia tahu itu pasti karena ulahnya.


"Aku nggak bisa makan siang denganmu. Aku ada janji makan siang dengan Lerina."


"Kenapa kita nggak bareng saja?"


"Kami mau makan berdua di kamar hotel. Tahulah, aku kan baru saja pulang"


Jien melepaskan tangannya yang menggandeng Edward.


"Pergilah! Aku senang kalau kau bahagia, Ed. Banyak orang mengatakan kalau Lerina bukanlah tipe gadis yang selama ini dekat denganmu. Namun bagiku dia gadis yang paling cantik dari semua gadis yang pernah dekat denganmu. Aku suka rambut hitamnya, suka mata bulatnya, suka lesung pipitnya dan terutama aku suka kepribadiannya." kata Jien dengan penuh ketulusan.


"Dia memang yang terbaik" kata Edward bangga. Ia mencium pipi Jien dan segera masuk ke dalam lift menuju ke lantai 8.


Saat ia masuk ke kamarnya, Keyri baru saja mengatur makan siang dengan seorang pelayan restaurant.


"Semua sudah siap, bos" lapor Keyri sebelum keluar kamar bersama pelayan itu.


Edward segera ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.


Pukul 13.15...


Lerina berdiri di depan kamar 8002. Entah mengapa ia merasa jantungnya berdebar kencang. Dengan tangan yang bergetar, ia menekan bel yang ada di depan pintu.


Tak lama kemudian, pintu terbuka. Nampak wajah tampan blesteran Korea Inggris menyambutnya dengan senyum manis.


"Ayo masuk!" ajak Edward sambil melebarkan daun pintu.


Lerina melangkah masuk. Ia duduk di sofa putih yang ada di kamar itu.


Edward pun ikut duduk di samping Lerina. Keduanya saling diam selama beberapa saat.

__ADS_1


"Maafkan aku!" kata Edward dengan suara yang pelan dan bergetar.


Lerina menoleh ke samping. Edward menatapnya dengan wajah yang penuh penyesalan.


"Aku juga minta maaf, Ed. Waktu itu aku mencoba melepaskan diri dari ciuman Calvin. Jujur aku akui, awalnya aku sempat terbuai. Kami 4 tahun pernah saling menyayangi. Bukan waktu yang mudah untuk bisa melupakannya begitu saja. Lalu aku kemudian sadar, aku mendorong Calvin tapi dia begitu erat memelukku dan...."


"Kamu tak perlu menjelaskan. Aku percaya padamu" Edward tiba-tiba menarik tubuh Lerina dan memeluknya erat.


"Aku hanya takut jika ada yang melihat kalian."


Tangis Lerina tiba-tiba pecah. Ia semakin menenggelamkan wajahnya di dada Edward "Aku janji itu tak akan terjadi lagi, Ed. Aku akan berusaha menghindari Calvin. Aku mau melupakannya, Ed. Aku benar-benar ingin lepas dari ikatan masa laluku dengannya"


Edward membelai rambut hitam Lerina dengan lembut. Lalu ia melepaskab pelukannya. Menghapus air mata Lerina dengan kedua jempolnya.


"Boleh aku menciummu? Dalam sandiwara kita, aku ingin melakukannya" tanya Edward dengan suara yang sedikit bergetar. Ia takut Lerina akan menganggapnya kurangajar.


Kepala Lerina mengangguk walaupun dengan wajah yang merona.


Edward tersenyum. Ia menunduk, memiringkan kepalanya sedikit, lalu menyatukan bibir mereka dengan penuh kelembutan. Edward mengulumnya perlahan, dengan sangat hati-hati. Ia tak ingin Lerina merasa tak nyaman dengan ciuman itu.


Saat bibir mereka saling bertautan, tangan Edward ada dipunggung Lerina, mengusapnya lembut dan membuat Lerina merasa nyaman menerima ciuman itu. Ia membalas ciuman Edward tanpa penolakan apapun. Kedua tangannya tanpa sadar meremas kemeja Edward. Mata keduanya terpejam, menikmati semuanya sampai akhirnya....


krukkk...


krukkk..


Ciuman itu terlepas. Keduanya saling berpandangan sambil menahan tawa.


"Ed...perutmu berbunyi" tuduh Lerina sambil melepaskan tangannya yang memegang kemeja Ed.


"Perutmu yang berbunyi"


Lerina melotot "Ed, aku tidak lapar"


"Aku juga tidak lapar"


"Jadi perut siapa yang berbunyi?" tanya Lerina heran.


Edward tertawa melihat mimik lucu Lerina. "Kamu mudah sekali dibohongi. Tentu saja perutku yang berbunyi. Ayo makan!" Edward menarik tangan Lerina menuju ke meja makan.


Lerina duduk dan mulai memindahkan makanan ke baskom kecil. Keduanya pun makan siang bersama dengan gembira.


Lerina pun menceritakan penyelidikannya bersama Yura.


"Keyri sangat bisa membantu soal komputer. Nanti aku akan memintanya membantumu dan Yura"


Lerina mengangguk.


Setelah selesai makan siang, pelayan pun datang membersihkan semuanya.


"Ed, aku mau kembali ke kantor. Ini sudah jam setengah tiga" pamit Lerina.


"Jangan pergi. Tetaplah disini bersamaku. Malam ini tidurlah di sini!" kata Edward lalu naik ke atas tempat tidur.


"Tapi Ed..."


"Mana handphonemu!"


"Memangnya kenapa?" tanya Lerina bingung namun ia memberikan juga handphonenya.


Edward membukanya lalu menelepon Yura "Halo Yura. Maaf ya, Lerina tak bisa balik lagi ke kantor. Ok....Bye..." Edward menyerahkan kembali hp Lerina.


"Ayolah, kita bobo siang!" Edward menepuk kasur disebelahnya yang kosong.


Agak ragu Lerina naik ke atas tempat tidur itu. Ia pun duduk sambil bersandar pada sandaran tempat tidur.


Ed membaringkan kepalanya dibahu Lerina.


"Aku pinjam bahumu sebentar ya?" ucap Ed lalu memejamkan matanya..


deg...


deg....


deg....


MAKASI SUDAH BACA PART INI....

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTARNYA DAN JUGA VOTENYA 😍😍😍😍


__ADS_2