LILIS - LAMIAH NERAKA DUA CINTA

LILIS - LAMIAH NERAKA DUA CINTA
BAB 41 : DI SINI KAU BERJANJI DI SANA KAU MELUPA


__ADS_3

Irsam dan Lamiah telah benar kembali menyatu. Berawal di dalan bath up dengan modus akan membantu memandikan Irsam saja.


Tetapi apakah mungkin hanya mandi, sedangkan telah berapa purnama mereka lewati di tempat berbeda sedangkan hati keduanya telah samah-sama dipenuhi gairah cinta dan rindu membara.


Aktivitas layaknya suami istri itu terhenti saat keduanya telah ingat untuk kembali ke daratan untuk kemudian melaksanakan sholat isya. Selanjutnya mereka habiskan untuk saling berbicara di atas tempat tidur dengan saling berpelukan, kadang berganti mengecup. Bahkan obrolan itu terhenti karena keduanya terlibat dalam pertautan lidah, kadang merapat kadang merenggang dengan sendirinya.


"Jadi kemarin abang bahkan sempat sakit dan di rawat dirumah sakit. Maafkan Miah bang. Mestinya Mkah tidak seegois itu. Mestinya Miah buntuti abang atau menghubungi Onah. Maafkan Miah ya bang."


"Tidak masalah... bagi abang itu hukuman untuk abang yang selalu berjanji di sini dan di sana melupa. Mulai sekarang bantu abang benar akan berlaku adil dengan kalian. Bagaimanapun awalnya pernikahan ini terjadi, kita tidak bisa salahkan Lilis. Kita yang juga menerima dan menjalankannya, kita juga salah."


"Tentu bang... kita memang salah. Bukan mba Lis saja. Walau dia awalnya memaksa, toh kita tidak pernah terpaksa untuk saling jatuh cinta. Aku yang paling terakhir jatuh cinta di sini. Bagaimanapun aku orang ketiga di antar kalian. Jadi aku yang harus tau diri. Sedangkan di minta mundurpun aku belum mampu. Jadi aku ikhlas menunggu kapanpun abang datang sebagai suamiku, tanpa mengganggu waktu kebersamaan dengannya."


"Kemarin abang benar ingin matibsaja, saat melihat Lilis koma berhari-hari. Abang sangat merasa bersalah padanya. Sampai untuk mengabarimu pun, abang tak sanggup. Abang tidak bisa berbagi duka lagi denganmu."


"Alhamdulilah, itu artinya hati abang memang sangat masih mencintai mba Lilis. Aku akan belajar tidak cemburu untuk perasaan itu bang. Aku tidak akan memiliki rasa ingin memilikimu seutuhntanya lagi. Aku berjanji akan teap memelihara cintaku di koridor hatimu. Aku tak minta tempat mba Lis, hanya minta di bagikan sedikit tempat saja. Dan biarkan aku tetap berada, berbeda rumah dengan kalian."


"Abang sudah berjanji akan membuatmu bahagia. Jika dengan tetap bekerja dan tinggal di ruko adalah pilihanmu mendapatkan kebahagiaan itu, abang ijinkan." Tegas Irsam pada Lamiah.


Lalu keduanya terhanyut kembali dalam pelayaran cinta di samudra rindu yang tak bertepian itu.

__ADS_1


Irsam telah lama lapar, bahkan dulu sudah lama terbiasa di layani dengan suguhan yang selalu membuatnya mukbang. Mata jangan tanya apa saja yang dilakukan pasangan suami istri itu yang seolah kembali pada masa-masa awal pernikahan yang sangat manis semanis madu. Indahnya rumah tangga itu.


Orang suruhan Irsam sudah kembali melakukan benah rumah. Satu pintu dua lantai itu benar dibuat layaknya sebuah rumah yang tidak terhubung dengan 2 pintu ruko di sebelahnya. Agar Irsam benar merasa nyaman saat nanti akan tinggal di sebelah ruko tersebut. Tanpa harus melewati orang-orang yang sedang beraktivitas di sebelah. Kegiatan persalonan di sebelah pun semakin di tambah tempat dan layanan yang di tawarkan, pada dua lantai di atas adalah tempat khusus menerima treatment massage dan spa. Dua lantai du bawah khusus menerima jasa salon lengkap memotong, mewarna, dan apa saja dalam urusan rambut.


Tiga hari adalah waktu yang cukup bagi Irsam dan Lamiah habiskan untuk beraktivitas di kamar hotel saja. Kemudian Irsam mengantar Lamiah pulang juga pamit untuk kembali pada Lilis sebab 2 hari lagi mereka akan menjemput Adilla yang sudah bisa di bawa pulang.


"Abang pulang dulu ya sayang. Jangan sungkan hubungi abang kalo ada apa-apa. Apalagi kalau kangen abang." Pamit Irsam pada Lamiah yang masih bergelayut manja dalam pelukan Irsam.


"Jangan tinggalkan sholat ya abangku sayang. Agar abang selalu dapat berada di jalan Allah. Adil itu tidak cukup dengan kata-kata, tapi lebih ke perbuatan abang. De Miah siap untuk selalu mengingatkan abang." Lamiah berkata dengan lugas.


"Jaga diri ya sayang... Asalamualaikum." Pamit Irsam yang tentu masih berat berada dekat istri mudanya.


Irsam tak dapat menutupi betapa berseri hatinya setelah menghabiskan beberapa malam tak berjeda dari istri mudanya. Aura bahagianya tak dapat ia sembunyikan bahkan di depan sang istri tua yang nyata, sedang tak bisa melayaninya, sebab masih dalam masa nifas.


"Apa kabar Lamiah mas?"


"Baik. Dia menitipkan salam untukmu sayang."


"Apa dia masih marah padaku mas?" tanya Lilis pada Irsam. Yang masih terlihat sibuk dengan ponselnya.

__ADS_1


"Maaas."


"Oh... Ah... tidak. Kamu tidak ada salah apa-apa padanya. Dan mulai sekarang, jika mas sedang di rumah ini. Kita hanya membahas tentang kita saja. Jangan tentang d byia." Tegas Irsam yang kemudian memilih masuk ke kamar mereka, mandi kemudian tidur. Siapa tak lelah setelah kerja rodi selama 3 hari berturut-turut. Tentu saja yang Irsam butuhkan sekarabg adalah istrirahat.


Hari berlalu dengan cepat, sedapat mungkin Irsam berlaku manis pada Lilis. Bukan Irsam tak cinta, tapi ia mengakui betapa keinginan biologisnya sangat baik. Sehingga saat melihat istrinya pasca melahirkan baginya seperti melihat wanita yang kembali seperti gadis remaja. Kembali cantik, muda dan sangat menawan. Tapi Irsam bukan lelaki baru kemarin menjadi seorang ayah. Ia tau jika itu masa nifas di mana istri sedang tidak bisa di ganggu gugat.


Lilis dan Irsam sudah kembali ke rumah sakit, bersama seorang baby sister yang sudah di siapkan Irsam untuk menjaga bayinya, mengingat istrinya tidak bisa bekerja berat pasca operasi.


Adilla sudah berada di rumah lediaman mereka, beradaptasi dengan dengan suasana kamarnya yang baru selesai di isi dan di hiasi khas kamar anak perempuan pada umumnya.


Berita kelahiran anak kedua Irsam, juga sampai ke telinga Faizal anak pertamanya, sedapat mungkkn iapun memiliki kerinduan dan penasaran untuk melihat adiknya. Awalnya ia hanya bervideo call dengan mamanya Lilis. Tapi Akhirnya iapun merengek untuk pulang ke Indonesia menemui kedua orang tuanya juga adik kecilnya.


Tak tanggung-tanggung. Faizalpun pulang bersama kakel dan neneknya yang kemungkinan akan lama tinggal bersama mereka, sebab Faizal belum sekolah dan kedua orang tua Irsam sudah tidak terikat pekerjaan yang mengharuskan untuk mereka turun bekerja dengan aktif.


Ayah Irsam pasca mengalami penyalit serius. Sehingga tidak hanya ibu Irsam yang menemani. Ada pengasuh sekaligus perawat kakek yang ikut bertolak ke Indonesia. Hal tersebut membuat kediaman Irsam ramai kembali di penuhi kerabat dari Irsam.


Tepat saat usia Adilla 30 hari, Irsampun menggelar acara aqiqah untuk putrinya. Membuat bunda Lilis pun datang kembali ke Bogor untuk ikut menghadiri acara tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2