
Lilis sudah sepenuhnya sadar jika rumah tangga mereka tidak seburuk ini, jika saja idenya untuk menjadikan sahabatnya sebagai madu tidak ia lontarkan, kemudian di terima sang suami dan mereka jalani. Yang ternyata tidak sesuai ekspektasinya. Sebab ia mengira sahabatnya itu tidak akan melebihi dia dalam hal mencintai suminya. Dan ternyata di luar dugaan, justru hati suaminya yang berhasil di ambil oleh Lamiah.
Dalam perjalanan bisnis yang kemudian berakhir di Turkie dalam kurun waktu cukup lama. Lilis banyak menelan nasihat dari sang mertua. Bahwa ia harus merubah sikapnya pada Lamiah juga Irsam.
Sebagai sesama wanita, bahkan yang melahirkan Irsam. Sang mama tentu juga banyak tau tentang hal-hal yang di sukai anaknya. Walaupun ke sininya Lilis juga bukan orang kemarin sore mengenal Irsam. Toh rumah tangga mereka sudah berjalan hampir sewindu.
Flasback on
“Mama ingat betul bagaimana yakinnya Irsam saat meminta mama dan papa meminangmu. Bahkan ia tak perduli jika kamu adalah seorang TKW. Tapi sungguh saat itu hatinya sangat terjerat padamu. Masa kamu sudah lupa mengapa ia begitu jatuh cinta padamu. Coba kamu ingiat lagi bagaiaman dulu prilakumu padanya?” tanya mama Irsam mengingatkan Lilis.
“Bahkan sampai Faizal berusia 4 tahun pun ia masih sangat menyanjungmu. Bahwa kamu adalah sosok istri sempurna, penurut, penuh kelembutan, perhatian, patuh juga sangat pandai melayaninya di tempat tidur. Apalagi tentang kemolekan bentuk tubuhmu. Semua tak luput dari pujiannya pada mama. Karena itu, mama sangat heran mengapa bisa ia sampai berpaling darimu.”
“Tidak ma. Akan hal orang ketiga sungguh mas Irsam tidak sepenuhnya salah, sebab bagaimanapun ia menolak, aku yang memang memaksanya untuk kenal lalu menerima, walau akhirnya kena hatinya.”
“Mama ini wanita yang melahirkannya, dan mama masih merasa bahwa Irsam masih sangat menyayangimu. Jika kini kamu merasa suamimu telah cendrung pada Miah. Rebut kembali pelan-pelan. Ingatlah, Irsam suka dengan kelembutan, ia paling anti kekerasan walau hanya dari nada suara saja. Usahakan kuasai emosimu, walau kamu sakit hati. Itu resiko perbuatan kamu sendiri.” mama Irsam mengingatkan hampir tak berjeda namun benar.
“Bagaimana menurut mama? Apakah Lilis minta saja pada Miah, untuk mengakhiri rumah tangganya dan mas Irsam?” Lilis meminta saran pada mertuanya tersebut.
__ADS_1
“Semua tergantung kalian yang menjalankannya. Kalau mama, sejak awal menikah dengan papa Irsam, lebih baik mati daripada di madu. Entah dengan prinsipmu sendiri. Sebab jalan pikiran kita mungkin berbeda, dan itu terlihat saat kamu meminta suamimu menikah lagi. Ingat, kamu sendiri yang meminta dan mengundangnya sendiri.” Kalimat itu sangat penuh dengan penekanan. Dan membuat Lilis tertohok sendiri.
“Layani Irsam seperti saat pertama kalian berumah tangga. Mulai lagi semuanya, dari memperhatikan makanannya, menyiapkan pakaiannya, apapun itu. Semuanya layani semuanya dengat totalitas. Toh, Adilla ada yang mengasuhnya. Misalnya ia tetap memilih Miah, setidaknya kamu sudah pernsah berusaha untuk melayaninya kembali dengan baik.”
Flashback Off
Sejak itu Lilis berjanji akan memulai kembali proyek baru dalam hal merebut hati suaminya dari orang ketiga. Ia juga menyadari semuanya bermula darinya, maka ia memang harus terima konsekuensi sakit hati akibat ulah suaminya yang sudah mulai berpaling.
Namun hal itu pun tak bisa ia lempar pada Lamiah atau pun Irsam, sebab ia juga tau juga merasa jika ia sendiri telah berubah rasa pada kedua orang tersebut. Lamiah yang dulu sahabatnya, kini lebih cendrung di anggapnya rival. Suami yang dulu sangat mencintainya, ia yakini sendiri kini justru sangat membencinya. Sehingga Lilis menyimpulkan cara pandangnya sendiri yang salah. Dalam hal meperlakukan kedua makhluk itu.
"Mungkin hanya aku yang sudah salah memperlakukan mereka. Miah dan Mas Irsam sesungguhnya korbanku. Aku penyebab kekacauan ini, maka aku memang benar harus berbuat sesuatu. Walaupun malu pada Miah, bahwa nanti aku yang minta dia melepas mas Irsam. Apapun akan ku lakukan agar rumah tanggaku utuhh kembali." Batin Lilis dalam hati. Karrna itulah Lilis berangsur lembut dan sangat memanjakan Irsam seperti dulu. Meletakan Adilla di tangannya selalu, selain agar Adilla lengket dengannya, juga agar Irsam sadar betapa ia pun seorang istri dan ibu yang baik.
"Insyaallah sayangku. Mas juga minta maaf sempat goyah dalam hal mencintaimu." Jawab Irsam dengan penuh kesadaran.
"Mas yakin akan menceraikannya?"
"Insyaallah."
__ADS_1
"Mas benar akan bisa melupakannya?"
"Mas bukan malaikan sayang. Mas hanya orang biasa yang penuh dosa dan berkekurangan. Karena itu banyu mas menjalani masa-masa sulit nantinya. Kedekatan kami jarak jauh 1,5tahun. berumah tangga pun kurang lebih begitu. 3 tahun mas tenggelam dalam cinta terlarang itu, maka mas pastikan alan butuh waktu agak lama untuk lupa dan kembali pulih mencintaimu secara utuh. Hanya dengan kasih sayangmu, mas bisa benar menjadi Irsam yang sepertu dulu mencintaimu, menyanjungmu, menjadikanmu satu-satunya wanita yang sangat menomorsatukanmu."
"Mas suamiku, ayah dari anak-anakmu. Kita akan berjuang sama-sama unyuk memgembalikan bahtera rumah tangga kita berdua mas." Lilis bahkan sudah menempelkan bibirnya pada leher Irsam, memberi jejak cinta di sana, ia kembali menjadi istri yang penuh gairah, sebab tau di mana saja titik kelemahan pria yang telah menjadi ayah dua anaknya tersebut.
"Besok temani mas menemui dia di rukonya. Dan semoga kamu ikhlas. Ika ruko itu akan mas berikan saja untuknya, anggap sebagai harta gomo gini selama kami berumah tangga." pinta Irsam yang sudah mendudukan Lilis di hadapannya bahkan dengan posisi kakinya yang terbuka menghadap tubuhnya.
Jangan tanya apa yang terjadi, sebab sedari tadi mereka ngobrol bahkan di atas sebuah sofa tantra di kamar Lilis.
Matahari sudah tinggi, Irsam di kejutkan dengan kedatangan Lilis ke kantornya untuk di sambangi beserta box makan siang. Ya... Lilis akan siap menyuapkan makan siang untuk suaminya tersebut di kantor. Sama seperti masa-masa indah mereka di awal pernikahan, sebelum ada Lamiah lebih tepatnya.
"Hm... ratuku pasti sudah punya incaran yas koleksi terbaru ya? mas sampai di perlakukan begini, heem?" tanya Irsam sangat mesra.
"Tidak selalu sayang. Bukankah hari ini mas yang minta di temani untuk menemui Miah di ruko. Ratumu ini belum pikun sayang." Rayu Lilis pada suaminya.
"Hahaaaa... mana mungkin mas lupa sayang. Bolehkah ratuku menunggu 60 menit lagi? Sebab masih ada beberapa dokumen yang harus mas selesaikan terlebih dahulu." pintanya tak kalah manja.
__ADS_1
"Asalkan tidak seribu tahun sayangku." Kekeh Lilis sambil membersihkan sisia makanan di bibir suaminya dengan tissue basah.
Bersambung...