
Taeyung membuka pintu ruangan Lerina "Yura mana?" tanyanya melihat Lerina hanya sendiri saja di sana.
"Tadi Yura ijin pulang. Katanya ada sesuatu yang tertinggal di rumah."
Taeyung mengambil hp nya dari dalam kantong celana. Ia mencoba menghubungi Yura namun teleponnya tidak diangkat.
Taeyung langsung menghubungi telepon rumah. Bi Yun yang mengangkat teleponnya.
"Hallo...bi Yun, apakah Yura datang ke rumah?"
"Iya tuan. Nyonya memang tadi datang ke rumah. Tapi setelah itu pergi lagi"
"Pergi? Apakah dia kembali lagi ke kantor?"
"Tidak tahu, tuan. Soalnya nyonya sudah membawa semua barang-barangnya. Ia juga tidak mau diantar sopir. Nyonya memesan taxi"
"Apa?" hp di tangan Taeyung hampir saja jatuh.
Lerina menatap Taeyung dengan bingung "Kak Taeyung, ada apa?"
"Yura pergi dari rumah dengan membawa semua barang-barangnya."
Lerina terkejut "Tapi....ada apa? Bukankah hubungan kalian baik-baik saja?"
Taeyung mengacak rambutnya kasar. "Apakah tadi Yura pergi ke ruanganku?"
"Ya. Tadi dia memang mengatakan akan ke ruang kakak karena hendak menyampaikan pesan papa supaya ada rapat pemegang saham hari ini"
Taeyung memejamkan matanya sambil menghentakan kakinya dengan kesal.
"Yura pasti mendengarkan percakapanku dengan Nula."
"Percakapan apa?" tanya Lerina mulai khawatir.
"Nula hamil!" kata Taeyung dengan rasa sesak di dada.
"Ya ampun....!" Lerina menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Aku tak menyangkah kalau hubunganku yang terakhir dengannya justru membuatnya hamil. Pada hal itu hampir 2 bulan yang lalu."
Dasar rubah berhati iblis, dia pasti dengan sengaja hendak menjebak kak Taeyung. Yura, tenanglah Aku akan berjuang denganmu.
"Lalu apa keputusanmu kakak?" tanya Lerina.
"Nula minta aku menikahinya. Namun aku tak bisa. Aku mencintai Yura. Papa juga tidak akan pernah merestui hubunganku dengannya. Tapi, aku tak mungkin juga membiarkan Nula dengan anakku. Aku sangat bingung. Makanya aku ingin bicara dengan Yura. Dia pasti bisa menenangkanku"
"Nanti aku mencoba menghubunginya." kata Lerina
Taeyung mengangguk, saat ia keluar ia berpapasan dengan Keyri.
"Maaf ya aku terlambat !" kata Keyri.
"Ayo masuk Keyri!" ajak Lerina.
Keyri masuk dan segera memberikan sebuah flasdisk.
"Pelajarilah dengan baik. Aku curiga kalau anak buah Taeyung ada dibalik penggelapan uang ini!"
"Baiklah. Terima kasih ya.."
Keyri mengangguk "Kalau ada sesuatu yang ingin ditanyakan, aku tungguh di luar ya.."
"Ok!"
Sebelum membuka pintu, Keyri kembali berbalik.
"Nona Lerina, ada sesuatu yang ingin ku katakan. Sebenarnya aku sudah curiga ini sejak lama. Aku pikir kalau nona Nula ada hubungannya dengan semua ini"Kata Keyri pelan lalu segera keluar dati ruangan itu.
Lerina sebenarnya sudah lama mencurigai Nula. Namun ia merasa harus memiliki bukti yang kuat. Taeyung pasti tak akan terima tuduhan tanpa dasar yang tidak disertai bukti.
Dengan tekad yang kuat, Lerina pun mulai mempelajari data yang diserahkan oleh Keyri.
__ADS_1
Karena terlalu bersemangat, ia sampai tak menyadari kalau Edward sudah berdiri di hadapannya.
"Sayang, kamu melewatkan makan siangmu?" tanya Edward.
Lerina mengangkat wajahnya "Ed.., kamu mengejutkan aku saja"
Edward menunjuk jam dinding "Sudah jam 3 sore"
"Astaga...aku sampai lupa waktu, Ed." Lerina tersenyum. Ia berdiri lalu menggerakan otot-ototnya yang terasa kaku.
"Mengapa kau datang ke sini? Bukankah kau ada acara hari ini?"
Edward mendekat, menarik tangan Lerina perlahan agar istrinya itu keluar dari ruang sempit antara kursi dan meja kerjanya. Lalu setelah ruang diantara mereka menjadi luas, Edward langsung membawa perempuan bermanik hitam itu ke dalam pelukannya.
"Aku sangat merindukanmu!" kata Edward lembut lalu mencium pucuk kepala Lerina yang berada tepat dibawa dagunya.
Lerina hanya tersenyum. Perasaannya menjadi hangat mendengarkan perkataan Edward.
"Ayo makan !" ajak Edward saat ia melepaskan pelukannya. Ia menuntun Lerina untuk duduk di sofa. Setelah itu ia mengeluarkan bekal makanan yang dibawanya dari rumah.
"Makanlah. Aku minta Nana menyiapkannya saat Keyri telepon dan mengatakan bahwa kau sama sekali tak keluar dari ruanganmu" kata Edward sambil menyerahkan satu kotak makanan.
"Terima kasih, Ed" Lerina langsung menikmati makanan itu dengan rasa bahagia karena memang ia sudah lapar.
Lerina makan tanpa bersuara. Edward pun sepertinya tak ingin menganggu. Ia hanya duduk di samping Lerina sambil sesekali mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya untuk melihat apakah Lerina sudah selesai makan atau belum.
Selesai makan, Lerina meneguk air mineral yang memang sudah disiapkan Edward di depannya.
"Mau tambah lagi?" tanya Edward
Lerina menggeleng. "Aku sudah kenyang, Ed."
"Baiklah. Kalau begitu aku bisa pergi ke acara TV saat ini dengan tenang. Jangan pulang larut ya. Karena Yura ada di apartemen"
Lerina terpana "Astaga, Ed. Taeyung mencari Yura. Yura meninggalkan rumah karena..."
"Aku tahu !" Edward menyela ucapan Lerina," Yura sudah menceritakan padaku. Jangan katakan pada Taeyung dimana Yura berada. Kita biarkan Yura tenang dulu."
Lerina mengangguk setuju.
"Baiklah, Ed...!"
Edward mencium dahi Lerina "Jangan terlalu lelah ya?"
"Baik bos!" ujar Lerina sambil mencolek pinggang Edward. Tindakannya membuat mata Edward bersinar dalam sinar penuh hasrat karena sesungguhnya sentuhan Lerina memang selalu membuatnya ingin menenggelamkan istrinya itu dalam hasrat yang sama.
Melihat cara Edward memandangnya, membuat Lerina langsung berdiri "Pergilah Ed. Kamu bisa terlambat."
Edward terkekeh. Ia yakin kalau Lerina sengaja mengusirnya karena jika sedikit saja ia membuka peluang, Edward bisa terlambat.
"Baiklah. Sampai jumpa nanti malam ya.."Edward berbisik dengan suara yang dibuat sensual mungkin untuk menngoda istrinya itu.
Lerina langsung mendorong tubuh Edward sampai di di depan pintu. "Semoga sukses acaranya, ya."
Edward hanya mengangguk dan segera menghilang dibalik pintu.
Lerina duduk lagi dikursi kerjanya. Memandang layar laptop dan kembali larut dalam.pekerjaannya. Ia tak mau menunda waktu lagi. Si pencuri uang harus bisa ditemukan.
***********
Taeyung bolak balik berjalan di ruangannya dengan hati yang sedih. Yura sama sekali tak mau mengangkat teleponnya. Entah sudah berapa pesan yang dikirimnya dan tak ada satupun yang telah dibaca oleh istrinya itu. Bahkan terakhir kali ia mencoba menghubungi Yura, ponselnya sudah tidak aktif.
Pintu ruangannya dibuka. Nampak Nula masuk.
"Taeyung, ada pengacara Cheong yang ingin bertemu"
Taeyung heran. Ada apa pengacara itu ingin bertemu dengannya. Ia bahkan tak mengundangnya datang ke sini. Pengacara Cheong adalah salah satu pengacara keluarga Kim.
"Persilahkan dia masuk!" kata Taeyung lalu menuju ke kursi kerjanya.
Pengacara Cheong adalah pria berusia 54 tahun. Salah satu pengacara terkenal di Seoul.
__ADS_1
"Selamat sore, tuan!" kata Cheong sambil membungkukan badannya.
"Duduklah paman!" Taeyung menyebutnya paman karena kedekatan hubungan mereka.
"Ada keperluan apa ya?" tanya Taeyung tanpa basa basi.
Cheong yang duduk di depan Taeyung menyodorkan sebuah mapfile.
"Tuan muda, lusa jadwal persidangan pertama perceraianmu dengan nyonya Yura akan dilaksanakan."
"Perceraian? Siapa yang mengatakan kalau kami akan bercerai?" teriak Taeyung mulai emosi.
"Maaf tuan muda, berkas perceraian ini sudah ditamdatangani oleh Nyonya Yura seminggu sebelum keberangkatan kalian ke Swiss. Tadi pagi, saya kembali mengkonfirmasinya pada nyonya dan dia katakan bahwa akan dilanjutkan.
"Tangguhkan dulu!" kata Taeyung sambil memijat kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit.
"Baik tuan muda. Saya permisi dulu!" pamitnya. Ia membungkukan tubuhnya sebentar lagi segera meninggalkan ruangan itu.
"Bercerai? Tidak, aku tidak akan menceraikanmu, Yura. Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu" guman Taeyung. Ia meraih hp nya dan menelepon salah satu pengawalnya.
"Cari keberadaan nyonya Yura. Sekarang!" perintahnya lalu mengahiri percakapan.
Taeyung menatap foto kebersamaannya dengan Yura selama di Swiss ketika mereka berada di puncak salju abadi..
Sayang, jangan pergi. Jangan tinggalkan aku. Tetaplah berada di sampingku untuk menguatkanku menghadapi semua ini. Aku sangat mencintaimu.
*************
Yura duduk di dalam kamar tamu di apartemen Edward sambil menatap layar TV. Matanya ada di sana namun pikirannya melayang entah kemana.
Ia tak mau lagi menangis. Ia juga tak mau menyalahkan Taeyung. Semua sudah terlanjur terjadi. Di saat Taeyung ingin memperbaiki hubungan mereka, kisah perselingkuhannya dengan Nula justru membuahkan hasil.
Yura tak mau memisahkan Taeyung dengan anaknya. Walaupun Nula dan Taeyung dulu pernah menyakitinya karena memberikan dia ramuan sampai ia keguguran. Ia juga tahu Ryun Ong akan membelanya jika dia bertahan di samping Taeyung. Namun Yura bukanlah manusia egois.
Di Seoul ini, Yura tak punya siapapun. Semenjak papanya meninggal, ia tak pernah pulang lagi ke kampung. Adiknya pun masih ada di Amerika. Makanya orang yang pertama ia telepon adala Edward. Dan bersyukur Edward menerimanya dengan senang hati. Yura akan tinggal beberapa saat di sini sampai ia menyelesaikan proses perceraiannya. Setelah itu ia akan menyusul adiknya ke Amerika.
tok....tok....tok.....
"Masuk.....!" ajak Yura.
Pintu terbuka. Seraut wajah cantik muncul di sana.
"Hai...!" sapa Lerina.
"Hai juga !"
Lerina duduk di samping Yura.
"Aku sudah tahu semuanya. Taeyung menceritakannya padaku. Dia mencarimu"
"Aku tahu !" Yura menunduk.
Lerina menyentuh tangan Yura" Jangan menyerah. Apakah kau akan membiarkan Taeyung bersama perempuan jahat yang telah mencuri uang dari perusahaan ini selama bertahun-tahun?"
Yura terkejut " Apa?"
Lerina tersenyum "Aku telah menemukan bukti kalau Nula terlibat dalam penggelapan uang di perusahaan kita. Ayo kita tangkap dia dan semua sekutunya. Aku sudah menelepon Edward. Besok saat rapat, polisi juga akan datang ke perusahaan."
"Baiklah. Tapi kenyataan Nula sedang hamil, tak dapat mengubah keputusanku untuk bercerai dari Taeyung"
"Kau mencintai Taeyung kan?"
"Dengan seluruh hidupku"
"Berjuanglah bersamanya, Yura"
Nana tiba-tiba masuk . Pintu kamar memang tidak dikunci "Maaf menganggu. Tapi dibawa ada tuan Taeyung. Apakah saya harus mengijinkannya masuk?"
Lerina dan Yura saling berpandangan dengan wajah yang terkejut.
MAKASI SUDAH BACA PART INI
__ADS_1
LIKE, KOMENTAR DAN VOTE YA...
KASIH BINTANG 5 JUGA 😄😄😄