LERINA

LERINA
Konser Kolaborasi


__ADS_3

Di salah satu hotel bintang 5 kota Jakarta, nampak ramai dengan para fans Edward Kim dan Veronika. Acara jumpa fans sudah satu jam yang lalu selesai tapi para fans masih belum beranjak dari sekitar hotel. Mereka masih berharap kalau idola mereka akan keluar dan menemui mereka lagi.


Di salah satu kamar VVIP, Edward berdiri di depan jendela kaca. Melihat hingar bingar kota Jakarta di siang ini.


Tangan Edward memegang hp nya. Sudah beberapa kali ia ingin menelepon Lerina. Namun setiap kali ia melihat nama Lerina di hpnya, jarinya terasa berat untuk menekan nomor itu.


Edward bingung dengan dirinya. Ia begitu rindu ingin bertemu dengan garis itu. Namun ada sesuatu yang menghalanginya.


"Bos!" panggil Keyri yang baru selesai menyusun jadwal kerja yang akan Arnold buat setelah konser ini.


"Ada apa?" tanya Edward sambil melangkah mendekati Keyri yang sedang duduk di sofa.


"Setelah ini, kita akan ke Seoul atau balik lagi ke Inggris?"


"Ke Seoul dulu. Ada rapat dengan hyung." Edward duduk di depan Keyri. "Setelah ini jadwal kita apa?"


"Makan siang"


"Aku masih kenyang. Kita jalan-jalan saja"


"Jalan-jalan kemana?"


"Aku ingin ke kantornya Lerina. Cari taxi online yang kacanya agak gelap. Kita berdua akan menyamar hari ini." kata Edward lalu segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


********


Sebuah restoran sederhana di samping perusahaannya menjadi tempat faforit bagi sebagian kariawan di perusahaan Lerina untuk menghabiskan makan siang mereka di sana.


Hari ini pun Lerina ikut makan di sana. Sejak mengetahui kalau dirinya hamil, Lerina memang lebih banyak menikmati makan siangnya dengan bekal makanan yang dikirimkan oleh bi Suni sesuai dengan pesanan Lerina. Namun hari ini, karena Lerina berhari ulang tahun, ia sengaja mentraktir semua kariawannya untuk makan di sini.


Suasana gembira yang penuh kekeluargaan nampak tercipta di acara makan siang bersama.


"Ibu direktur, bolehkah kami hari ini pulang 1 jam lebih cepat?" tanya Vita mewakili teman-temannya.


"Memangnya ada apa?" Lerina balik bertanya.


"Kami kan mau menonton konser Edward dan Veronika. Konsernya akan dimulai pukul 6 sore. Kalau nanti selesai jam kantor baru kami pergi, nanti bisa terlambat. Tahu kan bu jalanan macet" ujar Vita dengan wajah manis penuh permohonan.


"Memangnya berapa orang yang akan pergi konser?"


"Sekitar 50 orang bu!"


Lerina terkejut. Setengah dari kariawannya akan menonton konser itu. Bagaimana dengan dirinya?


"Tenang saja, bu. Hanya hari ini. Kalau besok hanya sekitar 7 orang yang akan pergi." ujar Adam.


"Baiklah. Yang penting semua pekerjaan akan beres sebelum waktunya kalian akan pergi." Lerina akhirnya menyetujui membuat mereka langsung bersorak gembira.


Selesai makan, rombongan itu pun keluar dari restoran dan kembali ke kantor.


Tak jauh dari situ, ada mobil taxi online yang berhenti. Di dalamnya ada sopir taxi yang agak pusing dengan bahasa Korea yang digunakan oleh dua penumpangnya.


"Bos, itu nona Lerina!" tunjuk Keyri saat melihat Lerina yang berjalan bersama beberapa orang kariawannya.


"Apakah pandanganku yang mulai buram, atau benar penglihatanku. Lerina agak berisi ya?" ujar Edward. Hatinya bergetar karena rindu yang besar pada perempuan itu.


"Nona memang kelihatan agak berisi. Dia juga sangat cantik dengan rambut yang digulung ke atas. kelihatan lebih dewasa dan mapan."


Edward tersenyum "Hari ini dia ulang tahun ke-24. Makanya dia terlihat dewasa."


Keyri terkejut "Nona Le ulang tahun? Lalu, apakah bos tidak ingin turun dan menyapanya?"


"Kamu ingin membuat aku diserbu oleh semua kariawannya?"


Keyri terkekeh"Teleponlah dia bos. Berikan ucapan selamat."


"Aku sudah puas melihatnya dari jauh"


Lerina yang sedang berjalan merasakan kalau ada yang sedang memperhatikannya. Ia berhenti sejenak dan memperhatikan sekelilingnya.

__ADS_1


Ada apa ya? Mengapa aku merasa kalau Edward ada di sini dan mengapa perutku rasanya agak kencang?


"Bu, ada apa?" tanya Vita saat dilihatnya wajah Lerina agak ditekuk seolah menahan sakit.


Lerina mengusap perutnya dengan lembut "Tidak apa-apa. Mungkin bayinya bergerak sedikit"


Vita menggandeng tangan Lerina dengan wajah gembira "Dia senang karena bundanya hari ini ulang tahun."


Lerina pun kembali melangkah. Ia tak menyangkah kalau tak jauh dari situ, ada sepasang manik biru yang sedang memperhatikan dirinya.


"Keyri, mengapa Lerina mengusap perutnya?" tanya Edward bingung. Hatinya berdesir saat melihat Lerina mengusap perutnya.


"Mungkin nona kekenyangan atau sakit perut tuan" jawab Keyri bingung. (Dasar Keyri tak berpengalaman dengan perempuan jadi dia sama sekali tidak tahu).


"Ya sudah. Ayo kita pergi. Aku sudah cukup puas melihatnya hari ini!" kata Edward lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi penumpang dan memejamkan matanya.


**********


Suasana kantor yang nampak sudah sepi tak membuat Lerina beranjak dari ruangannya. Ia masih berdiri memandang padatnya arus lalu lintas dari bakik kaca jendela.


Jarum jam dinding di ruangannya sudah menunjukan pukul 5.30 sore. Lerina tahu pasti para penonton sudah antri untuk masuk ke tempat konser.


Ia kembali ke mejanya, mengambil tiket konser VVIP yang dikirmkan oleh Veronika padanya. Dengan tiket ini, Lerina tak perlu antri untuk masuk dengan para penonton lainnya. Ia akan mengikuti pintu khusus dan mobilnya pun akan mendapatkan parkiran khusus. Tentu saja tiket VVIP ini harganya cukup fantastik.


Haruskah aku pergi? Bagaimana jika aku tak kuat menerima kenyataan kalau Ed dan Veronika akan bermesraan di atas panggung?


Tok...tok...tok...


"Masuk!"


Suryani masuk "Apakah nona belum ingin pulang?"


"Ya. Aku mau pulang sekarang" Lerina berdiri dan membereskan barang-barangnya.


"Nona tidak pergi ke konser itu?" tanya Suryani sambil menunjuk tiket konser yang ada di atas meja.


"Itu kan tiket VVIP. Nona akan aman."


Lerina menggeleng "Aku lebih baik tidak pergi."


"Tuan Edward Kim pasti senang kalau nona pergi"


"Ibu tahu?"


"Aku secara tak sengaja membaca file pengacara Hendra yang ketinggalan. Itu mengenai perceraian nona dan tuan Edward"


Lerina tertunduk sedih.


"Nona, tuan Calvin kan sudah kembali dengan mantan istrinya. Mengapa nona tak memikirkan kebahagiaan nona sendiri. Dan juga anak yang ada di kandungan nona"


"Dia sudah bersama Veronika"


"Mereka kan belum tentu bersama. Cinta sejati itu tak akan mudah dilupakan."


Lerina memegang tiket itu dan memasukannya ke dalam tas tangannya. "Akan kupikirkan !" kata Lerina lalu segera melangkah. "Ayo kita pulang, bu Suryani!"


***********


Veronika nampak kesal di kamarnya. Konser sudah selesai dan ia sama sekali tak melihat bayangan Lerina dideretan penonton yang ada di kursi VVIP.


"Lerina bodoh!" umpatnya sambil menghempaskan bokongnya di atas tempat tidur. Di tatapnya kedua bodyguartnya.


"Besok, kalian harus pastikan kalau Lerina hadir di sini. Kalau perlu culik dia! Aku tidak mau sampai dia tak hadir di konser terakhir besok. Kalian mengerti?" teriaknya dengan kesal.


"Baik, nona!" jawab keduanya bersamaan.


"Sekarang keluar..!"


Veronika menuangkan anggur ke gelas yang sudah tersedia di atas nakas. Ia langsung meminumnya dengan cepat.

__ADS_1


Rencanaku tidak boleh gagal. Aku harus membuat perempuan itu hadir di sini. Dia harus melihat semuanya.


********


Hari ini Lerina tak masuk kantor. Ia merasa agak pusing dan perutnya terasa agak kencang.


Selesai sarapan, Lerina memilih untuk berbaring di tempat tidurnya.


Hp nya berbunyi. Sebuah panggilan telepon dari Calvin.


"Hallo, Vin!"


"Apa kabarmu, Na?"


"Aku baik-baik saja. Bagaimana kabar Jien dan anakmu?"


"Mereka juga baik-baik saja"


"Dan pengobatanmu?"


"Berjalan dengan baik. Bisa dikatakan sel kankernya berkurang dengan cepat."


"Syukurlah!"


Calvin terdengar menarik napas panjang "Na, kamu hamil kan?"


"Siapa yang mengatakan padamu?"


"Mamaku melihatmu keluar dari ruangan dokter Dewi."


"Aku hanya memeriksakan kesehatanku. Karen haidku kurang lancar"


"Kamu jangan bohong, Na!" hardik Calvin kesal. "Kamu pasti hamil. Sekarang kan Ed ada di Jakarta, temuilah dia dan katakan tentang kehamilanmu"


"Aku tak mau, Vin. Dia sudah bersama Veronika. Biarlah aku sendiri. Aku bisa mengurus anak ini."


"Dasar kamu keras kepala. Kali ini aku tidak mau kompromi denganmu. Kamu mengatakan kebenarannya pada Edward atau aku yang akan menelepon Edward dan mengatakan semuanya." ancam Calvin.


"Vin....!"


"Kamu harus memikirkan kebahagiaanmu, Na. Anakmu butuh ayahnya."


"Biarkan aku berpikir dulu, Vin"


"Baiklah. Aku tunggu keberanianmu untuk mengakuinya pada Ed. Bye...!" Calvin mengahiri panggilan teleponnya.


Lerina meletakan hpnya dengan kesal. Apa yang harus aku lakukan?


********


Konser di hari yang kedua pun dipenuhi oleh banyak fans.


Di belakang panggung, Veronika sudah siap dengan baju panggungnya. Ia yang biasa berpakaian sexi kali ini mengubah gaya berbusananya karena ia menghormati kebudayaan Indonesia.


"Nona, saya mau melaporkan bahwa nona Lerina sudah duduk di kursi VVIP" kata bodyguart nya.


Veronika tersenyum penuh misteri. "Thank you."


Setelah bodyguar itu pergi, Veronika berguman,"Ok Lerina. Now it's show time.."


Lalu ia tertawa sambil berkacak pinggang.


SELAMAT IDUL FITRI YA GUYS


Apa yang akan Veronika lakukan?


Komentari ya..


jangam lupa vote dan like juga.

__ADS_1


__ADS_2